cover
Contact Name
Dedeh Fardiah
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrjmd@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital
ISSN : 28083067     EISSN : 27986403     DOI : https://doi.org/10.29313/jrjmd.v1i2
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian teoritik dan hasil riset terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Jurnalistik dan media digital. JRJMD ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6403 yang di kelola dan di publikasikan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 107 Documents
Social Network Analysis: Revisi UU Penyiaran dalam Unggahan Deddy Corbuzier di Instagram Abror, Dhimam; Utoyo, Arsa Widitiarsa; Juliadi, Rismi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.4881

Abstract

Abstrak. Media sosial berperan penting dalam menyebarkan opini publik terhadap isu-isu kebijakan. Revisi Undang-Undang (UU) Penyiaran menimbulkan perdebatan, terutama di kalangan konten kreator digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis struktur jaringan interaksi pengguna Instagram terhadap unggahan Deddy Corbuzier terkait revisi UU Penyiaran, serta mengidentifikasi aktor sentral dan sentimen publik yang terbentuk. Metode yang digunakan adalah Social Network Analysis (SNA) dengan visualisasi jaringan melalui perangkat lunak Gephi. Temuan menunjukkan adanya 1168 aktor dengan total 1117 interaksi, serta aktor paling berpengaruh seperti @tretanmuslim dan @kpipusat berdasarkan empat indikator sentralitas. Analisis sentimen dari 4.396 komentar menunjukkan mayoritas bersifat netral (51%). Implikasi dari temuan ini memperlihatkan bagaimana opini publik terbentuk dan menyebar melalui figur populer di media sosial, serta bagaimana media digital menjadi arena kritik terhadap kebijakan negara. Abstract. Social media plays a significant role in shaping public opinion on policy issues. The revision of the Broadcasting Law (UU Penyiaran) sparked debate, especially among digital content creators. This article aims to analyze the interaction network structure of Instagram users in response to Deddy Corbuzier's post about the broadcasting law revision, and to identify key actors and the prevailing public sentiment. The method used is Social Network Analysis (SNA) with network visualization generated through Gephi software. The findings reveal the presence of 1,168 actors with a total of 1,117 interactions. Influential actors such as @tretanmuslim and @kpipusat were identified based on four centrality indicators. Sentiment analysis of 4,396 comments indicates that the majority were neutral (51%). These findings demonstrate how public opinion is formed and disseminated through popular figures on social media and how digital platforms function as arenas for policy critique.
Komunikasi Nilai-Nilai Islam dalam Lagu 'Gala Bunga Matahari' di Era Digital Hanifah, Azra Dina; Zakiah, Kiki
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.6501

Abstract

Abstrak.Penelitian ini menganalisis komunikasi nilai-nilai Islam dalam lagu "Gala Bunga Matahari" karya Sal Priadi, yang viral karena maknanya yang mendalam tentang kehidupan setelah kematian, kerinduan, dan harapan untuk bertemu kembali dengan orang yang telah tiada. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai Islam terwakili dalam lirik lagu tersebut, menafsirkan makna konseptual serta simbol-simbol yang digunakan, dan menjelaskan pesan moral yang relevan dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika, berfokus pada lirik lagu sebagai objek utama analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik dalam lagu ini mencerminkan nilai-nilai aqidah, ibadah, dan akhlak, serta memiliki makna konseptual dan simbol-simbol terkait kehidupan setelah kematian, surga, penyerahan diri, kepercayaan kepada Allah, kesabaran, harapan, memaknai kesepian, cinta, bersyukur, dan sifat ramah dan menyenangkan yang mencerminkan pesan moral tentang kepercayaan akan kehidupan setelah kematian dan ketenangan jiwa. Selain itu, distribusi digital dari lagu ini menunjukkan menyebarkan nilai-nilai Islam melalui platform ekonomi digital, yang mempertegas peran teknologi dalam memperkuat pesan keagamaan. Lagu ini menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan kombinasi elemen musik dan simbolisme yang mengajak pendengar untuk merenungi kehidupan, kematian, dan ketenangan spiritual. Abstract. This study analyzes the communication of Islamic values in the song "Gala Bunga Matahari" by Sal Priadi, which went viral due to its profound message about life after death, longing, and the hope of reuniting with departed loved ones. This study aims to describe how Islamic values are represented in the song’s lyrics, interpret the conceptual meanings and symbols used, and explain the moral messages relevant to Islamic teachings.  The research employs a qualitative method with a hermeneutic approach, focusing on the song’s lyrics as the main object of analysis. The findings reveal that the lyrics reflect the values of aqidah, ibadah, and akhlaq. They also convey conceptual meanings and symbols related to life after death, paradise, submission, trust in Allah, patience, hope, solitude, love, gratitude, and kindness, which represent moral messages about the belief in life after death and inner peace. Furthermore, the digital distribution of the song highlights of promoting Islamic values through economic digital platforms, emphasizing the role of technology in amplifying religious messages. This song serves as an effective medium for conveying Islamic messages through the combination of musical elements and symbolism, encouraging listeners to reflect on life, death, and spiritual serenity.
Efektivitas Penyampaian Informasi Media Alternatif Musik kepada Followersnya Alkautsar, Derizal Prasetya; Satriani, Arba’iyah
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.6632

