cover
Contact Name
Kemala Hayati
Contact Email
kemalahayati1982@gmail.com
Phone
+6281360166220
Journal Mail Official
jurnal.tameh@unmuha.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Aceh JL. Muhammaddiyah No. 91. Desa Bathoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh 23245
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Tameh : Journal of Civil Engineering
ISSN : -     EISSN : 27985601     DOI : https://doi.org/10.37598/tameh
Core Subject : Social, Engineering,
Tameh merupakan Jurnal online yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Aceh. Jurnal Tameh berkomitmen untuk kemajuan pengetahuan ilmiah dan temuan penelitian dari karya ilmiah. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang keilmuan Teknik Sipil. Jurnal Tameh diharapkan dapat memberi kontribusi kepada mahasiswa, peneliti, engineer, dan praktisi serta para ilmuwan. Jurnal Tameh ini diterbitkan secara berkala 2 (dua) edisi per tahun pada bulan Juni dan Desember, dengan meliputi bidang keilmuan adalah Structural Engineering, Water Resources Engineering,Transportation Engineering,Geotechnical Engineering,Construction Engineering & Management,Disaster Mitigation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018): Desember" : 6 Documents clear
Pemetaan Nilai Konus Berdasarkan Data Cone Penetration Test Menggunakan Program Arcgis Versi 10.5 Di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh Maimunah Maimunah; Sefri Burmansyah
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.626 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.49

Abstract

Kecamatan Salang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan pemetaan tingkat kedalaman tanahkeras adalah menggunakan uji Cone Penetration Test. Adapun permasalahan pada penilitian ini yaitu memetakan tingkat kedalaman tanah keras berdasarkan nilai konus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedalaman tanah keras pada Kecamatan Salang yang kemudian dipetakan menggunakan program ArcGIS versi 10.5. Penelitian ini dilakukan dengan uji sondir di 2 (dua) lokasi sebanyak 4 (empat) titik sebagai data primer dan data uji sondir 3 (tiga) lokasi sebanyak 6 (enam) titik sebagai data sekunder. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dihitung dan kemudian dipetakan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Kecamatan Salang terbagi kedalam 2 (dua) zona, yaitu zona pesisir pantai dan zona pegunungan. Pada zona pesisir pantai didapatkan tingkat kedalaman tanah keras terendah berada pada kedalaman 1,60 meter dengan nilai qc sebesar 110 kg/cm2 di Desa Tamon Jaya pada titik sondir nomor 1 (satu) dan kedalaman tanah keras tertinggi berada pada kedalaman 3,80 meter dengan nilai qc sebesar 115 kg/cm2 di Desa Lalla Bahagia pada titik sondir nomor 2 (dua) memenuhi syarat untuk pondasi dangkal dan mengandung tanah berjenis pasir. Pada zona pegunungan didapatkan tingkat kedalaman tanah keras terendah berada pada kedalaman 7,20 meter dengan nilai qc sebesar 112 kg/cm2 di Desa Padang Unoi pada titik sondir nomor 1 (satu) dan kedalaman tanah keras tertinggi berada pada kedalaman 8,60 meter dengan nilai qc sebesar 100 kg/cm2 di Desa Jaya Baru pada titik sondir nomor 2 (dua) memenuhi syarat untuk pondasi dalam dan mengandung tanah yang didominsai oleh tanah berjenis lempung. Hasil pemetaan tingkat kedalaman tanah keras ditandai dengan perbedaan warna. Warna hijau muda menunjukkan zona pesisir pantai dan warna hijau muda menunjukkan zona pegunungan.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Evaluasi Penawaran Dalam Pengadaan Jasa Konsultansi Di Kota Banda Aceh Aldina Fatimah; Boyhaqi Boyhaqi
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.61 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.50

Abstract

Proses seleksi (procurement) adalah serangkaian kegiatan untuk menyediakan barang/jasa dengan cara menciptakan persaingan yang sehat diantara penyedia yang setara dan memenuhi syarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi evaluasi penawaran dan faktor dominan yang mempengaruhi evaluasi penawaran pada pengadaan jasa konsultansi di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan untuk pengolahan data terdiri dari uji validitas, dan uji reliabilitas. Sedangkan analisis data diolah menggunakan rumus analisis deskriptif yakni perhitungan nilai rata-rata (mean) dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 22. Jumlah populasi diperoleh sebanyak 94 konsultan. Melalui persamaan Slovin maka sampel penelitian diperoleh sebanyak 49 konsultan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden dengan pertanyaan-pertanyaan yang disusun berdasarkan dokumen pengadaan jasa konsultansi. Variabel yang ditinjau dalam penelitian ini terdiri dari beberapa faktor, yaitu faktor pengalaman perusahaan (X1), faktor pendekatan dan metodelogi (X2), faktor kualifikasi tenaga ahli (X3), faktor biaya langsung personil (X4), dan faktor biaya langsung non-personil (X5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi evaluasi penawaran dalam pengadaaan jasa konsultansi di Kota Banda Aceh adalah faktor kualifikasi tenaga ahli, dengan nilai mean sebesar 4,578 merupakan nilai mean tertinggi, hal ini berarti bahwa faktor kualifikasi tenaga ahli (X3) sangat berpengaruh dalam evaluasi penawaran. Adapun faktor biaya lansung non-personil dengan nilai mean sebesar 3,000 (X5) merupakan nilai mean terendah dari semua faktor, yang berarti bahwa faktor biaya langsung non-personil kurang berpengaruh dalam evaluasi penawaran pada pengadaan jasa konsultansi di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ini hendaknya digunakan sebagai alat bantu bagi konsultan untuk memperhatikan faktor kualifikasi tenaga ahli sebagai faktor dominan yang mempengaruhi evaluasi penawaran dalam pengadaan jasa konsultansi di Kota Banda Aceh.
Perbandingan Karakteristik Aspal Beton Menggunakan Filler Tanah Dengan Filler Abu Batu Bata Firmansyah Rachman; Tamalkhani Syammaun; T. R. B. Saputra
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.815 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.51

