cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 93 Documents
Analisa Iklim Komunikasi dan Gairah Kerja Karyawan di Bank Capital Cabang Asemka Fany Wijaya Nurdin
INSANI Vol 2 No 1 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.442 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah iklim komunikasi dan gairah kerja karyawan di Bank Capital Cabang Asemka, Jakarta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis iklim komunikasi dan gairah kerja karyawan yang terbangun di Bank Capital Cabang Asemka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif ini digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data, menyusun, menggunakan serta menafsirkan data yang ada.Data dalam penelitian ini berupa sumber tertulis, yaitu buku, arsip, dan dokumen, juga kata-kata atau pernyataan dari sumber informan yang diperoleh dari wawancara mendalam.Wawancara mendalam dilakukan berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disusun.Observasi juga dilakukan untuk mengetahui situasi langsung dilapangan. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi partisipatif dengan terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari dengan sumber informan. Dalam penelitian ini penulis melakukan uji validitas data yang diperoleh dengan menggunakan teknik Triangulasi.Triangulasi dilakukan dengan membandingkan atau melakukan kroscek terhadap data yang telah diperoleh, yaitu hasil observasi dengan hasil wawancara serta dokumen yang berkaitan. Setelah melakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa iklim komunikasi yang terbangun di Bank Capital Cabang Asemka belum kondusif dan menjadi salah satu penyebab rendahnya gairah kerja setiap karyawan. Hal tersebut antara lain karena rendahnya faktor-faktor yang mendukung terbangunnya iklim komunikasi, seperti kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengar pada komunikasi ke atas dan perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi. Begitupun gairah kerja yang rendah dialami oleh karyawan dikarenakan faktor-faktor dalam gairah kerja tidak terpenuhi.Sedangkan iklim komunikasi yang kondusif dapat terwujud apabila pemimpin dapat memberikan contoh yang baik bagi bawahannya. Dengan begitu bawahan dapat memperoleh pandangan yang benar di dalam organisasi dan akan mendorong gairah kerja para bawahan untuk bekerja dengan sebaik mungkin bagi perusahaan.
Numerasi dan Penelitian Komunikasi Pendekatan Kuantitatif Hasyim Ali Imran
INSANI Vol 2 No 1 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.424 KB)

Abstract

Penelitian pendekatan kuantitatif, termasuk dalam ilmu komunikasi, mengikuti prinsip-prinsip paradigma positivistik. Paradigma ini memandang bahwa fenomena alam dan kehidupan sosial manusia merupakan suatu fenomena yang dapat dinumerasikan secara ilmiah. Pada dasarnya, data dalam penelitian kuantitatif berangkat dari filosofi René Descartes, yaitu filosofi a priori. Karena itu, artikel ini memfokuskan pada persoalan numerasi dalam pendekatan kuantitatif. Penumerasian data kuantitatif dalam kenyataannya mendapat banyak bantuan ilmu statistik guna mencari makna data kuantitatif. Pengolahan dan analisa data dengan menggunakan bantuan statistik itu memiliki tertib ilmiah. Penggunaan yang ketat dengan tertib ilmiah bertujuan menghasilkan sebuah hasil penelitian yang valid.
Penguatan Komunitas Melalui Pemanfaatan Modal Sosial untuk Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Masyarakat MM Sri Dwiyantari; Retor AW Kaligis
INSANI Vol 2 No 2 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.521 KB)

Abstract

Penyalahgunaan narkoba di masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan. Saat ini secara nasional prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 4 juta orang atau 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Kondisi ini dapat mengancam keselamatan generasi muda yang pada gilirannya dapat mengganggu pembangunan sumber daya manusia bangsa. Salah satu kasus terjadi di RT 026/ RW 006 Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, dimana seorang pengguna narkoba menderita sakit TBC, hilang kekebalan tubuhnya, dan akhirnya meninggal dunia. Pada dasarnya pemerintah telah berupaya keras menanggulangi meluasnya penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Namun upaya tersebut tidak akan efektif tanpa partisipasi masyarakat. Komunitas dengan modal sosialnya dapat dioptimalkan partisipasinya. Hasil asesmen di komunitas RT 026/RW 006 mengidentifikasi modal sosial komunitas berupa: (1) Warga yang partisipatif; (2) Saling peduli dan empati; (3) Saling percaya; (4) Saling menghormati; (5) Sikap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kebersamaan warga; dan (6) Menjunjung tinggi kegotongroyongan warga. Dengan menekankan prinsip partisipatif, beberapa program aksi dapat dilakukan: (1) Program pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja; (2) Program aksi bagi orang tua; (3) Penyuluhan dan pendidikan afektif bagi anak dan remaja; (4) Pembentukan dan pengembangan kelompok anti narkoba. Penguatan modal sosial ini diharapkan akan efektif menangkal penyalahgunaan narkoba di komunitas tersebut dan dapat dikembangkan menjadi model bagi programprogram aksi di berbagai komunitas lain. Pimpinan komunitas dan tokoh-tokoh setempat memiliki peran yang besar dalam mengorganisir gerakan dari bawah tersebut, dengan melibatkan para profesional dikomunitas setempat seperti community worker, paramedis, bidan, pendidik dan lain-lain.
Perspektif Ekosistem dalam Pekerjaan Sosial Fordolin Hasugian
INSANI Vol 2 No 2 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.431 KB)

