cover
Contact Name
Eko Walujodjati
Contact Email
eko.walujodjati@itg.ac.id
Phone
+6282124588750
Journal Mail Official
konstruksi@itg.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayor Syamsu No.1, Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : 14123614     EISSN : 23027320     DOI : https://doi.org/10.33364/konstruksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Kosntruksi yang dapat menampung dan mempublikasikan hasil karya penelitian, karya tulis dan pengabdian masyarakat baik mahasiswa dan dosen-dosen intern maupun dari pihak luar. Jurnal Konstruksi memberikan informasi yang diperoleh dari laboratorium dan workshop penelitian maupun dari lapangan/ studi kasus di dunia nyata dengan cakupan (Scope of Journals) bidang meliputi struktur transportasi/ infrastruktur, air, geoteknik, manajemen konstruksi, dan lingkungan. Melalui jurnal konstruksi diharapkan dapat menampung semua inspirasi bidang teknik sipil sehingga didapatkan pemecahan masalah yang dihadapi dan mampu melahirkan inovasi baru dibidangnya.
Articles 301 Documents
Pemanfaatan Model Air Tanah untuk Penentuan Prediksi Zona Potensi Penyebaran Polutan di Wilayah Sukaregang dan Sekitarnya Arief Rachmat; Faizinal Abidin; Rizq Atiqa Maso
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.3112

Abstract

Industri penyamakan kulit Sukaregang sejak tahun 1920-an tumbuh dengan pesatnya.saat ini diperkirakan ada 300 industri ruamhtangga pengrajin kulit di daerah ini. Penelitaian ini mencoba mengkaji penyebaran  Krom dari industri penyamakan kulit Sukaregang dalam ai tanah di sekitarnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model. Dari hasil simulasi model penyebaran krom akan diperoleh zonasi daerah pencemaran air tanah di sekitar industri, yang akan berguna bagi penyusunan konsep penanggulangan polutan oleh pemerintah daerah setempat sebagai input pemodelan adalah data geologi, morfologi, konduktivitas hidrolik, data muka air tanah dan data kimia air limbah dan air  tanah. Untuk itu dilakukan pengukuran geofisika, pemboran dan uji pemompaan, pengambilan conto air limbah dan air tanah serta analisa kimia. Di kawasan Industri Sukaregang terdapat 3 Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) bagi sekitar 300-an industri rumah tangga yang menghasilkan limbah rata rata 900 m3/hari. Dari 3 IPAL yang ada, hanya 1 (satu) yang beroperasi. Hasil analisa kimia conto air limbah penyamakan kulit sementara dalam air tanah terdapat. adanya khrom. Dari hasil pemodelan diketahui pergerakan air tanah adalah bergerak ke arah utara.
Perencanaan Jalur Khusus Sepeda pada Kawasan Wisata Pantai Kuta Ni Luh Ayu Suryaningsih; Pio Ranap Tua Naibaho; Moh Azhar
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2612

Abstract

Kawasan wisata Pantai Kuta merupakan salah satu destinasi unggulan di Bali dengan melihat setiap tahun banyaknya wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara yang berkunjung ke Pantai Kuta. Namun hal tersebut juga menjadi salah satu tantangan dalam sektor Transportasi yaitu tingginya aktifitas kendaraan bermotor sehingga menimbulkan permasalahan kemacetan dan menurunnya kualitas lingkungan. Selain itu banyak masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas salah satunya dengan bersepeda, dikarenakan banyaknya pengguna sepeda menggunakan ruas jalan utama di kawasan Pantai Kuta sehingga akan menimbulkan permasalahan lalu lintas khususnya di bidang keselamatan. Dari banyakanya ruas jalan Kawasan Wisata Pantai Kuta, akan dipilih beberapa ruas jalan yang akan direncanakan sebagai lajur khusus sepeda. Rute sepeda yang terpilih dihitung analisa kinerja setelah sebagian badan jalan digunakan sebagai lajur khusus sepeda serta usulan penempatan rambu dan marka. Pengolahan data analisa yang dilakukan yakni mengenai unjuk kerja kondisi eksisting sebelum adanya lajur sepeda dan kondisi rekomendasi setelah adanya lajur sepeda meliputi kapasitas, V/C ratio,serta tingkat pelayanan jalan tersebut. Dari perhitungan analisa didapat 3 Rute terpilih dengan analisa pertimbangan pengaruh sampai dengan 5 tahun kedepan. Lajur sepeda yang direncanakan ialah dengan lebar 1,6 meter ditandai dengan marka hijau dan dibatasi dengan marka menerus. Penyediaan fasilitas parkir ditempatkan di setiap lokasi tarikan perjalanan.
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Pemilihan Rumah KPR Bersubsidi: Perspektif Manajemen Investasi dan Properti dalam Pengembangan Perumahan Perkotaan Ni Made Ayu Juli Andjani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2396

