cover
Contact Name
Achmad Chusnun Ni'am
Contact Email
ach.niam@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lingkungan.dept@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Environmental Engineering Journal ITATS
ISSN : -     EISSN : 28082052     DOI : -
Jurnal Teknik Lingkungan ITATS (ENVITATS) adalah artikel ilmiah yang didedikasikan untuk menyediakan platform dalam teknik lingkungan dan masalah lingkungan. ENVITATS bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya yang tepat dalam implementasi teori, eksperimen, studi kasus, simulasi, aplikasi, dan ulasan studi sebelumnya terkait lingkungan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut : Pengelolaan air minum Pengelolaan limbah cair Sampah dan B3 Pengelolaan kualitas udara Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Teknik remediasi Sanitasi lingkungan Pengelolaan dan monitoring lingkungan Penerapan Reuse, reduce, recycle, recovery, refuse
Articles 94 Documents
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Area Produksi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Food Division dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) Sofianti, Eva Avicenna; Murti, Restu Hikmah Ayu
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 1 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i1.4598

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek yang sangat penting dalam industri makanan. Seiring dengan pertumbuhan industri makanan yang pesat, risiko dan bahaya yang terkait dengan pekerjaan dalam industri ini juga semakin meningkat. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam industri makanan merupakan langkah yang sangat penting untuk melindungi karyawan dan memastikan produksi makanan yang aman dan berkualitas. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Food Division plan Ngoro adalah salah satu perusahaan di industri makanan yang mengutamakan penerapan K3 dalam proses pembuatan sosis dan nugget.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam proses pembuatan sosis dan nugget di industri makanan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Food Division plan Ngoro menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA).Dalam pembahasan penelitian ini, perlu dianalisis sejauh mana penerapan metode JSA efektif dalam mengurangi bahaya dan risiko di lingkungan kerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Food Division plan Ngoro. Evaluasi efektivitas langkah-langkah pengendalian yang telah diterapkan juga perlu dibahas, termasuk pemahaman karyawan tentang langkah-langkah tersebut dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).Dari kesimpulan menunjukkan bahwa penerapan kesehatan dan keselamatan kerja dengan metode JSA pada industri makanan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Food Division plan Ngoro telah berhasil. Metode JSA membantu dalam mengidentifikasi bahaya, mengevaluasi risiko, dan mengembangkan langkah-langkah pengendalian yang tepat. Langkah-langkah pengendalian tersebut telah diterapkan secara efektif untuk mengurangi risiko dan menjaga lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Efisiensi Kinerja Unit Filtrasi dan Media Filter berdasarkan Parameter Mikrobiologi: Studi Kasus IPAM Karangpilang II Bahari, Maulana Rohman; Amalia, Aussie
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 2 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i2.4600

Abstract

IPAM Karangpilang II merupakan salah satu instalasi pengolahan air minum yang di miliki PDAM Surya Sembada Kota Surabya. IPAM ini menggunakan unit filtrasi untuk mengolah air baku menjadi air minum yang layak konsumsi. Filtasi merupakan proses pengolahan air dengan cara mengalirkan air melalui media filter dengan diameter tertentu yang bertujuan untuk memisahkan koloid dari cairannya. Pada proses filtrasi ini beberapa parameter pencemar seperti kekeruhan, warna, dan kandungan bakteri dapat dihilangkan. Akan tetapi seiring penggunaannya media filter yang digunakan pada proses filtrasi akan mengalami penurunan efektivitas. Hal ini dapat terjadi karena tersumbatnya pori-pori media filter oleh koloid dan pengikisan ukuran media filter akibat proses pembersihan (backwash) untuk membersihkan koloid yang menempel di pori-pori media filter. Untuk mengetahui ke efektivan dari media filter perlu dilakukan pengujian salah satunya menguji output dari unit filtrasi berdasarkan parameter yang mampu tersaring seperti parameter mikrobiologi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode MPN dimana sampel ditanam pada media khusus untuk mengukur jumlah bakteri coliform yang ada pada air sampel. Hasil pengujian menunjukkan jumlah penurunan total coliform pada unit filtasi IPAM Karangpilang II sebesar 92,45%, fecal coliform 87,90% dan E. colli 90,00% yang artinya unit filtrasi Karangpilang II dalam kondisi yang optimal dan tidak memerlukan perbaikan.
Pemanfaatan Pasir Silika, Manganese Greensand, dan Karbon Aktif sebagai Bahan Filter Air Telaga Desa Rancang Kencono Lamongan Badriyah, Lailatul; Hanif, Muhammad; Putri, Marsha Savira Agatha
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7616

