cover
Contact Name
Dedeh Fardiah
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrjmd@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital
ISSN : 28083067     EISSN : 27986403     DOI : https://doi.org/10.29313/jrjmd.v1i2
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian teoritik dan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Jurnalistik dan media digital. JRJMD ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6403 yang di kelola dan di publikasikan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 107 Documents
Sentimen Media melalui Social Network Analysis pada Pemberitaan Pembatasan Barang Impor di Kanal YouTube "Harian Kompas" Annissa Widya Davita; Sari Monik Agustin; Astagini, Nuria
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i1.3944

Abstract

Abstrak. Sejak awal tahun 2024, peraturan Bea Cukai mengalami perubahan signifikan. Oleh karena itu, penegakan hukum yang kuat dan efektif perlu dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan Bea Cukai dan melindungi kepentingan ekonomi nasional Fenomena jasa titip vs Bea Cukai menimbulkan kontoversi masyarakat. Dilihat dari pemberitaan di kanal YouTube milik Harian Kompas dengan judul berita “Pemusnahan Milk Bun Thailand, Jastip, dan pembatasan Barang Bawaan Luar Negeri”, studi ini ingin memahami pendapat warganet terkait dengan pandangan terhadap ke bijakan baru yang diterapkan Bea Cukai terkait pembatasan barang bawaan impor. Fenomena ini sangat berkaitan erat dengan analisis sentimen, sehingga peneliti akan menggunakan lima tahapan analisis sentimen, diantaranya crawling, pre-processing, pembobotan kata, pembentukan model dan klasifikasi sentimen pada kolom komentar kanal Youtube Harian Kompas dengan judul “Pemusnahan Milk Bun Thailand, Jastip, dan pembatasan Barang Bawaan Luar Negeri”. Selain itu, studi ini akan menggunakan konsep sentimen media untuk melihat bagaimana sentimen emosi dapat membangun opini publik terhadap suatu berita. Hasil dari studi ini adalah, adanya sentimen emosi yang terbangun dan didominasi oleh sentiment netral sebesar 40%. Dilihat lebih dalam dari kacamata sentimen media, mencerminkan adanya perasaan ketidakpuasan atau protes terhadap tindakan Bea Cukai, yang dapat memicu reaksi emosional dari para pembaca atau penonton. Dari sentimen media yang diperoleh, dapat dikatakan masyarakat cukup netral dalam menanggapi fenomena ini. Abstract. Since the beginning of 2024, significant changes have been made to customs regulations. Therefore, strong and effective law enforcement is necessary to ensure compliance with customs regulations and protect the national economic interests. The phenomenon of delivery services versus customs regulations has sparked public controversy. Based on the news coverage on Harian Kompas's YouTube channel titled "Destruction of Thailand Milk Buns, Delivery Services, and Restrictions on Overseas Goods," this study aims to understand netizens' opinions regarding the new customs policies related to restrictions on imported goods. This phenomenon is closely related to sentiment analysis, so the researcher will use five stages of sentiment analysis, including crawling, pre-processing, word weighting, model formation, and sentiment classification on the comment section of the Harian Kompas YouTube channel. Additionally, this study will use the concept of media sentiment. The results of this study show that emotional sentiment is present and dominated by neutral sentiment at 40%. Reflects a sense of dissatisfaction or protest against the actions of customs, which can trigger emotional reactions from readers or viewers. Based on the obtained media sentiment, it can be said that the public is quite neutral in responding to this phenomenon.
Perang Narasi di Instagram: Analisis Sentimen dan Pola Komunikasi Netizen Terkait Hasil Pilpres 2024 Ming Ho; Agustinus Rusdianto Berto; Endah Murwani
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i1.3948

