cover
Contact Name
Paelani Setia
Contact Email
formaca@uinsgd.ac.id
Phone
+6282262310068
Journal Mail Official
formaca@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Formaca, Lantai 2, Gedung Pascasarjana, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage, Kota Bandung Indonesia, 40292.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Definisi: Journal of Religion and Social Humanities
ISSN : -     EISSN : 28287878     DOI : http://dx.doi.org/10.1557/djash
Definition: Journal of Religion and Social Humanities is an open access journal and peer-reviewed scientific work both theoretically and practically in religious studies and humanities in various parts of the world.
Articles 45 Documents
Telaah Metodologis Kitab Tafsir Al-Bahr Al-Muhith Karya Abu Hayyan Al-Andalusy Ahmad Kamil Taufiq; Deswanti Nabilah Putri
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 1 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i1.29408

Abstract

Penelitian ini membahas telaah metodologis kitab tafsir Al-Bahr Al-Muhith karya Abu Hayyan Al-Andalusy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa dengan latarbelakang keilmuan Abu Hayyan yang kuat akan kebahasaan khususnya dalam kajian nahwu, i’rob, balaghah, serta qiraat berhasil menjadikan kitab tafsir Al-Bahr Al-Muhith menjadi kitab tafsir terbaik dengan pendekatan bahasa yang banyak dirujuk oleh para mufassir. Dari sisi sumbernya, kitab tafsir ini dikategorikan sebagai tafsir bi al-ra’yi karena dominasi penafsirannya menggunakan kaidah kebahasaan meskipun tetap memuat beberapa sumber dari Alquran dan hadits nabi.
Metode Tafsir Muqaran: Kajian Terhadap “La Bible, Le Coran Et La Science” Karya Maurice Bucaille Muhammad Fadli Rahman Aulia
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 2 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i2.31953

Abstract

Secara umum, tafsir muqaran merupakan metode penafsiran yang dapat diterapkan pada ayat-ayat Al-Qur'an dengan mempertimbangkan dua kecenderungan. Pertama, ayat-ayat yang memiliki kesamaan makna literer, baik dalam redaksi yang kurang atau lebih, dan kedua, perbedaan ekspresi dalam ayat-ayat tersebut tetapi masih mengandung maksud yang sama. Analisis tidak hanya mencakup perbandingan redaksional, tetapi juga mempertimbangkan perbedaan konten yang dihasilkan oleh variasi ayat-ayat. Tulisan ini menyajikan penelitian kuantitatif mengenai metode tafsir muqaran dengan contoh-contoh yang diambil dari karya Maurice Bucaille, “La Bible, Le Coran, Et La Science.” Hasil penelitian ini memberikan gambaran singkat tentang metode tafsir muqaran dan mengaitkannya dengan contoh konkret dalam bentuk tafsir kontemporer. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode tafsir muqaran melibatkan perbandingan antara ayat-ayat Al-Qur'an yang memiliki kesamaan dalam redaksinya, membahas masalah yang sama atau kasus yang berbeda, dengan tetap mempertahankan makna yang seragam.
Kritik Terhadap Pandangan Orientalis William Muir dalam Memahami Sirah Nabawiyah Emil Nasrulloh; Daud Rashid; Nunun Zainun
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 1 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i1.29404

