cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
KEPATUHAN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL Inda Nofriani Safitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.762 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1583

Abstract

Kunci sukses menangani diabetes mellitus adalah memiliki kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Kepatuhan sebagai sikap yang terdiri dari kemauan atau niat untuk mengikuti resep kesehatan, sedangkan perilakunya berkaitan dengan pelaksanaan. Kepatuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktornya adalah locus of control. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan ditinjau dari locus of control. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausal komparatif, dengan menggunakan skala kepatuhan dalam menjalankan pengobatan dan skala locus of control model skala likert. Berdasarkan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kepatuhan ditinjau dari locus of control (F= 3,405 p= 0,038). Subjek yang memiliki locus of control internal memiliki kepatuhan yang tinggi (X1= 145,35) dibandingkan subjek yang memiliki locus of control eksternal powerful others (X2= 137,95) dan locus of control eksternal Chance (X3= 13,87). Katakunci : Kepatuhan, diabetes mellitus, locus of control
TERAPI WARNA UNTUK MENGURANGI KECEMASAN Novita Harini
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.067 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1584

Abstract

Kecemasan merupakan suatu keadaan individu yang diliputi perasaan takut dan khawatir dalam menghadapi situasi atau kondisi tertentu. Terapi warna adalah suatu bentuk metode terapi dengan menggunakan warna-warna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan melalui terapi warna pada mahasiswa. Desain yang digunakan adalah desain dua kelompok, yaitu pretest-posttest control design. Alat ukur menggunakan skala Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -2,522 dan p = 0,008, menyatakan bahwa terdapat perbedaan skor kecemasan yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan terapi warna, yaitu tingkat kecemasan kelompok eksperimen lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, sehingga terapi warna dapat mengurangi kecemasan. Katakunci: Terapi warna, kecemasan
BODY DISSATISFACTION TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA KARYAWATI Nina Yunita Kartikasari
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.649 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1585

Abstract

Psychological well being merupakan suatu keadaan individu yang mampu menerima diri apa adanya sehingga didapat kesejahteraan dalam hidup. Psychological well being pada karyawati dapat dipengaruhi oleh body dissatisfaction. Body dissatisfaction disini lebih pada aspek distress yang disebabkan oleh berat badan dan bentuk tubuh sehingga malu untuk tampil di depan umum. Salah satu faktor yang dapat memunculkan body dissatisfaction merupakan ketidakpuasan yang mendalam terhadap diri sendiri dan kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara body dissatisfaction (yang diukur dengan body shape questionnaire) dan psychological well being pada karyawati (yang diukur dengan psychological well being scale). Pengukuran ini dilakukan pada 140 sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling) pada karyawati yang bekerja di Asuransi Bumi Putra cabang Tulungagung dan Trenggalek. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa adanya nilai hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel ini. Hasil r -.248 dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Katakunci : Body dissatisfaction, psychological well being.
PLAY THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) Nuligar Hatiningsih
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.927 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1586

Abstract

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif yang sering disebut sebagai Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD) yaitu suatu sindrom neuropsikiatrik yang akhir-akhir ini banyak ditemukan pada anak-anak. Gejala kurang konsentrasi yang terjadi pada anak ADHD dapat mengganggu masa perkembangan anak dalam hal kognitif, perilaku, sosialisasi maupun komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam apakah play therapy dapat meningkatkan konsentrasi pada anak ADHD. Jenis penelitian yang digunakan adalah single subjek experimental design. Subjek dalam penelitian sejumlah 3 anak ADHD. Metode pengumpulan data menggunakan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa grafik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa play therapy dapat meningkatkan konsentrasi pada anak ADHD. Katakunci: Play therapy, konsentrasi, ADHD
BURNOUT DITINJAU DARI BIG FIVE FACTORS PERSONALITY PADA KARYAWAN KANTOR POS PUSAT MALANG Ranny Hardiyanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.639 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1587