Abstract

Abstrak. Rich Music Online merupakan media alternatif independen yang bergerak di bidang musik dalam penyampaian informasinya. Media ini memanfaatkan media sosial Instagram dengan akun @richmusiconline sebagai medium penyampai informasi musik kepada para pengikutnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis apakah efektivitas penyampaian informasi media alternatif musik melalui akun Instagram @richmuisconline sudah efektif dan memenuhi kebutuhan informasi para followersnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yaitu followers Instagram @richmusiconline. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara penyebaran kuesioner dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, dan uji reliablititas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian informasi sudah efektif terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followersnya. Abstract. Rich Music Online is an independent alternative media engaged in the field of music in delivering its information. This media utilizes Instagram social media with the account @richmusiconline as a medium for delivering music information to its followers. The purpose of this study is to determine and analyze whether the effectiveness of delivering alternative music media information through the Instagram account @richmuisconline is effective and meets the information needs of its followers. This study uses a quantitative method with a descriptive analysis approach. The sample in this study was 100 respondents, namely Instagram followers @richmusiconline. Data collection techniques are by distributing questionnaires and observation. Data analysis techniques use descriptive analysis, validity tests, and reliability tests. The results of the study indicate that the delivery of information has been effective in meeting the information needs of its followers.
Analisis Respon Publik dan Sentimen Video Berbagi Willy Salim yang Viral di TikTok Jufri, Ismubaraqah; Arianto; Sonni, Alem Febri
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.7017

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis wacana publik dan sentimen yang muncul dalam komentar-komentar pada video berbagi Willy Salim di TikTok. Studi ini menerapkan kualitatif dengan pendekatan studi dengan teknik pengumpulan data melalui web scraping menggunakan perangkat web Apify untuk menambang data dari platform TikTok. Data yang dikumpulkan meliputi like, komentar, share, serta username dari pengguna yang berinteraksi dengan video tersebut. Metode analisis positif 29,67% dan negatif 23,08%. Analisis toksisitas menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar komentar tidak mengandung unsur kekerasan atau kebencian yang signifikan, terdapat sejumlah kecil komentar dengan skor toksisitas tinggi yang mengindikasikan adanya elemen penghinaan dan kebencian. Signifikansi temuan  ini memberikan wawasan yang penting bagi para pembuat konten, pengelola platform media sosial, dan peneliti dalam memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan konten yang viral, serta dampaknya terhadap opini publik dan wacana sosial. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana teknik analisis otomatis dapat digunakan untuk menggali insight mendalam tentang perilaku pengguna di media sosial. Abstract. This article aims to analyse the public discourse and sentiments that appear in the comments on Willy Salim's TikTok video sharing. In this endeavour, the research uses a descriptive quantitative approach with data collection techniques through web scraping using Apify software to mine data from the TikTok platform. The data collected included likes, comments, shares, and usernames of users who interacted with the video. The sentiment analysis methods used were VADER and TextBlob, while Perspective API was used to measure toxicity in Communalytic.org comments as a tool to analyse the data. The results showed that the majority of comments had a neutral sentiment with a small proportion of positive and negative comments. The toxicity analysis showed that while most comments did not contain significant elements of violence or hatred, there were a small number of comments with high toxicity scores indicating the presence of insulting and hateful elements. These findings provide important insights for content creators, social media platform managers, and researchers in understanding how audiences interact with viral content, as well as its impact on public opinion and social discourse. This research also demonstrates how automated analysis techniques can be used to gain deeper insights into user behaviour on social media
Risiko dalam Strategi Bisnis Ekonomi Kolaboratif pada Industri Media Online Firmansyah; Kurnia, Septiawan Santana; Wiksana, Wiki Angga; Fadhly, Ahmad
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.7152

