cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEMATANGAN KARIR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Riyadi, Arie Rakhmat
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.795 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3837

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya data yang menunjukkan rendahnya kematangan karier siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penyebabnya karena kebutuhan siswa terhadap bimbingan karier tidak selaras, sebab layanan tidak didasari oleh data akurat kematangan karier. Data tersebut tidak tersedia karena alat ukur yang teruji untuk mengungkap kematangan karier siswa SMA belum ada. Tujuan penelitian ini mengembangkan alat ukur kematangan karier siswa SMA yang teruji. Penelitian ini penelitian pengembangan dengan prosedur mencakup: penetapan sistem penyekoran, uji validitas, uji reliabilitas, pembuatan norma dan penyusunan manual. Objek penelitian ini dinamai Skala Kematangan Karier (SKK). Sampel adalah siswa kelas XI dari SMA berstatus negeri dan swasta yang berlokasi di perkotaan, transisi, dan pedesaan, dengan total sampel 461 siswa. Penelitian menghasilkan SKK dua format, yakni format 1 dan format 2. Format 1 terdiri dari 48 butir multiple-choice dengan indeks reliabilitas tinggi (0.766) pada SEM sebesar 3.109, dan 4 butir soal esei dengan indeks reliabilitas sedang (0.684) pada SEM sebesar 1.186. Kemudian format 2 terdiri dari 38 butir soal berbentuk skala penilaian dengan lima pilihan yang memiliki indeks reliabilitas tinggi (0.807) pada SEM sebesar 7.969. SKK tersebut didampingi oleh seperangkat manual yang diperuntukkan bagi pengguna. Kata kunci: alat ukur, kematangan karier, siswa SMA. This research is motivated by the amount of data that show low career maturity of high school students. The reason was the career guidance are not aligned with the needs of students, it because the service is not based on accurate data of career maturity. The data is not available because the gauge tested to reveal the career maturity of high school students have not been exist. The research purposed to develop measurement tools. This developmental research covers certain procedure: scoring system, validity, reliability, norming and manual drafting. The object named Career Maturity Scale (CMS). The sample is class XI students from public schools and private located in urban areas, transitions, and rustic, with a total 461 students. The result, SKK built in two formats. Format 1 consists of 48 multiple-choice items with high reliability index (0.766) on SEM for 3.109, and four items essay with moderate reliability index (0.684) on SEM for 1.186 , Then the second format consists of 38 items shaped grading scale with five options that have a high reliability index (0.807) on SEM for 7.969. SKK was accompanied by a set of manuals intended for the user. Keywords: measurement instrument, career maturity, high school students.
STRATEGI COPING TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL DENGAN RIWAYAT KEGUGURAN DI KEHAMILAN SEBELUMNYA Azis, Nia Ariestha; Margaretha, Margaretha
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.396 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3976

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi coping pada wanita hamil yang mengalami kecemasan dengan riwayat keguguran di kehamilan sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus dan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder Questionnaire for DSM-IV. Penggalian data dilakukan menggunakan wawancara kepada tiga subjek dan tiga significant other. Hasil penelitian ini subjek pertama menggunakan problem focused coping, yaitu confrontive coping, mencari dukungan sosial, dan merencanakan pemecahan masalah. Emotion focused coping yaitu accepting responsibility, self control, escape avoidance, positive reappraisal. Subjek kedua menggunakan problem focused coping, yaitu confrontive coping, dukungan sosial, dan merencanakan pemecahan masalah. Emotion focused coping yaitu accepting responsibility, distancing, self control, escape avoidance, positive reappraisal. Subjek ketiga menggunakan problem focused coping, yaitu confrontive coping, mencari dukungan sosial, dan merencanakan pemecahan masalah. Emotion focused coping yaitu self control, escape avoidance, dan positive reappraisal. Kecemasan pada wanita hamil tetap muncul ketika dihadapkan pada situasi serupa meskipun sudah menerapkan strategi coping. Kata kunci: Strategi coping, kecemasan, kehamilan, keguguranThis study identify coping-strategies on anxiety in pregnant women with the history of miscarriage in the previous pregnancy. This study was conducted using qualitative approach, by using Generalized Anxiety Disorder Questionnaire for DSM-IV. The data were collected using interviews to three subject and three significant others. This study showed that the first subject used problem-focused coping, including confrontive-coping, seeking for social-support, and planning to solve the problem. Emotion-focused coping included accepting responsibility, self-control, escape-avoidance, and positive-reappraisal. The second subject used problem-focused coping which include confrontive-coping, seeking for social-support, and planning to solve the problem and also emotion-focused coping included accepting responsibility, distancing, self-control, escape-avoidance, positive-reappraisal. The third subject used problem-focused coping which were confrontive coping, seeking for social-support, and planning to solve the problem. Emotion-focused coping including self-control, escape-avoidance, and positive-reappraisal. Anxiety in pregnant women still appear when faced with a similar situation though is alredy implementing coping strategies. Keywords: Coping strategy, anxiety, pregnancy, miscarriage
PENGARUH RESILIENSI TERHADAP DISTRES PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA Azzahra, Fatimah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.917 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3883

