Articles
212 Documents
KLASIFIKASI TITIK KRITIS POLINOMIAL DUA VARIABEL BERDERAJAT TIGA
Afif Humam
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2360.258 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.1-8
Jika diketahui fungsi dengan polinomial homogen derajat tiga, maka semua titik kritis tidak ada yang bersifat ekstrim (titik maksimum atau minimum). Tetapi akan berbeda jika fungsi berbentuk polinomial derajat tiga lengkap. Pada makalah ini kita akan melihat semua kemungkinan sifat dari titik kritis fungsi dua variabel tersebut jika koefisien dari polinomial tersebut berubah di bilangan real. Langkah pertama adalah menggunakan translasi dan rotasi dari koordinat sehingga bentuk polinomial derajat tiga tersebut dapat disederhanakan. Kemudian dengan menggunakan resultan dari pasangan turunan parsial pertama, kita akan dapat melihat semua kemungkinan dari titik kritis. Selanjutnya setelah semua titik kritis diperoleh, kita akan menguji sifat titik kritis tersebut.
KAJIAN KEKUATAN Z-MODUL Q SEBAGAI INSPIRASI MUNCULNYA KONSEP DAN SIFAT DALAM TEORI MODUL
Sri Wahyuni;
Yunita Septriana Anwar;
I Putu Yudi Prabhadika
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1744.076 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.9-14
Abstrak. Grup bilangan rasional (Q, +) sebagai modul atas daerah integral bilangan bulat (Z, +,˙) (Z-modul Q) merupakan contoh modul khusus yang mempunyai sifat-sifat yang unik yang sangat penting dalam munculnya konsep dan sifat dalam aljabar, khususnya dalam teori modul. Sifat yang sudah sangat dikenal adalah Z-modul Q merupakan modul torsi yang tidak bebas, dan lebih jauh modul Z-modul Q/Z merupakan modul torsi tak hingga. Dalam paper ini akan dipersentasikan hasil kajian Z-modul Q dalam kaitannya dengan struktur modul faktorisasi tunggal. Diperoleh bahwa Z-modul Q mempunyai sifat tidak memiliki elemen primitif yang kemudian berakibat dalam Z-modul Q tidak terdapat submodul siklik yang dibangun oleh suatu elemen primitif yang merupakan submodul murni. Selanjutnya akan dikaji peran Z-modul Q dalam kaitannya dengan konsep D-submodul fraksional dan konsep M -ideal fraksional dalam teori modul aritmatik. Lebih jauh akan dikaji sifat Z-modul Q dalam kaitannya dengan modul injektif dan modul miskin. Diperoleh sifat Z-modul Q mempunyai sifat keterbagian, keinjektifan, dan merupakan amplop injektif bagi setiap submodul Q. Sebagai ring, Q merupakan ring semisederhana dan Artinian sehingga setiap modul atas Q merupakan modul miskin.
GRAF PEMBAGI NOL DARI RING KOMUTATIF
Maria Vianney Any Herawati
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1013.732 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.15-20
Suatu elemen r dalam ring komutatif R, adalah pembagi nol bila ada elemen tak nol s sedemikian hingga rs = 0. Pencarian pembagi nol dalam suatu ring merupakan masalah yang penting untuk dipelajari, di antaranya untuk menentukan himpunan penyelesaian dari suatu persamaan suku banyak. Persamaan suku banyak yang sama bisa mempunyai himpunan penyelesaian yang berbeda bila dikerjakan dalam sistem bilangan yang berbeda. Secara umum, himpunan yang terdiri dari semua pembagi nol dalam R tidak dapat menjadi struktur aljabar karena belum tentu tertutup terhadap penjumlahan. Beberapa tahun ini dikembangkan suatu pendekatan dalam mempelajari himpunan pembagi nol dari ring komutatif, yang muncul dari cabang matematika yang tidak diduga yaitu teori graf, khususnya melalui graf pembagi nol dari R.
