cover
Contact Name
Janthy Trilusianthy Hidayat
Contact Email
janthyhidayat@unpak.ac.id
Phone
+6281380376263
Journal Mail Official
jurnal.teknik@unpak.ac.id
Editorial Address
Jl. Pakuan, RT.02/RW.06, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 14115972     EISSN : 27745023     DOI : https://dx.doi.org/10.33751/teknik
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Pakuan. Jurnal ini telah memiliki e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 yang memuat artikel ilmiah berupa naskah terkait hasil penelitian dalam bidang ilmu Keteknikan dan terapannya dari para peneliti, akademisi, praktisi dan mahasiswa. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember. The Scientific Journal of the Faculty of Engineering at Unpak is managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University. This journal, with e-ISSN : 2774-5023 dan p-ISSN : 1411-5972 publishes scientific articles including papers, scientific ideas, and research results in the field of engineering and its applications. Contributors include researchers, academics, practitioners, and students. The journal is published twice a year, in June and December. The Engineering Journal is a scientific journal managed by the Faculty of Engineering, Pakuan University with e-ISSN : 2774-5023 and p-ISSN: 1421-5972, published 2 times in a year (July and December). The aim of this journal is to publish research results in the field of engineering and its applications. This journal only accepts original scientific works that have never been published by other journals or media. The Engineering Journal accepts articles in Indonesian and English that focus and scope on the following scientific fields and applications: • Civil Engineering • Geodetic Engineering and mapping • Regional and City Planning • Transportation • Electrical and Telecommunications Engineering • Geological Engineering
Articles 229 Documents
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR SANTUN R.P SITORUS, dan MUJIO, HARSONO,
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v23i2.6863

Abstract

ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara  pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi ketertinggalan pembangunan dilakukan melalui pemekaran wilayah salah satunya dengan  menggunakan strategi pengembangan wilayah yang didasarkan pada kemampuan lahan.  Makalah ini berdasarkan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui daya dukung sumberdaya lahan berdasarkan kemampuan lahan, keselarasan penggunaan lahan eksisting terhadap kemampuan lahan, keselarasan alokasi pemanfaatan ruang dalam Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor (2016-2036) terhadap kemampuan lahan.  Untuk mengetahui kemampuan sumber daya lahan dengan menggunakan Analisa spasial kelas kemampuan lahan, untuk mengetahui keselarasan penggunaan lahan eksisting dan keselarasan alokasi pemanfaatan ruang dalam pola ruang  RTRW terhadap kemampuan lahan  menggunakan tehnik overlay.  Hasil analisis menunjukan klasifikasi kemampuan lahan di wilayah Bogor Barat terhadap pengembangan kawasan  didominasi oleh lahan dengan kelas IV (rendah)  dan kelas III (sedang), sedangkan keselarasan penggunaan lahan eksisting dengan kemampuan lahan selaras sebesar 97,7%, sedangkan keselarasan atas alokasi lahan pada rencana pola ruang RTRW  lebih kecil sebesar 66,4%.  Kejadian ini  karena tidak efektifnya upaya pengendalian penggunaan lahan. Jika dilihat dari keselarasan penggunaan lahan dibanding dengan kemampuan lahan, terdapat kecenderungan penggunaan  lahan yang melebihi kemampuan lahan. Hal ini menjadikan  rencana alokasi pemanfaatan lahan yang berdasarkan pola ruang RTRW menjadi instrument  yang penting dalam pengendalian pemanfaatan lahan terhadap kemampuan lahan. Kata kunci : Kemampuan Lahan, Penggunaan Lahan Eksisting, Pola Ruang, Keselarasan. ABSTRACT West Bogor Region, Bogor Regency, is an area that in terms of economic development is the most lagging behind compared to other Bogor Regency areas. To reduce the lag in development, it is carried out through regional expansion, one of which is by using a regional development strategy based on land capability. This paper is based on research with the aim of knowing the carrying capacity of land resources based on land capability, alignment of existing land use with land capability, alignment of spatial use allocation in the Bogor Regency Spatial Plan (2016-2036) to land capability. To determine the ability of land resources by using spatial analysis of land capability classes, to determine the alignment of existing land use and the alignment of spatial use allocation in the spatial pattern of the RTRW to land capabilities using the overlay technique. The results of the analysis show that the classification of land capability in the West Bogor region towards regional development is dominated by land with class IV (low) and class III (medium), while the alignment of existing land use with land capability is 97.7%, while the alignment of land allocation in RTRW spatial pattern plan is smaller by 66.4%. This incident is due to the ineffectiveness of land use control efforts. When viewed from the alignment of land use compared to land capability, there is a tendency to use land that exceeds land capacity. This makes the land use allocation plan based on the spatial pattern of the RTRW an important instrument in controlling land use on land capability. Keywords: land capability, existing land use, spatial pattern, harmony
ELECTRICAL ENHANCED OIL RECOVERY, MENINGKATKAN PRODUKSI MINYAK MENGGUNAKAN METODA DIRECT CURRENT WITASTA, NYOMAN
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v21i2.3231

