cover
Contact Name
Eko Walujodjati
Contact Email
eko.walujodjati@itg.ac.id
Phone
+6282124588750
Journal Mail Official
konstruksi@itg.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayor Syamsu No.1, Jayaraga, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : 14123614     EISSN : 23027320     DOI : https://doi.org/10.33364/konstruksi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Kosntruksi yang dapat menampung dan mempublikasikan hasil karya penelitian, karya tulis dan pengabdian masyarakat baik mahasiswa dan dosen-dosen intern maupun dari pihak luar. Jurnal Konstruksi memberikan informasi yang diperoleh dari laboratorium dan workshop penelitian maupun dari lapangan/ studi kasus di dunia nyata dengan cakupan (Scope of Journals) bidang meliputi struktur transportasi/ infrastruktur, air, geoteknik, manajemen konstruksi, dan lingkungan. Melalui jurnal konstruksi diharapkan dapat menampung semua inspirasi bidang teknik sipil sehingga didapatkan pemecahan masalah yang dihadapi dan mampu melahirkan inovasi baru dibidangnya.
Articles 417 Documents
Pengaruh Penambahan Abu Sabut Kelapa dan Semen Terhadap Nilai California Bearing Ratio dalam Stabilisasi Tanah Siswanti Siswanti; Dendi Yogaswara
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.1988

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan produsen kelapa terbesar di dunia, Food & Agriculutre Organization of United Nation (FAO) menyebutkan bahwa pada Tahun 2022 Indonesia mengekspor kelapa seberat 664,64 ribu ton. Saat ini industri pengolahan buah kelapa masih terfokus pada pengolahan hasil bagian buah dibanding dengan limbah yang dihasilkan. Dalam dunia teknik sipil, limbah sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah untuk stabilisasi tanah dalam bentuk abu. Abu sabut kelapa memiliki susunan senyawa yang terdiri dari SiO2 42,98%, Al2O3 2,26%, dan Fe2O3 1,66%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah berdasarkan nilai California Bearing Ratio (CBR) dengan memanfaatkan campuran semen dan abu dari limbah sabut kelapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengujian Laboratorium di Laboratorium Teknik Sipil Institut Teknologi Garut. Pengujian terdiri dari pengujian sifat fisis tanah dan sifat mekanis tanah, pembuatan benda uji terdiri dari tanah asli dan tanah yang sudah diberi campuran bahan tambah. Nilai CBR didapat dari pengujian CBR tak terendam atau unsoaked. Persentase abu sabut kelapa yang digunakan yaitu 7%, 9%, dan 11%, serta semen PCC sebesar 5% secara konstan. Sampel tanah yang digunakan berasal dari Desa Karangsari, Kecamatan Leuwigoong. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel tanah berdasarkan sistem kalsifikasi AASHTO merupakan kelompok A-2-7, sedangkan menurut USCS adalah jenis tanah SW-SM yang merupakan pasir bergradasi baik dengan lanau. Nilai CBR pada tanah asli diperoleh sebesar 6,15% mengalami kenaikan pada penambahan campuran 5% semen (konstan) dan 7%, 9%, 11% abu sabut kelapa dengan nilai 7,26%, 9,68%, dan 13,22%. Dari hasil pengujian tersebut, penambahan campuran semen dan abu sabut kelapa dapat meningkatkan daya dukung tanah dengan kenaikan nilai CBR.
Analisis Kestabilan Lereng Pertambangan Batu Andesit : Studi Kasus: Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor Aini Agistina; Dendi Yogaswara
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.1989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi stabilitas lereng statis dan dinamis pada area pertambangan batu andesit PT Batu Multindo Perkasa di Desa Batujajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berdekatan dengan lahan warga, mengingat potensi risiko keruntuhan lereng akibat aktivitas pertambangan. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak Rocscience Slide 6.0 dengan metode Bishop Simplified untuk menghitung nilai faktor keamanan (SF) dalam berbagai kondisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi statis, faktor keamanan lereng adalah 1.525 (kondisi asli), 1.526 (kondisi kering), dan 1.339 (kondisi jenuh). Analisis lereng dinamis dengan memperhitungkan pengaruh beban ledakan sebesar 93.684 kPa menghasilkan faktor keamanan sebesar 1.512 (kondisi asli), 1.513 (kondisi kering), dan 1.333 (kondisi jenuh). Berdasarkan hasil tersebut, lereng saat ini berada dalam kondisi stabil. Namun, mengingat potensi penurunan faktor keamanan pada kondisi jenuh dan pengaruh aktivitas peledakan, penelitian ini merekomendasikan dilakukannya monitoring kondisi air tanah secara berkala dan evaluasi desain peledakan yang lebih cermat untuk memastikan kestabilan lereng jangka panjang dan keamanan lahan warga di sekitar area pertambangan.
Evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja Dalam Pembangunan Masjid Eco 2 Daarut Tauhiid Bandung Luthfi Aqshol Fadilah; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.1990

