cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
Zaman Bergerak: Pergerakan Wong Cilik Jawa Awal Abad Ke-20 Arga, Feliks Erasmus; Karo, Fabianus; Younas, Bilal; Kopkungoenthong, Julanop
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.390

Abstract

Artikel ini merefleksikan pergerakan wong cilik Jawa Tengah pada awal abad ke-20 dengan merujuk pada buku Zaman Bergerak karya Takashi Shiraishi. Fokus utama tulisan ini adalah menganalisis bagaimana kesadaran sosial-politik rakyat pribumi dapat tumbuh di bawah struktur kolonial Hindia Belanda yang menindas melalui organisasi Sarekat Islam sebagai ruang artikulasi kolektif. Artikel ini menunjukkan bahwa cara berpikir wong cilik pada masa itu masih dipengaruhi oleh apa yang disebut Tan Malaka sebagai ‘logika mistika’, yakni cara memahami realitas sosial melalui simbol, harapan keadilan, dan pengalaman hidup konkret, yang kerap dinilai secara negatif oleh pemikiran rasional-modern. Namun, alih-alih menjadi hambatan, ‘logika mistika’ justru menyediakan horizon makna yang memungkinkan wong cilik menafsirkan ketidakadilan kolonial dan meresponsnya secara kolektif. Pandangan tersebut membawa perubahan praksis sosial yang tercermin dalam sikap terhadap otoritas kolonial, relasi sosial, dan keberanian tampil di ruang publik. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa pergerakan wong cilik tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hasil rasionalisasi politik modern, melainkan sebagai proses historis yang berakar pada pengalaman penindasan dan cara berpikir khas rakyat pribumi. Untuk menganalisis penindasan kolonial tersebut, artikel ini menggunakan konsep bio-politik dan panoptikon dari Michel Foucault. Sementara untuk merefleksikan politik pembebasan yang dilakukan oleh wong cilik, artikel ini menggunakan konsep mesianisme Walter Benjamin.
Pelayanan Pastoral dalam Permasalahan Homoseksualitas di Indonesia Kristianto, Paulus Eko
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.393

Abstract

Homoseksual merupakan salah satu fenomena di Indonesia. Sikap yang muncul terhadapnya berupa mendukung dan menentang. Penulis menimbang salah satu alternatif yang dapat dilakukan melalui pelayanan pastoral. Melalui metode penelitian pustaka, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral diharapkan menghadirkan penerimaan terhadap homoseksual yang terlihat dalam keterlibatan di komunitas iman dan masyarakat.
Tauhid dan Tatanan Kosmos: Kontribusi Seyyed Hossein Nasr dalam Ekoteologi Islam Kontemporer Uttunggadewa, Lisa Febriyanti
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.395

Abstract

Di bawah tantangan modernitas, wacana lingkungan belum sepenuhnya menjadi bagian integral dalam etis umat Islam. Padahal, ajaran Islam secara inheren mengandung prinsip-prinsip yang berakar pada hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan alam. Seyyed Hossein Nasr menghadirkan pemaknaan yang luas tentang tauhid dan hubungannya dengan tatanan kosmos dalam kerangka ekoteologi Islam. Dalam pandangan Nasr, tauhid bukan hanya doktrin teologis tentang keesaan Tuhan, tetapi juga menekankan prinsip kosmologis. Manusia, sebagai khalifah Allah di bumi memiliki tanggung jawab moral menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. Nasr mengingatkan kembali struktur metafisik yang mengatur hubungan manusia dan alam. Tauhid dipahami sebagai poros yang menghubungkan antara Tuhan, kosmos, dan manusia, serta prinsip yang meneguhkan kesatuan makna dalam segala tingkatan wujud. Prinsip-prinsip seperti mizan (keseimbangan), amanah, dan khalifah dibaca ulang dalam horison tauhid kosmik. Gagasan Nasr membentuk etika lingkungan yang bukan sekadar pragmatis, melainkan juga berakar pada visi ontologis. Hal ini memberikan kerangka konseptual bagi pengembangan ekoteologi Islam kontemporer.
Dinamisme Modernitas dalam Puisi Sungai Sitor Situmorang Tahun 1952: Aku yang Dipersepsi oleh Wajah Nugroho, Ibnu
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.396