Abstract

Produksi Minyak Indonesia terus menurun dan penemuan eksplorasi tidak signifikan. Dilain pihak Sebagian besar lapangan migas di Indonesia merupakan lapangan tua yang sudah optimal pengurasannya secara primer dan seharusnya sudah masuk ketahap produksi sekunder maupun tersier. Salah satu upaya meningkat produksi adalah dengan teknologi enhanced oil recovery yaitu teknologi meningkatkan produksi minyak yang tidak dapat diproduksikan secara primer maupun sekunder. Untuk itu perlu terobosan mencari teknologi baru yang tidak membutuhkan investasi besar. Teknologi electrical enhanced oil recovery (EEOR) yaitu mengalirkan arus listrik searah (DC) melalui reservoir dapat memperbaiki  permeabilitas efektif batuan,  tegangan antar muka air dan minyak, dan viskositas,  yang berujung pada perbaikan mobilitas minyak dan meningkat produksi. Uji coba EEOR dilakukan disalah satu  lapangan tua Sumatera selatan, pada reservoir batupasir sumur sumur XX dan sumur produksi YY. Aplikasi EEOR terbukti dapat  meningkatkan perolehan minyak (recovery factor), dan meningkatkan produksi minyak  dari 6,5  hingga 61 barel per hari, menurunkan kadar air (water cut) dari 90-65%, menurunkan specific gravity dari 0,89-0,82 centipoice (cP) dan meningkatkan API gravity minyak dari 31-42. Kata Kunci : eksplorasi, electrical enhanced oil recovery, recovery factor, API gravity, water cut
PEMBUATAN FILTER CHEBICHEF LOW PAS DAN HIGH PAS MENGGUNAKAN PROGRAM MATLAB SATRIA UTAMA, HERRRY
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v20i1.1396

Abstract

Filter rangkaian yang berfungsi untuk memilih frekwensi yang akan dilewatkan pada Perangkat Telekomunikasi. Yang dirakit menggunakan component R dan C secara sirkuit, mekanik dan sebagainya juga. Dengan perkembangan pengolahan sinyal digital rangkaian filter tersebut dibuat menggunakan  programming ,Komponen aktif dan pasif filter digunakan secara bertahap digantikan melalui programming DSP circuit. Pada dasarnya rangkaian aktif berarti membuat filter dengan menggunakan penguat, transistor dan sebagainya yang digunakan untuk meningkatkan prediktabilitas serta kinerja filter. Di sisi lain, filter pasif sebenarnya dibuat oleh empat elemen linear dasar seperti resistor, kapasitor, transformator dan induktor. Namun, filter pasif non linier lebih kompleks seperti jalur transmisi. Filter pesanan yang lebih tinggi menyediakan gulungan lebih besar off rates antara pass band dan stop band. Filter ini juga diperlukan untuk mendapatkan tingkat atenuasi yang dibutuhkan atau ketajaman cutoff. Dalam tulisan ini akan dibahas High Pass Filter (HPF) dan Low Pass Filter (LPF) di keduanya rangkaian aktif dan pasif dengan bentuk gelombang simulasi. Selanjutnya, Disini akan disimulasikan low order yang tinggi pass dan high order high pass filters juga untuk menunjukkan pentingnya tingkat tinggi. Dalam suatu sistem komunikasi penggunaan rangkaian filter sangat penting. Salah satu cara untuk memudahkan dalam perancangan sebuah filter dilakukanlah teknik simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simulasi untuk menghasilkan respon ouput filter jenis chebyshev serta menghasilkan nilai komponen induktor (L) dan kapasitor (C) yang dibutuhkan untuk merangkai filter. Simulasi yang dirancang pada penelitian ini menggunakan Graphical User Interface (GUI). Dari simulasi yang dilakukan, didapatkan respon Chebyshev pada low pass filter, high pass filter, Kata kunci :  Low pass filter, high pass filter, chebichef, respon frekuensi
PEMANFAATAN FOTO UDARA UNTUK RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DESA TAMANSARI Firmansyah, Yudi
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v25i1.10237

