cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
Pegrafis yang Dikutuk Disumpahi Eros Syahrizal Pahlevi
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.173

Abstract

Seni cetak grafis atau disebut seni grafis saja, hanya akan bertumbuh jikalau pelakunya, para pegrafis, tidak berpaling dan mampu melihat celahnya untuk coba dikembangkan. Jangan sampai mereka justru terpuruk dan tidak dapat melihat peluang dikarenakan masih adanya pemikiran seni ini sebagai media terpinggirkan. Sebuah puisi Chairil Anwar diambil menjadi perumpamaan untuk menggambarkan hal tersebut.
Dreams Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.174

Abstract

Dreams atau mimpi-mimpi, bagi Syakieb Sungkar mempunyai banyak arti. Arti pertama adalah itu hanya sekedar mimpi yang muncul dari alam bawah sadar, sehingga semesta yang diciptakan pada lukisan jadi terlihat kacau, tidak logis, berantakan, dan salah tempat. Hal itu terlihat pada karya yang berjudul “Making out in the Sky”. Sebuah lukisan yang kejadian sebenarnya ia dapatkan dari mimpi. Nasib yang sama terjadi pada karya “Bustle on the Side Road”, kita tidak akan mendapat penjelasan ‘makhluk-makhluk’ itu sedang sibuk apa. Namun yang dirasakan adalah, Syakieb sedang membawa pemirsa ke negeri antah-berantah, di mana semua tokoh dalam lukisannya terlihat tidak mempunyai motif yang jelas dalam melakukan tindakan.
Mimpi Itu Asyik Goenawan Mohamad
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.175

Abstract

Karya-karya seni rupa Syakieb Sungkar kali ini bermain dengan yang absurd. Dalam deskripsi Anna Sungkar yang pas, “kacau, tidak logis, berantakan, dan salah tempat.” Lukisan Syakieb bergerak antara fantasi dan bukan fantasi, warna dan bentuk yang ramai, ganjil, provokatif, becanda, berolok-olok.
Makna Tergantung Preferensi Pemirsanya Asmudjo J Irianto
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.176

Abstract

Pada pameran Dreams di galeri Cemara 6, karya-karya yang ditampilkan mempunyai keberagaman gaya lukis. Syakieb Sungkar sebagai perupanya, dengan sadar bermain-main dan mengeksplorasi serta mengolah banyak gaya, untuk masing-masing pemikiran yang ingin disampaikannya. Hal itu sesungguhnya melawan kecenderungan senirupa komersial yang ingin menyeragamkan suatu pameran tunggal dengan satu gaya yang terbatas. Agar tujuan komersialnya lebih mudah tercapai. Diskursus yang muncul dalam pameran itu ditampilkan dalam bentuk dialog imajiner antara penulis dengan perupanya (dalam huruf miring).
Sang Pemimpi Ireng Halimun
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.177

Abstract

Ia mengenali karya seni sejak dini, lantaran sang ayah kerap mempertunjukkan karya lukis, baik yang asli maupun yang tertera dalam buku atau majalah. Dalam masa yang sama, pamannya yang musisi pun memperkenalkannya pada seni musik. Pengalaman estetik itu mengendap dalam ruang memori Syakieb Sungkar. Stimulus itu kemudian dikembangkannya dengan mengoleksi banyak buku seni rupa dan piringan hitam. Perlahan ia menjadi apresiator sejati. Hal itu didukung oleh karakternya yang ‘nakal’ dan selalu ingin tahu berbagai hal.
Chairil, Puisinya, dan Filsafatnya Hasan Aspahani
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.178

Abstract

SURAT-SURAT (tepatnya kartu pos) Chairil Anwar kepada Jassin adalah obrolan antarteman. Ia bicara pada orang-seorang. Chairil sadar benar bahwa dia sedang bicara dengan seorang yang mungkin paling memahami dia di antara teman-temannya yang lain kala itu. Atau paling tidak teman yang paling bisa dan mau mendengarkan keluh-kesahnya. Tapi kenapa kartu pos, layanan pos tanpa amplop dan itu artinya sifat tertutup-personalnya menjadi hilang? Mungkin karena sensor, dengan amplop tertutup pun akan tetap dibuka juga sebelum sampai ke penerima. Masa-masa itu adalah tahun di mana penguasa Jepang mengendalikan segalanya. Mungkin juga karena Chairil merasa tak apa juga apabila orang lain selain Jassin tahu apa pesan yang ingin ia sampaikan. Memang isi kartu pos Chairil kepada Jassin adalah pikiran-pikirannya, kegelisahan-kegelisahannya sebagai penulis, tak ada urusan pribadi.
Etika pemadam kebakaran: ditinjau dari etika deontologis Immanuel Kant dan etika tanggung jawab Emmanuel Levinas Akira Riofuku
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.179

