cover
Contact Name
Aep Saepudin
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrpai@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam
ISSN : 28083172     EISSN : 27972852     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpai.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Agama Islam. JRPAI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2797-2852 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 120 Documents
Metode Khusus Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Al-Qur’an Dan Hadits Vahra Nuraini; Rinda Tri Setiawan; Mukmin Mukmin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.9164

Abstract

Abstrak. Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) semakin meningkat seiring tantangan globalisasi dan digitalisasi yang mempengaruhi pemahaman nilai keislaman generasi muda, serta kebutuhan peserta didik akan pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif. Artikel ini bertujuan  mendeskripsikan serta menganalisis metode khusus pembelajaran PAI berbasis Al-Qur’an dan Hadits sebagai upaya meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan pengumpulan data dari buku, artikel ilmiah, dan jurnal akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis konten tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan temuan utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode Tadabbur Qur’ani, Uswah Hasanah, dan Living Qur’an–Hadits mampu memperkuat aspek kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik melalui pembelajaran yang reflektif, berbasis keteladanan, dan praktik nilai dalam aktivitas harian. Metode-metode ini terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan konvensional seperti ceramah dan hafalan karena memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan sesuai konteks kehidupan siswa. Abstract.  Islamic Education (PAI) teaching methods are improving in line with the challenges of globalisation and digitalisation, which are affecting young people's understanding of Islamic values, as well as students' need for more contextual and practical learning. This article aims to describe and analyse specific methods of PAI learning based on the Qur'an and Hadith as an effort to improve the understanding, appreciation, and practice of Islamic values in real life. This study uses a literature review approach with data collection from relevant books, scientific articles, and academic journals, which are then analysed using thematic content analysis techniques to identify patterns, concepts, and key findings. The results of the study show that the Tadabbur Qur'ani, Uswah Hasanah, and Living Qur'an-Hadith methods are able to strengthen the cognitive, affective, and psychomotor aspects of students through reflective, exemplary, and value-based learning in daily activities. These methods proved to be more effective than conventional approaches such as lectures and memorisation because they provide meaningful learning experiences that are relevant to the students' lives.
Transformasi Moral Siswa melalui Pendekatan Humanistik: Studi di MTs Negeri 12 Cirebon Nasirin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.9770

Abstract

Abstrak.  Dinamika era kontemporer yang kian rumit kerap memberikan pengaruh besar pada perilaku generasi muda, terutama dalam aspek penurunan ketaatan spiritual dan degradasi etika di institusi pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi transformasi moral siswa melalui pendekatan humanistik di MTs Negeri 12 Cirebon. Kajian didasarkan pada asumsi bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses memanusiakan manusia (humanisasi), di mana penghargaan terhadap martabat individu, empati guru, dan dialog reflektif menjadi kunci internalisasi nilai-nilai moral Islami secara sukarela. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kepala madrasah, dan siswa sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip humanistik yang konsisten berhasil mendorong perubahan perilaku nyata, peningkatan kesadaran reflektif, serta tumbuhnya tanggung jawab sosial di kalangan siswa. Transformasi moral tersebut tercermin dalam kemampuan siswa mengambil keputusan etis yang lebih matang berdasarkan nilai-nilai agama yang telah terinternalisasi. Meskipun memberikan dampak positif yang signifikan, hasil ini bersifat kontekstual sehingga memerlukan kajian lanjutan dengan cakupan sampel lebih luas. Abstract. The increasingly modern and complex era often brings a significant impact on adolescent behavior, characterized by a decline in religious awareness and a moral crisis within the school environment. This article aims to analyze the implementation of students' moral transformation through a humanistic approach applied at MTs Negeri 12 Cirebon. This study is based on the theoretical assumption that education is not merely a transfer of knowledge but a process of humanizing humans (humanization), where respect for individual dignity, teacher empathy, and reflective dialogue are the main keys to the voluntary internalization of Islamic moral values. The method used is a descriptive qualitative approach with a case study design, involving Islamic Religious Education (PAI) teachers, the madrasah head, and students as key informants, with data collection through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that consistent application of humanistic principles has succeeded in encouraging real behavioral changes, increased reflective awareness, and growth of social responsibility among students. This moral transformation is reflected in students' ability to make more mature ethical decisions based on internalized religious values. Despite a significant positive impact, these results are contextual to one madrasah, thus requiring further studies with broader scope.
Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum PAI Berbasis Boarding School terhadap Pembentukan Akhlak Siswa Rafsan; Badrus Shalih; Muhamad Rifan Dainuri
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.9779