Abstract

Abstrak. Kemampuan media sosial dalam menciptakan ruang dialog antara politisi dan publik, serta menarik perhatian pemilih muda, menjadikan media sosial semakin vital bagi politisi untuk melakukan personal branding lewat media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis jaringan komunikasi dan sentimen netizen di media sosial mengenai postingan @IDNTimes pada tanggal 16 Maret 2024 dengan judul "Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024 di 25 Provinsi". Metode Social Network Analysis (SNA) digunakan menganalisa jaringan dan komentar Instagram dengan bantuan aplikasi Voyant dan Gephi 10.1. Studi ini menemukan bahwa perhitungan sentralitas derajat dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu-individu yang menonjol. Node @Dinasasmitareal adalah aktor yang paling signifikan dengan nilai centrality tertinggi,  hal ini menunjukkan bahwa akun tersebut menjadi pusat perhatian dalam diskusi. Analisis betweenness centrality menyoroti peran @Dinasasmitareal sebagai perantara utama antara aktor lain dalam jaringan, menegaskan pengaruhnya dalam menghubungkan komunikasi di antara mereka. Sedangkan analisis closeness centrality, kelima aktor yang terlibat menunjukkan tingkat aksesibilitas yang setara dalam berinteraksi di jaringan. Dalam hal teks analisis kata "menang" paling banyak di sebutkan yaitu sebanyak 14 kata. Meskipun kata "menang" sering muncul, namun ada jumlah komentar yang negatif yang mengekspresikan ketidakpuasan atau keraguan terhadap kemenangan Paslon nomor 02. Abstract. The ability of social media to create a dialog space between politicians and the public, as well as attracting the attention of young voters, makes social media increasingly vital for politicians to conduct personal branding through social media. This research uses quantitative and qualitative approaches to analyze netizen communication networks and sentiments on social media regarding the @IDNTimes post on March 16, 2024 with the title “Prabowo-Gibran Wins 2024 Presidential Election in 25 Provinces”. The Social Network Analysis method was used to analyze the network and Instagram comments with the help of the Voyant and Gephi 10.1 applications. This study found that degree centrality calculations can be used to identify prominent individuals. The @Dinasasmitareal node is the most significant actor with the highest centrality value, indicating that the account is the center of attention in the discussion. The betweenness centrality analysis highlights the role of @Dinasasmitareal as the main intermediary between other actors in the network, emphasizing its influence in connecting communication between them. As for the closeness centrality analysis, the five actors involved showed equal levels of accessibility in interacting in the network. In terms of text analysis, the word “menang” was mentioned the most, with 14 words, there was a negative number of comments expressing doubt about the Prabowo-Gibran's victory.
Analisis Isi Pelanggaran Etika Artikel Produk Kesehatan di Apotek Online Medicastore.com Manalang, Archie Rafael; Berto, Agustinus Rusdianto; Utoyo, Arsa Widitiarsa
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i1.4012

Abstract

Abstrak. Apotek online Medicastore.com rutin menerbitkan artikel tentang kesehatan dan produk kesehatan untuk meningkatkan performa di mesin pencari, jumlah kunjungan, dan minat pembeli. Penelitian ini menganalisis artikel yang diterbitkan sepanjang tahun 2022 berdasarkan Etika Pariwara Indonesia dan Kode Etik Usaha Farmasi (KEU Farmasi) Indonesia terkait promosi digital. Hasilnya menunjukkan bahwa Medicastore patuh dalam hal tidak mengeksploitasi ketakutan, tidak menggunakan diagnosis yang tidak pasti, dan tidak membuat klaim manipulatif. Mereka juga konsisten menyediakan informasi lengkap terkait produk kesehatan. Namun, ditemukan kelemahan seperti tingginya pembuatan janji yang belum terjamin, kurangnya klaim yang sesuai dengan Kriteria Umum KEU Farmasi, kurangnya dukungan atau bantahan terhadap klaim yang dinyatakan, dan kurangnya bukti yang berbimbang. Abstract. The online pharmacy Medicastore.com regularly publishes articles about health and health products to improve search engine performance, visitor numbers, and buyer interest. This study analyzes articles published throughout 2022 based on the Indonesian Advertising Ethics and the Indonesian Pharmaceutical Business Code of Ethics (KEU Farmasi) related to digital promotion. The results show that Medicastore complies well by not exploiting fear, not using uncertain diagnoses, and not making manipulative claims. They also consistently provide complete mandatory information regarding the health products discussed. However, there are weaknesses such as the high frequency of unguaranteed promises, the lack of claims that meet the General Criteria of the KEU Farmasi, insufficient support or rebuttals for the claims made, and a lack of weighted evidence.
Pengaruh Media Sosial Instagram @PinterPolitik terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa Supriadi, Yadi; Annisa Gunawan; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4245

