cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
LINGKUNGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN HOTEL Djudiyah Djudiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.776 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1354

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 25 tamu hotel bintang tiga di kota Malang yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan interviu, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa25 % reponden menyatakan desain eksterior hotel merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepuasan mereka dalam memilih hotel, 37% responden merasa nyaman bila kendaraannya terlindung dari sinar matahari dan hujan, 47 % responden menyatakan bahwa kamar, furniture, desain interior hotel, kondisi lingkungan yang tidak bising serta perlindungan terhadap privasi juga merupakan faktor yang dapat membuat mereka puas, 41% responden mengatakan bahwa kepuasan mereka dipengaruhi oleh karyawan hotel yang berpenampilan menarik dan responsif, 16.67% responden menyatakan bahwa empati karyawan hotel juga merupakan faktor yang membuat mereka puas.Kata kunci: Lingkungan Fisik dan Sosial, Kepuasan KonsumenThis research aimed to analyze and describe of hotel environment, both physical and social environment which influence to the customer satisfaction. The method used in this research was descriptive quantitative research. Subjects in this research were 25 three-star hotel customers in Malang. Sampling procedure used in this research was incidental sampling. The instruments used in collecting the data were open questionare and interview. Method to analyze data is procentage. It was found that twenty five of respondents stated that exterior design of the hotel was the main factor that influenced customer satisfaction in choosing a hotel. Thirty seven percent of respondents stated that they felt comfort if their vehicles were protected from sunlight and rain. Forty seven percent of respondents stated that room condition, the furniture, interior design, lack of noise and privacy protection were factors that related to their satissfaction. Forty one percent respondent said that attractive and responsive employees and 16.67% respondents said empathic employees make them feel satissfied.Key words: Physical and Social Environment, Customer Satisfaction
ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MINAT ENTREPRENEURSHIP Muhammad Shohib
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.57 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan minat enterpreneurship. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen dengan mengambil responden 100 siswa-siswa SMA melalui metode accidental sampling. Instrument pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara adversity quotient dengan minat entrepreneurship dengan nilai koefisien korelasi(R) sebesar 0,225 dan nilai signifikansi (p) 0,024. Hal ini berarti semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula minat entrepreneurship, begitu pula sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 5%.Kata kunci: Adversity Quotient, Minat EntrepreneurshipThis research aimed to know correlation between adversity quotient and enterpreneurship interest. This study is non-experimental quantitative research with 100 students from high school participated as respondents.The study used accidental sampling method. The data collection instrument were 2 Likert scale. Result showed positive correlation between adversity quotient and interest in entrepreneurship with a correlation coefficient (r) of 0.225 and p= 0.024. It means that the higher adversity quotient,the higher interest to enterpreneurship, and vice versa, with the effective contribution by 5%.Keyword: Adversity Quotient, Entrepreneurship Interest
SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Yudi Ganing Dwi Utami dan Hudaniah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.438 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kesiapan kerja pada siswa SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subyek penelitian 142 siswa SMKN 5 Malang, dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala self efficacy dan kesiapan kerja, dengan metode analisa data product moment. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy dengan kesiapan kerja dengan nilai koefisien korelasi r = 0,676 dan p=0,000 ; p<0,05. Hal ini berarti semakin tinggi self efficacy semakin tinggi pula kesiapan kerjanya, begitu juga sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 45,6%.Kata kunci: Self Efficacy, Kesiapan Kerja, Siswa SMKThis research aimed to know correlation between self efficacy and readiness to work on SMK students.This research is quantitative research, with total sampling 142 students of SMK as respondents. Instruments used in this research were self efficacy and work readiness scale. The data analyzed using product moment correlation showed that there is a positive and significant correlation between self efficacy and work readiness with coefficients r = 0,676 and p = 0.000; p<0,05. It means the higher self efficacy have the higher work readiness, and vive versa, with effective contribution of self efficacy to work readiness is 45,6%.Keywords: Self Efficacy, Work Readiness, Vocational High School Students
RELAPS PADA PASIEN SKIZOFRENIA Diny Rezki Amelia dan Zainul Anwar
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.561 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1357

