cover
Contact Name
Janthy Trilusianthy Hidayat
Contact Email
janthyhidayat@unpak.ac.id
Phone
+6281380376263
Journal Mail Official
jurnal.teknik@unpak.ac.id
Editorial Address
Jl. Pakuan, RT.02/RW.06, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 14115972     EISSN : 27745023     DOI : https://dx.doi.org/10.33751/teknik
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Pakuan. Jurnal ini telah memiliki e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 yang memuat artikel ilmiah berupa naskah terkait hasil penelitian dalam bidang ilmu Keteknikan dan terapannya dari para peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember. The Scientific Journal of the Faculty of Engineering at Unpak is managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University. This journal, with e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 publishes scientific articles including papers, scientific ideas, and research results in the field of engineering and its applications. Contributors include researchers, academics, practitioners, and students. The journal is published twice a year, in June and December. The Engineering Journal is a scientific journal managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University with e-ISSN : 2774-5023 and p-ISSN: 1421-5972, published 2 times in a year (July and December). The aim of this journal is to publish research results in the field of engineering and its applications. This journal only accepts original scientific works that have never been published by other journals or media. The Engineering Journal accepts articles in Indonesian and English that focus and scope on the following scientific fields and applications: • Civil Engineering • Geodetic Engineering and mapping • Regional and City Planning • Transportation • Electrical and Telecommunications Engineering • Geological Engineering
Articles 229 Documents
ARAHAN RENCANA PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN SUMENEP WILAYAH DARATAN, PROVINSI JAWA TIMUR Zainal Arifin, Santun R.P Sitorus, & Janthy T. Hidayat, Zubhan
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v22i2.5011

Abstract

Kabupaten Sumenep Wilayah Daratan, Provinsi Jawa Timur didominasi oleh sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama dari masyarakat Kabupaten Sumenep Wilayah Daratan dan juga merupakan kontributor terbesar untuk Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) yaitu 39,41% pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan arahan rencana pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Sumenep Wilayah Daratan dengan mengidentifikasi komoditas unggulan pertanian, menganalisis potensi lahan yang akan dikembangkan dan juga hirarki wilayah. Data diperoleh dari instansi terkait serta melalui observasi langsung dan wawancara dengan para narasumber ahli. Beberapa metode digunakan untuk memproses data, LQ dan DS, analisis ketersediaan dan kesesuaian lahan, dan skallogram. LQ dan DS digunakan sebagai metodologi untuk menganalisis komoditas unggulan. Identifikasi lahan potensial dilakukan dengan melakukan analisis ketersediaan dan kesesuaian lahan, sedangkan hirarki wilayah dengan menggunakan metode skalogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arahan pengembangan komoditas unggulan prioritas pertama dengan hirarki wilayah tertinggi dan memiliki lahan berpotensi pengembangan di Kabupaten Sumenep Wilayah Daratan adalah Jambu Mente di Kecamatan Batuan, Jagung di Kecamatan Dungkek, dan Kacang Hijau pada  Kecamatan Kota Sumenep. Kata Kunci: arahan dan strategi pengembangan, kesesuaian lahan, komoditas unggulan.
PENENTUAN KOEFISIEN IMBUHAN (RC) AIR TANAH SUNGAI CISADANE HULU SUB DAS CISADANE AGUS KARMADI, MUHAMMAD
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v20i2.1969

