cover
Contact Name
Aep Saepudin
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrpai@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam
ISSN : 28083172     EISSN : 27972852     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpai.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Agama Islam. JRPAI ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2797-2852 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 110 Documents
Implementasi Program BINKAR dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa SMP Rizky Amalia; Erhamwilda; Iwan Sanusi
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8487

Abstract

Abstract. The increasingly modern era has had a significant impact on the behavior of adolescents, especially in terms of morality. Many teenagers experience a decline in religious awareness, a lack of respect towards parents and teachers, and are influenced by promiscuous social interactions. This condition has raised concerns and encouraged educational institutions to provide effective solutions. This study aims to examine the implementation of the BINKAR (Character Building) Program in shaping students' noble character (akhlakul karimah) at Al Multazam Integrated Islamic Junior High School (SMPIT) in Kuningan. A qualitative approach was employed using descriptive qualitative methods, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that the BINKAR (Character Building) Program has led to positive changes in students' behavior, including improved discipline, honesty, politeness, and concern for others. Students also became more aware of performing religious practices and demonstrated behavior that reflects Islamic values. The attitude changes shown by the students serve as clear evidence that the BINKAR program has had a positive influence on their moral development. These results indicate that the approach used in the program is highly relevant and effective in addressing the challenges of character education in the modern era. Abstrak. Perkembangan zaman yang semakin modern membawa dampak besar terhadap perilaku remaja, terutama dalam hal akhlak . Banyak remaja mengalami penurunan kesadaran dalam beribadah, kurangnya sopan santun terhadap orang tua dan guru, serta terpengaruh oleh pergaulan bebas. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dan mendorong lembaga pendidikan untuk menghadirkan solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Program BINKAR (Bina Karakter) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Multazam Kuningan. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah program BINKAR (Bina Karakter) menunjukkan bahwa siswa mengalami perubahan positif dalam hal kedisiplinan, kejujuran, sopan santun, serta kepedulian terhadap teman. Siswa juga menjadi lebih sadar dalam melaksanakan ibadah dan menunjukkan akhlak yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Perubahan sikap yang ditunjukkan oleh siswa menjadi bukti nyata bahwa program BINKAR memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan moral mereka. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program sangat relevan dan mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern.
Efektivitas Metode Outing Class untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SD Salsabila Nakiyyah; Giantomi Muhammad
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8553

Abstract

Abstract. The basis of this research is the lack of student creativity during the learning process. Blended learning in the classroom serves as a way to encourage students’ creativity through learning activities related to their surroundings. In addition, school field trips can enhance students’ thinking skills and imagination. This study aims to determine the effectiveness of the field trip learning method in improving the creativity of second-grade students at SDIT Zakia Banjaran, Bandung Regency. This research employs a quantitative approach with a Quasi-Experimental Design, using a single-group pre-test and post-test design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed using normality tests, homogeneity tests, and t-tests through SPSS version 25 to identify improvements in student creativity before and after the treatment. The results indicate that after the implementation of the field trip method, there was a significant increase in students’ creativity. Improvements in fluency, originality, elaboration, and flexibility of thinking were observed through the extracurricular classroom activities, which effectively supported the development of student creativity. Based on the t-test results, a significance value of 0.000 was obtained, which is less than 0.05, indicating that H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that field trips can enhance student creativity, making the learning process more effective. Abstrak. Dasar penelitian ini adalah kurangnya kreativitas siswa pada saat pembelajaran. Pembelajaran campuran di kelas merupakan cara untuk merangsang kreativitas siswa melalui pembelajaran mata pelajaran di sekitar mereka. Selain itu, kunjungan sekolah dapat meningkatkan keterampilan berpikir dan imajinasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran karyawisata dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas II SDIT Zakia Banjaran Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design, dengan desain penelitian single-group pre-test and post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan normalitas, homogenitas, dan uji-t menggunakan SPSS versi 25 untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkannya metode karyawisata, terdapat peningkatan kreativitas siswa secara signifikan. Peningkatan kelancaran berpikir, orisinalitas, detail, dan fleksibilitas berpikir dapat diamati melalui pembelajaran di kelas ekstrakurikuler yang efektif mengembangkan kreativitas siswa. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kunjungan sekolah dapat meningkatkan kreativitas siswa, sehingga pembelajaran lebih efektif.
Strategi Orangtua dalam Membentuk Karakter Islami Anak Remaja Awal Ibnu Adi Prasetyo; Dedih Surana; Khambali
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8554