Abstract

Pasien skizofrenia yang menarik diri dari orang lain dan kenyataan, seringkali masuk ke dalam kehidupan fantasi yang penuh delusi dan halusinasi. Dalam perjalanan penyakitnya, penderita skizofrenia seringkali mengalami relaps setelah selesai menjalani masa perawatan baik di rumah sakit maupun pengobatan non medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab relaps pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami relaps dan harus kembali menjalani rawat inap di rumah sakit jiwa yang sama. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi peyebab relaps pada pasien skizofrenia yaitu faktor ekonomi, ketidakpatuhan pasien pada pengobatan, mendapat perlakuan kasar dan pertengkaran yang terus menerus dengan saudara kandung, konflik yang berkepanjangan dengan istri, dan emosi (marah) yang diekspresikan secara berlebihan oleh keluarga.Kata kunci: Skizofrenia, RelapsSchizophrenia patient who withdraws from others and reality often comes into life of fantasy that is full delusion and hallucination. In process of experiencing the disease, patient schizophrenia often relapse after completed treatment either in hospital medical therapy or non medical therapy. This study attempted to know the caution of relapse at schizophrenia patient.The type of research is qualitative research, and the data collected in the form of semi-structured interviews.The subject in this research were three former inpatient schizophrenia in mental hospital who experience relapse and must return to the same hospital to get treatment anymore. Analyzing the data used qualitative methods with triangulation sources. The results showed that there are some things becoming cause relapse at patient schizophrenia. It comprised economic factor, disobedience of patient at therapy, gets continuous upstaging and quarrel with sibling, endless conflict with wife, depressed because of a desire to marry is not reached, and receive excessive emotion (angry) from their family.Keywords: Schizophrenia, Relapse
SELF-REGULATED LEARNING (SRL) DENGAN PROKRASTNASI AKADEMIK PADA SISWA AKSELERASI Fitria Savira dan Yudi Suharsono
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.927 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1358

Abstract

Penundaan terhadap tugas-tugas sekolah dapat berdampak pada penurunan prestasi akademik siswa. Maka perlu adanya kontrol diri dalam belajar yang menunjang dalam pencapaian tujuan dengan mengatur waktu dan pengendalian sistem belajar yang dikenal dengan SRL. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan SRL dengan prokrastinasi akademik pada siswa akselerasi. Subyek penelitian yang dilibatkan adalah siswa kelas XI program akselerasi SMA Negeri di Kota Malang dengan usia 13-15 tahun (N = 48). Pengambilan data menggunakan dua skala, skala SRL dan prokrastinasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif dan sangat signifikan antara SRL dengan prokrastinasi akademik dengan koefisien korelasi (r)= -0,73 dan (P)= 0,000.Kata kunci: Self Regulated Learning (SRL), Prokrastinasi Akademik, AkselerasiProcrastination could decrease student's academic achievement. Therefore student should have a good self-control in education by managing time & learning system control that also known in psychologically term as the Self Regulated Learning. The aim of this research is to know the correlation between SRL and academic procrastination of accelerated students. Subjects of the research were student who follow accelerating program in Senior High School at XI grade.The data collected with two scales, SRL scale and academic procrastination scale. The data analyze used product moment correlation. The result showed there was negative and very significant correlation between SRL and academic procrastination with correlation coefficient value is (r)=-0,73 and (P)=0,000.Keywords: Self Regulated Learning (SRL), Academic Procrastination, Acceleration
KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN INTENSITAS MENGAKSES FACEBOOK PADA REMAJA Hefrina Rinjani dan Ari Firmanto
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.418 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1359