Abstract

Distres psikologis merupakan keadaan negatif kesehatan mental yang mempengaruhi individu baik secara langsung maupun tidak langsung dan berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik dan mental lainnya. Distres psikologis yang dialami mahasiswa tersebut tidak sedikit yang berdampak pada kesehatan fisik maupun mental dan bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh resiliensi terhadap distres psikologis mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan Kessler Psychological Distress Scale (K10) dan Connor Davidson Resilience Scale (CDRISC 25) yang diberikan kepada 342 mahasiswa. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi memberikan pengaruh negatif sebesar 3.6% yang artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin rendah distres psikologis, dan semakin rendah resiliensi maka semakin tinggi distres psikologis.Kata Kunci: Resiliensi, Distres Psikologis, Mahasiswa.Psychological distress is a negative situation  that affects the mental health of individuals either directly or indirectly and relates to the physical and mental health conditions among others. Psychological distress experienced by these students have an impact on their physical health as well as mental and even death. This research aims to discover the influence of resilience against psychological distress at students. Data collection using the Kessler Psychological Distress Scale (K10) and Connor Davidson  Resilience  Scale  (CDRISC  25) given to 342 students. Data analysis using simple linear regression analysis techniques. The results showed that resilience gives 3.6% negative influence, meaning the higher the resilience, the lower the psychological distress, and the lower the resilience the higher the psychological distress.Key Words: Resilience, Psychological Distress, Student
JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI IKLIM ORGANISASI DAN CULTURAL VALUE SUKU BATAK Simarmata, Nenny Ika Putri; Kadiyono, Anissa Lestari; Agustiani, Hendriati; Harding, Diana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.565 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3839

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti tentang Job performance pada pegawai pemerintah di 2 Kabupaten di Sumatera Utara.   Penelitian ini  menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap job performance. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 4. Responden adalah 115 orang  Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Tobasa. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan iklim organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap job performance. Penelitian dengan pendekatan kualitatif juga dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk menggali persepsi  pegawai pemerintah mengenai konsep 3H. Peneliti menemukan bahwa  nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat suku Batak yaitu nilai ?kekayaan, anak, kehormatan? (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon ? 3H) telah dijadikan falsafah dan menjadi cita-cita setiap masyarakat suku Batak secara turun menurun. Peneliti melihat bahwa nilai 3H ini menjadi pendorong bagi semangat kerja masyarakat suku Batak sehingga akhirnya rela bekerja keras demi meraih 3H. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap meningkatnya job performance secara khusus dimensi contextual performance Pegawai Negeri Sipil Kata kunci: iklim organisasi, job performance, cultural value, suku BatakAbstractThis is a preliminary research about job performance on government office in the District of North Sumatera. This research was conducted at 2 regency in North Sumatra, that is Humbahas and Samosir. This study also analyzes the influence of organization climate on job performance. A climate organization and  job performance questionnaire were used as measuring instruments with a score between 1 and 4. The respondents were 115 people. Data were analyzed using regression. The results showed that organizational climate had a positive and significant effect on job performance. Researchers also found that the value of  Bataknese people which is "wealth, children, honor" (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon - 3H) was used as the philosophy and the ideals of any society from one generation to the Bataknese. The researchers noticed that the this value  become a booster to work hard in order to achieve 3H. This might be have a contribution to the increase of  job performance specially in government employees?s contextual performance. Keywords: climate organization, job performance, cultural value, Bataknice
PSYCHOLOGICAL READINESS & JOB READINESS TRAINING: UPAYA MEMBANGUN KESIAPAN SARJANA BARU UNTUK BEKERJA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Sulastiana, Marina; Sulistiobudi, Rezki Ashriyana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.713 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3836

