cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
Pengaruh Perilaku Bullying terhadap Empati Ditinjau dari Tipe Sekolah Arofa, Isnaini Zakiyyah; Hudaniah, Hudaniah; Zulfiana, Uun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.857 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i1.5435

Abstract

Semakin tahun perilaku bullying semakin meningkat baik secara verbal, fisik maupun psikologi. Bullying merupakan tindakan intimidasi yang dilakukan pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah. Salah satu faktor dari perilaku bullying adalah kemampuan empati yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada perbedaan perilaku bullying pada tipe single sex school dan coeducational schools setelah dikendalikan oleh empati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif uji ancova, dengan skala perilaku bullying dan skala empati Interpersonal Reactivity Index (IRI. Jumlah subjek sebanyak 385 santri perempuan dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan perilaku bullying ditinjau dari tipe sekolah single sex school dan coeducational school setelah dikendalikan oleh empati nilai signifikansi sebesar 0,001 ( P ≤ 0,05 = 0,001 ≤ 0,05). Besaraan sumbagan pengendalian empati terhadap perilaku bullying hanya sebesar 3,3% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak dijelaskan pada penulis pada penelitian ini. Kata kunci : Perilaku bullying, empati, dan tipe sekolah More years of bullying behavior is increasing both verbally, physically and psychologically. Bullying is an act of intimidation by a stronger party against a weaker party. One factor of bullying behavior is low empathy. The purpose of this study was to find out whether there are differences in bullying behavior on single sex school type and coeducational schools after being controlled by empathy. The method used in this study is quantitative ancova test, with the scale of bullying behavior and empathy scale Interpersonal Reactivity Index (IRI) The number of subjects as much as 385 female santri with cluster random sampling technique.The results showed the differences in bullying behavior in the type of school single sex school And coeducational school after being controlled by empathy significance value of 0.001 (P ≤ 0.05 = 0.001 ≤ 0.05) . In addition, the contribution of empathy control to bullying behavior is only 3.3%. The rest is influenced by other factors not explained to the authors in this study.Keywords: Bullying behavior, empathy, and school type
KONSEP DIRI DENGAN KONFROMITAS PADA KOMUNITAS HIJABERS Ni’matuzahroh, Mutia Andriani dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.945 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1362

Abstract

Komunitas Hijabers merupakan komunitas muslim hijaber pertama di Indonesia. Komunitas ini menginspirasi berbagai style berbusana muslim yang modis ala hijabers yang banyak digemari wanita. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah anggota yang bergabung dan secara tidak langsung meningkatnya jumlah perempuan muslim yang menggunakan jilbab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers. Jumlah sampel penelitian 50 orang yaitu minimal 3 bulan bergabung dengan komunitas Hijabers Banjarmasin dan berusia 16-25 tahun. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Person dengan menggunakan dua variabel, yaitu konsep diri serta konformitas pada komunitas Hijabers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) = -0,469 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Derminan korelasi (r2) = 0,220. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers, dengan sumbangan efektif sebesar 22%.Kata kunci: Konsep Diri, Konformitas, Komunitas HijabersHijabers community is the first Muslim Hijabers community in Indonesia. This community inspiret the wearing stylish muslimah dress that attracted women to join in this kind of style. It can be seen from the increasing amount of members who join and indirectly increasing amount of Muslim women who wear veils. The research aimed to know the relationship of self concept and the conformity of Hijabers community. The amount of the research sample were 50 people with the criteria were at least 3 months joining the Hijabers community in Banjarmasin and 16-25 years old. Data analysis techniques used the product moment correlation test of Karl Person. The results showed that the correlation coefficient (r) = -0,469 and error probability (p) = 0,001. This means that there are very significant negative relationship between self-concept and the conformity of Hijabers community, with effective contribution as 22%.Keywords: Self-Concept, Conformity, Hijabers Community
TERAPI ZIKIR TERHADAP PENINGKATAN RESILIENSI PENDERITA LOW BACK PAIN (LBP) Khairiyah, Ummil; Prabandari, Yayi Suryo; Uyun, Qurotul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.177 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3537