Abstract

Abstract. This research is motivated by the decline in adolescent character due to the influence of modern times and free social interaction, which poses a serious challenge for parents in developing their children’s Islamic character. This study aims to describe the strategies used by parents in instilling Islamic character in early adolescents, identify the values being instilled, and examine the supporting and inhibiting factors in the process. A qualitative case study method was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study show that: (1) Parents employ four main strategies in shaping their children's Islamic character: role modeling, habituation, supervision, and mutual agreements; (2) The values instilled include faith, piety, honesty, responsibility, discipline, politeness, patience, forgiveness, and social care; (3) Supporting factors include a religious family and school environment, the presence of a Quran teacher at home, and good communication between parents and schools. Inhibiting factors include parents’ limited time, the negative impact of technology, and peer influence. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter remaja akibat perkembangan zaman dan pergaulan bebas, yang menjadi tantangan serius bagi orangtua dalam membentuk karakter Islami anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi orangtua dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia remaja awal, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang ditanamkan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Peneliti menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Strategi orangtua dalam membentuk karakter Islami anak meliputi keteladanan, pembiasaan, pengawasan, dan kesepakatan; (2) Nilai-nilai yang ditanamkan mencakup keimanan, ketakwaan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, sopan santun, kesabaran, pemaaf, dan kepedulian; (3) Faktor pendukung meliputi lingkungan keluarga dan sekolah yang religius, kehadiran guru ngaji, serta komunikasi orangtua dan sekolah; sedangkan faktor penghambat antara lain keterbatasan waktu orangtua, pengaruh negatif teknologi, dan lingkungan pergaulan yang kurang baik.
Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Program Pembiasaan Keagamaan Aliyah Siti Azizah; Helmi Aziz
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8571

Abstract

Abstract. This study examines the formation of students’ religious character through the religious‐habituation program at SMAN 9 Bandung. A descriptive qualitative approach was adopted to explore the phenomenon in its natural setting. Primary data were collected via classroom and campus observations, in‐depth interviews with Islamic‐education teachers and the principal, and supporting documents. Findings reveal that since 2016 the school has institutionalised a set of religious routines including congregational Dhuha prayer, daily recitation of the 99 Names of Allah, short student sermons (kultum), weekly Qur’an completion, and girls’ Islamic study circles—as part of its school culture. The program significantly enhances students’ worship discipline, sense of responsibility, social empathy, and spiritual awareness; success indicators are visible in consistent daily worship and positive behavioural changes at school and home. Key enabling factors include strong leadership commitment, teacher role‐modelling, and whole‐school collaboration, while constraints arise from uneven intrinsic motivation, varying family support, an academically heavy timetable, and limited worship facilities. Overall, the habituation program is effective in cultivating religious character, though sustained evaluation and improved infrastructural support are essential to maximise its long‐term impact. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada pembentukan karakter religius siswa melalui program pembiasaan keagamaan di SMAN 9 Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dipilih agar peneliti dapat memahami fenomena secara mendalam dalam konteks alamiah. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan kepala sekolah, serta studi dokumentasi sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan keagamaan, yang meliputi shalat Dhuha berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, kultum, khotmil Qur’an, dan keputrian, terintegrasi dalam budaya sekolah sejak 2016 dan terlaksana secara terstruktur. Program ini berhasil meningkatkan disiplin ibadah, rasa tanggung jawab, empati sosial, serta kesadaran spiritual siswa; indikator keberhasilan terlihat pada konsistensi ibadah harian dan perubahan sikap positif dalam interaksi di sekolah maupun di rumah. Faktor pendukung utama mencakup komitmen pimpinan, teladan guru, dan sinergi antarwarga sekolah, sedangkan hambatan muncul dari motivasi intrinsik siswa yang belum merata, dukungan keluarga yang variatif, padatnya kurikulum, serta keterbatasan fasilitas ibadah Secara keseluruhan, program ini efektif dalam membentuk karakter religius siswa, namun keberlanjutan dan perluasan fasilitas menjadi kunci untuk memaksimalkan dampaknya.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengantisipasi Gangguan Perilaku Siswa Daffa Dhiyaa Ulhaq Salim; Fitroh Hayati; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8572