Abstract

Unemployment in Indonesia, especially in human resource competition of MEA era is not only occurring on low educated workforce, but also on higher educated (Bachelor). Whereas, ?obtain jobs not more than 4 months after graduating? is one of the performance indicator in University,  Fresh Graduate should be the determinant of Organization?s/Company?s sustainability and development. They should have readiness to face the high work demands. Readiness at work,  consists of ability (job readiness) and willingness (psychological readiness). The need analysis on Fresh Graduates of PTN-X Bandung shows that most of them need proper training to increase their readiness in entering working world. Therefore, it is important to do readiness training which called ?Psychological Readiness and Job Readiness Training? for Fresh Graduate of PTN- X in Bandung. This research is an action research with one group pretest?posttest design experimental approach. The result of this research shows that ?Psychological Readiness & Job Readiness Training? program is effective and plays a role in  increasing Fresh Graduates? readiness at work. The Increasing is more on  Willingness/Psychological Readiness aspect than Ability/Job Readiness aspect,  quite significantly in knowledge and the level of  readiness at work.Key words: Readiness at work, Willingness (Psychological Readiness), Ability (Job Readiness), Fresh Graduate  Pengangguran di Indonesia khususnya dalam persaingan tenaga kerja di era MEA tidak hanya terjadi pada angkatan kerja  berpendidikan formal yang rendah, namun juga pada sarjana.Padahal ?mendapat pekerjaan tidak lebih dari 4 bulan sejak kelulusan? merupakan salah satu indikator kinerja Prodi Sarjana di Perguruan Tinggi. Sarjana baru seyogyanya termasuk Sumber Daya Manusia penentu keberlangsungan dan kemajuan organisasi/perusahaan. Mereka selayaknya memiliki  kesiapan ( Readiness) dalam bekerja,  untuk dapat menghadapi tuntutan kerja yang tinggi. Kesiapan dalam bekerja terdiri dari kemampuan/ Kesiapan tugas (ability/Job Readiness)  dan  kemauan/ Kesiapan Psikologis (willingness/Psychological Readiness). Analisis kebutuhan pada sarjana baru di PTN-X Bandung, memperlihatkan bahwa sebagian besar dari mereka  membutuhkan pelatihan yang dapat meningkatkan Kesiapan di pekerjaan. Oleh karena itulah penting mengadakan pelatihan Kesiapan dalam bekerja yang disebut  Psychological Readiness  and Job Readiness Training bagi sarjana baru di PTN-X. Kajian ini bersifat action research  dengan pendekatan eksperimental  one group pretest-posttest design.  Hasil kajian menunjukkan program Psychologocal Readiness & Job readiness Training efektif,  berperan terhadap peningkatan Kesiapan dalam bekerja sarjana baru, lebih menonjol pada aspek Kemauan/Psychological Readiness daripada aspek Kemampuan/Job Readiness, cukup signifikan peningkatan di segi pengetahuan maupun taraf kesiapan dalam bekerja.Kata kunci: Kesiapan dalam bekerja, kemauan (Kesiapan Psikologis), kemampuan (Kesiapan Tugas),   Sarjana baru. 
KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET PON ACEHBERDASARKAN JENIS AKTIVITAS OLAHRAGA Maulana, Zulfan; Khairani, Maya
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.851 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3814

Abstract

Kecemasan bertanding merupakan perasaan khawatir, gelisah, dan tidak tenang dengan menganggap pertandingan sebagai sesuatu yang membahayakan yang disertai dengan perubahan fisiologis. Sebagai seorang atlet yang memiliki tuntutan untuk berprestasi saat bertanding, kecemasan bertanding pada atlet menjadi salah satu kondisi yang sering dialami atlet yang memengaruhi penampilan atlet dalam menghadapi pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan bertanding pada atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh ditinjau dari jenis aktivitas olahraga body contact dan non body contact. Sampel penelitian adalah atlet PON Aceh yang dipersiapkan untuk bertanding pada PON XIX Jawa Barat 2016 sebanyak 60 atlet (36 laki-laki dan 24 perempuan), yang berada pada rentang usia antara 17-28 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Sport Competition Anxiety Test (SCAT). Hasil analisis data menggunakan Independent Samples t-test dengan nilai signifikansi p=0.311 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaankecemasan bertanding pada atlet PON Aceh ditinjau dari jenis aktivitas olahraga. Kata kunci : Kecemasan Bertanding, Atlet, Pekan Olahraga Nasional.  Sport anxiety is a feeling of worry, nervous, and uneasy by assuming sport as something harmful followed by physiological changes. As an athlete who has demand of achievements, sport anxiety becomes a condition which often influences the athlete’s performance in facing sport. Based on that background, this research intended to determine the difference of sport anxiety toward the athletes of Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh based on types of sport activities: body contact and non body contact. The sample was 60 athletes (36 males dan 22 females) whom were prepared to compete in PON XIX West Java 2016 with aged range between 17-28 years old. The data was collected by using Sport Competition Anxiety Test (SCAT), and the data was analyzed by using Independent Samples t-test with p value 0.311 (p>0.05), which means there was no differences anxiety toward the athletes of PON Aceh based on the types of sport activities.   Keywords: Sport anxiety, athletes, Pekan Olahraga Nasional
HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL Ardilasari, Noratika
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.247 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3882