Abstract

Resiliensi diperlukan agar kondisi individu menjadi stabil sehingga berangsur-angsur dapat menerima penyakitnya dan beradaptasi terhadap penyakit yang dideritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi zikir untuk membantu meningkatkan resiliensi pada penderita Low Back Pain (LBP). Penelitian ini bersifat kuasi eksperimental dengan melibatkan sebelas orang penderita LBP yang berusia 45-70 tahun yang memiliki resiliensi rendah dan sedang, dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dengan menggunakan skala resiliensi. Hasil analisis item menunjukkan nilai alpha cronbach = 0,924. Hipotesis diuji dengan uji Mann Withney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada kelompok eksperimen memiliki resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan subjek pada kelompok kontrol. Berdasarkan hasil tindak lanjut diketahui bahwa subjek pada kelompok eksperimen mampu mempertahankan efek terapi selama dua minggu pasca terapi. Kesimpulan dari penelitian ini, adalah terapi zikir dapat meningkatkan resiliensi penderita LBP. Kata kunci: Terapi zikir, resiliensi pada penderita LBPResilience is needed to improve the condition of subjects, therefore they become stable and able to receive and adjust to their illness gradually. This research examined the effectiveness of zikir therapy for helping patient with low back pain in enhancing their resilience. This research was a quasi experiment (non randimized pretest – posttest control group design) with 11 participants who had low and midlle level of resilience. They were between 45-70 years old, and classified into two groups. One group received the zikir therapy, the other served as a controlled group. The resilience level was measured based on resilience scale from Connor-Davidson scale (scale). The item analysis result showed the alpha cronbach score = 0,924. The hypotesis was tested by Mann Withney. The result showed that the resilience level in experimental group significantly increased after treatment by zikir therapy compare than the control group. After the follow up periode showed that subject in experimental group able to maintained the therapy’s effect for two weeks after the treatment. The conclusion from this research is the zikir therapy is effective in enhancing resilience at patient with low back pain. Keyword: Zikir therapy, resilience at patient with low back pain
KEPERCAYAAN INTERPERSONAL DENGAN PEMAAFAN DALAM HUBUNGAN PERSAHABATAN Utami, Deassy Arifianti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.139 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2126

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana individu mulai mengenal lingkungan dan orang-orang disekitarnya, begitu pula dengan persahabatan. Kepercayaan interpersonal dibutuhkan dalam hubungan persahabatan. Terkadang, di dalam persahabatan ada salah satu individu melakukan kesalahan yang menyakiti sahabatnya. Untuk tetap menjalin persahabatan, dibutuhkan pemaafan kepada individu yang melakukan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan interpersonal dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 181 orang dengan rentang usia 18-21 tahun. Pengambilan data menggunakan skala model likert. Metode analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara hubungan kepercayaan interpersonal dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan (r = 0,591; p = 0,000; p < 0,001).   Kata kunci: Kepercayaan interpersonal, pemaafan, persahabatan, remaja. Adolescence is a period when people begin to recognize the environment and the people around, as well as friendship. Interpersonal trust needed in friendship. Sometimes, in the friendship theres one individual makes a mistake that hurt his friend. To keep a friendship, forgiveness requires giving to individuals who makes mistake. The aims of this study is understanding the relationship of interpersonal trust with forgiveness of friendship. The number of subjects in this study were 181 persons with an age range 18-21 years old. Retrieval of data using a Likert scale models. The method of data analysis using product moment correlation. The results showed that there was a significant positive correlation between interpersonal trust with forgiveness in friendship. (R = 0.591, p = 0.000, p <0.001).   Keywords:  Interpersonal trust, forgiveness, friendship, adolescence
Penerapan Teknik Shaping untuk meningkatkan durasi on-task behavior pada anak dengan masalah atensi Anjani, Savira; Tjakrawiralaksana, Mita Aswanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.681 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.9051

Abstract

Abstrak.  Kemampuan mempertahankan atensi terlihat pada on-task behavior, dimana anak mampu mengerjakan tugas tanpa melakukan kegiatan lain yang tidak berkaitan. On-task behavior menjadi target perilaku yang ingin diintervensi pada S, anak laki-laki berusia 4 tahun 5 bulan dengan diagnosa Attentional Disorder (ICDL-DMIC). Berdasarkan pemeriksaan, rentang atensinya berada dibawah taraf rata-rata anak seusianya dan terlihat dari kesulitannya dalam menyelesaikan kegiatan. Penelitian single-subject ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari penerapan teknik shaping dalam meningkatkan durasi on-task behavior pada anak dengan masalah atensi, dengan hipotesa teknik shaping mampu meningkatkan durasi on-task behavior. Terdapat peningkatan durasi saat intervensi diberikan. Dalam intervensi ini, orangtua memiliki peran besar sebagai pemberi prompt dan reinforcement untuk mempermudah proses generalisasi.Kata Kunci: Shaping, On-Task Behavior, Attentional DisorderAbstract. The ability to maintain attention is seen from on-task behavior, when child can do a task without do other unrelated activities. On-task behavior is the targeted behavior to intervene from S, a 4 years 5 months old boy with a diagnosis Attentional Disorder (ICDL-DMIC). Based on asssessment, S has shorter duration of attention than the expected duration of his age and shown on his difficulties in finishing any activities. This single-subject research aims to examine the effectiveness of the application of shaping technique in increasing the duration of on-task behavior, and hypothesized that it’s application will increase on-task behavior’s duration. The result shows that there is an increase in on-task behavior’s duration. In this research, parents took a bigger role as prompt and reinforcer giver to ease the process of generalization. Keywords: Shaping, On-Task Behavior, Attentional Disorder
PELATIHAN ASERTIVITAS TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN SOSIAL PADA SISWA KORBAN BULLYING Rizki, Kurnia; Sukarti, Sukarti; Uyun, Quratul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.706 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i2.3529