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek pembangunan Masjid Eco 2 Daarut Tauhiid Bandung, dengan tujuan mengurangi risiko kecelakaan di sektor konstruksi. Metode yang digunakan adalah pendekatan mixed method. Secara kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner Likert terhadap 45 pekerja. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan pengetahuan pekerja mengenai K3 belum optimal, meskipun sebagian besar telah memahami dasar-dasar K3. Pelatihan intensif dan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap prosedur keselamatan. Implementasi K3 di proyek ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan peralatan yang memadai dan kurangnya pemahaman yang mendalam terkait prosedur K3. Hambatan ini menjadi kendala utama dalam mencapai standar keselamatan yang diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan adanya peningkatan berkelanjutan melalui pelatihan rutin, penyediaan peralatan yang sesuai standar, dan penerapan teknologi keselamatan yang lebih modern. Diharapkan langkah ini dapat membantu mencapai target “zero accident,” mengurangi risiko kecelakaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Evaluasi juga dibandingkan dengan indikator Prinsip Dasar Sistem Manajemen K3 yang menurut Pasal 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/MEN/1996 sebagai acuan. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan penerapan SMK3 di proyek konstruksi serupa, khususnya untuk fasilitas publik seperti masjid. Studi ini merekomendasikan peningkatan pelatihan K3 dan pengadaan alat pelindung diri yang memadai. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan implementasi SMK3 pada proyek konstruksi skala menengah.
Analisis Genangan Air di Kampung Sudika Indah Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut Lukman Rudiat; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2005

Abstract

Flooding, or what is often referred to as flooding, is a very common disaster in Indonesia. There is a case in a residential area near the Cimanuk River, namely in Kampung Sudika Indah RT 02 RW 13, Tarogong Kidul District, Garut Regency. Flooding often occurs, which is thought to be caused by the drainage system, so that the water discharge and high rainfall intensity over a long period of time cannot be accommodated and drained to the outlet. This is one of the main factors contributing to flooding. Therefore, research is needed on what has happened so that the incident can be evaluated and a solution found. The purpose of this study is to analyze the dimensions of the drainage channels in Kampung Sudika Indah. In this study, the method used is to process the maximum rainfall using the Log Pearson Type III method, then test it using the Chi-Square and Smirnov-Kolmogorov methods. Next, calculate the 10-year rainfall intensity. Simulation was carried out using the SWMM application. The SWMM application summary results showed that water overflow occurred in channel 4. The overflow occurred in channel 4, which had a peak overflow volume of 11.107 m3/sec with a duration of 1.20 hours. Therefore, based on the results of trials by changing the channel dimensions, it can be concluded that channel 4 requires an increase in the existing cross-sectional dimensions from 2.5 m x 2 m to 3.5 m x 2 m.
Pengaruh Abu Bonggol Jagung sebagai Filler pada Campuran Aspal AC-WC terhadap Karakteristik Marshall Ida Farida; Wiguna Rahmana
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2014