Abstract

ABSTRAK Penyusunan rencana pengembangan suatu Kawasan sangat membutuhkan data dasar yang memiliki tingkat validitas serta tingkat presisi yang tinggi. Salahsatu data dasar yang dibutuhkan adalah peta citra resolusi tinggi, beberapa jenis peta citra resolusi tinggi telah lazim digunakan dalam berbagai analisis perencanaan. Untuk perencanaan Kawasan yang memiliki area tidak terlalu luas pemanfaatan foto udara sebagai data dasar dalam analisis perencanaan dinilai sangat efektif dan efisien dari segi kepraktisan metode dan biaya. Dalam penyusunan rencana pengembangan Kawasan wisata di Desa Tamansari memanfaatkan metode foto udara sebagai data dasar analisis. Pengambilan foto udara dilakukan dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone dengan tipe DJI Mavic Pro 2. Dari hasil analisis yang dilakukan dari peta citra diketahui bahwa lokasi rencana pengembangan Kawasan wisata desa Tamansari memiliki luas 2,4Ha yang memiliku tutupan lahan dominan semak belukar dan vegetasi hutan serta berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Data dasar tersebut menjadi pertimbangan dalam penentuan konsep rencana pengembangan pariwisata yang akan disusun.  Kata Kunci : Potret Udara, Pengembangan Wisata  ABSTRACT Preparing a development plan for an area really requires basic data that has a high level of validity and precision. One of the basic data needed is a high-resolution image map. Several types of high-resolution image maps are commonly used in various planning analyses. For planning areas that have areas that are not too large, the use of aerial photography as basic data in planning analysis is considered very effective and efficient in terms of method practicality and cost. In preparing the development plan for the tourist area in Tamansari Village, aerial photography methods were used as basic data analysis. Aerial photography was taken using an unmanned aircraft or drone with the DJI Mavic Pro 2 type. From the results of the analysis carried out on the image map, it is known that the location of the planned development of the Tamansari village tourist area has an area of 2.4 Ha which has dominant land cover of shrubs and forest vegetation. and directly borders the Mount Halimun Salak National Park Area. This basic data is taken into consideration in determining the concept of the tourism development plan that will be prepared. Keywords          : Aerial photography, Tourism Development
EVALUASI PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PELAYANAN BIDANG SARANA DAN PRASARANA DASAR KABUPATEN KUTAI TIMUR Mudianto, Arif
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v16i1.355