IDEAL TAK TEREDUKSI KUAT ATAS SEMIRING KOMUTATIF
Fitriana Hasnani;
Nikken Prima Puspita
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1125.632 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.21-26
Abstrak. Himpunan tak kosong yang dilengkapi suatu operasi biner yang bersifat asosiatif disebut semigrup. Setiap semigrup yang memuat elemen identitas didalamnya disebut monoid. Selanjutnya, grup adalah sebuah monoid dimana setiap elemennya mempunyai elemen invers. Setiap grup yang memenuhi sifat komutatif disebut grup komutatif. Ring (R,+,.) didefinisikan sebagai himpunan tak kosong yang dilengkapi dengan dua operasi biner yaitu penjumlahan dan pergandaan serta memenuhi beberapa aksioma tertentu diantaranya (R,+) adalah grup komutatif, (R,.) semigrup dan (R,+,.) memenuhi hukum distributif kiri beserta distributif kanan Struktur aljabar semiring merupakan generalisasi dari ring dengan mengurangi keberadaanelemen invers pada operasi penjumlahan. Semiring disebut semiring komutatif asalkanoperasi pergandaan pada semiring bersifat komutatif. Ideal pada semiring didefinisikan dengan cara yang sejalan dengan ideal pada ring. Suatu ideal pada sebuah semiring dikatakan tak tereduksi jika ideal adalah hasil irisan antara ideal A dan B maka I=A atau I=B dan suatu ideal pada sebuah semiring dikatakan tak tereduksi kuat jika ideal adalah himpunan bagian dari hasil irisan antara ideal A dan B maka I=A atau I=B. Pada paper ini diperoleh hasil, setiap ideal tak tereduksi kuat merupakan ideal tak tereduksi.
ANALISIS KEPUASAN DAN POSITIONING SELLER E-MARKETPLACE DENGAN MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN BIPLOT
Farah Dibah;
Dwi Endah Kusrini
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (987.902 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.459-464
Perkembangan teknologi yang cepat dan juga adanya pembatasan sosial men-dorong banyak pelaku usaha untuk membuka toko secara online baik melalui media sosialmaupun e-marketplace. Banyaknya penjual yang puas dengan sistem yang diberikan oleh e-marketplace akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap e-marketplace tersebut.Pada penelitian ini dilakukan analisis kepuasan seller terhadap e-marketplace denganmenggunakan metode importance performance analysis untuk mengetahui tingkat kepuasanseller terhadap e-marketplace di Indonesia dan metode biplot yang dilakukan untuk menge-tahui positioning e-marketplace sesuai dengan persepsi seller mengenai kepuasan terhadape-marketplace. E-marketplace yang dianalisis pada penelitian ini yaitu e-marketplace yangpaling banyak digunakan di Indonesia yang terdiri dari Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.Berdasarkan importance performance analysis, penelitian ini menunjukkan bahwa variabelkepuasan yang harus diperbaiki oleh e-marketplace di Indonesia adalah variabel tangibles,reliability, responsiveness, dan emphaty. Berdasarkan hasil biplot, Penelitian ini menunjuk-kan hasil bahwa Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak memiliki ciri khas tersendiri pada indi-kator-indikator kepuasan dibenak seller, tetapi Shopee masih lebih unggul dibandingkandengan e-marketplace yang lainnya.
KLASTERISASI LOKASI PASAR KABUPATEN BANYUMAS GUNA MEMPERMUDAH UPTD DALAM MENGELOLA KELAS PASAR
Pradini Nurul Safitri;
Abdullah Ahmad Dzikrullah
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (981.391 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.465-470
Mengingat data penggolongan kelas pasar di Kabupaten Banyumas masihtergolong keliru, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap penggolongan kelas pasarsecara tepat menggunakan Algoritma C5.0. Hasil dari Algoritma C5.0 menunjukanpentingnya variabel tingkat pendapatan pasar dalam menentukan golongan kelas pasar, sertaterdapat 18 pasar di kabupaten Banyumas yang masih memiliki tingkat pendapatan pasarkurang dari atau sama dengan Rp 200.000.000 per tahun, sehingga masuk ke dalamgolongan kelas pasar III. Untuk mempermudah UPTD Pasar dalam mengelola kelas pasar,maka dibuat pengelompokan lokasi pasar yang berdekatan menggunakan K-MedoidsClustering. Hasil dari K-Medoids Clustering menunjukan bahwa UPTD Pasar Banyumas Iatau pusat klaster I bertepatan di pasar Sarimulyo yang terdiri dari 16 pasar sebagaianggotanya, UPTD Pasar Banyumas II atau pusat klaster II bertepatan di pasar Wijahanyang terdiri dari 5 pasar sebagai anggotanya dan UPTD Pasar Banyumas III atau pusatklaster III bertepatan di pasar Ajibarang yang terdiri dari 4 pasar sebagai anggoatanya.Sehingga, masing-masing UPTD Pasar dapat lebih menghemat biaya dan waktu dalammelangsungkan perjalanannya serta fokus terhadap masing-masing anggotanya, khususnyadalam pengelolaan pasar pada kelas pasar III.