Abstract

Imbuhan air tanah alami yang dimanifestasikan oleh lengkung penyusutan (recession curve) aliran dasar (base flow) adalah komponen yang sangat penting dari aliran sungai yang dihasilkan oleh aliran masuk melalui proses infiltrasi curah hujan menjadi perkolasi dan akhirnya menyumbang ke simpanan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran tentatif Koefisien Imbuhan Air Tanah Alami Sub DAS Cisadane hulu dengan luas 842.69 Km², di mana besaran imbuhan ini bisa dipakai sebagai dasar untuk penetapan pengambilan air tanah yang di izinkan pada daerah yang bersangkutan berbasis lingkungan yang bersifat sustainable/berkelanjutan, agar pemanfaatan air tanah tetap lestari. Selain itu nilai koefisien imbuhan ini juga dapat dipakai untuk menetapkan secara tak langsung besarnya imbuhan air tanah di DAS sekitarnya dalam proses regionalisasi. Karakteristik DAS yang paling umum yang mempengaruhi besar imbuhan yang meliputi curah hujan, variabel geologi, tingkat infiltrasi tanah, faktor aliran dasar, dan tutupan lahan. Kajian yang dilaksanakan untuk mendapatkan estimasi rata rata nilai imbuhan menggunakan Kurva Resesif (lengkung penyusutan/recession curve) dari data debit harian periode tahun 1980 2015 yang diperoleh dari Pusat Litbang Sumber Daya Air, Bandung. Nilai curah hujan rata-rata dicari dengan metode Isohyet kemudian dapat ditentukan nilai koefisien imbuhan (Recharge Coefficien) yakni besar nilai imbuhan dibagi dengan curah hujan rata-rata serta di bagi luas wilayah DAS maka diperoleh Nilai Koefisien Imbuhan (RC) yang di peroleh berdasarkan perhitungan sebesar 0.14 %. Sedangkan berdasarkan perhitungan Imbuhan yang terjadi pada Formasi Batuan di dapatkan Nilai Koefisien Imbuhan (RC) sebesar : 742.11 x 106 m3/tahun. Besarnya tampungan air tanah yang dapat dilepaskan atau dialirkan selama musim kering/kemarau sebesar : 172.70 x 106 m3/tahun, atau sekitar 98.27 %. Penurunan kontribusi imbuhan di daerah aliran sungai Cisadane Hulu dapat berdampak pada berkurangnya sumber air pada musim kemarau. Oleh karena itu, perlu pengelolaan sumber daya air dan upaya konservasi DAS terpadu dan berkelanjutan sebagai solusi penurunan imbuhan, sehingga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sumber daya air pada Sub DAS Cisadane Hulu dapat terjaga.  Kata kunci: imbuhan, koefisien imbuhan, kurva resesif, sub DAS Cisadane Hulu  ABSTRACT Recharge groundwater naturally manifested by curved shrinkage (recession curve) elementary streams (base flow) is a very important component of the flow stream produced by the inflow through the process of rainfall infiltration into percolation and finally donated to soil water deposits.This research aims to know the quantity of groundwater Coefficient Recharge tentative Natural Cisadane River Watershed with an area of 842.69 Km², where the magnitude of the suffixes can be used as the basis for the determination of soil water uptake in the region allow question-based environment that is sustainable, so that sustainable utilization/groundwater remain sustainable.In addition the value of the coefficient of the term can also be used to indirectly set the magnitude of the numerical groundwater in surrounding watershed in the process of regionalization.The most common watershed characteristics affecting large affixes which include variable rainfall, geology, soil infiltration rates, factor flow base, and land cover.The study was carried out to obtain the estimated average value of affix using Recessive Curves (curvilinear depreciation/recession curve) of the daily discharge data for the period 1980 2015 acquired from Water Resources R D Center in Bandung. The average rainfall value is sought by the Isohyet method and then the value of the additive coefficient (Recharge Coefficien) can be determined, by dividing recharge value and rainfall avarage of the watershed area. The Value of the Recharge Coefficient (RC) obtained based on a calculation of  0.14 %. While based on the calculation of the benefits that occur in rock formations get the value of the Recharge Coefficient (RC) of: 742.11 x 106 m3/year. The amount of groundwater that can be released or flowed during the dry/dry season is: 172.70 x 106 m3/year, or about 98.27 %. The decline in the contribution of the suffixes in the Cisadane River Watershed can impact on the depletion of water sources during the dry season.Therefore, the need to management of water resources and integrated watershed conservation efforts and sustainable as a solution decrease the suffixes, so that quality, quantity, and continuity of water resources on a watershed Cisadane can awake. Key words : recharge,  coefficient recharge, curve is recessive, Cisadane River Watershed
ANALISA KELAYAKAN SISTEM INSTALASI LISTRIK MELALUI PENGUJIAN NILAI TAHANAN ISOLASI DAN TAHANAN BUMI MAHCDI, AGUSTINI RODIAH
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v17i1.910