Abstract

Burnout merupakan "epidemi" yang melanda dunia kerja. Burnout adalah istilah yang menggambarkan kondisi emosional seseorang yang merasa lelah dan jenuh secara mental, emosional dan fisik sebagai akibat tuntutan pekerjaan yang meningkat. Karakteristik kepribadian merupakan salah satu penyebab terjadinya Burnout. Pada penelitian ini karakteristik kepribadian yang digunakan adalah Big Five Factors Personality. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui perbedaan Burnout ditinjau dari Big Five Factors Personality pada karyawan Kantor Pos Pusat Malang. Penelitian ini menggunakan metode non-tes yaitu skala Burnout (Maslach Burnout Inventory-General Survey) dan skala Big Five Factors Personality (Big Five Inventory). Pengukuran dilakukan terhadap 100 subjek pada karyawan Kantor Pos Pusat Malang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik anova one way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Burnout yang signifikan (F=2,929; Sig=0,025<0,05) ditinjau dari Big Five Factors Personality pada karyawan Kantor Pos Pusat Malang dengan faktor kepribadian neuroticism memiliki mean Burnout paling tinggi (32,36) dan agreeableness yang memiliki mean Burnout paling rendah (26,07). Katakunci: Burnout, kepribadian, big five factors personality
KEPUTUSAN PEMBELIAN BLACKBERRY REMAJA DITINJAU DARI KELOMPOK ACUAN Agus Budiyanto
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.161 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1588

Abstract

Blackberry saat ini adalah suatu trend yang sedang menjadi topik hangat di masyarakat, khususnya pada remaja. Hal ini tentu harus menjadi perhatian khusus oleh para produsen agar dapat memasarkan produknya dengan tepat sasaran. Banyak faktor yang mempengaruhi individu dalam pengambilan keputusannya dalam konsumsi. Kelompok acuan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dengan kuat seorang remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelompok acuan mana yang lebih berpengaruh pada diri seorang remaja dalam pembelian blackberry-nya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuatitatif dengan menggunakan skala kelompok acuan dan skala keputusan pembelian dengan metode skala likert. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dan didapatkan jumlah subjek sebanyak 106 orang remaja dengan rentang usia 17-20 tahun dan memiliki ponsel blackberry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan varian pada kelompok acuan yang diketahui dengan membandingkan p-value statistik uji F dengan taraf signifikansi (0,003 < 0,05). Nilai Asymp. Sig dari Kruskal-Wallis test yang lebih besar dari taraf signifikansi (0,171 < 0,05) membuktikan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang diberikan kelompok acuan terhadap keputusan pembelian. Katakunci: Blackberry, remaja, kelompok acuan, keputusan pembelian
FORGIVENESS DAN STRES KERJA TERHADAP PERAWAT Vita Yustiya Setiyana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 1 No. 2 (2013): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.709 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan stres kerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 48 orang perawat Rumah Sakit Umum Daerah di Kota Malang. Desain penelitian ini berupa correlational research. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua macam skala yaitu skala untuk mengukur tingkat forgiveness dan stres kerja. Proses analisa data menggunakan rumus korelasi tata jenjang dari Spearman. Hasil analisis data diperoleh nilai r = -0,523, dan p = 0,000 (p < 0,01); artinya penelitian ini menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara forgiveness dengan stres kerja. Pada subjek dengan forgiveness tinggi ditemukan stres kerja rendah dan begitupula sebaliknya pada subjek dengan forgiveness rendah ditemukan stres kerja yang tinggi. Sedangkan nilai koefisien determinasi (r2) = 0,274; menunjukkan sumbangan efektif forgiveness terhadap stres kerja 27,4%, sisanya 72,6% dipengaruhi oleh variabel lain. Katakunci: Forgiveness, stres kerja
TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENGURANGI STRES PADA PENDERITA ASMA Indriana Bil Resti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2014): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.126 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1766

Abstract

Keadaan jiwa dan fisik seseorang terdapat hubungan yang erat dan saling mempengaruhi.Stres terbukti telah membawa kerugian bagi setiap penderitanya, misalnya, pada penderita asma. Manajemen stres merupakan upaya menyeluruh untuk mengendalikan stres namun tidak untuk menghilangkannya. Manajemen stres dengan teknik relaksasi otot progresif merupakan salah satu teknik untuk menahan terbentuknya respon stres. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah teknik relaksasi otot progresif dapat mengurangi stres pada penderita penyakit asma.Jenis penelitian yang digunakan single-case experimental designs. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian A-B. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 2 orang penderita penyakit asma. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakanself report. Peneliti juga menggunakanwawancara sebagai metode pengumpulan data. Wawancara dilakukan pada saat pra terapi sebagai asesmen awal, proses selama terapi, pasca terapi, dan tindak lanjut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa teknik relaksasi otot progresif yang diberikan dapat membantu mengurangi tingkat stres dan gejala stres yang dirasakan oleh kedua subjek yang mempunyai penyakit asma. Kata kunci: Teknik relaksasi otot progresif, stres, penderita asma The soul and the physical condition of a close relationship and mutual influence. Stress brought losses for each suffers, for example, in patients with asthma. Stress management is a comprehensive effort to handle stress, but not to eliminate them. Stress management with progressive muscle relaxation technique is one technique to suppress the formation of stress response. This study was undertaken to find out what progressive muscle relaxation techniques can reduce stress in patients with asthma. Type study used a single case experimental designs. This research used the AB research design. The subjects in this study a total of 2 patients with asthma. In addition to self-report, researchers also used the interview as a method of data collection. Type the researcher used interview performed at pre therapy as early asesmen process for therapy, post- therapy, and follow-up. From the results of the study found that progressive muscle relaxation techniques provided can help reduce stress levels and symptoms of stress felt by both subjects with asthma. Keyword: Progressive muscle relaxation techniques, stress, asthma Sufferers
KESEPIAN PEMILIK HEWAN PELIHARAAN YANG TINGGAL TERPISAH DARI KELUARGA Rizqi Khoirunnisa Nurlayli; Diana Savitri Hidayati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2014): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.296 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1767