Abstract

Terbaginya konsentrasi pegawai negeri sipil bagian administrasi dalam menyelesaikan tugasnya disebabkan oleh fasilitas internet yang tidak terbatas. Perilaku cyberloafing merupakan segala bentuk perilaku pegawai menggunakan internet instansi untuk tujuan pribadi saat jam kerja. Self control adalah salah satu faktor internal individu yang menyebabkan munculnya perilaku cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self control dengan perilaku cyberloafing. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan alat ukur skala perilaku cyberloafing dan skala self control. Jumlah subjek sebanyak 90 orang pegawai negeri sipil bagian administrasi di Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga di Kota Malang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang terjadi antara self control dengan perilaku cyberloafing (r= -0,206 dan p= 0,049) dibuktikan dari hasil perhitungan product moment pearson. Hal ini berarti semakin rendah self control yang dimiliki pegawai negeri sipil maka semakin tinggi perilaku cyberloafing yang dilakukan. Kata kunci: Perilaku cyberloafing, self control, Pegawai Negeri Sipil administrasi Devided the concentration administration civil servant completing the job caused by unlimited internet facility Cyberloafing is any behaviors of employees that using their companies internet for personal purpose during office hours. Self control is one of the individual internal factor that causes cyberloafing. The purpose of this study was to determine the relationship self control with cyberloafing. Method of the research is quantitative correlation with the instrument about cyberloafing behaviour scale and self control scale. Quantity of subject is about 90 people civil servants of administration from Agricultural department, Education department, Transportation Department, Health department and Youth and sports department in Malang city with purposive sampling technique. The results showed there was a negative correlation between self control with the cyberloafing behavior (r= -0,206 and p= 0,049) from the calculation of product moment pearson. This means the low self control owned civil servant the higher cyberloafing behaviour done. Keywords: Cyberloafing behavior, self control, civil servant of administration
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DEWASA AWAL BAGIAN PRODUKSI PT. GANGSAR TULUNGAGUNG Diasmoro, Okky
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.404 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3885

Abstract

Tuntutan mencapai target produksi, membuat karyawan dewasa awal bagian produksi memiliki fokus kerja yang tinggi dan rentan mengalami konflik yang berpengaruh pada kepuasan kerjanya. Fokus kerja membuat karyawan dewasa awal jarang melakukan komunikasi interpersonal dengan rekan kerjanya, sedangkan manfaat dari komunikasi interpersonal dapat meningkatkan dukungan sosial yang berpengaruh pada kepuasan kerja. Penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja karyawan dewasa awal bagian produksi PT. Gangsar Tulungagung yang berjumlah 142 dari 242 karyawan dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh menggunakan skala Komunikasi Interpersonal dan skala Kepuasan Kerja. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja. Semakin tinggi komunikasi interpersonal maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja pada karyawan dewasa awal bagian produksi PT. Gangsar Tulungagung. Pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja sebesar 16,5% (r = 0,406 ; p = 0,000<0,01 ;  = 0,165). Kata kunci : Komunikasi interpersonal, kepuasan kerja, karyawan dewasa awal bagian produksi Demand to achieve the production targets makes early adult production employees have to focus more to fulfill their duties. This condition makes them gain more conflicts and get less of interpersonal communication that affects their job satisfaction, while the interpersonal communication itself creates a social support which also increases the job satisfaction. The purpose of this correlational quantitative research is to know the correlation between interpersonal communication and job satisfaction from early adult production employees of PT. Gangsar Tulungagung which are 142 employees from 242 of total employees and uses simple random sampling. Data is collected using Interpersonal Communication scale and Job Satisfaction scale and analyzed using Product Moment. The result shows a significant positive correlation between interpersonal communication and job satisfaction, which means if the early adult production employees of PT. Gangsar Sentosa have a high interpersonal communication, they will also be satisfied with their job. Interpersonal communication affects the job satisfaction as 16,5% (r = 0,406 ; p = 0,000<0,01 ; = 0,165 ). Keyword : Interpersonal communication, job satisfaction, early adult production employee
PROFIL KECERDASAN SOSIAL SISWA SMA DI KOTA BANDUNG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENYELENGGARAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Afrianti, Nurul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.164 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3838

