cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
INTENSI MENCONTEK DITINJAU DARI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR Riyanti, Riyanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.522 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3531

Abstract

Perilaku mencontek masih saja dilakukan oleh para pelajar di Indonesia, dari SD sampai perguruan tinggi bahkan kalangan masyarakat umum pun juga ada yang melakukannya. Theory of planned behavior dapat digunakan untuk mengidentifikasi perilaku mencontek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi intensi mencontek dengan menggunakan TPB. Desain yang digunakan kuantitatif prediktif dengan menggunakan skala TPB dan skala intensi mencontek. Jumlah subjek sebanyak 211 orang, teknik yang digunakan dalam pengambilan sample adalah cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara TPB dengan intensi mencontek, dan menunjukkan bahwa TPB dapat digunakan untuk memprediksi intensi mencontek (R = 0.57 ; P = 0.000), dengan kontribusi yang diberikan oleh komponen sikap sebesar 0.327 β (23.5%), norma subjektif sebesar 0.321 β (21.8%), dan  kontrol perilaku yang dirasakan sebesar 0.220 β (11.7%).Kata kunci : Theory of planned behavior, intensi mencontekCheating is like a behavior for Indonesian students. It starts from elementary school’s students even university students. Unfortunately, this behavior is also followed by the society. The Theory of Planned Behavior (TPB) constitutes to be the best solution to deal with this problem. Furthermore, this theory aims to identify cheating behaviors. Specifically, the goal of this research is to identify the intention of cheating behavior using TPB. It used predictive quantitative approach by implementing TPB scale and cheating intention scale as well. Additionally, the subjects of this research are chosen using cluster sampling and it resulted 211 people to be observed. Also, the result of this research shows that there is a positive and significant influence among TPB and cheating intention. From the data, the researcher concludes that the value of R is 0.57 (57%) while P is 0.000. Still the contribution that are given by the components are 0.327 β (23.5%), subjective norm is 0.321 β (21.8%), and controlled behavior got constitutes to be 0.220 β (11.7%).Keywords: Theory of planned behavior, cheating intention
Pelatihan kontrol diri untuk mengurangi kecenderungan internet gaming disorder pada anak usia sekolah Ramadhani, Ria Fatma; Iswinarti, Iswinarti; Zulfiana, Uun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.294 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7837

Abstract

Abstrak. Pada zaman yang semakin canggih ini penggunaan gadget tidak terbatas pada kalangan orang dewasa saja melainkan anak-anak juga telah menggunakan gadget. Gadget digunakan untuk membantu memenuhi segala kebutuhan salah satunya adalah kebutuhan mencari hiburan dengan bermain game, yang dengan mudah bisa dimainkan dengan menggunakan internet. Penggunaan internet untuk bermain game secara terus menerus dan mengakibatkan dampak negatif bagi dirinya akan menyebabkan internet gaming disorder. Tingginya tingkat internet gaming disorder pada anak dapat diatasi, salah satunya dengan memberikan pelatihan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan konrol diri sebagai metode eksperimen dalam mengurangi tingkat internet gaming disorder pada anak usia sekolah serta melihat seberapa besar pengaruh perlakuan pada tingkat internet gaming disorder. Penelitian ini merupakan  penelitian eksperimen dengan desain control group pre-test post-test. Penelitian ini dilakukan pada 12 orang anak usia sekolah 9-11 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling yang terbagi menjadi 2 grup. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pelatihan kontrol diri terhadap tingkat internet gaming disorder (p = 0,04 dimana nilai p < 0,05). Dengan begitu, pelatihan kontrol diri dapat menurunkan internet gaming disorder pada anak usia sekolah. Kata kunci: Internet Gaming Disorder, Pelatihan Kontrol Diri, Anak Usia Sekolah  Abstract. In this particular sophisticated era, the use of gadget is not limited only within the reach of the adults but also children for the sake of fulfilling many of the needs which one of it happened to be the need of entertainment through internet gaming. The use of internet for playing games continuously with its negative effect will lead to an Internet Gaming Disorder. High level of Internet Gaming Disorder can be overcome, one of it would be by giving a self-control training. This research aims to apply a self-control training as an experimental method to reduce the level of Internet Gaming Disorder in children as well as sighting at how much of an impact the intervention will be on the level of IGD. This research is experimental with control group pre-test post-test design. 12 children with the age of 9-11 will be chosen as participants through purposive sampling technique. The result of this research showed that there is a significant impact of a self-control training towards the level of igd (p = 0.04). With that being said, self-control training is capable of reducing the level of igd in children. Keyword: Internet Gaming Disorder, Self-control training, Schooler
FORGIVENESS DAN STRES KERJA TERHADAP PERAWAT Setiyana, Vita Yustiya
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.709 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness  dengan stres kerja. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 48 orang perawat Rumah Sakit Umum Daerah di Kota Malang. Desain penelitian ini berupa correlational research. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua macam skala yaitu skala untuk mengukur tingkat forgiveness dan stres kerja. Proses analisa data menggunakan rumus korelasi tata jenjang dari Spearman. Hasil analisis data diperoleh nilai r = -0,523, dan p = 0,000 (p < 0,01); artinya penelitian ini menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara forgiveness dengan stres kerja. Pada subjek dengan forgiveness tinggi ditemukan stres kerja rendah dan begitupula sebaliknya pada subjek dengan forgiveness rendah ditemukan stres kerja yang tinggi. Sedangkan nilai koefisien determinasi (r2) = 0,274; menunjukkan sumbangan efektif forgiveness terhadap stres kerja 27,4%, sisanya 72,6% dipengaruhi oleh variabel lain. Katakunci: Forgiveness, stres kerja
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN SIKAP TERHADAP HOMOSEKSUAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Hasyim, Annisa Farahdina; Sari, Kartika
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.681 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4558