Abstract

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Salah satu kewenangan Pemerintah Daerah adalah membuka peluang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan inovasi dalam peningkatan terhadap pelayanan publik. Oleh karena itu, maka setiap Pemerintah Daerah perlu melakukan evaluasi terhadap pencapaian SPM tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah membagi 4 (empat) bidang pelayanan utama, yaitu : 1) Pelayanan bidang sosial dan kemasyarakatan, 2) Pelayanan bidang kesehatan dan lingkungan, 3) Pelayanan bidang pendidikan dan kebudayaan, serta 4) Pelayanan bidang sarana dan prasarana dasar. Terkait dengan pelayanan dalam bidang sarana dan prasarana dasar terdiri dari : 1) Pelayanan bidang perumahan rakyat, dan 2) Pelayanan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.Untuk melakukan evaluasi terhadap SPM Bidang Perumahan Rakyat mengacu pada Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 22/Permen/M/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perumahan Rakyat Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota sedangkan evaluasi terhadap SPM Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.Dari hasil evaluasi diperoleh pencapaian SPM Bidang Perumahan Rakyat dan SPM Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Hasil pencapaian SPM dibagi menjadi 4 (empat) penilaian, yaitu Melebihi Target, Memenuhi Target, Belum Memenuhi Target dan Tidak Dapat Dilakukan Evaluasi.Ditinjau aspek pencapaian SPM Bidang Perumahan Rakyat terdapat : 1 indikator yang Memenuhi Target dan 2 indikator yang Belum Memenuhi Target. Sedangkan ditinjau dari aspek pencapaian SPM Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terdapat : 3 indikator yang Melebih Target, 3 indikator yang Memenuhi Target, 11 indikator yang Belum Memenuhi Target dan 11 indikator yang Tidak Dapat Dilakukan Evaluasi.
ANALISIS FUNGSI HALTE DALAM SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN KOTA BOGOR NGURAH PURNAMA JAYA, GDE
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v23i1.5601

Abstract

Perlu mengetahui lokasi halte di Koridor II Trans Pakuan jalur Cidangaiang Ciawi Harjasari dilihat dari penggunaan lahan, jumlah naik dan turun penumpang serta persepsi masyarakat, sehingga dapat memberi akses yang layak kepada penumpang dan dapat menunjang BRT agar lebih efektif dan aman, sehingga pengguna Bus Trans Pakuan dapat dioptimalkan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: Menganalisis penggunaan lahandi sekitar halte pada jalur koridor II Bus Trans Pakuan yaitu Cidangiang Ciawi - Harjasari.Menganalisis sebaran lokasi exsisting halte Bus Trans Pakuan di Koridor II.Menganalisislokasihalte Trans Pakuanpada segmen jalan, yang dapatberfungsi optimal bagi BRT Trans Pakuan berdasarkan jumlah naik dan turun penumpang, serta persepsi masyarakat di sekitar lokasi halte Koridor II Trans Pakuan. Ada beberapa saran dari penelitian, yakni : Didasarkan identifikasi dampak yang akan timbul, maka perlu dilakukan pengaturan dan penataan ruang sepanjang koridor Blackspot, pengelolaan kawasan, dan penegakkan hukum (monitoring dan pengendalian ruang secara ketat.Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam studi dan perencanaan blackspot selanjutnya. Dibutuhkan waktu studi yang lebih lama agar terwuud penelitian yang sempurna. Kata kunci : Kenyamanan, Pejalan Kaki, Trotoar
ANALISIS PERGERAKAN HORIZONTAL DAN VERTIKAL SERTA ANALISIS KESTABILAN BANGUNAN PENGAMAN PANTAI STUDI KASUS : DI MOROSARI KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH dan DESSY APRIYANTI, RUDIE RACHMAT ATMAWIDJAJA
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v20i2.2075