Abstract

Abstract. Research on character education in pesantren is generally still descriptive and separates the study of the PAI curriculum from the boarding school system, so it has not provided quantitative empirical evidence regarding the magnitude of the influence of the integration of the two on the formation of student morals. This study aims to examine the influence of the integration of character education in the boarding school-based PAI curriculum on the formation of students' morals. The research uses a mixed methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data was collected through a Likert scale questionnaire to MTs and MA students, then analyzed using simple linear regression, while qualitative data was obtained through interviews and observations to deepen statistical findings. The results showed that the integration of character education had a positive and significant effect on the formation of students' morals (p < 0.05) with a determination coefficient of 0.520. This means that 52% of the variation in moral formation is explained by curriculum integration. Theoretically, this study contributes to strengthening the integrative model of boarding school-based character education by presenting empirical evidence that explains the mechanism of influence through systemic integration of values, habituation, supervision, and exemplarity. Abstrak. Penelitian tentang pendidikan karakter di pesantren umumnya masih bersifat deskriptif dan memisahkan kajian kurikulum PAI dengan sistem boarding school, sehingga belum memberikan bukti empiris kuantitatif mengenai besaran pengaruh integrasi keduanya terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum PAI berbasis boarding school terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui angket skala Likert kepada 76 siswa MTs dan MA di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi untuk memperdalam temuan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan akhlak siswa (p < 0,05) dengan koefisien determinasi sebesar 0,520. Artinya, 52% variasi pembentukan akhlak dijelaskan oleh integrasi kurikulum. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan model integratif pendidikan karakter berbasis boarding school dengan menghadirkan bukti empiris yang menjelaskan mekanisme pengaruh melalui integrasi nilai, pembiasaan, pengawasan, dan keteladanan secara sistemik.
Montessori Approach inʿUlūmu al-Qur’āni wa al-Ḥadīṡ Learning at Brainy Bunch, Malaysia Helmi Aulia Tazky
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.9867

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Montessori approach in the teaching of ʿUlūmu al-Qur’āni wa al-Ḥadīṡ and its impact on upper elementary students at Brainy Bunch Cyberjaya, Malaysia. This study is based on the need for innovation in Islamic religious education, which is still dominated by conventional approaches and does not sufficiently encourage active student participation. This study employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as participant observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the Montessori approach in the teaching of ʿUlūmu al-Qur’āni wa al-Ḥadīṡ is still in the development stage and is not yet supported by specialized equipment. Nevertheless, the basic Montessori principles have been applied in the learning process, as evidenced by the activities carried out during the learning process. These findings indicate an increase in students’ independence, creativity, and contextual understanding of the content of the Qur’an and Hadith. These findings suggest that the Montessori approach has the potential to serve as a pedagogical strategy in Islamic education and can foster a more meaningful learning process.
Qur’anic Character Values in Indonesia’s Islamic Education Curriculum Alhamuddin Alhamuddin; Andi Murniati; Towil Akhirudin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.9956

Abstract

Abstract. This study examined how character values from thematic Qur’anic surahs were embedded into the Islamic Education Curriculum (PAI) in Indonesia. It addressed the concern that Qur’anic moral teachings were not sufficiently reflected in the formal curriculum, despite the increasing need for character education in schools. A qualitative approach using content analysis was applied to explore selected surahs—Surah Luqman (31:12–19), Al-Hujurat (49:11–13), and Al-Isra (17:23–39)—which emphasized ethical and character-based guidance. These verses were analyzed in relation to the national curriculum components, including core competencies, learning outcomes, and character education objectives. The findings revealed that the surahs contained essential character values such as monotheism (tauhid), respect for parents, humility, honesty, patience, discipline, and social responsibility. While some of these values were partially present in the existing curriculum, their integration lacked depth and coherence. The study concluded that thematic Qur’anic surahs offered a strong foundation for reinforcing character education within the Islamic Education Curriculum. It recommended a more structured and consistent incorporation of Qur’anic character values to enhance the moral development of students in Indonesian schools
Upaya Guru PAI dalam Menurunkan FOMO Tren Medsos melalui Penerapan Nilai Zuhud Aninda Aulia; Mujahid Rasyid; Ayi Sobarna
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10309