Abstract

Aspal beton adalah perkerasan yang umum digunakan dalam kontruksi jalan raya. Aspal beton dipakai sebagai lapis permukaan (surface) untuk melayani beban lalu lintas serta melindungi lapisan perkerasaan yang ada di bawahnya. Aspal beton terdiri dari agregat kasar, halus dan filler (bahan pengisi) . Agregat kasar di dalam campuran aspal beton berfungsi sebagai rangka (frames) perkerasan yang memberi kekuatan/stabilitas (stability), sedangkan agregat halus dan filler berfungsi sebagai pengisi rongga antar agregat kasar di dalam campuran yang akan meningkatkan angka stabilitas. Aspal beton yang menjadi objek penelitian ini merupakan aspal beton dengan filler tanah dan abu batu bata. Umumnya filler yang digunakan dalam campuran aspal beton adalah semen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mana diantara tanah dan abu batu bata yang lebih baik untuk dapat dijadikan sebagai filler pengganti semen dalam campuran aspal beton. Perbandingan kedua jenis filler tersebut berguna karena apabila penggunaan tanah dan abu batu bata sebagai filler lolos uji spesifikasi teknis maka biaya untuk pembuatan aspal beton akan lebih ekonomis. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kedua campuran tidak memiliki perbedaan karakteristik yang signifikan namun berbeda nyata berdasarkan hasil analisa anova single factor. Kedua jenis filler yang digunakan menunjukkan bahwa keduanya dapat digunakan sebagai opsi filler pengganti semen. Kedua campuran mempunyai nilai KAO yang berbeda. Untuk campuran dengan filler tanah diperoleh KAO sebesar 4,8 % dengan nilai setiap karakteristiknya yaitu nilai stabilitas (1938,56 kg), flow (3,78 mm), Density (2,41 gr/cm3), VIM (4,34 %), VMA (16,33%), VFB (68,21%) dan MQ (550,97 kg/mm). Sedangkan untuk campuran dengan filler abu batu bata nilai KAO diperoleh sebesar 5,3 % dengan nilai stabilitas (1966,47 kg), flow (3,21 mm), Density (2,40 gr/cm3), VIM (3,95 %), VMA (17,13%), VFB (72,03%) dan MQ (614,29 kg/mm).
Analisis Perbandingan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode Analisa Komponen Dan Metode Manual Desain Perkerasan 2013 (Studi Kasus: Ruas Jalan Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah –Batas Kabupaten Aceh Tengah Tamalkhani Syammaun; Firmansyah Rachman; Tya Wahyuni
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.908 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.59

Abstract

Perencanaan tebal suatu struktur perkerasan jalan merupakan salah satu bagian dari rekayasa jalan yang bertujuan memberikan pelayanan terhadap arus lalu lintas sehingga memberikan rasa aman dan nyaman terhadap pengguna jalan. Kesesuaian dan ketetapan dalam menentukan parameter pendukung dan metode perencanaan tebal perkerasan yang digunakan, sangat mempengaruhi efesiensi penggunaan biaya konstruksi dan pemeliharaan jalan. Pada proses perencanaan tebal lapis perkerasan jalan raya ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain metode AASHTO 93, metode Asphalt institute, Metode Analisa Komponen (MAK) dan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2013. Masing-masing dari metode tersebut telah diaplikasikan dalam perhitungan tebal perkerasan jalan di Indonesia. Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan untuk menganalisa dua dari metode tersebut agar didapatkan perencanaan tebal perkerasan yang lebih efisien dan ekonomis dan sesuai dengan kondisi lapangan dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tebal perkerasan lentur yang dihitung dengan menggunakan metode MAK dan metode MDP 2013 pada ruas jalan Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil penelitian didapatkan tebal perkerasan masing-masing metode perhitunganyaitu tebal perkerasan dengan Metode MAK untuk lapis permukaan atas (surface) adalah 8 cm, lapis pondasi atas (base course) 40 cm, pondasi bawah (subbase course) 20 cm, dan untuk tebal timbunan pilihan sebesar 50 cm. Sedangkan tebal perkerasan dengan metode MDP 2013 untuk lapisan AC-WC adalah 4 cm, lapis AC-BC 6 cm, dan lapisan AC-Base 14,5 cm, serta untuk tebal lapisan LPA sebesar 30 cm. Hasil tebal perkerasan lentur dari kedua metode menunjukkan metode MDP 2013 lebih efisien dan ekonomis, dilihat dari segi biaya dan umur rencana yang telah diperhitungkan.
Perencanaan Awal Jaringan Pipanisasi Air Baku Secara Gravitasi (Studi Kasus: Pengambilan Air Dari Sub Daerah Aliran Sungai Krueng Inong Untuk Keperluan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy) M. Ahsan Jass; Muhilda Fitri
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.978 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.60

