cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
lembagarisetilmiah@gmail.com
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
balancejurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karya Jaya Komplek Taman Karya Jaya Indah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : 28292138     EISSN : 28292138     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen is a manuscript publication media that contains the results of Research in Accounting & Management that applies for peer review. Manuscripts published in Balance Jurnal Akuntansi dan Manajemen contain the results of scientific research, original articles, and new scientific reviews, Balance: Journal of Accounting and Management accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Audit, Accounting system, Tax Accounting, Sharia Banking, Human Resource Management, Financial Management, Marketing Management, Strategic Management, Electronic Marketing, Business, and Entrepreneurship.
Articles 288 Documents
Analisis Peran Internal Control, Accounting Compliance, Etika, Keadilan Kompensasi, dan Komitmen Organisasi dalam Menekan Kecenderungan Accounting Fraud Ni Nyoman Ayu Suryandari
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti empiris mengenai peran internal control, accounting compliance, etika, keadilan kompensasi, serta komitmen organisasi dalam menjelaskan kecenderungan terjadinya accounting fraud. Kebaruan penelitian terletak pada upaya menguji secara simultan pengaruh faktor struktural organisasi dan aspek perilaku manajerial pada lembaga keuangan berbasis komunitas serta etika didasarkan atas ajaran agama Hindu yakni Tri Kaya Parisudha (manacika, wacika dan kayika). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui kuesioner. Responden penelitian berjumlah 66 orang yang dipilih secara purposive dari total populasi 159 karyawan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kecamatan Kediri. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa internal control serta komitmen organisasi memiliki pengaruh positif terhadap kecenderungan accounting fraud. Sebaliknya, accounting compliance, etika, dan keadilan kompensasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menekankan bahwa dimensi kelembagaan lebih dominan dibandingkan faktor individu dalam memengaruhi praktik accounting fraud. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya memperkuat mekanisme internal control dan meningkatkan komitmen organisasi guna menekan peluang terjadinya kecurangan. Secara teoritis, penelitian ini memperluas literatur mengenai determinan fraud, sedangkan secara praktis memberikan masukan bagi pengelola LPD dalam merancang tata kelola yang lebih efektif. This study seeks to provide empirical evidence on the roles of internal control, accounting compliance, ethics, compensation fairness, and organizational commitment in shaping the tendency of accounting fraud. The novelty of this research lies in its attempt to simultaneously examine the influence of organisational structural factors and managerial behavioural aspects on community-based financial institutions, as well as ethics based on Hindu teachings, namely Tri Kaya Parisudha (manacika, wacika and kayika). A quantitative approach was employed using a survey method with questionnaires. A total of 66 respondents were purposively selected from 159 employees of Village Credit Institutions (LPD) in Kediri District. Data were analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that internal control and organizational commitment positively affect accounting fraud tendencies, while accounting compliance, ethic, and compensation fairness show no significant effect. These results highlight that institutional dimensions play a more dominant role than individual characteristics in influencing fraudulent behavior. The study concludes that reinforcing internal control systems and enhancing organizational commitment are essential strategies to mitigate fraud tendencies. Theoretically, the study contributes to enriching the literature on fraud determinants, while practically it provides useful insights for LPD managers to strengthen governance effectiveness
Evaluasi Coretax Berbasis Technology Acceptance Model: Perspektif Aparat Pajak Pesak, Pricilia Joice; Evinita, Lenny Leorina; Miran, Michael; Gazali , Ahmad; Salindeho , Alfred
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1120