Abstract

Abstrak. Industri Media di Indonesia kini harus memiliki strategi kreatif untuk dapat bertahan di era digital. Pikiran Rakyat sebagai industri media memiliki strategi dalam mengembangkan industri pemberitaan di media online, yakni dengan menerapkan konsep sistem ekonomi kolaboratif. Penelitian ini melakukan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan bagaimana risiko pada pengembangan sistem ekonomi kolaboratif pada industri media dan mengapa sistem ekonomi kolaboratif dapat menjadi alternatif dalam manajemen industri media di era digital. Penelitian melakukan observasi dan wawancara pada industri media Pikiran Rakyat Media Networks (PRMN) yang telah menerapkan sistem dengan menerapkan kemitraan pada media subdomain di berbagai daerah di Indonesia. Pengumpulan data pada 20 pemimpin redaksi 10 editor yang merupakan redaksi media yang tergabung sebagai mitra PRMN.  Analisis melalui teori manajemen krisis dan industri media menemukan bahwa pada sistem ekonomi kolaboratif ditemukan upside risk dan downside risk yang dapat menjadi peluang dan tantangan dalam penerapan sistem ini di industri media. Penetapan regulasi yang sesuai masih perlu dievaluasi. Sistem ekonomi kolaboratif memunculkan content creator yang menggantikan jurnalis juga berisiko pada kualitas informasi dan berita yang dihasilkan dan berisiko pada reputasi Pikiran Rakyat sebagai domain utama yang terdaftar pada Dewan Pers. Abstract. The Media Industry in Indonesia must now have a creative strategy to survive in the digital era. Pikiran Rakyat as a media industry has a strategy in developing the news industry in online media, namely by applying the concept of a collaborative economic system. This research takes a case study approach to get how the risks in the development of collaborative economic systems in the media industry and why collaborative economic systems can be an alternative in media industry management in the digital era. The research conducted observations and interviews in the media industry Pikiran Rakyat Media Networks (PRMN) which has implemented a system by implementing partnerships on subdomain media in various regions in Indonesia. Data were collected from 20 editor-in-chiefs and 10 editors who are editors of media that are members of PRMN partners.  Analysis through crisis management theory and the media industry found that in the collaborative economy system there are upside risks and downside risks that can be opportunities and challenges in implementing this system in the media industry. The determination of appropriate regulations still needs to be evaluated. The collaborative economy system creates content creators who replace journalists, which also poses a risk to the quality of information and news produced.
Pemberitaan Kasus Usia Gibran Rakabuming Raka di Media Online Akbar, Thoriq Ilham; Fuady, Muhammad E.; Ahmadi, Dadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.6769