Abstract

Abstract. This study aimed to analyze the efforts of Islamic Religious Education teachers in anticipating student behavioral disorders. In the era of globalization, complex social dynamics influenced individual development, including the behavior of elementary school students. One form of emerging problem in student behavior was behavioral disorder. The behavioral disorders examined included aggressive attitudes, non-compliance, and other disruptive behaviors demonstrated by students. This research used a qualitative approach with a case study method, in which data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings showed that students’ behavioral disorders were influenced by unsupportive family environments, including the limited time parents had for childcare. Islamic religious education teachers applied various strategies, such as personal approaches, instilling Islamic values, spiritual guidance, and assigning responsibilities to students. In addition, islamic religious education teachers acted as educators, instructors, mentors, coaches, advisors, and role models, using a holistic approach based on Islamic values. The main challenges faced by the teachers included limited time, lack of parental support, and difficulties in creating a conducive school environment. Therefore, this study emphasized the importance of collaboration among teachers, parents, and the school environment in creating consistency to foster positive student behavior. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengantisipasi gangguan perilaku siswa di SDN 055 Jatihandap Kota Bandung. Dalam era globalisasi, dinamika sosial yang kompleks mempengaruhi perkembangan individu, termasuk perilaku siswa di sekolah dasar. Salah satu bentuk permasalahan yang muncul dalam perilaku tersebut adalah gangguan perilaku. Gangguan perilaku yang diteliti meliputi sikap agresif, ketidakpatuhan, dan perilaku mengganggu lainnya yang ditunjukkan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan perilaku siswa dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung, termasuk keterbatasan waktu orang tua dalam pengasuhan. Guru Pendidikan Agama Islam menerapkan berbagai strategi, seperti pendekatan personal, penanaman nilai-nilai Islam, pembimbingan spiritual, dan pemberian tanggung jawab kepada siswa. Selain itu, Guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, dan teladan, dengan pendekatan yang holistik dan berbasis nilai-nilai Islam. Kendala utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, kurangnya dukungan orang tua, dan tantangan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah untuk menciptakan konsistensi dalam membentuk perilaku positif siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Alfitri Nissa; Enoh
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8573

Abstract

Abstract. This research aimed to determine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model on student motivation and learning outcomes in Islamic Religious Education subjects at SDN 024 Coblong Bandung. The background of this research stemmed from learning problems that were still dominated by conventional methods, resulting in low student participation and learning motivation. This research used a quantitative approach with a correlational method. The research subjects were fifth-grade students, and data were collected through questionnaires for learning motivation and documentation of grades for learning outcomes. The results showed that the CTL learning model had a significant effect on improving student learning outcomes. However, the influence of the CTL model on student learning motivation did not show a strong relationship. Thus, the CTL model proved to be effective in increasing student learning outcomes, although it was not yet optimal in encouraging their learning motivation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 024 Coblong Bandung. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan pembelajaran yang masih didominasi oleh metode konvensional, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V, dan data dikumpulkan melalui angket untuk motivasi belajar serta dokumentasi nilai untuk hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Namun, pengaruh model CTL terhadap motivasi belajar siswa tidak menunjukkan hubungan yang kuat. Dengan demikian, model CTL terbukti efektif dalam meningkatkan capaian hasil belajar siswa, meskipun belum optimal dalam mendorong motivasi belajar mereka.
Pesantren Dan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Halid, Ahmad
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8628