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerimaan sistem pajak digital Coretax oleh aparat pajak menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM). Berbeda dengan studi sebelumnya yang berfokus pada sektor swasta, penelitian ini menekankan konteks sistem wajib dalam lembaga pemerintah. Data dikumpulkan dari 32 responden di KPP Pratama Bitung dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap niat (t = 9,763; p < 0,000) dan penggunaan aktual (t = 84,538; p < 0,000). Persepsi ini juga memediasi pengaruh pelatihan terhadap niat menggunakan. Di sisi lain, persepsi tentang kegunaan tidak secara signifikan mempengaruhi niat untuk menggunakan sistem. Pelatihan memainkan peran penting dalam menciptakan persepsi positif terhadap sistem, sementara kualitas sistem hanya mempengaruhi seberapa mudah sistem tersebut digunakan. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan berdasarkan kebutuhan dan antarmuka yang ramah pengguna dalam mendorong adopsi teknologi di sektor publik. DJP sebaiknya memanfaatkan implikasi praktis ini untuk meningkatkan strategi mereka dalam mengadopsi sistem digital.   This study analyzes revenue from the Coretax digital tax system for tax officers using the Technology Adoption Model (TAM) framework. In contrast to previous studies that focused on the private sector, this study emphasizes the context of mandatory systems in government institutions. Data were collected from 32 respondents at KPP Pratama Bitung and analyzed using SEM-PLS. Results showed that ease of use perception significantly influenced intent (t = 3.729; p < 0.001) and actual use (t = 4.025; p < 0.001). This perception also mediates the effect of training on intention. On the other hand, perceptions of usability do not significantly affect the intention to use the system. Training plays an essential role in shaping a positive perception of the system, while the system's quality only affects how easy it is to use. These findings highlight the importance of need-based training and a user-friendly interface in driving technology adoption in the public sector. DJP should leverage these practical implications to improve its strategy for adopting digital systems.  
Penerapan Metode Time-Driven Activity-Based Costing Untuk Menghitung Harga Pokok Produk Jasa: Studi Kasus Salon Kecantikan Chata Nailart Permata Putri, Chairani
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1121

Abstract

Penentuan harga pokok produk jasa merupakan aspek krusial dalam pengambilan keputusan manajerial, terutama pada industri jasa yang memiliki keragaman aktivitas dan penggunaan sumber daya, seperti salon kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) dalam perhitungan harga pokok produk jasa pada Salon Kecantikan Chata Nailart. Metode TDABC dipilih karena mampu memberikan pengukuran biaya yang lebih akurat melalui perhitungan waktu aktual yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi aktivitas operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TDABC menghasilkan perhitungan harga pokok jasa yang lebih tepat dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan oleh pihak salon, karena mampu mengidentifikasi konsumsi waktu dan sumber daya secara rinci. Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperluas konteks penerapan metode TDABC pada sektor jasa berskala kecil, khususnya industri salon kecantikan, yang sebelumnya jarang menjadi objek kajian akuntansi biaya. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa TDABC dapat membantu manajemen dalam menentukan harga jual yang kompetitif, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data biaya aktual.   Determining the cost of goods and services is a crucial aspect in managerial decision-making, especially in the service industry that has a diversity of activities and resource use, such as beauty salons. This study aims to apply the Time-Driven Activity-Based Costing (TDABC) method in calculating the cost of service products at the Chata Nailart Beauty Salon. The TDABC method was chosen because it is able to provide a more accurate measurement of costs through the calculation of the actual time consumed by each service activity. This study uses a quantitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of operational activities. The results of the study show that the application of the TDABC method produces a more accurate calculation of the cost of services compared to the conventional method that has been used by salons, because it is able to identify time and resource consumption in detail. Academically, this research contributes by expanding the context of the application of the TDABC method in the small-scale service sector, especially the beauty salon industry, which was previously rarely the object of cost accounting studies. The practical implications of these findings suggest that TDABC can assist management in determining competitive selling prices, improving operational efficiency, and supporting data-driven decision-making of actual costs.  
Pengaruh Store Atmosphere, Service Quality, Dan Perceived Value Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Restoran Mie Gacoan Di Wilayah Solo Raya Wikasari, Heni; Susanti, Ari
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1126