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh media sosial Instagram, khususnya akun @Pinterpolitik, terhadap partisipasi politik mahasiswa dengan menggunakan metode kuantitatif. Media sosial, sebagai platform komunikasi digital, telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks politik. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh akun Instagram @Pinterpolitik sebagai sumber informasi politik bagi mahasiswa dan sejauh mana akun tersebut mempengaruhi tingkat partisipasi politik mereka dengan menggunakan 5 dimensi yaitu konten, informasi, interaksi, berbagi, dan koneksi. Penelitian ini diklasifikasikan dengan pendekan koantitatif dengan paradigma positivism. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data pendukung dari studi kepustakaan. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat nilai sigifikansi 0,395 < 0,05 dan perolehan R Square 39,5% yang menunjukkan bahwa akun tersebut hanya menjelaskan sebagian kecil dari variasi tingkat partisipasi politik mahasiswa. Dengan demikian, meskipun akun @Pinterpolitik berkontribusi terhadap partisipasi politik mahasiswa, kontribusinya tidak terlalu besar. Abstract. This article aims to investigate the influence of Instagram social media, particularly the @Pinterpolitik account, on students' political participation using quantitative methods. Social media, as a digital communication platform, has become an integral part of everyday life, including in the political context. This research focuses on the influence of the @Pinterpolitik Instagram account as a source of political information for students and the extent to which the account affects their level of political participation using Five dimensions namely content, information, interaction, sharing, and connection. This research is classified with a quantitative approach with a positivism paradigm. Data collection using questionnaires and supporting data from literature studies. The results show that there is a significance value of 0.395 <0.05 and the acquisition of R Square 39.5% which indicates that the account only explains a small part of the variation in the level of student political participation. Thus, although the @Pinterpolitik account contributes to student political participation, the contribution is not too large.
Peran Media Terhadap Fenomena Victim-Blaming dalam Kekerasan Seksual Berbasis Gender Adhrianti, Lisa; Yayantika; Marlina, Neneng Cucu
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media online pedomanbengkulu.com dalam menghadapi fenomena victim-blaming pada berita kekerasan seksual berbasis gender, menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan analisis ekologi media. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara serta dokumentasi. Didapatkan hasil pada media online pedomanbengkulu.com lebih meminimalisir fenomena victim-blaming pada berita kasus kekerasan seksual, dengan memperbanyak jumlah berita, karena pada media online pedomanbengkulu.com banyak rubrik berita yang disediakan, setiap hari kolom-kolom rubrik berita diisi dengan berita yang bermanfaat dan informatif, sehingga tidak perlu membuat berita dengan unsur fenomena victim-blaming dan lebih menerbitkan berita yang informatif dan bermanfaat untuk masyarakat. Saran dari penelitian ini meningkatkan kesadaran dan edukasi bagi pelaku jurnalisme di media online terkait dampak negatif dari victim-blaming serta pentingnya memberikan liputan yang lebih empatik dan sensitif terhadap korban kekerasan seksual. Diharapkan media online dapat menciptakan lingkungan informasi yang aman dan menghormati hak-hak korban kekerasan seksual berbasis gender dengan menghindari fenomena victim-blaming. Langkah-langkah seperti meningkatkan fokus pada pencegahan, edukasi, dan dukungan bagi korban, serta memberikan liputan yang empatik dan sensitif, dapat membangun kesadaran publik yang lebih luas tentang pentingnya mengubah pandangan dan sikap terhadap victim-blaming. Abstract. This study aims to examine the role of the online media pedomanbengkulu.com in addressing the phenomenon of victim-blaming in news related to gender-based sexual violence, using a qualitative descriptive analysis with a media ecology approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that pedomanbengkulu.com significantly minimizes victim-blaming in its news articles about sexual violence cases by increasing the quantity of informative and beneficial news content,  pedomanbengkulu.com offers various news rubrics, which provide useful and informative articles daily. As a result, there is no need to resort to victim-blaming elements in their news coverage, thus promoting informative and valuable content for the community. Recommendations arising from this study include increasing awareness and education among online media journalists about the negative impact of victim-blaming and the importance of providing more empathetic and sensitive coverage to victims of sexual violence. It is hoped that online media can take further steps to create a safe information environment that respects the rights and dignity of gender-based sexual violence victims. In doing so, news coverage can focus on prevention, education, and support for victims, while contributing to a broader public awareness of the significance of changing attitudes and behaviors towards victim-blaming phenomena.
Studi Netnografi pada Akun Tiktok Fujianti Utami Putri sebagai Media Promosi Jasa Influencers Vinatalia, Vani; Abadi, Totok Wahyu
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4425