Abstract

Abstrak.  Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menurunkan tingkat Fear of Missing Out (FoMO) tren media sosial pada siswa di MAS Mathlaul Anwar Pameuntasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) pada siswa terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu tingkatan ringan, tingkatan sedang dan tingkatan berat. Upaya guru Pendidikan Agama Islam dilakukan melalui penerapan nilai zuhud seperti qana’ah, tawadhu, dan ikhlas sebagai pemberi nasihat, keteladanan dan bimbingan moral. Faktor pendukung upaya tersebut adalah lingkungan sekolah yang religius dan istiqamahnya komitmen guru, sedangkan faktor penghambat berasal dari pengaruh lingkungan digital dan rendahnya kesadaran diri bagi sebagian siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar guru Pendidikan Agama Islam lebih konsisten dan terarah dalam menamankan nilai zuhud serta meningkatkan kerja sama dengan orang tua untuk mengontrol penggunaan media sosial siswa di lingkungan rumah. Abstract. This study aims to examine the efforts of Islamic Education teachers in reducing the level of Fear of Missing Out (FoMO) related to social media trends among students at MAS Mathlaul Anwar Pameuntasan. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the stufy show that Fear of Missing Out (FoMO) among students is divided into three levels, namely mild, moderate, and severe. The efforts of islamic religious education teachers were carried out through the aplication of ascetic values such as contentment (qana’ah), modesty (tawadhu), and sincerity (ikhlas) as providers of advice, role models, and moral guidance. Supporting factors for these efforts were a religious school environment and consistent teacher commitment, while inhibiting factors came from the influence of the digital environment and low self-awareness for some students. Based on the results of this study, it is recommended that islamic religious education teachers be more consistent and focused in instilling ascetic values and increase cooperation with parents to control students social media use at home.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Film Perempuan Berkalung Sorban Karya Ginatri S. Noer Ella Hayatin Nufus; Ayi Sobarna; Helmi Aziz
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10310

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam film Perempuan Berkalung Sorban karya Ginatri S. Noer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih kuatnya budaya patriarki dan ketimpangan gender yang memengaruhi akses perempuan terhadap pendidikan, khususnya dalam lingkungan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi melalui teori semiotika Charles Sanders Peirce. Sumber data penelitian terdiri atas data primer berupa adegan, dialog, dan simbol visual dalam film, serta data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi, kemudian dianalisis melalui tahapan tanda, objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi nilai keimanan, akhlak, keadilan sosial, kesetaraan gender, serta sikap kritis terhadap pemahaman keagamaan. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui alur cerita, perkembangan tokoh, dan simbol-simbol visual. Film ini relevan digunakan sebagai media pendidikan alternatif dalam menanamkan nilai-nilai Islam yang humanis dan kontekstual. Abstract. This study aims to analyze the Islamic educational values contained in the film Perempuan Berkalung Sorban directed by Ginatri S. Noer. The background of this research is the persistence of gender inequality and patriarchal culture that affects women’s access to education, particularly in religious environments. This research employs a qualitative approach using content analysis with Charles Sanders Peirce’s semiotic theory. The data sources consist of primary data in the form of scenes, dialogues, and visual symbols in the film, as well as secondary data from books and scientific journals. Data were collected through documentation and observation techniques, then analyzed using the stages of sign, object, and interpretant. The results show that the film contains several Islamic educational values, including values of faith, morals, social justice, gender equality, and critical awareness toward religious understanding. These values are presented through narrative conflicts, character development, and symbolic representations. The findings indicate that the film can be used as an alternative educational medium to instill Islamic values that are inclusive, humane, and relevant to contemporary social issues.
Model Evaluasi Metode Halaqah dalam Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Siswa Akhwat Zahra Dinda Purnama; Huriah Rachmah; Ayi Sobarna
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10329