Abstract

Sasaran utama dari penelitian ini ialah untuk meneliti dampak store atmosphere, service quality, dan perceived value terhadap kepuasan pelanggan pada Restoran Mie Gacoan di wilayah Soloraya. Kebaruan peneliti ini terletak pada pengujian simultan ketiga variabel pemasaran jasa dalam konteks bisnis kuliner cepat saji lokal yang memiliki ekspansi pesat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian asosiatif dan metodologi kuantitatif. Sampel purposive digunakan untuk memilih 97 responden yang menjadi sampel penelitian. Kuesioner berskala Likert lima poin digunakan untuk memperoleh data, dan analisis data diuji dengan uji instrumen, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini, diketahui bahwa variabel store atmosphere, service quality, dan perceived value menunjukkan hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, baik berdasarkan sisi individu maupun gabungan. Dengan kata lain, setiap faktor tersebut baik, secara individual maupun gabungan terbukti dapat meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan. Temuan ini menegaskan pentingnya suasana gerai, kualitas layanan, dan persepsi nilai, sebagai faktor utama pembentuk kepuasan pelanggan di industri kuliner cepat saji. Secara teoretis, hasil penelitian ini berkontribusi dalam penguatan literature pemasaran jasa, khususnya pada konsep customer based marketing dalam konteks bisnis kuliner lokal. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi pelaku bisnis kuliner untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menciptakan nilai pengalaman pelanggan serta memperkuat daya saing melalui pengelolaan suasana restoran yang nyaman dan modern.   The main objective of this study  is to examine the effect of store atmosphere, service quality, and perceived value on customer satisfaction at Mie Gacoan restaurants in the Soloraya region. The novelty of this research lies in the simultaneous testing of these three key service marketing variables within the context of a rapidly local fast food industry. Using an associative  quantitative design, data were collected from 97 purposively selected respondents through a five point Likert scale questionnaire and analyzed using instrument testing, classical assumption testing, and multiple linear regression. The results show that store atmosphere, service quality, and perceived value has a positive and significant effect on customer satisfaction, both individually and simultaneously. These findings emphasize the importance of restaurant ambiance, service quality, and perceived value as essential drivers of satisfaction in the fast food sector. Theoretically, this study contributes to the enrichment  of service marketing literature, particularly the concept of customer experience based marketing in local culinary context. Practically, it offers insights for restaurant managers to enhance service quality, create greater experiential value, and strengthen competitiveness through the management of comfortable and modern dining environment.  
Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Piutang Pada PT Samudera Puranabile Abadi Bitung Gazali, Ahmad; Pesak, Pricilia Joice; Salindeho, Alfred
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.1135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian piutang dan mengidentifikasi cara meminimalkan risiko piutang tidak tertagih pada PT Samudera Puranabile Abadi Bitung. Fenomena yang mendasari penelitian ini adalah adanya piutang macet yang dapat mengganggu likuiditas perusahaan. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, melalui tiga tahap utama: pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Proses analisis ini memungkinkan untuk menemukan pola dan hubungan antara berbagai bagian sistem pengendalian internal berdasarkan temuan lapangan. Analisis didasarkan pada teori pengendalian internal COSO, yang mencakup lima komponen utama, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian piutang perusahaan telah berfungsi secara efektif di seluruh komponen COSO, berkontribusi pada kelancaran arus kas dan manajemen risiko kredit. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan kebijakan kredit dengan sistem pengawasan internal. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan model COSO dalam konteks industri pembuat kapal, yang masih kurang dieksplorasi di Indonesia.   This study aims to analyze the effectiveness of the receivables control system and identify ways to minimize the risk of uncollectible receivables at PT Samudera Puranabile Abadi Bitung. The underlying phenomenon of this study is the existence of bad receivables that can disrupt the company's liquidity. This study uses a qualitative descriptive methodology, with data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. The data obtained was analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, through three main stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. This analysis process makes it possible to find patterns and relationships between different parts of the internal control system based on field findings. The analysis is based on COSO's internal control theory, which includes five main components, namely the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring. The findings of the study show that the company's receivables control system has functioned effectively across all components of the COSO, contributing to smooth cash flow and credit risk management. The implications of this study highlight the importance of integrating credit policy with an internal supervisory system. The uniqueness of this research lies in the application of the COSO model in the context of the shipbuilding industry, which is still underexplored in Indonesia.  
Pengaruh Mediasi Kinerja Keuangan Terhadap Hubungan Good Corporate Governance dan Kinerja Lingkungan dengan Harga Saham Agustina, Tiara Bulan; Kartika, Indri
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh good corporate governance (GCG) dan kinerja lingkungan terhadap harga saham, dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini mengisi kesenjangan riset dengan menyajikan pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan (environmental performance) dalam sektor energi yang memiliki dampak signifikan terhadap persepsi pasar modal. Sampel penelitian terdiri dari 54 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2018–2023, dipilih menggunakan purposive sampling. Data diperoleh dari laporan tahunan dan dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan maupun harga saham. Sebaliknya, kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, namun tidak langsung terhadap harga saham. Kinerja keuangan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kinerja lingkungan dan harga saham, namun tidak dalam hubungan antara GCG dan harga saham. Temuan ini menekankan pentingnya peran kinerja lingkungan sebagai faktor tak langsung dalam membentuk nilai pasar melalui jalur keuangan.   This study investigates the impact of good corporate governance (GCG) and environmental performance on stock prices, with financial performance as a mediating variable. Addressing a critical research gap, this study offers a comprehensive view of how sustainability dimensions affect market valuation in Indonesia's energy sector. The sample consists of 54 energy companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2023, selected through purposive sampling. Secondary data from annual reports were analyzed using descriptive statistics and regression models. The findings reveal that GCG does not have a significant impact on either financial performance or stock prices. In contrast, environmental performance significantly influences financial performance, though its direct effect on stock prices is not significant. Financial performance mediates the relationship between environmental performance and stock prices, but not between GCG and stock prices. These results highlight the importance of environmental performance in enhancing firm value indirectly through financial performance.  
Pengaruh Profitabilitas, Capital Intensity dan Komite Audit Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Lengkey, Putri Letyah; Kambey, Joseph Philip; Marunduh, Andrew Patrick
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1085