Abstract

Artikel ini membahas kemungkinan modernitas yang terbentuk dalam puisi karya Sitor Situmorang berjudul Sungai yang dipublikasikan pada tahun 1952. Dalam mencapai tujuan itu dilakukan pendekatan refleksi fenomenologi yang mendeskripsikan estetika, bahasa, etika, dan epistemologi, sehingga puisi berjudul Sungai menampakkan kemungkinan modernitasnya. Pada akhirnya, puisi Sungai dalam kemungkinan yang demikian itu semakin terunggah ke permukaan dengan melekatkan pemaknaan wajah yang diadopsi dari gagasan Emmanuel Levinas dalam Totality and Infinity. Wajah yang muncul di dalam puisi Sungai memantulkan tidak semata wajah yang singular. Wajah yang terpantul dan dapat dilihat pada permukaannya adalah wajah yang beragam sebagai konsekuensi dari pendekatan refleksi fenomenologis.
Apropriasi dan Anarki: Memahami State of Nature sebagai Perang Interpretasi dan Kebutuhan akan Kebenaran Formal Ruhupatty, Chris
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.400

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyingkap dinamika transisi kebenaran dari ranah personal menuju ranah institusional dengan menggunakan pendekatan hermeneutika apropriasi. Selama ini, ketegangan dalam state of nature sering kali hanya dipandang sebagai konflik fisik, tetapi artikel ini berargumen bahwa konflik tersebut pada dasarnya adalah sebuah anarki hermeneutika. Dengan mengintegrasikan pemikiran Dilthey, Ricoeur, Searle, Foucault, dan Butler, artikel ini mengajukan teori a-propriasi untuk menjelaskan bagaimana esensi realitas yang muncul dalam kesadaran ditransformasikan menjadi kebenaran formal. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebenaran institusional bukanlah representasi absolut dari realitas, melainkan sebuah kebenaran alternatif yang lahir dari permainan apropriasi yang tidak pernah final. Oleh karena itu, institusi harus senantiasa terbuka terhadap alteritas guna menghindari kekerasan hegemonik. Artikel ini memberikan refleksi bagi situasi politik global bahwa perbedaan pandangan adalah perwujudan kebenaran alternatif yang seharusnya memperkaya, bukan mengancam, kehidupan bersama.
Narasi Luka dan Perlawanan: Analisis Estetika Kritis pada Karya Dolorosa Sinaga Sambudi, Muhammad Nirwan
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.405

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana karya Dolorosa Sinaga merepresentasikan luka dan perlawanan dalam konteks sosial dan politik. Karya-karyanya tidak hanya menampilkan nilai estetika, tetapi juga menjadi bentuk kritik terhadap kekuasaan negara, terutama terkait kekerasan dan ketidakadilan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis estetika kritis, yaitu membaca makna visual dari bentuk, ekspresi, dan simbol dalam karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa figur-figur dalam karya DolorosaSinaga sering menggambarkan penderitaan melalui bentuk tubuh dan ekspresi yang kuat. Namun, di balik itu juga terdapat pesan perlawanan, seperti keberanian dan solidaritas. Kesimpulannya, karya Dolorosa Sinaga tidak hanya menggambarkan luka, tetapi jugamenjadi media untuk menyampaikan kritik dan perlawanan terhadap negara. Seni dalam hal ini berfungsi sebagai sarana untuk menyuarakan pengalaman sosial dan mendorong kesadaran akan isu kemanusiaan.
Kajian Transformasi Karya Lukis Abstrak Berbahan Sampah Kering Ismurdiyahwati, Ika
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.406

Abstract

Pada Kajian yang disusun ini, merupakan kajian dari karya-karya yang berbahan plastik, kertas dan pembungkus makanan, juga tanggalan bekas yang sudah pernah digunakan (sampah), menjadi karya artistik dan memenuhi ketentuan estetika sebagai bagian dari karya lukis kontemporer. Karya-karya ini merupakan hasil dari ide gagasan yang terinspirasi dari penelitian sebelumnya, tentang seniman-seniman, yang berkarya dari bahan sampah kering, menjadi karya instalasi, karya patung dari bungkus-bungkus plastik di sepanjang pantai dan anyaman tali plastik yang banyak terdapat di dasar laut. Seniman-seniman ini merupakan salah satu aktivis lingkungan yang memperhatikan masalah ekologi yang berhubungan dengan sampah. Menggunakan metode teknik kolase pada karya-karya yang dipamerkan, yang sebenarnya merupakan bentuk wujud luaran penelitian tersebut. Pameran yang diusung berjudul “Transformasi” yang bahan semula berupa sampah plastik yang terbuang, yang di kemudian diolah menjadi karya artistik dalam bentuk karya Lukis kontemporer.