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan remaja untuk dapat diterima oleh lingkungannya. Remaja yang dapat diterima oleh lingkungan adalah remaja yang memiliki kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial menjadi penting karena pada dasarnya remaja tidak dapat hidup sendiri. Banyak kegiatan dalam hidup terkait dengan orang lain. Remaja yang gagal mengembangkan kecerdasan sosialnya akan mengalami banyak hambatan dalam dunia sosial. Akibanya mereka mudah tersisihkan secara sosial. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran keterampilan sosial siswa SMA di kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan sampel sebanyak 548 siswa. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala Kecerdasan Sosial (SKS) yang dikembangkan peneliti dan terdiri dari 38 butir soal dengan empat jawaban pilihan.  Indeks reliabilitas sebesar 0.796 dan SEM (Standar Error Measurement) sebesar 4.302. Secara umum profil kecerdasan sosial pada tiap dimensi yaitu social insight, social sensitivity, dan social communication pada sampel penelitian berada pada kategori sedang. Kata kunci: keterampilan sosial, social insight, social sensitivity, social communication. This research based on the needs of adolescents to be accepted by the environment. Adolescent can be accepted by the environment are who have social intelligence. Social intelligence becomes important because basically adolescent can not live alone. Many activities in life associated with other people. Adolescent who fail to develop social intelligence will face many obstacles in the social world. Akibanya they are easily marginalized socially. The study is to describe the social skills of high school students in the city of Bandung. The method used is descriptive method. With a sample of 548 students. This study uses a measurement tool Social Intelligence Scale developed researcher and consisted of 38 items with four answer choices. Reliability index for 0796 and SEM (Standard Error Measurement) amounted to 4,302. In general, social intelligence profiles on each dimension, namely social insight, social sensitivity, and social communication in the study sample were in the moderate category. Keyword: social intelligence, social insight, social sensitivity, social communication.
EMPATI DAN PEMAAFAN DALAM HUBUNGAN PERTEMANAN SISWA REGULAR KEPADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH INKLUSIF Silfiasari, Silfiasari
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.046 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3886

Abstract

Sekolah inklusif adalah sekolah tempat siswa regular belajar bersama dengan siswa ABK. Dalam sekolah inklusif, ada interaksi antara siswa regular dengan siswa ABK, baik itu interaksi positif maupun negatif. Interaksi positif ditandai dengan adanya hubungan pertemanan yang baik, sedangkan interaksi negatif ditandai dengan adanya masalah dalam hubungan pertemanan. Salah satu cara menangani masalah pertemanan yaitu dengan memaafkan. Banyak faktor yang mempengaruhi individu untuk memberikan maaf, salah satunya adalah empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dan pemaafan dalam hubungan pertemanan siswa regular kepada siswa ABK di sekolah inklusif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa regular di sekolah inklusif SMP 02 Muhammadiyah Malang sejumlah 105 orang. Pengambilan data menggunakan skala empati dan skala pemaafan. Teknik sampling yang digunakan adaah simple random sampling. Metode analisa data menggunakan Uji Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara empati dan pemaafan dalam hubungan pertemanan siswa regular kepada siswa ABK di sekolah inklusif. (r = 0,323; p = 0,001; p < 0,005).Kata Kunci : Empati, pemaafan, sekolah inklusif. The inclusive school is a school where regular students study together with the ABK students. In an inclusive school, there is an interaction between regular students with ABK students, be it positive or negative. Positive interaction is characterized by the presence of a good friendship relations, whereas negative interactions are characterized by the presence of problems in a friendship relations. One way of addressing the problem of friendship by forgiving. Many factors that affect the individual to give an apology, one of these is empathy. This research aims to know the relationship between empathy and forgiveness in relationship friendship regular students to ABK students in inclusive school. The subject in this study was a regular students at SMP 02 Muhammadiyah as 105 students. Data retrieval using the forgiveness scale and emphaty scale. Technique sampling use simple random sampling. Data analysis using the method of correlation of Test Product Moment. The results showed that there is a positive relationship between empathy and forgiveness in relationship friendship regular students to ABK students in inclusive school. (r = 0.323; p = 0.001; p < 0.005).Keyword : Empathy, forgiveness, inclusive school

Page 1 of 1 | Total Record : 10