Abstract

Abstract. Islamic boarding schools (pesantren) are the oldest Islamic educational institutions in Indonesia, playing a significant role in developing a generation with morals, knowledge, and social justice. Within the context of the national education system, pesantren have gained legal legitimacy through Law Number 18 of 2019 concerning Pesantren. This article aims to analyze the position of pesantren within the Indonesian national education system from a regulatory perspective, emphasizing the principles of justice and equality. This research uses a qualitative-descriptive approach based on a literature review and regulatory analysis. The results indicate that regulations governing pesantren have provided a strong legal basis for the recognition and integration of pesantren into the national education system. However, the implementation of the principle of justice still faces challenges, particularly in terms of funding, accreditation, and graduate equality. This article emphasizes that achieving a just education system requires synergy between the government, pesantren, and the community to optimize the implementation of pesantren education regulations. Abstrak. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran signifikan dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berkeadilan sosial. Dalam konteks sistem pendidikan nasional, pesantren telah memperoleh legitimasi hukum melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional Indonesia dari perspektif regulasi, dengan menekankan prinsip keadilan dan kesetaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian pustaka dan analisis regulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang mengatur pesantren telah memberikan dasar hukum yang kuat bagi pengakuan dan integrasi pesantren ke dalam sistem pendidikan nasional. Namun, implementasi prinsip keadilan masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal pendanaan, akreditasi, dan kesetaraan lulusan. Artikel ini menegaskan bahwa untuk mencapai sistem pendidikan yang berkeadilan, perlu adanya sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pelaksanaan regulasi pendidikan pesantren.
Implementasi Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Siti Nurhidayah Alfiah; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8675

Abstract

Abstract. Each student possesses unique learning styles, interests, and abilities, which present both challenges and opportunities in creating inclusive learning environments. Differentiated instruction serves as an appropriate strategy to accommodate this diversity while enhancing student engagement and learning outcomes. This study examines the planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors, as well as student learning outcomes in the application of differentiated instruction in the Islamic Religious Education and Character Education (PAIBP) subject for Grade VI A at SDN 103 Coblong. Using a qualitative approach through observation, interviews, and document analysis, the findings reveal that planning is carried out meticulously, implementation is interactive, and evaluation is conducted continuously. Support from the school and collaboration among teachers play a significant role in overcoming the lack of visual learning resources. Differentiated instruction has proven effective in improving academic performance, character development, and social skills by valuing individual differences. Abstrak. Setiap peserta didik memiliki perbedaan dalam gaya belajar, minat, dan kemampuan, yang menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mewujudkan pembelajaran yang inklusif. Strategi pembelajaran berdiferensiasi menjadi pendekatan yang tepat untuk mengakomodasi keberagaman tersebut serta meningkatkan partisipasi dan pencapaian belajar siswa. Penelitian ini mengeksplorasi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas VI A SDN 103 Coblong. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, ditemukan bahwa proses perencanaan disusun secara matang, pelaksanaan berlangsung secara interaktif, dan evaluasi dilakukan secara kontinu. Dukungan dari pihak sekolah dan kerja sama antar guru turut membantu mengatasi keterbatasan media pembelajaran visual. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan hasil akademik, membentuk karakter, serta mengembangkan keterampilan sosial dengan tetap menghormati perbedaan individu.
Pengelolaan Program Kegiatan Keagamaan dalam Mewujudkan Visi Membentuk Lulusan Berakhlakul Karimah Muhammad Fahri Ramdani; Nan Rahminawati; Huriah Rachmah
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8676