Abstract

Pantai Morosari telah mengalami erosi yang merusak kawasan pantai dan bangunan pemecah gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mengenai deformasi dan stabilitas bangunan pemecah gelombang. Analisis deformasi meliputi analisis kesebangunan dan analisis pergerakan. Analisis stabilitas yang dilakukan meliputi, stabilitas lapis lindung, daya dukung, dan penurunan tanah setelah mengalami perubahan bentuk terhadap bangunan tersebut. Berdasarkan hasil analisis deformasi, rata-rata besar pergerakan horizontal sebesar 3,331 cm/6 bulan dan rata-rata pergerakan vertikal sebesar 2,988 cm/6 bulan untuk bangunan pemecah gelombang 2011. Rata-rata besar pergerakan horizontal sebesar 4,165 cm/6 bulan dan rata-rata pergerakan vertikal sebesar 2,491 cm/6 bulan untuk bangunan pemecah gelombang 2013. Arah pergerakan horizontal cenderung ke arah barat laut dan arah pergerakan vertikal mengalami penurunan. Nilai konsolidasi tanah dari hasil pengukuran tahun 2016 pada bangunan pemecah gelombang tahun 2011 sebesar 2,117 cm/6 bulan  cm, tahun 2013 sebesar 2,520 cm/6 bulan. Besarnya nilai daya dukung tanah (SF) bangunan pemecah gelombang tahun 2011 sebesar 13,361, tahun 2013 sebesar 12,937. Hal ini yang menyebabkan bangunan pemecah gelombang 2011 lebih stabil dibandingkan bangunan pemecah gelombang 2013. Hasil perhitungan armouring  untuk bangunan pemecah gelombang tahun 2011, yaitu 365 kg, tahun 2013, yaitu 337 kg, sedangkan untuk berat batu lapis lindung di lapangan sebesar 300 kg. Hal tersebut menunjukkan bahwa armouring di lapangan pada bangunan pemecah gelombang tahun 2011 dan tahun 2013 tidak stabil. Kata kunci : bangunan pemecah gelombang, analisis deformasi, analisis daya dukung tanah, analisis penurunan tanah, Kabupaten Demak.
TINJAUAN KIMIA AIRTANAH KABUPATEN MAJENE, SULAWESI BARAT FIRMASNYAH, BAMBANG SUNARWAN, DERI
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v17i1.911

Abstract

Penelitian dilakukan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dengan tujuan untuk tinjauan kimia airtanah Kabupaten Majene agar diperoleh data dasar airtanah sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan, pemenuhan air bersih di setiap ibukota kecamatan dan pemukiman di sekitarnya. Seperti telah diketahui di daerah-daerah pesisir pantai sangat sulit untuk mendapatkan air segar, kondisi ini dikarenakan adanya pengaruh air laut yang mengakibatkan airtanah di daerah pesisir pantai menjadi payau atau bahkan asin seperti air laut. Terlebih lagi untuk daerah yang memiliki penyusun batuan berupa batugamping, air permukaan akan sulit dijumpai. Airtanah pun sulit, dan jika ada bisa berpotensi mengandung banyak zat kapur. Kelangkaan air juga berkorelasi dengan besarnya curah hujan daerah tersebut, semakin kecil maka semakin langka pula air di daerah tersebut. Hasil tinjauan kimia airtanah hasil dari uji laboratorium sifat fisik air yang di peroleh dari total 63 sumur existing atau sumber air yang di gunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari hanya 7 titik yang memiliki nilai melebihi ambang batas air tawar (sudah termasuk air payau) dan terdapat sekitar 5 daerah di wilayah pusat kota Majene dan sekitarnya yang teridentifikasi kesulitan air bersih, yaitu daerah Rangas, Leppe, Barane-Lembang-Luttang, Tande dan Soreang. Kata kunci :  Kimia Airtanah, Majene, Sulawesi Barat.
REVIEW DAN PEMETAAN LAHAN KRITIS DALAM WILAYAH URBAN Pamungkas, Helmi Setia Ritma; Yogaswara, Laila Mardlotillah; Adhitia, Iit; Karmadi, Muhammad Agus
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v24i02.9396