Abstract

The population growth in Indonesia has increased significantly. The increase in population is directly proportional to the increase in vehicle volume. There is a need for adequate transportation infrastructure, especially in the quality of the pavement layer. Corncob is an agricultural waste that has the potential to be used in road construction. The ash from burning corncobs contains an element similar to cement, namely silica. The silica content in corncob ash reaches 66.83%. This research aims to analyze the effect of corncob ash as filler in AC-WC asphalt mixture on Marshall characteristics. Primary data were obtained from laboratory tests using variations of corncob ash content (1.5%, 2.5%, 3.5%). The results showed that the optimum level of corncob ash increased the stability and yield of the asphalt mixture. Recommendations include the utilization of corncob ash as an environmentally friendly alternative to improve the quality of pavement layers.
Penerapan Metode Analytic Hierarchy Process Untuk Menentukan Kelayakan Jalan Beton dan Aspal di Garut Abil Miftahul Mubarok; Ganjar Jojon Johari; Athaya Zhafirah
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2020

Abstract

This study analyzes the feasibility of using concrete and asphalt roads using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. Data were obtained from respondents’ assessments of technical, economic, and operational factors. The results show that concrete roads are superior in terms of resistance to weather conditions, ground movement, and traffic load variations, while asphalt roads perform better in surface comfort and ease of construction. The recommendations include considering initial costs, maintenance requirements, and environmental conditions in selecting the appropriate type of road. This research focuses on developing an AHP-based model to evaluate which road construction type, concrete or asphalt, has better overall feasibility. The AHP model development consists of three main steps: hierarchy construction, assessment, and priority synthesis. The assessment results for each factor indicate that, in terms of resistance to weather conditions, concrete is six times superior to asphalt; in resistance to ground movement, concrete is five times superior; and in resistance to traffic load changes, concrete is 5.5 times superior. In terms of surface comfort, asphalt is 5.5 times superior to concrete; in ease of construction, asphalt is five times superior; in maintenance period, concrete is five times superior; in resource availability, asphalt is three times superior; and in cost, asphalt is twice as economical as concrete. The final assessment based on weighting, as reflected in the VA21 vector, indicates that asphalt construction is slightly more feasible than concrete construction, as shown by the higher eigenvalue for asphalt (0.529) compared to concrete (0.472).
Analisis Produktivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Timbunan untuk Proyek Infrastruktur Irigasi Muhammad Alfie Dhiyaulhaq Daffa; Athaya Zhafirah
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2021

Abstract

This study analyzed the productivity of heavy equipment (Dump Truck, Excavator, and Vibro Roller) on embankment works for irrigation modernization project. Using quantitative methods, field data were compared with theoretical calculations to evaluate productivity, cycle time, and operating costs. Results show that proper machine selection increases efficiency by up to 20%, with significant cost savings. The findings provide guidance for resource optimization on infrastructure projects.
Pengaruh Substitusi Abu Ampas Kopi pada Kinerja Beton untuk Mendukung Konstruksi Berkelanjutan Alwan Kusuma Darmawan; Athaya Zhafirah
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2022

Abstract

Coffee grounds are food industry waste produced from processing coffee beans. As with other food industry waste, coffee grounds waste has the potential to be utilized as a partial cement substitution material that is pozzolanic in nature containing silica. The purpose of this study was to determine the compressive strength and tensile strength of concrete containing coffee grounds ash with a composition of 2.5%, 5%, and 7.5% by weight of cement, which was carried out at the age of 28 days. The test specimens were in the form of cylinders with dimensions of 30 cm x 15 cm as many as 24 specimens. The planned concrete quality is 20 MPa (200 Kg/cm²). The average result of the normal concrete compressive strength test was 25.83 MPa, the compressive strength value of concrete using coffee grounds ash with a percentage of 2.5% was 27.02 MPa, a percentage of 5% was 26.18 MPa, and a percentage of 7.5% was 20.56 MPa. The average split tensile strength test result for normal concrete was 2.82 MPa, 2.5% percentage was 2.93 MPa, 5% percentage was 2.72 MPa, and 7.5% percentage was 1.94 MPa.
Optimasi Sistem Irigasi Dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian Desa. Cibunar, Kecamatan.Cibatu Adi Susetyaningsih; Sulwan Permana; Yoga Adela
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2047