Abstract

Abstract. One of the efforts that can be made for reduced the phenomenon of moral is through the effective management of religious activity programs. This study aims to describe the management of religious activity programs at SMAN 1 Ciasem in realizing the vision of producing graduates with noble character, focusing on the aspects of planning, implementation, and evaluation. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with the principal, PAI’s teachers, IRMA mentors, and documentation. The data were analyzed through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the planning of religious activities is accomplished out systematically and integrated with the school’s vision, involving all school components. Program implementation is conducted routinely and in various forms, including daily activities such as congregational prayers, tahsin and tahfizh, as well as weekly and incidental activities such as Islamic holiday celebrations, and others. Evaluation is conducted in a structured manner through supervision and assessments in the annual work meetings, aiming to identify the effectiveness of the activities and design more optimal follow-up actions. In conclusion, the management of religious activity programs at SMA Negeri 1 Ciasem has been implemented effectively and has made a significant contribution in shaping the religious character of the students. Abstrak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi fenomena kemerosotan moral di kalangan remaja adalah melalui pengelolaan program kegiatan keagamaan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Ciasem dalam mewujudkan visi membentuk lulusan berakhlakul karimah, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, pembina IRMA, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan keagamaan dilakukan secara sistematis dan terintegrasi dengan visi sekolah, melibatkan seluruh unsur sekolah. Pelaksanaan program dilakukan secara rutin dan variatif, meliputi kegiatan harian seperti shalat berjamaah, tahsin tahfizh, hingga kegiatan mingguan dan insidental seperti perayaan hari besar Islam, dll. Evaluasi dilakukan secara terstruktur melalui pengawasan maupun penilaian pada rapat kerja tahunan, guna mengidentifikasi efektivitas kegiatan serta merancang tindak lanjut yang lebih optimal. Kesimpulannya, pengelolaan program kegiatan keagamaan di SMAN 1 Ciasem telah berjalan efektif dan memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius peserta didik.
Program Pembinaan Mental Health Siswa Kelas VIII di SMP Darul Hikam Bandung Intan Indah Permatasari; Sobar Al Ghazal; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i2.8677

Abstract

Abstract. Mental Health plays an important role in adolescent development. The problem in this research is formulated as follows: (1) What is the Mental Health profile of students? (2) What are the forms of Mental Health coaching programs? (3) How are organization of Mental Health coaching programs? (4) How are Involvement of Islamic Religious Education teachers in Mental Health coaching programs? (5) What are the factors that hinder the implementation of Mental Health coaching programs?. Researcher using qualitative approach and a case study research design. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis technique used in this research is the Miles and Heberman model analysis, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are: The condition of Mental Health problems experienced by class VIII students at SMP Darul Hikam Bandung include stress and overthinking. Coaching program Mental Health is conducted through the PIKR.DH community and structured halaqah sessions in the planning, implementation, and evaluation stages. Islamic Religious Education teachers actively participate in the halaqah sessions every Friday. The factors hindering progress stem from the students' emotions and time constraints in the implementation of PIKR.DH. Abstrak. Kesehatan Mental berperan penting dalam perkembangan remaja. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana gambaran Mental Health Siswa? (2) Bagaimana bentuk program pembinaan Mental Health Siswa? (3) Bagaimana pengorganisasian program pembinaan Mental Health Siswa? (4) Bagaimana keterlibatan guru Pendidikan Agama Islam dalam program pembinaan Mental Health Siswa? (5) Apa saja faktor-faktot yang menghambat dalam pelaksanaan program pembinaan Mental Health Siswa?. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model Miles dan Heberman terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: Kondisi masalah Kesehatan Mental yang dialami oleh siswa kelas VIII di SMP Darul Hikam Bandung mengalami stres dan overthinking. Program pembinaan Mental Health dilakukan melalui komunitas PIKR.DH dan halaqah yang terstruktur dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru PAI berperan aktif dalam kegiatan halaqah setiap Jumat. Faktor penghambat berasal dari emosi siswa dan kendala waktu dalam pelaksanaan PIKR.DH.

Page 11 of 11 | Total Record : 110