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk permasalahan yang sering muncul saat ini, termasuk di lingkungan sekolah. Bullying bagi korbannya banyak menimbulkan dampak yang negative, salah satunya adalah kecemasan sosial. Perlu intervensi yang berkelanjutan untuk membantu korban Bullying yang memiliki kecemasan sosial, misalnya dengan pelatihan asertivitas. Pelatihan asertivitas adalah  keterampilan sosial yang didefinisikan sebagai cara untuk mengekspresikan hak-hak dan pendapat seseorang dengan tetap menghormati hak orang lain. Peserta pelatihan terdiri dari 20 siswa yang berusia antara 12-14 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan subjek dari kelompok eksperimen dan kelompok control. Instrument penelitian menggunakan skala kecemasan sosial dan analisa menggunakan independent sample t -test. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan tingkat kecemasan sosial antara kelompok eksperimen dengan kelompok control (t = 1.875; p = 0,040 (p < 0,05)). Artinya para peserta kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan secara signifikan mengalami penurunan kecemasan sosial dibandingkan kelompok kontrol.Kata kunci: Pelatihan asertivitas, kecemasan sosial, siswa korban bullyingBullying is one of the problems that often arise at this time, including in the school environment. Victim of bullying for many impacts are negative, one of which is social anxiety. Need sustainable interventions to assist victims of bullying who have social anxiety, for example with assertiveness training. Social skill of assertiveness training is defined as a way to express their rights and one's opinion while respecting the rights of others. The training participants consisted of 20 students aged between 12-14 years. This research uses experimental research with the subject from the experimental group and the control group. Instrument research was using social anxiety scale and analysis using independent sample t-test. The results of research that there are differences in the level of social anxiety among the experimental group with the control group (t = 1.875; p = 0.040 (p <0.05)). This means that the participants of the experimental group were given training significantly decreased social anxiety than the control group.Keywords: Assertiveness training, social anxiety, students of bullying victim 
PARENTING SELF EFFICACY AYAH PADA NUCLEAR DAN EXTENDED FAMILY Hardyanti, Sri; Karmiyati, Diah; Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.863 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i2.4939

Abstract

Bentuk keluarga di Indonesia cukup beragam, namun secara garis besar bentuk keluarga tersebut dibagi menjadi nuclear family dan extended family. Kedua bentuk keluarga ini memiliki perbedaan mendasar dari anggota keluarga yang ada dalam keluarga tersebut, dimana keduanya mampu menimbulkan dinamika yang berbeda  khususnya dari ketersediaan dukungan sosial dan berdampak terhadap Parenting Self-Efficacy (PSE) ayah. Penelitian ini bertunjuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan PSE ayah pada nuclear dan extended family yang diukur dengan menggunakan Fathering Self-Efficacy Scale (FSES), dimana desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah snowball dengan jumlah subjek sebesar 200 orang dan data yang didapatkan dari subjek dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z= -1.273 dan p=0.216 (p>0.05) sehingga dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap PSE ayah pada nuclear dan extended family.  Kata Kunci: Parenting Self-Efficacy,  nuclear family, extended family There are a lot of family form in Indonesia, but the outline of that form devides into nuclear family and extended family. The basic difference of both of them is family member who existing in and causes a different dynamic spesifically the availibilty of social support, so at the end of the day it will affect on father’s Parenting Self-Efficacy (PSE). The aim of this study is identying the differences of PSE level between father in nuclear family and extended family by using a Fathering Self-Efficacy Scale (FSES) with  quantitative as a research design. Snowball is a sampling technique with 200 subjects and the data is analyzed by using Mann Whitney test. The result shows Z score=-1.273 and p=0.216 (p>0.05), therefore there is no significant differences of PSE level between father in nuclear and extended family. Keywords:  PSE, nuclear family, extended family
AKSIOMA SOSIAL, ATRIBUSI PENYEBAB KEMISKINAN DAN SIKAP TERHADAP KEBIJAKAN REDISTRIBUSI Nurhamida, Yuni
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.465 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1353