Abstract

Salah satu sumber informasi internet yang saat ini sangat terkenal di kalangan masyarakat adalah situs jejaring sosial facebook. Situs jejaring sosial facebook ini dapat dimanfaatkan untuk mencari teman sebanyakbanyaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 12-22 tahun yang memiliki akun facebook. Sampel penelitian ini berjumlah 50 orang dan sampling yang digunakan adalah incendental sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa dengan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisa data diperoleh hasilrxy=0,675 p= 0,000yang berarti adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook pada remaja. Sumbangan efektif kebutuhan afiliasi dengan intensitas mengakses facebook sebesar 45,6%.Kata kunci: Kebutuhan Afiliasi, Intensitas Mengakses Facebook, RemajaFacebook is one of a well known social media nowadays. Facebook can be used to find friends as much as it can. This research aimed to know correlation between need of affilliation and intensity in using Facebook. Population in this research is adolescent in 12-22 years old who has Facebook account. Samples consisted of 50 people and sampling technique used is incidental sampling. Data collection method used is scale and documentation, while data analysis method is product moment correlation. The resulted showed correlation coefficient value (r) = 0,675 and level of siginificance (p) = 0,000, which means there is significant and positive correlation between need for affiliation and Facebook accessing intensity in adolescent. Effective contribution of affiliation needs with Facebook accessing intensity is 45.6%.Keywords: Affiliation Needs, Facebook Accessing Intensity, Adolescent
KONSEP DIRI INDEPENDEN DENGAN INTENSI MEMBELI SEPEDA FIXIE Veva Ardhyaning Kencana Sari dan Zakarija Achmat
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.948 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1360

Abstract

Saat ini sepeda fixie menjadi sebuah produk yang sedang tren terutama dikalangan para anak muda. Bagaimana seseorang memandang sebuah produk dan muncul intensi membeli berkaitan dengan konsep diri independen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri independen dengan intensi membeli sepeda fixie. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri independen dan intensi membeli. Metode analisa data menggunakan teknik Product Moment dari Karl Pearson. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri independen dengan intensi membeli sepeda fixie (r = -0,536; p = 0,000) hal ini berarti bahwa apabila konsep diri independen yang dimiliki positif, maka intensi membelisepeda fixie rendah, sebaliknya konsep diri independen yang dimiliki negatif, maka intensi membeli sepeda fixie tinggi.Kata kunci: Konsep Diri Independen, Intensi Membeli, Sepeda FixieIn this time fixie bike become a product which still trend especially among young people. How someone look into a product and rise intention to buy is related to independent self concept. This research aimed to know correlation of independent self concept and intention to buy fixie bike. This research represents non-experiment research with quantitative approach of correlation. Sample in this reseach were 100 students at University of Muhammadiyah Malang.Sampling used incidental technique. Instruments to collect the data were scale of independent self concept and scale of intention to buy fixie bike . Method of data analyses using techniques of product moment from Karl Pearson. The result indicated there is negative correlation, which is significant between independent self concept with intention to buy fixie bike (r=-0,536; p=0,000). It means that independent self concept which owned is positive, hence intention to buy bicycle of fixie is low and vice versa.Keywords: Independent Self Concept, Intention to Buy, Fixie Bike
MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU YANG SUDAH DISERTIFIKASI Dendik Surya Wardana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.733 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1361

Abstract

Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan keinginan semua pihak terutama masyarakat untuk membina anak didik. Untuk meningkatkan kinerja dan kualitas guru, pemerintah memberlakukan UU No. 14 Tahun 2005 tentang sertifikasi Guru dan Dosen, namun kinerja guru yang sudah sertifikasi masih belum memuaskan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah motivasi berprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru yang sudah disertifikasi. Subjek penelitian 110 guru yang sudah disertifikasi di kecamatan Sumberbaru Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala motivasi berprestasi dan skala kinerja. Teknik analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,636. Koefisien determinasi (R2) = 0,877 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,000. Adapun sumbangan efektif motivasi berprestasi terhadap kinerja sebesar 87,7% sisanya sebesar 12,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Motivasi Berprestasi, Kinerja, Sertifikasi GuruTeacher is demanded has performance that can give and realize hope of all party especially society to guide pupil. To increase performance and teacher quality, government apply law 14 in 2005 about teacher and lecturer certification, but teacher performance that pass certification has not satisfy yet. One factor that influence performance is achievement motivation. This research used quantitative research type to know correlation between achievement motivations and performance of the certified teacher. The sample is 110 certified teachers at district Sumberbaru-Jember. Techniques sampling used purposive sampling. Instrument for collecting the data used achievement motivation scale and performance scale. Techniques of data analysis used correlation of product moment. The result revealed positive correlation and very significant between achievement motivation and performance, with correlation coefficient value (r)=0,636. Determination coefficient (R2)=0,877 and level of significance (p)=0,000. This result showed achievement motivation effective contribution towards performance is 87,7%, and the( 12,3%) is influenced by other variable doesn't examine in this research.Keywords: Achievement Motivation, Performance, Teacher Certification
KONSEP DIRI DENGAN KONFROMITAS PADA KOMUNITAS HIJABERS Mutia Andriani dan Ni’matuzahroh
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.945 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1362