Abstract

Instalasi kabel listrik baik itu untuk rumah maupun gedung haruslah memenuhi standar-standar yang sudah ditentukan oleh standarisasi, kabel merupakan komponen listrik yang digunakan untuk mengalirkan energi listrik pada peralatan listrik, pemilihan kualitas suatu kabel sangatlah penting. Isolasi kabel merupakan bagian penting suatu kabel yang tidak dapat diabaikan. Bahan isolasi kabel ini terbuat dari PVC yang tidak tahan panas karena panas dapat menurunkan tahanan isolasi pada kabel. Oleh karena itu nilai standarisasi dari tahanan isolasi harus dipenuhi dalam setiap instalasi listrik. Selain tahanan isolasi, ada satu komponen lagi yaitu tahanan bumi atau biasa disebut sistem pentanahan (grounding system), Tujuan utama pentanahan adalah menciptakan jalur yang lowimpedance (tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage. Penerangan, arus listrik, circuit switching dan electrostatic discharge adalah penyebab umum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. Sistem pentanahan yang efektif akan meminimalkan efek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan mengetahui degradasi tahanan isolasi kabel saat mengalirkan arus listrik dan mengukur kualitas dari suatu sistem pentanahan agar nilai-nilai standar tahanan bumi terpenuhi. Kata kunci : Instalasi Listrik, Tahanan Isolasi, Tahanan Bumi, Pentanahan, Grounding
PERENCANAAN PENERANGAN LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS PAKUAN DENGAN SOFTWARE DIALux Evo 8.2 Soebagia, Hasto; Adzikri, Fikri; Toha, Muhammad Fadhil; Ardiansyah, Faza
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v24i02.9390

Abstract

Laboratorium sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran dan praktikum, sudah seharusnya memberikan kenyamanan mata kepada pengguna untuk bisa melakukan praktikum atau pekerjaan lain dengan baik dan nyaman. Pencahayaan yang kurang tepat dapat membuat mata menjadi tidak nyaman dan cepat lelah. Selain itu, hal ini akan menyebabkan kelelahan mental dan kerusakan mata. Sesuai (SNI) 6197:2011, tentang tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan untuk ruang laboratorium minimal 500 lux. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perencanaan penerangan buatan (lampu) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) secara visual di laboratorium Teknik Elektro Universitas Pakuan menggunakan software DIALux Evo 8.2. Metodologi Penelitian yang digunakan antara lain, pertama melakukan pengukuran dan observasi kondisi saat ini, yang antara lain dilakukannya pengukuran ruang, jumlah lampu yang digunakan, pengukuran intensitas penerangan menggunakan lux meter, kemudian hasil pengukuran dan obsevasi dibandingkan dengan kriteria pencahayaan, kedua memvisualisasikan penerangan laboratorium dengan menggunakan software DIALux evo 8.2. Software DIALux evo merupakan software yang digunakan untuk membuat scenario penerangan dalam tampilan 3D (pemodelan), memprediksi pencahayaan, dan memberikan perhitungan parameter objektif. Hasil pengukuran dan simulasi tingkat penerangan pada laboratorium yang masih dibawah Standar Nasional Indonesia (SNI-6197:2011), dioptimalisasi dengan menambahkan watt dan lumen lamun pada software DIALux evo hasil yang didapatkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI-6197:2011). Kata Kunci : Laboratorium, Penerangan, Software DIALux.
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA PADA KNAPSACK PROBLEM Studi Kasus : Optimasi Pemilihan Buah Kemasan Kotak SUNARWAN, Bambang Sunarwan, Riyadi Juhana
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v13i1.858