Abstract

Sikap mahasiswa terhadap homoseksual dapat memengaruhi perkembangan homoseksual. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi sikap mahasiswa terhadap homoseksual adalah religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan sikap terhadap homoseksual pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini  menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel proportionated stratified random sampling dengan jumlah 391 responden (101 laki-laki dan 290 perempuan). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Religiusitas yang disusun berdasarkan teori Hamzah, dkk dan Skala Sikap terhadap Homoseksual yang disusun berdasarkan teori sikap Fishbein dan Ajzen. Hasil analisa data menggunakan Spearmen Rho menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar -0,180 dengan nilai p = 0,000 (p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara religiusitas dengan sikap terhadap homoseksual. Artinya, semakin tinggi religiusitas mahasiswa maka semakin negatif pula sikapnya terhadap homoseksual ataupun sebaliknya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas tingkat religiusitas mahasiswa Universitas Syiah Kuala tergolong dalam kategori tinggi (98,72%) dan sikap terhadap homoseksual berada pada kategori negatif (95,40%).Kata kunci: religiusitas, sikap terhadap homoseksual, mahasiswa Universitas Syiah Kuala  Student’s attitudes toward homosexual may influence the development of homosexual. One of the factors that influence student’s attitude toward homosexual is religiosity. The purpose of this study was to examined the relationships between religiosity and attitudes toward homosexual among Syiah Kuala University students. This study used the quantitative approach using proportionated stratified random sampling techniqued. The sample consisted of 391 students (101 male and 290 female). The data was collected using two scales which were the Scale of Religiosity based on Hamzah, et al religiosity theory and the Scale of Attitude toward Homosexuality based on Fishbein and Ajzen attitude theory. The result of data analysis used Spearmen Rho correlation showed that correlation coefficient (R) = -0,180 with significance value p = 0,000 (p < 0,05). This indicated that there was a negative relationship between religiosity and attitude toward homosexual. It meant that the higher level of religiosity was followed by the negative attitude toward homosexual and vice versa. The result also showed that most of the Syiah Kuala University students had high level of religiosity (98,72%) and had negative attitude toward homosexuality (95,40%).Keywords: religiosity, attitude toward homosexual, Syiah Kuala University student
KEFUNGSIAN KELUARGA DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA Nayana, Firra Noor
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.501 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i2.1580

Abstract

Kefungsian keluarga menjadi salah satu faktor dalam penentuan kondisi well-being seseorang. Terutama di masa remaja, hal ini disebabkan seorang individu sedang mengalami masa tidak stabil dalam pertumbuhannya, mengalami banyak konflik dan tekanan sehingga tetap membutuhkan perhatian dan dukungan orang tua dan keluarganya untuk dapat melewati masa-masa sulit dan memiliki kepuasan dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kefungsian keluarga dan subjective well-being pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas 1 dan 2 di SMA Muhammadiyah 1 Malang dengan jumlah subjek 79 siswa. Skala yang digunakan ialah Family Functioning Scale (FFS) dan Subjective well-being Scale (SWBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kefungsian keluarga dengan subjective well-being pada remaja dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi tingkat kefungsian keluarga maka semakin tinggi pula subjective well-being pada remaja (r=0,387; p=0,000; p<0,01). Katakunci: Kefungsian keluarga, subjective well-being, remaja
KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET PON ACEHBERDASARKAN JENIS AKTIVITAS OLAHRAGA Maulana, Zulfan; Khairani, Maya
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.851 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3814