Abstract

This study used a questionnaire survey of 100 respondents from five housing complexes in Palu City (Tondo, Duyu, Mamboro, Kawatuna, Pengawu) to examine people's perceptions of subsidized mortgage homes compared to rental housing. Respondents consisted of students, office workers, and entrepreneurs with different needs: students were looking for affordable housing close to campus, office workers prioritized long-term investment, and entrepreneurs needed economic assets. The majority of respondents chose subsidized mortgage houses because of affordable installments, property ownership, and long-term security, while rental housing was considered less stable. These findings emphasize the importance of fund management, risk, and building quality in property investment and construction management, and serve as the basis for developing effective and sustainable subsidized housing programs for all parties involved.
Pengaruh Campuran Consol N11 LN dan Consol SG Pada Kuat Tekan dan Serapan Air Self Compacting Concrete (SCC) Edi Virlade; Fathoni Usman; Debby Sinta Devi
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2603

Abstract

Self-Compacting Concrete (SCC) is a type of concrete capable of compacting itself without the use of vibrators, characterized by a high slump and the ability to flow under its own weight to fill formwork completely without segregation, thereby simplifying the construction process. The materials used to produce SCC include fine aggregates, coarse aggregates, water, and cement, combined with admixtures in the form of superplasticizers. The superplasticizers added in this study were Consol SG at 0.3% and Consol N11 LN at variations of 0.6%, 1.4%, and 2%. Workability test results for SCC indicated slump flow values of 39.17 cm for 0.6% SCC, 56.72 cm for 1.4% SCC, and 61.24 cm for 2% SCC. L-Shape Box tests yielded results of 0.067 for 0.6% SCC, 0.949 for 1.4% SCC, and 0.987 for 2% SCC. The V-Funnel Test produced times of 32 seconds for 0.6% SCC, 11 seconds for 1.4% SCC, and 8 seconds for 2% SCC. Compressive strength testing of normal concrete showed values of 22.36 MPa at 7 days, 28.79 MPa at 14 days, and 35.28 MPa at 28 days. For SCC with 0.6% admixture, compressive strengths were 23.85 MPa at 7 days, 29.58 MPa at 14 days, and 36.17 MPa at 28 days. SCC with 1.4% admixture yielded compressive strengths of 25.27 MPa at 7 days, 30.16 MPa at 14 days, and 38.26 MPa at 28 days. SCC with 2% admixture reached compressive strengths of 28.04 MPa at 7 days, 33.62 MPa at 14 days, and 38.63 MPa at 28 days. Water absorption tests at 28 days showed values of 120 g for normal concrete, 110 g for SCC with 0.6% admixture, 100 g for SCC with 1.4% admixture, and 110 g for SCC with 2% admixture.
Perilaku Perjalanan dan Pemilihan Moda Transportasi Berdasarkan Data Demografi Masyarakat Sulawesi Selatan Dhea Sherina Tahir; Hakzah Hakzah; Andriyani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2639

Abstract

Tradisi massompe’ atau merantau merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang turut membentuk pola mobilitas dan pemilihan moda transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku perjalanan dan preferensi moda transportasi masyarakat Bugis perantau berdasarkan karakteristik demografis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 300 responden dari lima wilayah konsentrasi Bugis: Barru, Parepare, Pinrang, Sidenreng Rappang, dan Enrekang. `we`asil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif dengan distribusi gender yang relatif seimbang. Moda transportasi darat seperti mobil pribadi (40,3%) dan sepeda motor (31%) menjadi pilihan utama karena fleksibilitas dan efisiensi. Tujuan perjalanan didominasi oleh kebutuhan bekerja (49,3%) dan pendidikan (36%), sementara alasan sosial-budaya seperti silaturahmi hanya 15,3%. Faktor demografi seperti usia, pendapatan, dan asal domisili berpengaruh signifikan terhadap pilihan moda. Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan transportasi yang kontekstual dan inklusif perlu mempertimbangkan budaya lokal dan kondisi sosial-ekonomi, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat perantau di wilayah Indonesia Timur.
Analisis Efektivitas Penerapan Konstruksi Hijau Pada Proyek Bangunan Berkelanjutan Stefani Switly Peginusa; Dian Puspita Sari; Cyntha Tendean; Dwars Soukotta
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2762

Abstract

Pendekatan pembangunan yang berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak pembangunan kota masa depan di Indonesia karena tantangan besar yang akan dihadapinya berupa pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan, dan krisis energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penerapan konstruksi hijau pada bangunan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mempertimbangkan berbagai indikator, baik dari aspek teknis maupun lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, di mana data dianalisis melalui tabulasi hasil checklist dari objek penelitian menggunakan Microsoft Excel. Selanjutnya, data tersebut dihitung dengan menggunakan Model Assessment Green Construction guna memperoleh Nilai Green Construction (NGC). Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap penerapan konstruksi hijau, didapati dari 144 indikator yang ada hanya 137 indikator yang telah diterapkan pada tahap konstruksi nya. Perhitungan Nilai Green Construction aktivitas konstruksi sebesar 17,69, nilai ini berada diatas NGC terbaik 15,47 tetapi belum mencapai NGC ideal sebesar 21,92. Temuan ini menjadi landasan evaluatif yang penting untuk merumuskan kebijakan konstruksi hijau yang lebih responsif dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan proyek konstruksi di Indonesia.
Evaluasi Produktivitas dan Biaya Alat Berat pada Pekerjaan Beton Struktur fc’ 30 Mpa Wafiq Karimah; Abdul Karim; Muhammad Alfian Noor; Nada Salsabila
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2794