Abstract

Berdasarkan teori sinyal dan teori perencanaan pajak, penghindaran pajak merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk mengelola beban pajak secara efisien sekaligus memberikan sinyal kepada investor mengenai kemampuan manajemen dalam mengoptimalkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, capital intensity, dan komite audit terhadap penghindaran pajak pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Populasi penelitian mencakup 220 perusahaan manufaktur, dan melalui metode purposive sampling diperoleh 74 perusahaan sebagai sampel dengan total 296 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan aplikasi Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, sedangkan capital intensity dan komite audit tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa profitabilitas menjadi faktor keuangan utama yang mendorong praktik penghindaran pajak di sektor manufaktur Indonesia. Secara teoretis, hasil ini memperkaya literatur mengenai hubungan antara kinerja keuangan dan perilaku pajak korporasi, sementara secara praktis memberikan masukan bagi manajemen dan regulator untuk menjadikan profitabilitas sebagai indikator penting dalam kebijakan pengawasan dan strategi perpajakan perusahaan.   Based on signaling theory and tax planning theory, tax avoidance is a strategy used by companies to manage their tax burden efficiently while signaling to investors the management's ability to optimize profits. This study aims to examine the effect of profitability, capital intensity, and audit committees on tax avoidance in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020–2023. The research population included 220 manufacturing companies, and through purposive sampling, 74 companies were obtained as samples with a total of 296 observations. The data were analyzed using panel data regression with the help of the Eviews 12 application. The results showed that profitability had a significant effect on tax avoidance, while capital intensity and audit committees had no effect. These findings reinforce the understanding that profitability is a key financial factor driving tax avoidance practices in Indonesia's manufacturing sector. Theoretically, these results enrich the literature on the relationship between financial performance and corporate tax behavior, while practically providing input for management and regulators to make profitability an important indicator in corporate tax supervision and strategy policies.  
Pengaruh Pajak Hotel Dan Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kota Ternate Alfons, Florensya; Kambey, Joseph Philip; Moroki, Florence O.
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1119

Abstract

terakhir ini dikatakan masih jauh dari sasaran yang telah ditentukan oleh administrasi kota Ternate. Sektor industri perhotelan dan restoran dengan berbagai fasilitas yang sudah disediakan adalah sektor yang mempunyai sumbangan yang cukup besar terhadap PAD di Kota Ternate. Sebagai peningkatan dan kontribusi pada PAD, maka ini menjadi tantangan besar untuk pemerintah Kota Ternate bagaimana tetap mengolah pajak hotel dan restoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajak hotel dan restoran di Kota Ternate. Dengan menyajikan metode penelitian secara deskriptif kuantitatif, dilakukan pengambilan data di Kota Ternate bertempat di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD). Dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Serta teknik analisis melalui uji asumsi klasik, serta uji hipotesis. Hasilnya, setiap kenaikan penerimaan pajak hotel maupun pajak restoran akan diikuti oleh peningkatan PAD di Kota Ternate. Penelitian ini dapat menjadi kontribusi dalam hal referensi untuk mendukung pemberdayaan fasilitas di Kota Ternate.     Regional Original Revenue (PAD) reviewed in Ternate City over the past three years is said to be far from the target set by the Ternate City administration. The hotel and restaurant industry sector, with its various facilities, contributes significantly to PAD in Ternate City. As an increase and contribution to PAD, this presents a significant challenge for the Ternate City government in managing hotel and restaurant taxes. This study aims to determine the impact of hotel and restaurant taxes in Ternate City. Using a descriptive quantitative research method, data collection was conducted in Ternate City at the Regional Tax and Retribution Management Agency (BPPRD). Data collection techniques used observation and documentation. Analysis techniques included classical assumption tests and hypothesis testing. The results showed that every increase in hotel and restaurant tax revenues will be followed by an increase in PAD in Ternate City. This research can contribute as a reference to support the empowerment of facilities in Ternate City.  
Model Kewirausahaan Sosial Koperasi Seminari Tinggi Ritapiret dalam Perspektif Teori Kapabilitas Amartya Sen Chandra, Maria Helena; Animing, Efrem Hayon Santri; Jeharu, Frederikus Randi; Naput, Benediktus Yanuardi; Ngganggu, Lazarus Prasatio
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1142