Abstract

Komunitas Hijabers merupakan komunitas muslim hijaber pertama di Indonesia. Komunitas ini menginspirasi berbagai style berbusana muslim yang modis ala hijabers yang banyak digemari wanita. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah anggota yang bergabung dan secara tidak langsung meningkatnya jumlah perempuan muslim yang menggunakan jilbab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers. Jumlah sampel penelitian 50 orang yaitu minimal 3 bulan bergabung dengan komunitas Hijabers Banjarmasin dan berusia 16-25 tahun. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Person dengan menggunakan dua variabel, yaitu konsep diri serta konformitas pada komunitas Hijabers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) = -0,469 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Derminan korelasi (r2) = 0,220. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers, dengan sumbangan efektif sebesar 22%.Kata kunci: Konsep Diri, Konformitas, Komunitas HijabersHijabers community is the first Muslim Hijabers community in Indonesia. This community inspiret the wearing stylish muslimah dress that attracted women to join in this kind of style. It can be seen from the increasing amount of members who join and indirectly increasing amount of Muslim women who wear veils. The research aimed to know the relationship of self concept and the conformity of Hijabers community. The amount of the research sample were 50 people with the criteria were at least 3 months joining the Hijabers community in Banjarmasin and 16-25 years old. Data analysis techniques used the product moment correlation test of Karl Person. The results showed that the correlation coefficient (r) = -0,469 and error probability (p) = 0,001. This means that there are very significant negative relationship between self-concept and the conformity of Hijabers community, with effective contribution as 22%.Keywords: Self-Concept, Conformity, Hijabers Community
STRATEGI SELF PRESENTATION PADA KARYAWAN BANK BAGIAN CUSTOMER SERVICE Stefi Rizki Widya dan Tri Muji Ingarianti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2013): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.31 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1363

Abstract

Customer service merupakan jembatan penghubung bank dengan nasabah yang dituntut untuk memberikan pelayanan dengan mutu terbaik dengan memperlihatkan performa diri yang positif agar terkesan sebagai seseorang yang bersahabat, ahli, serta berpengalaman dalam menawarkan jasa bank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi self presentation pada karyawan bank bagian customer service. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 60 customer service bank dengan teknik Incidental Sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket dengan metode analisa data menggunakan prosentase. Hasil penelitian ini menunjukkan 14 customer service (23,33%) menggunakan strategi ingratiation ketika melayani nasabah, 13 (21,67%) strategi self promotion, 11(18,33%) strategi supplification, 9 (15%) strategi aligning actions, 6 (10%) strategi exemplification, 4 (6,67%) strategi self handicapping, 3 (5%) strategi altercasting, serta 0% strategi intimidation.Kata kunci: Strategi Self Presentation, Customer Service BankCustomer service is a bridge for bank to the customer so they are required to provide the highest quality service in order to maintain the relationship and the bank remains a good image in the eyes of the customer. The purpose of this study was to determine self-presentation strategies on the bank's customer service employees. This type of research is descriptive quantitative approach. The sample of 60 customer service bank. Sampling technique used is incidental sampling. Instruments used to collect the data was questionnaires and data analysis methods are percentages.These results indicated that 14 customer service (23.33%) used the strategy of ingratiation when serving customers, 13 (21.67%) strategy of self promotion, 11(18.33%) supplification strategies, 9 (15%) strategy of aligning actions, 6 (10%) strategy of exemplification, 4 (6.67%) selfhandicapping strategies, 3 (5%) altercasting strategies, and 0% onintimidation strategies.Keywords: Self-Presentation Strategies, Bank Customer Service