Abstract

AbstrakAlgoritma genetika adalah algoritma pencarian yang didasarkan atas mekanisme dari seleksi alam yang lebih dikenal dengan proses evolusi. Dalam proses evolusi, individu secara terusmenerus mengalami perubahan gen untuk menyesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Hanya individu-individu yang kuat yang mampu bertahan. Proses seleksi alamiah ini melibatkan perubahan gen yang terjadi pada individu melalui proses perkembang-biakan. Dalam algoritma genetika, proses perkembang-biakan ini menjadi proses dasar yang menjadi perhatian utama, dengan dasar berpikir: “Bagaimana mendapatkan keturunan yang lebih baik”.Permasalahan yang akan diselesaikan pada Knapsack Problem ini adalah optimasi pemilihan buah kemasan kotak pada proses distribusi barang untuk menekan biaya pengiriman dan memaksimalkan keuntungan. Adapun parameterparameter yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Hanya terdapat satu item paket buah kemasan  kotak yang sejenis dan memiliki profit, tingkat kebutuhan pasar, berat, volume, dan masa awet buah yang akan dipilih b). Berat ataupun volume total dari item buah kemasan kotak yang dipilih tidak boleh melebihi kapasitas dari Knapsack. Parameter-parameter pada algoritma genetika dapat diubah-ubah sesuai keinginan user seperti: ukuran populasi, probabilitas mutasi, dan probabilitas crossover d. Sistem akan menampilkan solusi optimal dari hasil pencarian yang berupa terpilih atau tidaknya suatu item untuk bisa dimasukkan ke dalam Knapsack, nilai keuntungan total, berat total, dan volume total dari item yang terpilihDari pengembangan dan ujicoba yang telah dilakukan terkait dengan implementasi algoritma genetika pada knapsack problem, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: 1). Algoritma genetika cukup baik digunakan pada knapsack problem. 2). Peningkatan jumlah populasi akan memberikan nilai fitness yang semakin tinggi, yang berarti bahwa solusi optimal yang ditemukan semakin baik. Karena dengan peningkatan jumlah populasi akan memberikan ruang solusi yang semakin banyak. Kata Kunci:   Algoritma Genetika (AG), Knapsack
POLA SEBARAN DAN KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN HIDROKIMIA MATA AIR PADA ENDAPAN VOLKANIK, DI SUB DAS CIHIDEUNG, DAS CISADANE HULU KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT IRIANTO, INA, dan IWAN RIDWANSYAH, SINGGIH
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v23i2.6970

Abstract

Lokasi studi  di sub DAS Cihideung, lereng timur G. Salak,  merupakan salah satu bagian dari DAS Cisadane hulu dan bagian dari Cekungan Air Tanah (CAT)  Bogor bagian  selatan  yang tersusun oleh batuan endapan volkanik kuarter peroduk G. Salak berupa lava andesit, breksi vulkanik, tuf lapili dan breksi laharik.  CAT Bogor bagian selatan  memiliki potensi airtanah yang tinggi dan intensitas pemanfaatan air tanah juga tinggi  melalui sumur bor dalam, bor dangkal dan mata air.   Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pola sebaran mata air ,karakteristik hidrokimia  dan hubungannya dengan geomorfologi dan litologi . Metodologi  yang digunakan mencakup studi literatur, pendekatan lapangan melalui pemetaan hidrogeologi, pengamatan mata air, pengukuran debit dana analisis sifat fisik dan kimia mata air  serta analisis hidrokimia air tanah.  Analisis geomorfologi dilakukan dengan menggunakan data DEM (Digital Elevation Model).  Untuk korelasi keterkaitan elevasi dan sifat fisik air tanah menggunakan metode geostatistik  regresi linier.  Terdapat  lebih dari  26 mata air dengan debit antara 0,1- 15 lt/det, tipe  mata air  berupa rekahan, kontak dan depresi. Karakteristik sifat fisik dan  kimia airtanah   pH, suhu, zat padat terlarut (ZPT) dan daya hantar listrik (DHL). Hasil pengukuran sifat fisik dan kimia mata menunjukan nilai  pH 5,58-8,4,  suhu 21oC – 27,5oC , zat padat terlarut (ZPT)  13-51 mg/l, dan daya hantar listrik (DHL) 26-102μS/cm. Hasil analisis  hidrokimia menunjukan fasies sodium bikarbonat(Na++HCO3. ) . Pola aliran air tanah bergerak cenderung dari barat ke timur mengikuti  morfologi yang melandai ke arah timur. Hasil korelasi menunjukan keterkaitan DHL, ZPT dengan elevasi dan arah aliran airtanah.  Kata kunci : Mata air,  Volkanik, sifat fisik , Hidrokimia, Airtanah. ABSTRACT The study has taken place at Cihideung sub-watershed, the eastern slope of Mt. Salak, which is one part of Upper Cisadane watershed and part of the southern Bogor Groundwater Basin.Composed of volcanic quaternary sedimentary rocks of Salak mountain in the form of andesitic lava, breccias volcanic, tuff lapilli and lava breccias. The southern part of Bogor Groundwater Basin has a high potential of groundwater and the intensity of groundwater utilization is also high by deep drilled wells, shallow drilled wells and springs. This research is intended to determine the distribution pattern of springs, hydrochemical characteristics and their connection with geomorphology and lithology. Methodology that had been used including literature studies, field approaches through mapping hydrogeology, observation of springs, measurement of discharge and analysis of the physical and chemical properties of the water resource and groundwater hydrochemical analysis.Geomorphological analysis was carried out using DEM (Digital Elevation Model) data. For correlation between elevation and physical properties of groundwater using the linear regression geostatistical method. There are more than 26 springs with discharge between 0.1-15 l/s, the types of springs are fractures, contacts and depressions. Characteristics of physical properties and groundwater chemistry, pH, temperature, total dissolved solids (TDS) and electrical conductivity (EC).The results of measurements of the physical and chemical properties of the water resource showed a pH value of 5.58-8.4, a temperature of 21 o C – 27.5 o C, TDS 13-51 mg/l, and EC 26-102µS/cm. Analysis results hydrochemistry shown the facies sodium bicarbonate (NaHCO3.). Groundwater flow patterns tend to move from west to east following a morphology that slopes eastward. Correlation results shown the correlation between DHL, ZPT and temperature with elevation and flow direction groundwater is relatively strong. Keywords : Springs, Volcanics, physical properties, Hydrochemistry, Groundwater.
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR KOMALA DEWI, M. YOGIE SYAHBANDAR, dan MUHAMMAD HATTA OPE, INDARTI
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v22i2.4692