KOREPRESENTASI KOALJABAR F [G]
Na’imah Hijriati;
Indah Emilia Wijayanti
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1775.147 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.33-40
Abstrak. Diberikan grup berhingga G dan lapangan F . Aljabar grup F [G] merupakan suatu ring sekaligus merupakan ruang vektor atas F . Diketahui, jika ruang vektor V atas F merupakan modul atas aljabar grup F [G] maka selalu dapat dikonstruksi suatu representasi ring F [G] terhadap V , yakni suatu homomorfisma ring dari F [G] ke ring semua tranformasi linear pada V . Lebih lanjut, diketahui juga F [G] dan ring semua transformasi linear pada V merupakan koaljabar atas F . Berdasarkan hal ini, jika suatu ruang vektor atas F merupakan komodul atas F [G] maka muncul permasalahan apakah dapat dikonstruksi suatu homomorfisma koaljabar dari F [G] ke koajabar semua transformasi linear pada ruang vektor tersebut. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan diberikan pengkonstruksian homomorfisma koajabar F [G] terhadap suatu ruang vektor atas F . Selanjutnya, homomorfisma koaljabar F [G] disebut korepresentasi koaljabar F [G] terhadap suatu ruang vektor atas F .
HUBUNGAN SIFAT BERSIH PADA RING, MODUL, KOMODUL DAN KOALJABAR
Nikken Prima Puspita;
Indah Emilia Wijayanti;
Budi Surodjo
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1788.359 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.41-50
Diberikan ring komutatif R dengan elemen satuan. Ring R disebut bersih jika setiap elemennya dapat dinyatakan sebagai jumlahan elemen unit dan idempoten. Sebuah R-modul M disebut modul bersih jika ring endomorfisma dari M adalah ring bersih. Misalkan C adalah R-koaljabar yang bersifat koasosiatif dan kounital. Sebuah C-komodul M dikatakan bersih jika ring endomorfisma dari C-komodul M adalah ring bersih. Oleh karena setiap koaljabar merupakan komodul atas dirinya sendiri, koaljabar bersih didefinisikan sebagai kejadian khusus dari komodul bersih. Pada paper ini akan dilihat keterkaitan sifat bersih pada struktur ring, modul, koaljabar dan komodul.
KONTRAKSI PERTINGKATAN PADA PERTINGKATAN PAULI SL(N, C)
Reynald Saputra;
Gantina Rachmaputri
Pattimura Proceeding 2021: Prosiding KNM XX
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1768.41 KB)
|
DOI: 10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX.51-60
Abstrak. Aljabar Lie sl(n, C) merupakan salah satu jenis aljabar Lie klasik. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apa saja aljabar Lie lain yang dapat dihasilkan dari kontraksi pertingkatan aljabar Lie sl(n, C). Aljabar Lie yang diperoleh akan disebut sebagai solusi dari kontraksi pertingkatan. Secara khusus, akan ditinjau kasus pada nilai n = 3 dan pertingkatan yang ditinjau adalah pertingkatan Pauli. Pertingkatan Pauli pada sl(3, C) merupakan salah satu fine grading (pertingkatan yang terbaik) dari empat fine grading yang bisa dilakukan pada sl(3, C). Untuk kontraksi pertingkatan Pauli pada sl(3, C), terdapat 48 persamaan kontraksi yang dapat digunakan untuk memperoleh solusi dari kontraksi pertingkatan Pauli pada sl(3, C). Untuk menyelesaikan persamaan kontraksi tersebut, digunakan bantuan dari grup simetri pertingkatan Pauli sl(3, C). Di akhir, penulis memberikan sedikit hasil lain yaitu kasus ketika n = 2 dan n = 4 serta dekomposisi Levi pada kontraksi pertingkatan Pauli sl(3, C).