Abstract

Penggunaan alat berat dalam proyek konstruksi memerlukan perencanaan yang tepat agar efisien dari segi biaya maupun waktu. Penelitian ini membahas analisis produktivitas dan biaya alat berat pada pekerjaan beton struktur mutu fc’ 30 MPa. Latar belakang penelitian adalah adanya perbedaan antara alat pada perencanaan dan yang digunakan di lapangan, oleh karenanya penulis tertarik membahas dari segi produktivitas dan biayanya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis metode pelaksanaan yang melibatkan alat berat, menghitung produktivitas dan biaya berdasarkan data lapangan, serta membandingkannya dengan data penawaran. Alat yang dianalisis meliputi wheel loader, concrete batching plant, truck mixer, concrete pump, vibrator, dan water pump. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan analisis teoritis terhadap produktivitas serta biaya sewa alat. Hasil menunjukkan adanya perbedaan antara rencana dan pelaksanaan, baik dari sisi produktivitas maupun biaya. Biaya di lapangan umumnya lebih rendah daripada penawaran, sedangkan produktivitas cenderung lebih tinggi. Selisih harga satuan pekerjaan beton struktur fc’ 30 MPa mencapai Rp112.809,82/m³. Temuan ini menekankan pentingnya evaluasi dan penyesuaian perencanaan penggunaan alat berat agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Perencanaan Teknis dan Estimasi Biaya Preservasi Jalan Daerah Menggunakan Metode Kuantitatif serta Rekapitulasi Total RAB Ely Mulyati; Sabrina Aurelia Rianti
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2898

Abstract

Road preservation is important to maintain functionality and support community mobility. This study analyzes the technical planning and cost estimation processes in regional road preservation work to ensure budget efficiency and implementation effectiveness. The methods include road condition surveys, damage identification, technical method selection, and plan and cost estimation preparation based on unit price analysis. The results show that proper planning greatly affects the accuracy of cost estimates and the success of implementation. The total cost estimate reached Rp 222,520,104, covering all work items. These findings emphasize the importance of data-based planning to improve the quality, service life, and sustainability of road infrastructure and support optimal and sustainable community mobility.
Analisis Pemanfaatan Limbah Las Karbit sebagai Substitusi Sebagian Semen untuk Peningkatan Mutu dan Beton Berkelanjutan Debby Sinta Devi; Fathoni Usman; M Farhan Nurhadi
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.3017

Abstract

Increasing cement consumption in line with growing construction activities has led to higher building costs and rising carbon dioxide (CO2) emissions, both of which contribute to global warming. One potential alternative material is carbide welding waste, a residue generated from welding processes that is often underutilized and frequently becomes waste with the potential to pollute the environment. This study aims to analyze the effect of using carbide welding waste as a partial cement substitute on the physical and mechanical properties of concrete, particularly its water absorption (absorptivity) and compressive strength. The method used is an experimental approach with substitution variations of 6%, 9%, and 12% of carbide welding waste relative to the cement weight. The test results show that these substitution percentages produce different effects on the characteristics of the concrete. A 9% substitution provides the most optimal outcome, with a compressive strength of 28.95 MPa and the lowest absorption value of 2.4417%. These values are superior to those of normal concrete without substitution, which has a compressive strength of 25.64 MPa and an absorption value of 2.7001%. At 6% substitution, the compressive strength reaches 26.74 MPa with an absorption value of 2.5481%, while at 12% substitution, concrete quality declines, with compressive strength dropping to only 22.50 MPa and absorption increasing to 3.2416%. The findings demonstrate that carbide welding waste can be used as a partial cement substitute, with the optimal percentage being 9%.
Pengaruh Abu Kulit Durian sebagai Bahan Tambah dan Pengganti Sebagian Semen terhadap Kuat Tekan Beton K-175 Muhammad Irvan Adi Wijayanto; Yudi Setio Prabowo
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.3026

Abstract

Concrete is a primary material in construction that continues to be developed to improve efficiency and sustainability. One of the innovations pursued is the utilization of agricultural waste as an environmentally friendly additive in concrete mixtures. This study aims to examine the effect of adding and partially replacing Portland cement with durian peel ash on the compressive strength of K-175 grade concrete. The method employed was a laboratory experiment with variations of durian peel ash content of 0%, 0.3%, and 0.5%, incorporated into the concrete either as an additive or as a partial cement replacement. The test specimens were cube-shaped with dimensions of 15 × 15 × 15 cm, and compressive strength tests were conducted at the ages of 7 and 14 days. The results indicate that the addition of durian peel ash can increase the compressive strength of concrete, whereas partial replacement of cement with durian peel ash tends to reduce compressive strength. Nevertheless, the obtained compressive strength values remain below the standard requirement for K-175 concrete. These findings demonstrate the positive potential of durian peel ash as an environmentally friendly additive. Further research is recommended to optimize the mix composition and to examine the chemical characteristics of the ash in supporting pozzolanic reactions in concrete.