Abstract

Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 memiliki 22 (duapuluh dua) Kecamatan yang di tetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor salah satunya Kecamatan Sukamakmur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat ancaman longsor, mengidentifikasi tingkat kerentanan longsor, mengidentifikasi tingkat kapasitas daerah, mengidentifikasi risiko bencana longsor serta mengidentifikasi risiko bencana longsor terhadap pemanfaatan ruang di Kecamatan Sukamakmur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisa spatial (GIS) dengan cara overlay, pembobotan dan skoring dan metode analisa deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisa Kecamatan Sukamkmur memiliki ancaman longsor rendah 22,44%, sedang 56,21 % dan tinggi 21,28%. Kerentanan longsor terdiri dari kerentanan rendah  60,67% dan sedang 39,24%. Kapasitas daerah terdiri dari kapasitas daerah sedang 68,80% dan tinggi 31,19%. Selanjutnya untuk Risiko bencana longsor di Kecamatan Sukamakmur memiliki Risiko rendah 56,83 %, risiko sedang 40,84 % risiko tinggi 2,33 %. Analisa Risiko bencana longsor terhadap Pemanfaatan Ruang (RTRW) Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 yang berada di Kecamatan Sukamakmur didominasi oleh kawasan permakiman perkotaan kepadatan rendah dengan luas 3793 Ha memiliki tingkat risiko rendah sebesar 29,91 %, tingkat risiko sedang 11,87%, tingkat risiko tinggi sebesar 19,78%.Kata kunci : Pemanfaatan Ruang, Risiko Longsor
EVALUASI KARAKTERISTIK LALU LINTAS DAN TINGKAT PELAYANAN JALAN DI KAWASAN SIMPANG KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR NGURAH PURNAMA JAYA, GDE
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v19i1.1686