Abstract

Air baku merupakan kebutuhan pokok manusia yang berada pada posisi pertama dalam kehidupan dan selalu meningkat setiap tahunnya. Untuk kesejahteraan penduduk Kota Banda Aceh dan tiga Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, diperlukan ketersediaan air baku yang memadai. Penduduk biasanya memperoleh air dari PDAM Tirta Daroy yang mengambil air dari hilir DAS Krueng Aceh. Pada musim hujan konsentrasi sedimen sungai sangat tinggi sehingga air yang diperoleh penduduk cenderung keruh dan persediaan air tidak mencukupi. Selama ini penduduk mengalami kendala untuk memperoleh air sebagai pemenuhan kebutuhan terutama pada musim hujan, maka menarik bagi peneliti untuk menganalisis tentang keadaan tersebut. Sub DAS Krueng Inong merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang merupakan sumber air yang menjadi target perencanaan yang berada di Jalin Kabupaten aceh Besar. Sumber air tersebut sebagai solusi dari keresahan penduduk yang memerlukan sumber air yang lebih tinggi dan jauh dari pencemaran karena letaknya yang jauh dari pemukiman, sistem yang dikembangkan adalah sistem gravitasi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan alternatif perencanaan awal jaringan pipanisasi air baku secara gravitasi dan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengelola penyediaan air baku dan sumber daya air. Perhitungan penduduk dengan menggunakan persamaan aritmatik, sehingga didapat jumlah penduduk sebesar 410,689 jiwa pada tahun 2036. Sistem penyaluran air baku dilakukan melalui pipanisasi dengan sistem gravitasi berdasarkan elevasi muka tanah. Terdapat 4 (empat) potongan trase jalur pipa. Jarak dari tempat pengambilan air ke reservoir tujuan adalah Masing-masing memiliki jarak 29,99 km. Diameter pipa yang diperoleh adalah sebesar 16 inchi dengan Q sebesar 0,58 m3/det dan kecepatan 1,18 m/det. Setelah dilakukan penelitian maka kebutuhan air untuk masyarakat sebesar 1,09 m3/det sedangkan debit andalan 1,18 m3/det maka dapat mencukupi.
Analisis Kelayakan Dimensi Dermaga Pelabuhan Jetty Ujong Kareung Kabupaten Aceh Barat Akmal Akmal; Aris Munandar
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.105 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.61

Abstract

Pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan disekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Ukuran panjang dan tipe dermaga serta sandar kapal yang digunakan berpengaruh pada saat kapal merapat ke dermaga. Dapatkah sandar kapal atau bumper tipe A meredam benturan yang terjadi saat kapal akan merapat ke dermaga atau ketika kapal bergoyang oleh arus gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan ukuran panjang dan sandar kapal pada dermaga pelabuhan Jetty Ujong Kareung Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran dan pengambilan data serta menganalisis ukuran panjang dermaga dan sandar kapal. Ukuran dermaga 95 m, kedalaman 6 m, kapasitas sandar 3000 dwt, daya tampung 30 ton/m, trestle 27,5 x 12 m, kemampuan 3 ton causeway 12 x 145 m, bolder 5 buah, fender 19 buah, mouring buoy 2 buah, tanah area pelabuhan 3513 m2, gudang 575 m2. Pada dermaga tersebut merapat tiga jenis kapal yaitu : kapal KM. Pundi Rezeki GT 1803 NT 996 berupa kapal pengangkut minyak sawit dengan panjang 69,64 m, dan lebar 18,29, kapal KM. Sabuk Nusantara 35 berupa kapal pengangkut semen dengan panjang 65 m dan lebar 13 m. Kapal MV. Rimba Raya berupa kapal pengangkut crude oil dengan panjang 72 m dan lebar 20 m. Sandar kapal pada dermaga ini dengan jarak 10 meter dengan tipe A yang berjumlah keseluruhan 19 buah, dengan dimensi sandar kapal 1 x 2 meter. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dermaga pelabuhan Jetty Ujong Kareung Kabupaten Aceh Barat berupa ukuran panjang dan sandar kapal pada dermaga tersebut masih layak digunakan, dengan sedikit perbaikan serta pemeliharan secara berkala.

Page 1 of 1 | Total Record : 6