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode halaqah dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an siswa akhwat di MA Al-Amanah Lembang menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian evaluatif dengan pendekatan kuantitatif melibatkan 30 siswa yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa aspek Context memperoleh 82,83% (Sangat Baik), Input 83,33% (Sangat Baik), Process 72,70% (Baik), dan Product 83,09% (Sangat Baik). Efektivitas keseluruhan metode halaqah mencapai 80,48% (Baik), dengan 66,7% siswa berhasil mencapai target hafalan satu juz per semester. Kendala utama meliputi target hafalan yang belum disesuaikan dengan kemampuan siswa, sistem muraja'ah yang belum terstruktur, keterbatasan sarana, dan belum adanya pelatihan khusus bagi guru. Penelitian ini merekomendasikan diferensiasi target hafalan, penguatan sistem muraja'ah, peningkatan kompetensi guru, serta perbaikan dokumentasi program. Abstract. This study evaluated the effectiveness of the halaqah method in improving the Qur'an memorization ability of female students at MA Al-Amanah Lembang using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. This quantitative evaluative study involved 30 students grouped according to their memorization ability. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation, and analyzed descriptively. The findings revealed that the Context, Input, Process, and Product aspects achieved scores of 82.83% (Excellent), 83.33% (Excellent), 72.70% (Good), and 83.09% (Excellent), respectively. Overall, the halaqah method obtained an effectiveness score of 80.48% (Good), with 66.7% of students achieving the target of memorizing one juz per semester. The main challenges included unrealistic memorization targets, an unstructured muraja'ah (review) system, limited facilities, and the absence of specialized teacher training. The study recommends differentiated memorization targets, a stronger muraja'ah system, teacher training, and improved program documentation to enhance learning effectiveness.
Efektivitas Metode Wafa dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qurán Ayu Dina; Sobar Al Ghazali; Labib Elmuna
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10424

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Wafa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik di MI Al-Huda. Metode Wafa menekankan pendekatan otak kanan melalui irama, gerakan, dan visualisasi sehingga pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan peserta didik kelas II, terdiri atas kelas eksperimen yang menggunakan metode Wafa dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca Al-Qur’an, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang belajar dengan metode Wafa mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol, terutama pada aspek kelancaran membaca, ketepatan makhraj, dan penerapan hukum tajwid. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Wafa merupakan alternatif pembelajaran Al-Qur’an yang efektif di Madrasah Ibtidaiyah. Keberhasilannya didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, serta pengelolaan waktu yang optimal. Abstract. This study aimed to examine the effectiveness of the Wafa method in improving students' Qur'an reading ability at MI Al-Huda. The Wafa method emphasizes a right-brain learning approach through rhythm, movement, and visualization, making learning more engaging and easier to understand. This quantitative experimental study involved second-grade students divided into an experimental group using the Wafa method and a control group receiving conventional instruction. Data were collected through Qur'an reading tests, classroom observations, and documentation, then analyzed using statistical tests. The findings showed that students taught with the Wafa method demonstrated significantly greater improvement than those in the control group, particularly in reading fluency, correct makhraj (pronunciation), and the application of tajwid rules. These results indicate that the Wafa method is an effective alternative for Qur'an learning at the elementary Islamic school level. Its successful implementation depends on qualified teachers, adequate learning facilities, and effective time management to maximize learning outcomes.
Pengaruh Pembelajaran Fiqh Thaharah Berbasis Media Digital Interaktif terhadap Hasil Belajar Siswa Alya Detya Setiani; Alhamuddin Alhamuddin; Dedih Surana
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v6i1.10425

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran fiqh berbasis media digital interaktif terhadap kemampuan thaharah siswa. Pembelajaran fiqh di lembaga pendidikan Islam dasar masih didominasi metode ceramah sehingga keterlibatan siswa dan keterampilan praktik thaharah belum berkembang optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen dan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas I DTA Al-Mukarromah Cicaheum. Instrumen penelitian meliputi tes pretest, posttest, dan penilaian praktik thaharah pada aspek kognitif, afektif, serta psikomotor. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kemampuan thaharah siswa meningkat dari 43,22 sebelum perlakuan menjadi 67,44 setelah pembelajaran menggunakan media digital interaktif berbasis Canva. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan yang signifikan (Sig. < 0,05). Dengan demikian, pembelajaran fiqh berbasis media digital interaktif efektif meningkatkan kemampuan thaharah siswa dan layak diterapkan dalam pembelajaran fiqh. Abstract. This study aimed to examine the effect of interactive digital media-based fiqh learning on students' thaharah (Islamic purification) skills. Fiqh instruction in Islamic elementary education is still predominantly lecture-based, resulting in limited student engagement and underdeveloped practical thaharah skills. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design. The participants were 15 first-grade students at DTA Al-Mukarromah Cicaheum. The research instruments consisted of pretest and posttest assessments and thaharah practice evaluations covering cognitive, affective, and psychomotor domains. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with SPSS version 25. The results showed that the mean thaharah skill score increased from 43.22 before the treatment to 67.44 after implementing interactive digital media-based learning using Canva. The Wilcoxon signed-rank test indicated a statistically significant improvement (Sig. < 0.05). Therefore, interactive digital media-based fiqh learning is effective in improving students' thaharah skills and is recommended for fiqh instruction.

Page 12 of 12 | Total Record : 120