Abstract

Persimpangan Parung merupakan ruas jalan kolektor sekunder yang menghubungkan antara Kecamatan Parung dengan wilayah Kota Bogor, Ciseeng, Tangerang, Ciputat dan Kota Depok serta merupakan perpotongan dari ruas Jalan Raya Parung - Bogor dan Jalan Haji Mawi-Ciseeng, Jalan Raya Gunung Sindur dan Jalan Raya Sawangan. Selain itu, kawasan simpang Parung juga merupakan salah satu kawasan yang memiliki permasalahan transportasi yang cukup komplek, seperti kondisi jalanan padat, terjadinya perlambatan pergerakan kendaraan, kemacetan hampir terjadi disepanjang ruas jalan, serta kenyamanan berlalu-lintas berkurang akibat tingginya hambatan samping. Berdasarkan hasil identifikasi kondisi kegiatan sekitar sepanjang ruas jalan dan analisis karakteristik arus lalu lintas kendaraan di kawasan simpang Parung Parung,ditemukan bahwa:  Penyebab permasalahan Lalu Lintas yang terjadi di Kawasan Simpang Parung : tingginya hambatan samping,  terjadinya penyempitan badan jalan yang diakibatkan oleh banyaknya angkutan kota dan angkutan bis yang ngetem, manajemen lalu lintas kawasan simpang belum tertata dengan baik,.Karakteristik Lalu Lintas di Ruas Jalan Kawasan Simpang Parung: bahwa kapasitas dasar masing-masing ruas jalan lebih tinggi dari kapasitas aktual dari masing-masing ruas jalan kawasan simpang di Kecamatan Parung, besarnya volume lalu lintas kendaraan dari masing-masing ruas jalan pada saat jam-jam puncak. Sehubungan dengan keadaan dan permasalahan lalu-lintas yang terjadi di kawasan simpang Parung, maka upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemacetan lalu-lintas yang terjadi adalah dengan cara perbaikan manajemen lalu-lintas yang tujuannya meningkatkan atau memperbaiki kinerja ruas jalan, sehingga nantinya diharapkan dapat melayani arus lalu-lintas dengan baik dan lancar. Kata Kunci: Perkotaan, Transport, Volume Lalu Lintas
IDENTIFIKASI BENTANG ALAM KARST UNTUK PENENTUAN KAWASAN KONSERVASI DAN BUDIDAYA DAERAH CIBARANI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIRINTEUN, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN SOLIHIN, dan ZAENUN NASIHIN, SINGGIH IRIANTO,
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v21i2.3285

Abstract

Klasifikasi kawasan bentangalam karst untuk kawasan konservasi dan budidaya daerah  cibarani, yang secara administratif daerah penelitian termasuk kedalam Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Secara  geografis daerah penelitian terletak pada  106° 15 13” BT - 106° 22 14” BT dan 06° 64 16” LS -  06° 71 38” LS.  Daerah Sareweh Kecamatan Cirinten Lebak Banten terdapat sebaran batugamping yang membentuk suatu morfologi khas yang dikenal sebagai karst. Fenomena karst yang dijumpai antara lain gua, ornamen gua, jaringan sungai bawah tanah serta bukit karst. Permukaan karst pada kawasan ini secara fisik memperlihatkan kondisi gersang namun pada bagian bawah permukaan terdapat sumber air yang melimpah yang mensuplai desa di dataran rendah untuk kebutuhan sehari - hari seperti air minum, dan pertanian. Bentang Alam Karst daerah penelitian dibagi kedalam 3 (tiga) kelas, yaitu : Kawasan Karst Kelas I, Kawasan Karst Kelas II dan Kawasan Karst Kelas III. Kawasan Karst Kelas I dan Kelas II termasuk kedalam kawasan konservasi sedangkan Kawasan Karst Kelas III termasuk kedalam kawasan budi daya. Kata Kunci : Cibaranim, Klasifikasi, Morfologi, Karst.
SENSOR ROUTER OPTIK UNTUK JARINGAN FIBER OPTIK BERBASIS LIQUID CRYSTAL CELL YAMATO, YAMATO
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v20i1.1412

Abstract

Sensor jaringan Fiber Optik saat ini berkembang pesat. Jaringan Fiber Optik banyak digunakan karena sifat dasar Fiber Optik yang tahan terhadap gangguan elektromagnetik dan aman terhadap terhadap atmosfer, selain itu mempunyai bobot yang ringan dan bandwidth yg lebar sebagai media transmisi. Dalam tulisan ini, diusulkan sebuah router optik yang semuanya berbasis Liquid Crystals, Polarisasi, dan Polarisasi ruang pada Beam Splitter. Implementasi dari perangkat ini dirancang untuk dapat beroperasi dengan cahaya dan telah diuji dengan Plastic Optical Fiber. Perangkat ini memiliki Crosstalk sebesar 14 dB antara saluran ON dan saluran OFF dan memiliki loss sebesar 11 dB. Waktu rata-rata saat switch  yang terukur 100 ms. Perangkat ini juga dapat memeriksa Power Level Optic pada masing-masing saluran, apabila terjadi kegagalan dan alarm aktif maka secara otomatis ter-switch ke saluran operasi. Kata Kunci : Router Optik, Liquid Crystal Cell, Spliiter, Power Level Optic

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik More Issue