Abstract

Pemadam Kebakaran merupakan profesi pelayan publik yang penting bagi masyarakat. Profesi Pemadam Kebakaran selalu berhubungan dengan etika. Apakah Pemadam Kebakaran dengan etika profesionalitasnya mampu melaksanakan tugas tidak hanya sebagai kewajiban tetapi dengan penuh tanggung jawab? Tulisan ini bertujuan menjawab pertanyaan tersebut, di mana petugas Pemadam Kebakaran mampu untuk melakukan tugasnya melampaui etika profesionalitas, yaitu memiliki sensibilitas untuk bertanggung jawab terhadap manusia yang lain. Pembahasannya dimulai dari etika secara umum, kemudian bergerak menuju etika profesi, kode etik pemadam kebakaran, kemudian akan membahas etika deontologis dan akhirnya berlabuh pada etika tanggung jawab. Dapat disimpulkan bahwa, setiap petugas harus melihat dan menyadari pentingnya mempelajari etika untuk mendukung tugasnya. Seringkali tanpa sadar petugas telah menjalankan etika deontologis, namun itu dirasa belum cukup. Ia harus melihat bahwa hubungan antar pribadi merupakan hal yang fundamental, sehingga mengetahui bahwa tanggung jawab pada Wajah Yang Lain telah mendahului eksistensinya sebagai petugas. Etika tanggung jawab Levinas berfokus pada Wajah Asing, terhadapnya subjek harus menanggapi dengan tindakan etis dan seolah melupakan kepentingan diri. Pemadam Kebakaran harus menanggapi setiap Wajah yang membutuhkan pertolongan dengan tindakan etis.
Perjuangan Panjang Hak Asasi Manusia kaum Buruh di Era Globalisasi Roni Febrianto
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.180

Abstract

Tulisan ini akan memaparkan dampak globalisasi pada kaum buruh yang masih sulit mendapatkan hak dasarnya sebagai manusia. Karena cepatnya proses globalisasi dan masih kurangnya perlindungan dari negara pada warganya khususnya kaum buruh. Pada tulisan ini akan dijabarkan terkait hubungan antara hak asasi manusia dan globalisasi serta dampak lanjutnya dengan adanya perubahan pola hubungan kerja serta pola kerja khusus di Indonesia. Dengan disahkannya Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, khususnya kluster ketenagakerjaan, yang selama tiga tahun ini selalu menjadi perhatian masyarakat. Karena Omnibus Law menurunkan kesejahteraan dan hak dasar atas pekerjaan sebagai bagian dari hak asasi manusia.
Agama dan Kearifan Lokal sebagai 'The Others' bagi Kelompok Marjinal Michael Carlos Kodoati
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.181

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan perjuangan kelompok perempuan dalam upayanya menanggapi hasil modernisasi dan industrialisasi: migrasi, kesempatan kerja, kemandekan ekonomi pedesaan. Bagaimana perempuan dengan strateginya dapat bertahan menghadapi pembangunan yang cenderung menempatkannya pada posisi cadangan dan tidak berdaya guna. Pembangunan seharusnya menawarkan solusi, agar potensi perempuan dapat digunakan dalam peran-peran strategis. Selanjutnya, menganalisa tulisan Nur Aini Latifah berjudul Survival Strategy; Masyarakat Marginal-Potret Perempuan Pedagang Sayur Keliling di Kab. Tulungagung, Jawa Timur. Masyarakat dengan kekayaan agama dan kearifan lokal seperti Indonesia, perlu mendorong perempuan untuk mengubah kehidupannya agar tidak pasrah pada pilihan sektor informal. Agama dan kearifan lokal perlu menjadi “the others” bagi perempuan yang selama ini dianggap marjinal.
Salam Redaksi Vol 9.4 Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 04 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i04.186

Abstract

Sebagai pengantar atas isi seluruh artikel di Jurnal 9.4.