Abstract

Abstrak.Pesatnya perkembangan media online di era digitalisasi ini melahirkan banyaknya media baru (new media) yang membantu masyarakat untuk mencari dan juga mendapatkan informasi. Terlebih lagi sedang ramainya perbincangan politik yang beredar di media-media online karena akan dilaksanakannya pemilihan presiden 2024. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Tribunnews.com dan Pikiran-Rakyat.com yang memberitakan tentang kasus usia Gibran Rakabuming Raka yang diangkat menjadi calon wakil presiden dan dipasangkan dengan Prabowo Subianto selaku calon presiden.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk  mengetahui bagaimana pembingkaian atau    framing berita yang dilakukan oleh media online Tribunnews.com dan Pikiran- Rakyat.com dalam memberitakan kasus usia Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres 2024. Metode yang dipakai peneliti yaitu menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatakn analisis framing model framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media Tribunnews.com secara implisit membingkai berita-beritanya berpihak kepada sosok Gibran terkait kasus usia sebagai cawapres 2024, sebaliknya jika Pikiran-Rakyat.com membingkai beritanya secara objektif dan bersikap netral tidak memihak siapapun. Abstract. The rapid development of online media in the digitalization era has given rise to numerous new media platforms that assist the public in seeking and obtaining information. This is especially evident amidst the widespread political discussions circulating on online media due to the upcoming 2024 presidential election. Among these are Tribunnews.com and Pikiran-Rakyat.com, which have reported on the issue of Gibran Rakabuming Raka's eligibility as a vice-presidential candidate, paired with Prabowo Subianto as the presidential candidate. The purpose of this study is to understand how news framing is conducted by the online media outlets Tribunnews.com and Pikiran-Rakyat.com in covering the issue of Gibran Rakabuming Raka's candidacy as a vice-presidential candidate for 2024. The researcher employed a qualitative approach using the framing analysis model developed by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. The results of this study indicate that Tribunnews.com implicitly frames its news in favor of Gibran regarding the issue of his eligibility as a vice-presidential candidate for 2024. In contrast, Pikiran-Rakyat.com frames its news objectively and maintains neutrality, refraining from taking sides.
#KABURAJADULU: Resistensi Kultural dan Aspirasi Mobilitas Generasi Muda di X Betha Dwi Octaviani; Nidya, Khalifia Rahma; Andhiya, Syifa; Darmawan, Ferry
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 5, No. 1, Juli 2025 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v5i1.6934

Abstract

Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi makna sosial dari penggunaan tagar #KaburAjaDulu di media sosial X sebagai wujud ekspresi kolektif generasi muda dalam merespons tekanan hidup, stagnasi sosial, dan keinginan untuk berpindah atau bermobilitas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi terhadap 21 unggahan dengan interaksi tinggi pada Januari–Februari 2025, studi ini mengungkap bahwa tagar tersebut merefleksikan lebih dari sekadar tren viral. Ia menjadi simbol keresahan struktural, hasrat migrasi, serta keterikatan emosional terhadap unsur budaya seperti kuliner lokal. Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang bersifat kuantitatif atau teknis, penelitian ini menekankan aspek kultural dan emosional dalam pemanfaatan tagar, serta menunjukkan peran media sosial dalam membentuk makna dan identitas kolektif. Temuan ini memperkaya kajian komunikasi digital dan dapat dimanfaatkan oleh pembuat kebijakan serta pelaku industri digital untuk memahami hashtag sebagai penanda dinamika sosial dan aspirasi generasi muda. Abstract. This study explores the social meaning behind the use of the hashtag #KaburAjaDulu on the social media platform X as a form of collective expression among young people in response to life pressures, social stagnation, and aspirations for mobility. Using a qualitative approach through netnography, the research analyzes 21 high-engagement tweets posted between January and February 2025. The findings reveal that this hashtag is not merely a viral trend but reflects structural anxieties, desires for migration, and emotional ties to cultural identity, such as traditional Indonesian food. Unlike previous studies that focus on quantitative or technical analyses of social media phenomena, this research offers a cultural and emotional perspective. It highlights the role of social media as a space for meaning-making and the formation of collective identity. Theoretically, the study contributes to digital communication scholarship, while practically, it provides insights for policymakers and digital industry stakeholders to understand hashtags as indicators of social pressure and youth migration narratives.

Page 11 of 11 | Total Record : 107