Abstract

Dalam sejarahnya, pekerjaan sosial sebagai sebuah disiplin ilmu dan profesi mempunyai berbagai pendekatan atau perspektif yang berkembang dan berproses terus menerus sesuai jamannya. Perspektif ekosistem adalah yang terakhir, yang berupaya memahami manusia secara komprehensif dan holistik, baik dengan lingkungan fisik dan sosial. Perspektif ini telah berhasil mempengaruhi para pembuat kebijakan, praktisi pekerjaan sosial, dan para dosen dan mahasiswa, termasuk dalam desain kurikulum. Model pekerjaan yang diusung adalah generalis dalam segala matra praktik (mikro, meso maupun makro), baik bagi lulusan sarjana, magister, bahkan doktor (?)dituntut menguasai banyak metode, meskipun serba sedikit, dalam menganalisis dan memecahkan setiap permasalahan psikososial. Hegemoni perspektif ekosistem akhir-akhir ini menuai kritik, karena metodenya selama ini masih dipandang belum koheren, holistik dan komprehensif, tetapi masih terfragmentasi. Kerangka uniknya belum dapat dikatakan sebagai sebuah teori atau model yang dapat memberikan basis intervensi pekerjaan sosial, karena belum teruji secara empiris, dan belum didukung oleh bukti empiris, sehingga masih menjadi pertanyaan. Analog dengan dunia kedokteran, spesialisasi lebih banyak didasarkan pada metode atau teknik kedokteran. Bisakah lulusan magister pekerjaan sosial menjadi spesialis dalam metodologi penanganan masalah kenakalan, baik untuk kenakalan anak-anak ataupun orang dewasa? Menjadi pemikiran kita bersama, agar tidak terjadi kecelakaan sejarah lagi.
Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Wujud Konkrit Kepedulian Perusahaan Yerah Melita
INSANI Vol 2 No 2 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.404 KB)

Abstract

Perusahaan yang tidak melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) selain mendapatkan sanksi, juga dapat dianggap egois yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu kepentingan orang lain, lingkungan dan masyarakat sekitar. Sebaliknya, perusahaan yang mengimplementasikan program CSR-nya adalah perusahaan yang memperhatikan, peduli dan bertanggung jawab, khususnya tanggung jawab sosial untuk orang lain, lingkungan dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan CSR, perusahaan akan tambah dikenal, dihargai, didukung oleh publiknya sehingga kegiatan CSR adalah kegiatan yang bermanfaat untuk perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan. Kegiatan CSR pun merupakan wujud konkrit kepedulian perusahaan.
Penelitian Komunikasi Pendekatan Kualitatid Berbasis Teks: Aplikasi Model Saussure dan Model Pierce Hasyim Ali Imran
INSANI Vol 2 No 2 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.425 KB)