Abstract

This study is a critical evaluation of William Muir's biography, Life of Mohammad – From Original Sources (1923). Muir (d. 1905) was an Oriental scholar and evangelical Christian from Scotland who was known in India as a British civil servant and experience dealing with Indian people, especially Muslims, prompted him to write a biography of Muhammad. He was one of the first modern scholars to categorize primary source material from classic biographies and transform them into modern biographies of Muhammad's life. In doing so, he combined post-Enlightenment methodology with his Christian sensibilities and aimed his work as an evangelical missionary at work on compiling his biography. Muir's biographical work contributed significantly to a genre of European literature which used exclusively authentic Muslim sources. This study will critically evaluate how Muir uses the Koran as the main source of his biography.
Pemikiran Siti Musdah Mulia Terhadap Ayat Bias Gender: Studi Ayat Waris dan Kepemimpinan Syifa Nuraidah; Annisa Wahid; Dzikri Malik Arrahman; Dadan Rusmana
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.28546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Siti Musdah Mulia terhadap ayat-ayat gender, terutama pada ayat waris dan kepemimpinan, khususnya pada awal ayat ke-11 dan awal ayat ke-34 dalam Surah An-Nisa’. Siti Musdah Mulia, seorang tokoh feminis Indonesia, dikenal karena menyuarakan pemikiran feminisnya melalui berbagai karya ilmiah dan partisipasinya dalam seminar-seminar mengenai isu-isu gender. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kepustakaan dengan melibatkan sumber-sumber kepustakaan yang relevan dengan pembahasan ayat-ayat gender, khususnya ayat waris dan kepemimpinan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis wacana dan penafsiran teks, dengan fokus pada pemikiran Siti Musdah Mulia dalam menafsirkan teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siti Musdah Mulia mengadopsi pendekatan feminis dalam menafsirkan ayat waris dan kepemimpinan, dengan perbedaan signifikan dibandingkan dengan pemahaman ulama ahlus-sunnah wal jama’ah, baik yang bersifat klasik maupun modern. Hal itu membuat pemikiran Siti Musdah Mulia cenderung mengikuti aliran pemikiran liberal dan tidak mengikuti metode tradisional yang diwariskan oleh ulama salaf.
Muhammad Prophet and Statesman Karya William Montgomery: Kajian Historiografi Sirah Nabawiyah dan Orientalisme Alfa Dini Savitri; Ajid Thohir; Ajid Hakim
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 2 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i2.30965

Abstract

Artikel ini membahas tentang historiografi sirah dari orientalis terutama dalam karya William Montgomery dengan judul Muhammad Prophet and Statesman. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yakni heuristik, kritik, interpretasi historiografi. Berdasasarkan hasil penelitan, ditarik kesimpulan bahwa Montgomery Watt dalam pengkajiannya terhadap sosok Nabi Muhammad tersaji dalam sudut pandang yang objektif meskipun tidak dipungkiri bahwa Montgomery sendiri adalah seorang pendeta dan akademisi Kristen yang kental dengan pengaruh bias pemikiran orientalis pendahulunya. Menurut perspektif Montgomery, Muhammad merupakan sosok dengan ‘imajinasi tinggi’, tidak hanya menjadi sosok negarawan melainkan sekaligus mejadi seorang ‘sosial reformer' selayaknya Von Hugel dan Adolf Hitler.
Disaster Management and Lessons from the Story of Prophet Noah: Integrating Structural and Non-Structural Approaches in Addressing Flood Risks M. Kautsar Thariq Syah; Putri Lailatus Sa’adah
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 2 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i2.32438

Abstract

This study aims to examine the occurrence of floods in the story of Prophet Noah as found in the Quran. A qualitative approach is chosen to gain a deep understanding of disaster management integration based on the narrative of Prophet Noah. The primary data source for this research is the Quran, specifically the chapters related to the story of Prophet Noah, supplemented by previous works exploring the Quranic perspective on disaster management. The data collection process involves a comprehensive literature review, gathering information from both primary and secondary sources. The research aims to understand the concept of disaster management, especially in the context of the story of Prophet Noah, by analyzing the Quranic text extensively to explore guidance and values related to disaster management. The data analysis consists of two main stages. Firstly, a narrative analysis is conducted to identify the steps taken by Prophet Noah in facing the flood disaster and exploring values that can be adopted in the context of contemporary disaster management. Secondly, a comparative analysis is conducted with previous research to highlight similarities and differences in the findings. Limitations of the study involve interpretations and religious contexts, with a primary focus on the story of Prophet Noah in the realm of disaster management. The research findings are expected to be translated into practical recommendations, enriching contemporary disaster management approaches. Overall, this study aims to provide valuable insights into the potential application of Prophet Noah's narrative for understanding and enhancing disaster management amid ongoing global changes.
Law and Legal Politics: The case for the formation of Law Number 12 of 2010 concerning the Scout Movement Muhamad Sahlim
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 1 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i1.29405