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu wilayah urban penyangga atau pinggiran kota megapolitan yang terdekat dengan Jakarta yang memiliki keterbatasan ruang. Dampak dari pemanfaatan ruang yang tidak sesuai akan mengakibatkan degradasi lingkungan apalagi lahan dengan kemiringan lereng dari curam sampai sangat curam dimanfaatkan untuk permukiman. Kepadatan penduduk sangat tinggi tentu saja akan menyebabkan ruang-ruang sempadan jalan, sungai, dan situ menjadi ruang terbuka hijau dan biru semakin sulit direalisasikan karena alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun di Kota Bogor terutama di Kecamatan Bogor Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mereview dan pemetaan lahan kritis Bogor Timur dengan menggunakan metode tumpang susun berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.32/Menhut-II/2009. Hasil review dan pemetaan data lahan kritis menunjukkan bahwa Kecamatan Bogor Timur pada tahun 2015, kategori lahan kritis pada Kawasan budidaya pertanian seluas 98,21 ha, kemudian pada tahun 2022 menjadi 37,79 ha. Kategori agak kritis juga menjadi menurun signifikan dari 111,2 ha menjadi 36,59 ha. Kawasan lindung di luar Kawasan hutan memiliki kategori agak kritis seluas 3,2 ha, kritis 3,2 ha, dan sangat kritis 7,99 ha. Akan tetapi pada tahun 2022 dengan banyak sekali perubahan kondisi tutupan lahan maka lahan kritis pada tahun 2022 dengan kategori agak kritis menjadi meningkat menjadi 25,74 ha, kritis menjadi 28,78 ha, dan sangat kritis menjadi 10,77 ha. Lahan-lahan yang tadinya tidak kritis menjadi potensial kritis sebesar 30,53 ha. Kata kunci : Review, Lahan Kritis, Wilayah Urban
PENENTUAN SATUAN HIDROSTRATIGRAFI (HSU) DI DAERAH VOLKANIK (Studi Kasus : Daerah Cekungan Bandung) SUNARWAN, BAMBANG
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v12i2.860

Abstract

Abstrak Endapan hasil erupsi gunungapi di permukaan pada zona tak jenuh diketahui berpengaruh terhadap susunan ataupun urutan Satuan Hidrostratigrafi atau Hidrostratigraphic Unit  (HSU) Pada Endapan Gunungapi Kuarter .Pembahasan  HSU dilakukan terhadap bataun endapan gunungapi di daerah Bandung, lebih ditekankan pada data 3 (tiga) kelompok Satuan Batuan endapan Gunungapi yang  menempati daerah Bandung, dengan dominasi Tufa Pasir (Formasi Cikidang), dan Satuan Tufa Berbatu Apung (Formasi Cibereum) dan 3) Kelompok Breksi Gunungapi (Formasi Cikapundung), dengan memanfaatkan korelasi penampang, geologi dan geofisik; data hasil pengujian/pengukuran sifat fisik diantaranya permeabilitas, transmisivitas maka diperoleh beberapa kelompok akiferKarakteristik primer, yang dipakai dasar untuk mendefinisikan satuan-satuan hidrostratigrafiatau Hidrostratigraphic Unit  (HSU) daerah Cekungan Bandung Utara mencakup: a) Karakterisasi interkonektivitas hidrolik dalam sebuah HSU; b) Mengintegrasikan interkonektivitas hidrolik dengan HSU berdekatan; c) Memperjelas batas-batas dan mempertajam komunikasi hidrolik vertikal dan horisontal.Untuk mengidentifikasi dan melakukan korelasi HSU, di daerah Cekungan Bandung digunakan sebuah metodologi dengan  memadukan data/parameter : a) evaluasi geologis, geofisis,  b) uji pemompaan, elevasi muka air tanah,  dan c) dan data kimiawi air tanah (ground water) dan air bumi (soil water) yang umum dimanfaatkan. Proses idntifikasi difokuskan untuk korelasi lapisan-lapisan dengan permeabilitas rendah yang diasumsikan akan memiliki sebaran lateral lebih luas dan menerus untuk mempertajam informasi hidrolik dan dinamika airtanah. Kata kata Kunci :   interkonektivitas, komunikasi hidrolik vertikal dan horisontal., groundwater, korelasi akifer, porositas, transmisivitas, permeabilitas.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 2 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 2 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 23, No 1 (2022): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik Vol 22, No 1 (2021): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 2 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik Vol 21, No 1 (2020): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 20, No 2 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik Vol 18, No 1 (2017): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik Vol 17, No 1 (2016): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik Vol 12, No 2 (2011): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 2 (2010): Jurnal Teknik Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 11, No 1 (2010): Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik Vol 10, No 2 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 10, No 1 (2009): Jurnal Teknik Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 9, No 2 (2008): Jurnal Teknik More Issue