Abstract

Abstrak. Perkembangan era digital yang masih diiringi dengan maraknya kemunculan platform aplikasi TikTok, yang dimana saat ini tidak hanya dari kehidupan remaja saja mulai dari anak-anak sampai orang tua sudah mulai kecanduan memainkan media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode netnografi. Melalui konsep ini, peneliti akan meneliti bagaimana self branding yang dibangun oleh kreator dalam membawa dirinya di TikTok, khususnya pada akun TikTok Fujianti Utami Putri. Netnografi, sebagai metode penelitian yang mengkaji aktivitas sosial di dunia digital, sangat cocok untuk memahami dinamika interaksi dan presentasi diri di media sosial. TikTok sebagai platform juga memberikan fleksibilitas dalam jenis konten yang dapat dibuat. Kreator seperti Fujianti dapat memanfaatkan berbagai format, termasuk tantangan (challenges), tutorial, review produk, dan konten kolaborasi dengan kreator lain atau merek. Penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lebih lanjut tentang dampak TikTok pada perilaku konsumen dan bagaimana platform ini dapat digunakan untuk tujuan pemasaran lainnya. Absract. The development of the digital era is still accompanied by the emergence of the TikTok application platform, which is currently not only from teenage life, starting from children to parents who have begun to be addicted to playing social media. The method used in this research is the netnography method. Through this concept, researchers will examine how self-branding is built by creators in carrying themselves on TikTok, especially on Fujianti Utami Putri's TikTok account. Netnography, as a research method that examines social activities in the digital world, is very suitable for understanding the dynamics of interaction and self-presentation on social media. TikTok as a platform also provides flexibility in the type of content that can be created. Creators like Fujianti can utilize a variety of formats, including challenges, tutorials, product reviews, and collaborative content with other creators or brands. This research also opens up opportunities for further studies on TikTok's impact on consumer behavior and how the platform can be used for other marketing purposes
Komparasi Motivasi Mahasiswa Jurnalistik Sebelum dan Sesudah Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) untuk Menekuni Bidang Kejurnalistikan Wiena Amalia Salsabilla; Pandan Yudhapramesti; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4511