Abstract

Kecemasan bertanding merupakan perasaan khawatir, gelisah, dan tidak tenang dengan menganggap pertandingan sebagai sesuatu yang membahayakan yang disertai dengan perubahan fisiologis. Sebagai seorang atlet yang memiliki tuntutan untuk berprestasi saat bertanding, kecemasan bertanding pada atlet menjadi salah satu kondisi yang sering dialami atlet yang memengaruhi penampilan atlet dalam menghadapi pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan bertanding pada atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh ditinjau dari jenis aktivitas olahraga body contact dan non body contact. Sampel penelitian adalah atlet PON Aceh yang dipersiapkan untuk bertanding pada PON XIX Jawa Barat 2016 sebanyak 60 atlet (36 laki-laki dan 24 perempuan), yang berada pada rentang usia antara 17-28 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Sport Competition Anxiety Test (SCAT). Hasil analisis data menggunakan Independent Samples t-test dengan nilai signifikansi p=0.311 (p > 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaankecemasan bertanding pada atlet PON Aceh ditinjau dari jenis aktivitas olahraga. Kata kunci : Kecemasan Bertanding, Atlet, Pekan Olahraga Nasional.  Sport anxiety is a feeling of worry, nervous, and uneasy by assuming sport as something harmful followed by physiological changes. As an athlete who has demand of achievements, sport anxiety becomes a condition which often influences the athlete’s performance in facing sport. Based on that background, this research intended to determine the difference of sport anxiety toward the athletes of Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh based on types of sport activities: body contact and non body contact. The sample was 60 athletes (36 males dan 22 females) whom were prepared to compete in PON XIX West Java 2016 with aged range between 17-28 years old. The data was collected by using Sport Competition Anxiety Test (SCAT), and the data was analyzed by using Independent Samples t-test with p value 0.311 (p>0.05), which means there was no differences anxiety toward the athletes of PON Aceh based on the types of sport activities.   Keywords: Sport anxiety, athletes, Pekan Olahraga Nasional
KECEMASAN SOSIAL KAUM HOMOSEKSUAL GAY DAN LESBIAN Rakhmahappin, Yogestri; Prabowo, Adhyatman
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.48 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i2.1997

Abstract

Homoseksualitas di Indonesia, masih merupakan hal yang tabu dan sulit diterima oleh masyarakat. Orientasi seksual yang lazim ada dalam masyarakat adalah heteroseksual, sedangkan homoseksual oleh masyarakat dianggap sebagai penyimpangan orientasi seksual. Stigma negatif dari masyarakat tersebut menyebabkan timbulnya kecemasan sosial pada kaum homoseksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sosial yang ada pada individu homoseksual gay dan lesbian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimen dengan menggunakan skala kecemasan sosial. Jumlah subyek sebanyak 30 orang gay dan 30 orang lesbian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kecemasan sosial yang sangat signifikan antara kaum homoseksual gay dan lesbian dengan nilai thitung sebesar -5,906 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Tingkat kecemasan sosial pada kaum lesbian lebih tinggi daripada kaum gay. Kata kunci : Kecemasan sosial, homoseksual, gay, lesbian Homosexuality in Indonesia was still considered taboo and socially unaccepted. The common sexual orientation in the society was heterosexual, while homosexual was considered a form of sexual disorientation. The negative stigma from the society led to social anxiety on the homosexuals. The study aimed at investigating the different levels of social anxiety experienced by homosexuals, gays and lesbians. This non-experimental quantitative study employed social anxiety scale. The subjects were 30 gays and 30 lesbians. The findings revealed that there was a very significant difference between social anxiety levels on gays and lesbians with the t-score -5.906 and the significance value 0.000. In addition, the social anxiety level of the lesbians was higher than the gays. Keywords: Social anxiety, homosexual, gay, lesbian
Peran contextual support and barrier terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir Pratiwi, Dea Intan; Akmal, Sari Zakiah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.17 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7141