Abstract

The issue of water availability for agriculture has become a major challenge due to climate change and the need for improved water management. Irregular rainfall patterns and frequent water shortages pose a threat to crop productivity and farmers' livelihoods. Therefore, this study aims to analyze the uneven distribution of water availability throughout the year, particularly during the dry season. It also assesses water demand and supply using the FJ Mock method and the CROPWAT 8.0 software.The results of the study show that the dependable discharge of the Citameng IV Weir in April reaches 101.260 liters/second, while the water demand for 200 hectares of rice fields in Cibunar Village is 538.65 liters/second. Further analysis focuses on optimizing the irrigation system to enhance agricultural productivity in Cibunar Village, Cibatu District, Garut Regency.The study recommends the design of a trapezoidal irrigation channel lined with stone to efficiently convey water to agricultural land. For an area of 200 hectares, the proposed channel dimensions include a top width of 4.56 meters, a bottom width of 1.23 meters, a water depth of 0.65 meters, and a freeboard height of 0.46 meters.In addition, the study suggests optimizing irrigation system management by involving local communities and developing a more effective water distribution schedule to prevent conflicts among farmers. The construction of weirs or reservoirs is also recommended to regulate water availability more evenly, thereby improving agricultural productivity.
Analisis Kinerja Terhadap Waktu Menggunakan Metode EVA (Earned Value Analysis) Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit BPJS Intan Husada Garut Alifah Tsaniah; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2057

Abstract

Biaya dan waktu pada sebuah proyek diperlukan adanya analisa secara terpadu, sehingga diharapkan dapat dengan akurat memperlihatkan presentasi suatu pekerjaan pada saat pelaporan, serta membuat perkiraan berupa total biaya dan waktu yang diperlukan sampai proyek tersebut selesai. Pembangunan Rumah Sakit Intan Husada Garut mengalami keterlambatan waktu, dan proyek mundur dari kesepakatan kontrak awal yang mengakibatkan kerugian waktu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis waktu penyelesaian proyek Pembangunan Rumah Sakit Intan Husada Garut secara mingguan selama periode 49 minggu pelaksanaan, serta untuk mengevaluasi jadwal sesuai dengan rencana awal proyek. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value Analysis (EVA) dalam memperkirakan waktu penyelesaian proyek secara mingguan serta mengevaluasi sejauh mana jadwal aktual sesuai dengan rencana awal. Hasil dari penelitian yaitu pada minggu ke-1 sampai pada minggu ke-10 nilai SV positif artinya proyek selesai dengan cepat, pada minggu ke-11 (nilai SV -Rp 41,580,000.00), minggu ke-12 (nilai SV -Rp 383,460,000.00), minggu ke-13 (nilai SV -Rp 369,600,000.00), minggu ke-14 (nilai SV -Rp 498,960,000.00) negatif artinya proyek telah terjadi keterlambatan. Kemudian terjadi percepatan pekerjaan pada minggu ke-15 sampai pada minggu ke-25 dan kembali terlambat pada minggu ke-26 sampai minggu ke-49. Perkiraan waktu penyelesaian berdasarkan minggu ke-1 proyek akan selesai selama 74 hari, yang artinya terjadi percepatan pekerjaan selama 269 hari. Jika perkiraan penyelesaian berdasar pada minggu ke-35 maka pekerjaan akan selesai selama 385 hari, yang menunjukan pekerjaan mengalami keterlambatan selama 42 hari.