Abstract

Abstrak. Komparasi Motivasi Mahasiswa Jurnalistik Sebelum dan Sesudah Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) untuk Menekuni Bidang Kejurnalistikan (Studi pada Mahasiswa Jurnalistik Unpad yang Melaksanakan PKJ pada Periode Semester Genap 2024). Pembimbing Utama Dr. Pandan Yudhapramesti, S.Sos., MT. dan Pembimbing Pendamping Dr. Gema Nusantara Bakry, M.I.Kom. Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Tujuan pendidikan jurnalisme adalah sosialisasi terhadap profesi kejurnalistikan. Profesi tersebut berorientasi pada praktik sehingga perguruan tinggi harus mengintegrasikan teori dan praktik sebagai jembatan antara dunia akademis dan profesional. Salah satu cara untuk mencapainya adalah melalui program magang. Meski secara umum magang mengarahkan mahasiswa pada karier yang relevan dengan bidang studi, realitanya magang juga memungkinkan mereka menyelidiki jalur karier lain yang dapat menurunkan motivasi untuk bekerja sesuai bidang studi. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan motivasi mahasiswa jurnalistik setelah magang, padahal motivasi merupakan unsur penting dalam minat berkarier. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membandingkan motivasi Mahasiswa Jurnalistik Unpad sebelum dan sesudah program magang mereka, yakni Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) untuk berkarier di bidang jurnalisme. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif, penelitian ini mengukur motivasi berdasarkan Self Determination Theory yang meliputi kebutuhan otonomi, keterkaitan, dan kompetensi. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi mahasiswa sebelum dan sesudah PKJ yang menandakan kebutuhan dasar mereka telah terpenuhi baik sebelum maupun sesudah PKJ. Abstract. Comparison of Journalism Students' Motivation Before and After Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ) to Pursue a Career in Journalism (A Study on Unpad Journalism Students Who Conducted PKJ During the Even Semester of 2024). Main Supervisor Dr. Pandan Yudhapramesti, S.Sos., MT, and Co-Supervisor Dr. Gema Nusantara Bakry, M.I.Kom Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences,  Padjadjaran University. The goal of journalism education is to socialize students with the journalism profession. Since this profession is practice-oriented, universities must integrate theory and practice to bridge the academic and professional worlds. One way to achieve this, is through internship programs. Although internships generally direct students towards careers relevant to their field of study, internships also allow them to explore alternative career paths, which can decrease motivation to work in their field. Several studies have shown a decrease in the motivation of journalism students after internships, despite motivation being a crucial factor in career interest. Therefore, this study aims to compare the motivation of Unpad Journalism Students before and after their internship program, namely Praktik Kerja Jurnalistik (PKJ), to pursue a career in journalism. Using a quantitative method with a comparative approach, this study measures motivation based on the Self Determination Theory, which includes the needs for autonomy, relatedness, and competence. The data were analyzed using the Wilcoxon test. The results show no difference in the motivation of students before and after PKJ, indicating that their basic needs were met both before and after the internship.
Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Etika Jurnalistik di Kalangan Jurnalis Media Online di Jakarta Tiara Laninda Berliana; Ika Merdekawati Kusmayadi; M. Zen Al-Faqih
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4541

Abstract

Absrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi jurnalis tentang etika jurnalistik. Kode etik jurnalistik merupakan landasan moral dan etika sekaligus pedoman jurnalis dalam menjalankan profesinya. Namun disisi lain, pers sering melanggar kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaannya. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kuantitatif dengan kuesioner. Metode penelitian survei dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada 92 responden yaitu jurnalis media online di Jakarta yang sudah tersertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan, baik jenjang wartawan muda, wartawan madya, maupun wartawan utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan jurnalis media online di Jakarta mengenai etika berada dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata sebesar 77%. Artinya, bahwa jurnalis cukup memahami etika jurnalistik. Persepsi jurnalis media online di Jakarta mendapat perolehan rata-rata sebesar 80%. Persepsi paling buruk terlihat pada pertanyaan independensi dan tidak menyalahgunakan profesi serta tidak menerima suap. Absract. This research aims to examine journalists' knowledge and perception of journalistic ethics. Journalistic codes of ethics serve as both moral foundations and guidelines for journalists in their professional conduct. However, the press often violates these codes in their reporting. This study adopts a quantitative descriptive approach. The survey method involves distributing questionnaires to 92 respondents, namely certified online media journalists in Jakarta who have undergone Journalist Competency Testing, encompassing junior, mid-level, and senior journalists. Results indicate that the knowledge level of online media journalists in Jakarta is categorized as good, with an average score of 77%. Perception among these journalists averages at 80%. The weakest perceptions are observed regarding questions related to independence, refraining from abusing their profession, and rejecting bribery.
Makna Politik Citra dalam Foto IPPHOS Trisno Mulyono, Tanto
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4793