Abstract

Abstrak. Individu yang sudah menempuh pendidikan tinggi diharapkan telah memperoleh kompetensi untuk menentukan pilihan karier. Akan tetapi, tidak semua mahasiswa tingkat akhir mudah dalam menentukan pilihan karier, ada pula diantaranya yang mengalami kebingungan atau ketidakmampuan untuk menentukan pilihan karier atau yang disebut sebagai career indecision.  Faktor penting yang secara langsung dapat mempengaruhi pilihan karier individu adalah faktor eksternal atau yang disebut sebagai contextual support and barrier. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peranan contextual support and barrier terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang melibatkan 320 mahasiswa yang berkuliah di Indonesia, yang diperoleh dengan teknik sampel incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contextual support and barrier berperan sebesar 10.9% terhadap career indecision yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Contextual barrier berperan secara signifikan terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: Career Indecision, Contextual Support and Barrier, Mahasiswa Tingkat Akhir Abstract. Individuals who have higher education are expected to have acquired the competence to determine career choice. However, not every final-year college student are easy in determining career options, some of them are experiencing confusion or inability to choose their career or what is called career indecision. Important factors that can directly affect the individual's career choice is an external factor which are contextual support and barrier. This research was conducted to find out how the role of contextual support and barrier to career indecision among the final grade students in Indonesia. The method used in this study was associative research. Subjects in this study were 320 students who studying in Indonesia. The results showed that contextual support and barrier have a significant role toward the student's perceived career indecision by 10.9%. The contextual barrier has a significant role for the career indecision in the final grade students. Keywords : Career Indecision, Contextual Support And Barrier, Final-year Student
PELATIHAN ASERTIVITAS NORMATIF TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA WANITA Nasri, Deni
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.473 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2138

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah agar wanita bermasalah tidak sembarangan melakukan hubungan seksual pranikah. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh yang bermakna pelatihan asertivitas normatif terhadap penurunan perilaku seksual pranikah pada wanita bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode action research. Subjek pada penelitian ini adalah kelayan Panti “X” Yogyakarta. Pengukuran skala perilaku seksual pranikah dan skala asertivitas dilakukan pada saat sebelum pelatihan dan setelah pelatihan. Metode analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test, yaitu untuk mengetahui perbedaan perbedaan perilaku seksual pranikah dan asertivitas subjek sebelum pelatihan dan setelah dilaksanakan pelatihan asertivitas normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa wanita yang mengikuti pelatihan asertivitas normatif mengalami penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas.   Kata kunci : Perilaku seksual pranikah, pelatihan asertivitas normatif   The purpose of this study was that troubled women were not indiscriminate premarital sexual. The hypothesis is there was significant effect of normative assertiveness training toward premarital sexual behavior in troubled woman. The method used in this study was the action research method. The subject of the research were the clients of Parlors ‘X’ in Yogyakarta. Premarital sexual and assertiveness scales were measured before and after training. Data analysis method used in this research was the paired sample t-test method, this method used to find out the differences from subject’s premarital sexual and assertiveness behavior, before and after the normative assertiveness training. The result of this research showed that the subject's premarital sexual behavior was decreased  and the assertiveness was increased. Based on the results of the study, it was concluded that women who take normative assertiveness training will decrease premarital sexual and increase assertiveness.   Keyword : Premarital sexual, normative assertiveness training  
KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN PRESTASI KERJA PADA KARYAWAN BANK Olivia, Dian Oktaria
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.17 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i1.1774

Abstract

Prestasi kerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi kerja, salah satunya yaitu karakteristik kepribadian. Hasil studi terdahulu menyebutkan bahwa kemampuan dan motivasi tidak selalu cukup untuk memunculkan rasa optimistik untuk mendapatkan prestasi kerja yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepribadian hardinessdengan prestasi kerja pada karyawan Bank. Penelitianinimenggunakanjenis data kuantitatifdenganskalahardinessdan prestasi kerja yang disebarkan kepada 280 karyawan Bank sebagai subjek. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa ada hubungan kepribadian hardiness dengan prestasi kerja pada karyawan Bank yang sangat signifikan dengan nilai korelasi sebesar 0,447 yang berarti adanya hubungan dengan arah yang positif dan mempunyai keterkaitan antar variabel. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh F sebesar 69,331 dengan sig = 0.000 dimana sig < 0,01. Sumbangan efektif kepribadian hardiness terhadap prestasi kerja sebesar 20% yang artinya masih ada 80% prestasi kerja dipengaruhi oleh variabel lain. Katakunci: Hardiness, prestasi kerja, karyawan Bank   Job performance is the result of work that has been accomplished by an employee in performing the tasks assigned. There are many factors that affect job performance, one that personality characteristics. Previous study found that ability and motivation are not always enough in the absence of optimistic expectations. The purpose of this study was to invegate the correlation of hardiness and job performance on Bank employee. This research uses quantitative data with hardiness and job performance scale that distributed to 280 Bank employee as a subject. The result showed that there is a significant correlation of hardiness and job performane on Bank employee with corelation value is 0,447 which means there is a relationship with the positive direction and have the attachment between variables. Based on a simple regression analysis F = 69,331 and sig = 0,000 (sig < 0,01). Effective contribution to the job performance of labor hardiness of 20% and there are still 80% job performance is influenced by other variables. Keywords: Hardiness, job performance, Bank employee

Page 9 of 44 | Total Record : 433