Abstract

Air telaga Desa Rancang Kencono adalah air yang bersumber dari air hujan dan air waduk Rancang Kencono. Berdasarkan survey awal lapangan, air telaga tersebut digunakan untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK). Namun sayangnya air telaga yang digunakan saat ini belum terolah, sehingga air masih keruh. Air keruh adalah air yang mengandung padatan dan mencemari lingkingan sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan media mana yang lebih efektif antara pasir silika, manganese greensand dan karbon aktif dalam penjernihan air di desa Rancang Kencono. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam menentukan hasil penelitian. Hasil yang didapatkan sesudah filtrasi pada pengukuran kekeruhan hari pertama tertinggi adalah 71,96 NTU dan terrendah 41,42 NTU, pada hari ke 7 hasil tertinggi 13,4 NTU dan terrendah 2,9 NTU, pada hari ke 14 hasil tertinggi adalah 9,5 dan terrendah 1,53. Untuk hasil TDS yang didapatkan sesudah filtrasi pada hari pertama tertinggi 363 mg/l dan terrendah 144 mg/l, hari ke 7 hasil tertinggi 333 mg/l, terrendah 62,1 dan pada hari ke 14 tertinggi 203 mg/l dan terrendah 51,8. Untuk pengukuran pH dari hari pertama sampai hari ke 14 rata-rata 6,25-7,88. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan bahwa manganese greensand adalah media yang paling efektif dalam proses penjernihan air.
Upaya Penyusunan Mitigasi Dampak Kebisingan dari Jalan Tol Cileunyi di Perumahan Bumi Panyawangan melalui Pemilihan Jenis Tanaman Lesmana, Andri; Afandi, Samsudin
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 1 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i1.7420

Abstract

Perumahan Bumi Panyawangan terletak di Desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung memiliki populasi sekitar 6000 jiwa. Perumahan ini memilik jarak terdekat ke jalan tol Cileunyi – Padalarang yaitu 1,00 meter. Penghuni rumah yang dibangun pada jarak 1,00 telah merasakan dampak peningkatan kebisingan terutama pada saat istirahat pada malam hari. Tulisan ini membahas hasil studi yang dilakukan untuk mengkaji potensi kebisingan yang ditimbulkan dari jalan tol Cileunyi di perumahan Bumi Panyawangan dan mendapatkan informasi jenis pohon yang mampu meredam kebisingan pada perumahan Bumi Panyawangan yang berbatasan langsung dengan jalan tol Cileunyi. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tanaman anak nakal sebagai peredam alami kebisingan yang nantinya tanaman anak nakal ini dapat ditanam disepanjang pagar jalan tol yang berbatasan dengan perumahan Bumi Panyawangan dengan melakukan percobaan sederhana menggunakan suara kendaraan buatan dari jalan tol dengan menggunakan loudspeaker, yang disalurkan suara buatan tersebut melalui terowongan buatan dari material kardus panjang 1,8 meter dan lebar masing-masing sisi 20 cm. Alat ukur yang dipergunakan untuk pengukuran menggunakan Sound Level Meter (SLM) merk Habotest tipe Habotest HT622 B. Hasil pengukuran tanpa menempatkan tanaman anak nakal pada ujung terowongan buatan mencapai 80 dBA dengan interval suara kebisingan 81,0 s.d 83,0 dBA sedangkan pengukuran kebisingan dengan menggunakan tanaman anak nakal yang diletakan diujung terowongan menunjukan penurunan angka kebisingan yang cukup signifikan dengan interval kebisingan antara 67,2 s.d 68,8 dBA. Hasil percobaan ini menunjukan bahwa terdapat pengurangan kebisingan dengan menggunakan tanaman anak nakal dengan interval penurunan antara 14,2 dBA dBA s.d 13,8 dBA. Sehingga tanaman anak nakal merupakan salah satu alternatif tanaman sederhana untuk upaya mitigasi dampak kebisingan dari jalan tol Cileunyi.
Analisis Kualitas Air Tanah Dangkal dengan Parameter Fisik- Kimia Di Kota Dili, Timor – Leste Ximenes, Livio Xavier; Kusuma, Maritha Nilam
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 2 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i2.6547