Abstract

enelitian ini menganalisis peran Koperasi Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret dalam mengimplementasikan praktik kewirausahaan sosial melalui perspektif Teori Kapabilitas Amartya Sen. Kajian mengenai integrasi pendekatan kapabilitas dalam praktik koperasi pada lingkungan sosial-keagamaan masih jarang dibahas, terutama pada komunitas tertutup seperti seminari, sehingga diperlukan pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana nilai kemanusiaan diterjemahkan dalam tata kelola koperasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-interpretatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pengurus koperasi, komunitas seminari, dan masyarakat sekitar. Analisis tematik digunakan untuk menelusuri pola kontribusi koperasi terhadap penguatan kapabilitas anggota dan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dan tata kelola koperasi secara konsisten memperluas kapabilitas komunitas melalui peningkatan kesejahteraan material dan non-material, perluasan ruang partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, serta penguatan solidaritas sebagai modal sosial. Koperasi berfungsi tidak hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan kemampuan, aspirasi, dan relasi sosial yang mencerminkan prinsip human capability. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya pemahaman mengenai penerapan Teori Kapabilitas dalam kewirausahaan sosial berbasis nilai. Secara praktis, temuan ini menawarkan model pemberdayaan berbasis kapabilitas yang dapat diadaptasi oleh lembaga sosial-keagamaan untuk mendukung pembangunan manusia yang lebih inklusif dan berkeadilan.   This study analyzes the role of the St. Petrus Ritapiret High Seminary Cooperative in implementing social entrepreneurship practices through the perspective of Amartya Sen's Capability Theory. Studies on the integration of the capability approach in cooperative practices in socio-religious environments are still rarely discussed, especially in closed communities such as seminaries, so a deeper understanding is needed of how human values are translated into cooperative governance. This study uses a qualitative approach with descriptive-interpretative methods through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving cooperative administrators, the seminary community, and the surrounding community. Thematic analysis was used to trace patterns of the cooperative's contribution to strengthening the capabilities of its members and the community. The results show that cooperative programs and governance consistently expand community capabilities through improvements in material and non-material welfare, expanded participation in decision-making processes, and strengthened solidarity as social capital. Cooperatives function not only as economic institutions but also as vehicles for building capabilities, aspirations, and social relations that reflect the principle of human capability. Theoretically, this study enriches our understanding of the application of Capability Theory in value-based social entrepreneurship. Practically, these findings offer a capability-based empowerment model that can be adapted by social-religious institutions to support more inclusive and equitable human development.  
Public Knowledge Level Regarding Satisfaction with the JKN Mobile Application in Rantauprapat Rambe, Rahma Pitriyani; Pristiyono, Pristiyono; Henry, Raja Saul Martho
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kepuasan pengguna. Lokasi penelitian di Kota Rantauprapat Pada Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari 100 responden dan dianalisis melalui uji regresi sederhana, dan uji hipotesis dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,474 mengindikasikan bahwa 47,4% variasi kepuasan pengguna dapat dijelaskan oleh tingkat pengetahuan, sementara 52,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.   This study aims to analyze the influence of the level of public knowledge on user satisfaction. The research location is Rantauprapat City in 2025. The research method uses a quantitative approach. Data were collected from 100 respondents and analyzed through simple regression tests, and hypothesis testing with the help of statistical software. The results show that the level of knowledge has a positive and significant effect on user satisfaction. The coefficient of determination (R²) of 0.474 indicates that 47.4% of the variation in user satisfaction can be explained by the level of knowledge, while the remaining 52.6% is influenced by other factors outside the research model