Abstract

Absract. Indonesia post-independence political image has suffered in many ways, depending only on ideology and rhetoric. Soekarno took advantage of this with his close relationship with photojournalists including IPHHOS. The IPPHOS photos are dissected with Roland Barthes Studium Punctum theory. Studium, the maturity and professionalism of the division of tasks of IPPHOS Jakarta and Yogaykarta in accordance with the character of the Mendur brothers so as to produce photos with character as well. Punctum, Soekarno closeness and foresight with photojournalists, utilizing this closeness to improve the image of Soekarno and Indonesia through photography.   Abstrak. Citra politik pasca kemerdekaan Indonesia dalam berbagai hal terpuruk, hanya bergantung dari ideologi dan retorika. Soekarno memanfaatkan itu dengan modal kedekatannya dengan wartawan foto termasuk IPHHOS. Foto-foto IPPHOS tersebut dibedah dengan teori Studium Punctum Roland Barthes. Studium, kematangan dan profesionalisme pembagian tugas IPPHOS Jakarta dan Yogaykarta sesuai dengan karakter Mendur bersaudara sehingga menghasilkan foto yang berkarakter pula. Punctum, kedekatan dan kejelian Soekarno dengan pewarta foto, memanfaatkan kedekatan tersebut untuk memperbaiki citra Soekarno dan Indonesia melalui karya fotografi.
Kedudukan Jurnalis Feminis dalam Investigasi Kekerasan Seksual dalam Film She Said Armyadi, Anggun Salma Fauziah; Arief Permadi; Aziz Taufik Hirzi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4886

Abstract

Abstrak. Pada tahun 2017, salah seorang produser film Hollywood terkenal yaitu Harvey Weinstein terbukti telah melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan perempuan di tempat kerjanya. Kejahatan tersebut berhasil terbongkar melalui investigasi yang dilakukan oleh dua orang jurnalis feminis, yaitu Jodi Kantor dan Megan Twohey. Keberhasilan investigasi yang dilakukan oleh kedua jurnalis tersebut didokumentasikan kedalam sebuah film berjudul She Said. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi atau kedudukan Jodi Kantor dan Megan Twohey yang tergambar dalam film She Said. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedudukan jurnalis feminis dalam film ini digambarkan sebagai seorang feminis yang berupaya menegakkan hak-hak perempuan tertindas di dunia kerja. Posisi kedudukan mereka adalah sebagai pihak yang menuntun dan membawa keadilan bagi para korban kekerasan seksual. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; meskipun perempuan merupakan pihak yang tertindas, para jurnalis dalam film ini mampu menunjukkan sisi lain dari perempuan yang kuat dan mampu bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri. Absract. In 2017, one of Hollywood's popular film makers, Harvey Weinstein, was demonstrated to have committed sexual violations against handfuls of ladies in his working environment. The botch was effectively revealed through an examination conducted by two women's activist writers, Jodi Kantor and Megan Twohey. The victory of the examination conducted by the two writers was reported in a film entitled She Said. This ponder points to decide the position or standing of Jodi Kantor and Megan Twohey as delineated within the film She Said. The strategy used in this ponder could be a subjective strategy with the Sara Plants Basic Talk Investigation approach. The comes about of this ponder show that the position of women's activist writers in this film is delineated as a feminist who looks for to maintain the rights of persecuted ladies within the world of work. Their position is as the party that leads and brings equity to casualties of sexual savagery. The conclusion of this ponder is; indeed in spite of the fact that ladies are the persecuted party, the writers in this film are able to appear another side of ladies who are solid and able to act agreeing to their claim will.

Page 9 of 11 | Total Record : 107