Abstract

Dili City is located on the northern coast of Timor Island. Geologically, the interaction between the Australian and Eurasian tectonic plates has formed the Dili Basin. Most residents of Dili still rely on well water or groundwater to meet their daily water needs without further assessment of the suitability of the groundwater. Therefore, the researcher tested the quality of groundwater according to its physicochemical parameters. This research employed laboratory observation methods to determine the concentration values in the groundwater of the Dili area and compare them with several regulations regarding the standards of raw water quality. The results of this study showed that the Dili area had various concentrations of pH, TDS, DO, and salinity, with the highest values of 6.14, 598 ppm, 183 ppm, and 675 ppt, respectively. The groundwater quality in the Dili area fell into the hazardous category, as the salinity concentration was 2.1 ppt and DO was 6 ppm.
Strategi Pengelolaan Kualitas Udara Berbasis Model Prediktif (AERMOD) di Sekitar Kawasan PT X Hasanah, Ana Uswatun
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7699

Abstract

PT X merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Dalam proses produksi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti kelapa sawit (CPKO), perusahaan ini menghasilkan emisi NO₂, PM₁₀, dan SO₂ dari kegiatan pembakaran yang terjadi di dalam boiler dan genset. Emisi ini berpotensi memengaruhi kualitas udara ambien di sekitar area perusahaan dan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi dan pola dispersi polutan NO₂, PM₁₀, dan SO₂, mengevaluasi tingkat risiko kesehatan, dan merumuskan strategi pengelolaan kualitas udara. Pendekatan yang digunakan melalui analisis hasil model dispersi AERMOD dan risiko kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi NO₂, PM₁₀, dan SO₂ di sekitar area perusahaan masih berada di bawah batas ambang yang ditetapkan dalam PP No. 22 Tahun 2021. Namun, hasil ARK dengan notasi Risk Quotient (RQ) mengindikasikan adanya risiko kesehatan non-karsinogenik yang signifikan bagi populasi yang terpajan. Oleh karena itu, beberapa strategi pengelolaan kualitas udara yang dapat dilakukan antara lain melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap emisi melalui sistem Continuous Emission Monitoring System (CEMS), penggunaan teknologi pengendalian emisi pada boiler dan genset, penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, dan mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada edukasi dan pengelolaan lingkungan.
Studi Redesain Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 sesuai dengan Limbah yang Dihasilkan dan Peraturan Terbaru di PT X Miyana, Ade Wahyu Achmad; Kusuma, Maritha Nilam
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 1 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i1.6544

Abstract

PT. X is a private company engaged in the manufacturing of machinery, equipment, and other supplies, located in one of the sub-districts in the western part of Surabaya, with a total land area of 2011,11 m². In accordance with Government Regulation Number 22 of 2021 concerning the Administration of Environmental Protection and Management, one critical activity in the management of hazardous and toxic waste is temporary storage. The purpose of designing a temporary storage facility for hazardous and toxic waste (B3) is to reduce the risk of environmental contamination and safety and health hazards for workers due to the release of B3 waste into the environment. PT. X's industry already has a permit for B3 waste storage with a capacity of 21 m³, having dimensions of 3.1 m in length, 2.7 m in width, and 2.5 m in height, and currently holds permits for only 11 types of waste. Given the existing conditions, there are several types of waste that still do not have storage permits. Since there are some types of waste that are not yet managed, PT. X is undertaking a redesign of the temporary B3 waste storage facility. PT. X manages 26 types of waste, including used lubricating oil, B3-contaminated waste (flammable solids) – seals, gaskets, hydraulic hoses, B3-contaminated waste – used resin, used B3 containers (flammable solids) – used oil containers, thinners, painting sludge, metal powder from grinding processes, used rags, production sludge including manufacturing, assembly, and maintenance, production residues including manufacturing, assembly, and maintenance, soldered PCB cuttings, solder scrap, assembly production sludge, Cathode Ray Tubes (CRT), Printed Circuit Boards (PCB), metal cable and insulation waste, B3-contaminated waste (toxic) – welding wire residue, used B3 containers (toxic) – housekeeping containers and paint containers, wastewater treatment sludge, used TL lamps, electronic waste, incandescent and LED bulbs, used cartridges, used air filters, used ink containers, used batteries, and used accumulators. Therefore, it is necessary to expand the B3 waste temporary storage area to dimensions of 4 meters in length, 5 meters in width, and 3 meters in height.
Identifikasi Keragaman Makroinvertebrata dan Kualitas Perairan Di Kawasan Hutan Mangrove Wonorejo Mahardikha, Emanuel; Kusuma, Maritha Nilam
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 2 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i2.7450