Abstract

Kesepian merupakan fenomena yang sering terjadi pada manusia namun memiliki dampak buruk bagi kesejahteraan hidup.Mahasiswa pada tahap perkembangan dewasa awal rentan mengalami kesepian jika tidak mampu menyelesaikan tugas perkembangannya yaitu membangun hubungan dekat (intim) dan membangun afiliasi.Peluang itu bertambah pada mahasiswa yang harus berpisah dengan keluarganya.Melihat manfaat aktivitas memelihara hewan dari beberapa penelitian dan perkembangan ketertarikan masyarakat untuk memelihara hewan yang semakin meningkat, penelitian ini mencoba untuk melihat gambaran kesepian pada mahasiswa pemiliki hewan peliharaan yang tinggal terpisah dengan keluarga.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan Revised University of California, Los AngelesLoneliness Scale (R-UCLALoneliness Scale).Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 50 mahasiswa pemilik hewan peliharaan dan tinggal terpisah dengan keluarga.Hasil penelitian ini menggambarkan 36 orang mengalami kesepian pada kategori rendah dan 14 orang mengalami kesepian pada kategori tinggi. Katakunci: Kesepian, hewan peliharaan Loneliness is a phenomenon often occurs in humans. It has negative effects on welfare. Students in the early stages of adult development are to build close relationships (intimate) and build affiliations that make susceptible to loneliness if they cannot able to complete the task of development. The susceptibility increases by being apart of family during adult development. Many researchs showed that public interest in raising pet inclined. This research was aimed to describe loneliness feature of students who raising pet and living apart from their family. This was qualitative and descriptive research and used Revised University of California, Los AngelesLoneliness Scale(R-UCLALoneliness Scale). It involved 50 students who raising pet and living apart from their family. Here we showed that 36 students experienced low categoric loneliness while 14 students had high category. Keywords: Loneliness, pet
KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA PENYANDANG CACAT FISIK (DIFABLE) Myta Devi Nurdian; Zainul Anwar
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2014): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.195 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1768

Abstract

Resiliensi merupakan suatu kemampuan atau kekuatan yang ada dalam diri seseorang untuk bangkit dari masalah hidup yang dialami. Konseling kelompok adalah proses interpersonal yang dinamis yang memusatkan pada usaha dalam berfikir dan bertingkah tingkah laku, serta melibatkan pada fungsi-fungsi terapi yang dimungkinkan, serta berorientasi pada kenyataan-kenyataan, saling percaya mempercayai, pemeliharaan, pengertian, penerimaan dan bantuan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan resiliensi melalui konseling kelompok pada remaja penyandang cacat fisik (difable). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Alat ukur menggunakan Skala Resiliensi. Subjek penelitian berjumlah 10 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai t = -0,089 dan nilai signifikansi 0,931. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor resiliensi yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan konseling kelompok. Tingkat resiliensi pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sehingga konseling kelompok dapat meningkatkan resiliensi. Katakunci: Resiliensi, konseling kelompok Resilienceis an ability or powers that existin a person torise from life problems experienced. Group counseling is a dynamic interpersonal process that focuseson the business of thinking and acting in behavior, as well as functions in volved in possible therapies, and oriented to the realities, trustingtrust, care, understanding, acceptance and support.This research made for improve the resilience through group counseling in adolescents with physical disabilities (difable). This research uses experimental design with pretest-posttest control group design. The instrument used Resilience Scale. Subjects were 10 men who were divided into two groups, the experimental group and the control group. The results show the value of t=-0.089 and a significance value of 0.931. This shows that there are significant differences in resilience scores between the experimental group and the control group after the treatments given in the form of group counseling. Level of resilience in the experimental group was higher than the control group, so that group counseling can improve resilience. Keyword: Resiliency, group counseling