Abstract

Studi ini meneliti hubungan antara aksioma sosial, atribusi penyebab kemiskinan, dan sikap terhadap kebijakan redistribusi. Aksioma sosial sebagai keyakinan umum diduga dapat menjadi prediktor bagi keyakinan yang lebih spesifik, yaitu atribusi penyebab kemiskinan, dan jenis kebijakan redistribusi yang didukung. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui dimensi aksioma sosial yang dapat menjadi prediktor bagi atribusi penyebab kemiskinan dan sikap terhadap kebijakan redistribusi. Sebanyak seratus tiga belas orang dari masyarakat umum menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dimensi aksioma sosial yang dapat menjadi prediktor bagi sikap terhadap kebijakan redistribusi merit adalah imbalan terhadap usaha, sedangkan prediktor bagi sikap terhadap kebijakan redistribusi equality adalah religiusitas. Sedangkan dimensi aksioma sosial yang dapat menjadi prediktor bagi atribusi internal adalah sinisme sosial, imbalan terhadap usaha, kekuasaan takdir dan prediktor bagi atribusi eksternal adalah religiusitas.Kata kunci: Aksioma Sosial, Atribusi Penyebab Kemiskinan, Sikap Terhadap Kebijakan RedistribusiThis study aimed to examine the correlation between social axioms, causal attribution about poverty and attitude toward redistribution policy. Social axioms as a general belief generate more specific belief, in this research is causal attribution about poverty, and correlate to the attitude toward redistribution policy. This study use survey method to one hundred and thirteen people from society. The results showed the dimensions of social axioms that can be a predictor for attitudes towards redistribution policies merit is the reward for application, while the predictor for attitudes towards redistribution equality policies are religiosity.The dimensions of social axioms that can be a predictor for the internal attribution is social cynicism, reward for application, faith control and predictors for external attribution is religiosity.Keywords: Social Axioms, Causal Attribution About Poverty, Attitude Toward Redistribution Policy
MORTALITY SALIENCE DENGAN KEBAHAGIAAN PADA MASA DEWASA AWAL Putra, Barnard Samudra Putra Samudra; Arifin, Bambang Syamsul; Hermawati, Nisa
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.838 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v4i1.2883

Abstract

Kebahagiaan menjadi tujuan dari hidup, dengan berbagai macam cara dilakukan untuk mencapainya. Mortality salience sebagai salah satu cara melalui kognisi kita untuk mengarahkan perilaku agar hidup lebih bermakna dan bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mortality salience dengan kebahagiaan pada masa dewasa awal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-korelasional dengan menggukan skala mortality salience dan skala kebahagiaan. Subjek berjumlah 361 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif antara mortality salience dengan kebahagiaan individu masa dewasa awal.
MENULIS EKSPRESIF SEBAGAI STRATEGI MEREDUKSI STRES UNTUK ANAK-ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) Rahmawati, Marieta
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.406 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v2i2.2002

Abstract

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) banyak dialami disemua negara, di Indonesia kasus KDRT setiap tahun mengalami peningkatan. Siapapun bisa menjadi korban dalam kasus KDRT ini, kebanyakan memang dialami oleh perempuan (ibu) dan anak-anak sebagai korban langsung maupun tidak langsung. Anak-anak sebagai korban KDRT rentan mengalami tekanan secara psikologis. Menulis merupakan salah satu aktivitas yang dapat mengasah kecerdasan dan sebagai wadah positif untuk menyampaikan gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari menulis ekspresif dalam membantu anak-anak korban kekerasan dalam rumah tangga sebagai salah satu cara menurunkan tingkat stres. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data menggunakan (pretest-posttest) skala tingkat stres dan analisa lembar self monitoring. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang dengan jenis kelamin perempuan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terjadi perubahan tingkat stres antara sebelum dan sesudah terjadi perlakuan berupa menulis ekspresif. Kata kunci: Menulis ekspresif, stres, anak-anak korban kekerasan dalam     rumah tangga Cases of domestic violence (domestic violence ) experienced a lot in all countries , in Indonesian domestic violence cases each year has increased . Anyone can be a victim of domestic violence in this case, is experienced mostly by women ( mothers ) and children as victims directly or indirectly. Children as victims of domestic violence are susceptible to psychological distress. Writing is one activity that can sharpen the intellect and as a forum to convey positive ideas. This study aimed to determine the effect of expressive writing in helping child victims of domestic violence as a way to reduce stress levels. This research is quantitative research data collection method to use (pretest-posttest) scale analysis of the level of stress and self-monitoring sheet. The number of subjects in this research were two people with the female gender. Results of this study illustrate that the change in stress levels between before and after treatment in the form of expressive writing. Keywords: Expressive writing, stress, children victims of domestic violence

Page 10 of 44 | Total Record : 433