Abstract

Keberadaan makroinvertebrata memiliki eksistensi yang penting. Makroinvertberata dapat membantu proses pengurangan polutan air, menjadi makanan untuk biota lainnya dan bisa menjadi bioindikator kualitas air. Melihat pentinganya peran makroinvertebrata terhadap ekosistem mangrove dan kualitas perairan, dengan demikian peneliti akan melakukan penelitian dengan mengidentifikasi keragaman makroinvertebrata sebagai bioindikator yang nantinya akan dibandingkan dengan kualitas perairan di kawasan sungai mangrove Wonorejo. Metode penelitian dilakukan dengan metode ETP dan pengujian di laboratorium untuk kualitas perairan 9 suhu, ph, salinitas, TDS, BOD, COD, Zn dan Cu). Hasil penelitian yang di dapat bahwa untuk kawasan sungai di mangrove Wonorejo masuk ke dalam kriteria tercemar hingga tercemar berat, yang ditandai dengan teridentifikasi hanya ada makroinvertebrata non-EPT dan ditambah dengan tinggingya konsentrasi beban pencemar BOD, COD, Zn dan Cu dengan konsentrasi tertinggi masing-masing sebesar 248 mg/L; 926,8 mg/L; 2,39 mg/L; 1,14 mg/L..
Analisis Life Cycle Assessment (LCA) pada Instalasi Unit Gas Turbine Generator Area Gas Processing Facility (GPF) di Perusahaan Pengolahan Minyak Dan Gas Bumi, Jawa Timur Santosa, Dwi Teguh; Ni’am, Achmad Chusnun; Maulana, Chandra Mukti Sri
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7483

Abstract

The oil and gas production process presents significant risks of environmental pollution and human health hazards while also requiring substantial energy consumption. Therefore, a Life Cycle Assessment (LCA) is conducted to estimate potential environmental effects throughout the production cycle, from raw material processing to the final product. This study employs a gate-to-gate LCA approach, utilizing data from the Compendium of Greenhouse Gas Emissions Methodologies for The Natural Gas and Oil Industry – API 2021 and processed using SimaPro 9.0.0.48. The functional unit is 1 MMSCF (Million Standard Cubic Feet). The LCA framework follows four key stages: goal and scope definition, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), and data interpretation. Impact category assessment is conducted using SimaPro 9.0.0.48 with methodologies including CML-IA baseline V3.05_EU25 and Eco-Indicator 99 (H) V2.10. The impact categories assess Global Warming, Acidification, Human Toxicity, Eutrophication, and Photochemical Oxidation within the Gas Turbine Generator System. Findings from this study can support the company’s environmental management and energy efficiency initiatives. The research results for the Gas Turbine Generator - GPF unit indicate that the oil and gas processing production generate the following emissions per 1 MMSCF: 1,986.78 kg CO₂ eq (Global Warming Potential ≥ 30%); 1.01686 kg SO₂ eq (Acidification ≥ 40%); 0.04813 kg C₂H₄ eq (Photochemical Oxidation ± 40%); 0.11865 kg PO₄ eq (Eutrophication ± 40%); Land Use Impact ≥ 10%; and Ecotoxicity ≤ 10%. Keywords: Gas Turbine Generator, Life Cycle Assessment, SimaPro 9.0.0.48, CML-IA baseline V3.05_EU25, Eco-Indicator 99 (H) V2.10
Identifikasi dan Pengendalian Potensi Bahaya di Tempat Kerja (Studi Kasus: Perusahaan XYZ) Doa, Yakobus; Kusuma, Maritha Nilam
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 4, No 1 (2024): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2024.v4i1.6545

Abstract

Company XYZ is an industry that produces packaging and boxes with a capacity of 32 billion sheets per year. This company uses a lot of chemicals in its production process, which can be a source of hazards. In addition, several machines used in the production process can cause many health and work safety risks. This research aimed to identify and control potential hazards in the workplace by implementing a descriptive method. It investigated the problems through observations, interviews, and literature studies. The results of this study indicated that the production process stage got a risk rating score of 12, classified as a high-risk level. Meanwhile, all of them were classified as medium, with a risk assessment below 12. This company must control high-risk activities by taking immediate actions to reduce the risks until they can be controlled strictly and precisely. It must also conduct workforce development activities in the workplace, beginning with OHS training programs, emergency procedures emergency training, nd rehearsals to increase the company's productivity.

Page 8 of 10 | Total Record : 94