Abstract

The Scout Movement is a place for coaching its members in building character. In other words, the Scout Movement is a scouting organization that is used to carry out scouting practices. As an educational organization, of course, the Scout Movement has a pattern and mechanism for coaching students according to class or age. The Scout Movement Act is a form of revitalization of the Scout Movement which is aligned with the times. And make the highest legal umbrella in every activity base that will be carried out. The result of his research on the Scout Movement Law is to find out how far the process of formation has gone to its implementation in the field, bearing in mind that the Scout Movement Law is flexible and can be adapted to changing times. This research on the Scout Movement Act is aimed at finding out how strong its position is in every implementation of activities organized by the Scout Movement. As well as the benefits of the activities carried out, for the people in the surrounding environment so that they remain within the corridor of the Scout Movement's code of ethics, namely Tri Satya and Dasa Dharma.
Buku Resolusi Jihad Karya Abdul Latif Bustami: Kajian Historiografi Putri Lailatus Sa’adah; M. Kautsar Thariq Syah; Rika Dilawati
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.33465

Abstract

Buku Resolusi jihad yang ditulis oleh Abdul Latif Bustami merupakan buku yang diterbitkan pada tahun 2015. Buku ini merupakan jawaban atas ada dan tidaknya resolusi jihad, di mana pada waktu itu ketika rapat untuk membahas apa saja yang akan ditampilkan di museum Hasyim Asy’ari salah satu peserta ada yang mengatakan bahwasannya masalah resolusi jihad harus ditampilkan, tetapi peserta yang lain mengatakan bahwasannya resousi jihad tidak ada dan tidak pernah terjadi. Buku ini menjadi jawaban atas keraguan masyarakat yang menganggap bahwasannya Resolusi jihad tidak ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang riwayat penulis buku, isi buku Resolusi jihad, dan bagaimana analisis dari historiografinya. Sementara, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik (mengumpulkan sumber-sumber), kritik (menyeleksi sumber), interpretasi (menafsirkan data), dan terakhir historiografi (tahapan penulisan).
Pendekatan Majaz Isti’arah dalam Tafsir Al-Qur'an: Sebuah Analisis Metodologis Revky Oktavian Sakti; R. Edi Komarudin
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 2 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i2.30966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis penggunaan majaz isti’arah dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang bersifat mutasyabihat atau ambigu. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tujuan dan metode penafsiran serta hasil pembahasan terkait konsep Hakikat dan Majaz. Tujuan utama adalah merinci peran isti’arah dalam memberikan makna esoteris pada ayat-ayat yang dapat menimbulkan pemahaman ganda. Metode penelitian melibatkan analisis tekstual Al-Qur'an dengan pendekatan ilmiah-rasional, khususnya melalui kajian bahasa dan sastra, dengan penekanan pada wacana majas, terutama metafora. Penelitian ini juga melibatkan pembagian konsep Hakikat dan Majaz untuk memahami bagaimana isti’arah dapat diterapkan sebagai alat interpretasi. Hasil pembahasan mencakup interpretasi variasi yang muncul dari konsep Hakikat dan Majaz dalam menerapkan isti’arah. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang cara isti’arah berperan dalam menjelaskan makna ayat-ayat yang kompleks, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman umat Islam terhadap Al-Qur'an. Penelitian ini juga memberikan pemahaman tentang konsep isti’arah yang tidak selalu diterima di semua kalangan ulama, namun tetap menjadi bagian integral dari disiplin ilmu tafsir dan Al-Qur'an. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mendekati Al-Qur'an secara dogmatis-ideologis, tetapi juga membuka pintu bagi pendekatan ilmiah-rasional dalam memahami teks suci Islam ini.
Al-Muhassinat Al-Ma’nawiyah dalam Al-Qur’an: Fenomena Ath-Thibaq dalam Surat Isra’ Muhammad Abdul Aziz; R. Edi Komarudin
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.31260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk makna ath-thibaq atau kontradiksi dalam surah Al-Isra’ dalam kitab suci Al-Quran. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil analisis disajikan secara informal dengan mendeskripsikan data menggunakan kata-kata biasa. Kajian ini memiliki urgensi untuk melihat kitab suci Al-Qur'an sebagai pedoman bagi umat Islam, diperintahkan setelah kitab-kitab suci sebelumnya, dan memiliki makna yang tepat dalam konteks peradaban manusia. Oleh karena itu, Al-Quran terus dijelajahi untuk mendapatkan makna yang komprehensif, termasuk melalui analisis makna ath-thibaq. Hasil penelitian menunjukkan 19 ayat yang memuat ath-thibaq dengan empat bentuk kontradiksi yang berbeda, melibatkan kontradiksi di tempat yang berbeda, kontradiksi makna kata yang sama, dan kontradiksi dalam kalimat.