Abstract

Berdasarkan keminiman pengetahuan tentang penelitian dengan pendekatan kualitatif, maka sebagai upaya pencerahan khususnya bagi para mahasiswa, artikel ini fokus pada pembahasan tentang praktik analisis teks yang berbasiskan pada Model Saussure dan Model Pierce. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa dalam praktiknya kedua model masing-masing memiliki tahapannya yang harus diikuti guna pemudahannya dalam proses penelitian. Guna memudahkan proses pemahaman lebih jauh dalam praktik, bagi mahasiswa kiranya perlu melakukan praktik sekali atau dua kali terhadap teks yang berbeda, terutama untuk model Pierce yang memang lebih kompleks daripada model Saussure.
Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dalam Mengatasi Kemiskinan Perkotaan di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon Nancy Rahakbauw
INSANI Vol 2 No 2 (2015): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.415 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerima bantuan dan dampak langsung dari program pemerintah PNPM Mandiri P2KP sebagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,baik dari aspek lingkungan, ekonomi maupun sosial yang dilaksanakan di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. PNPM Mandiri P2KP adalah program pemberdayaan bagi orang yang secara ekonomi tidak dapat membiayai hidupnya dan tinggal di rumah yang tidak layak huni. Proses yang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada penerima manfaat adalah orang-orang yang masuk dalam kategori miskin yang terdaftar dalam daftar warga miskin atau orang tidak mampu. Disamping itu, penerima bantuan PNPM Mandiri P2KP adalah warga masyarakat yang mengalami gangguan dalam hal transportasi seperti jalan dan jembatan sehingga menghambat akses mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Program yang diberikan pemerintah lebih menitikberatkan pada lingkungan, ekonomi dan sosial. Berdasarkan temuan penelitian, dampak yang dirasakan oleh penerima bantuan pemerintah adalah ada peningkatan kesejahteraan baik secara individu maupun masyarakat, dan berharap agar program-program serupa dapat ditingkatkan lagi.
Model Terapi Tari Bali Sebagai Metode Intervensi Sosial Untuk Penanganan Korban Kekerasan Seksual Dalam Rumah Tangga: (Studi Kasus Pada Keluarga NS di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali) Elisabeth Endang P
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.453 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas temuan penelitian dari model Terapi Tari Bali sebagai strategi intervensi yang baru. Model ini menggunakan tarian tradisional Bali sebagai media metode intervensinya. Penelitian ini dilakukan di Bali, dengan melibatkan peserta yaitu pasangan suami istri sebagai informan yang mengalami kondisi kekerasan seksual: suami sebagai aktor dan istri sebagai korban. Penelitian ini sendiri menggunakan metode penelitian kualitatif. Sebagai hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa melalui Model terapi ini, interaksi antara suami dan istri dapat kembali harmonis, karena melalui gerakan tari dalam terapi ini mereka membangun kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Sebagai kesimpulan, gerakan tari Bali yang terlibat dalam paket model terapi tari dapat digunakan sebagai terapi untuk tujuan: (1) Membangun hubungan manusia dalam keluarga untuk mendapatkan kembali kehidupan keluarga yang harmonis; (2) Mencapai keluarga balancing diri untuk kehidupan yang lebih baik.
Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Sebagai Sarana Membangun Kerukunan di Masyarakat Gun Sukirman A
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.482 KB)

Abstract

Kompetensi komunikasi antarbudaya adalah sangat penting, apalagi di Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, ras dan agama. Tidak jarang sering terjadi konflik antar suku, ras, dan agama. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana kompetensi Komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius di Kampung Sawah, Kelurahan Jati Melati, Kota Bekasi dalam membangun relasi antara jemaat gereja dengan masyarakat lokal, kompetensi komunikasi antarbudaya apa saja yang dilakukan oleh Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, Bekasi dan bagaimana pola komunikasi antar budaya Dewan Paroki Gereja Santo Servatius Kampung Sawah Sawah Kota Bekasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya apa saja yang dilakukan oleh Gereja Katolik Santo Servatius, untuk mengetahui pola komunikasi antarbudaya yang dilakukan Gereja Santo Servatius Kampung Sawah. Teori yang terkait dengan penelitian ini adalah teori komunikasi antarbudaya dan teori interaksi simbolik. Subyek penelitian ini adalah Jemaat Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah kompetensi komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Santo Servatius Kampung Sawah dalam membangun relasi antara jemaat dengan masyarakat lokal Kampung Sawah melalui perilaku komunikasi verbal dan non verbal melalui interaksi simbolik yang diwujudkan dalam pendekatan budaya dan mengembangkan kearifan budaya lokal masyarakat Kampung Sawah yaitu dengan inkulturasi budaya Betawi Kampung Sawah, dan berperan aktif membangun komunikasi kelompok lintas agama, sehingga akhirnya antara jemaat Gereja dengan masyarakat lokal bisa hidup rukun dan damai. Komunikasi antarbudaya melalui pendekatan budaya lokal sangat efektif dalam menciptakan kerukunan hidup lintas agama.
Mengkaji Ruang Lingkup Pekerjaan Marketing Public Relations (MPR) dan Corporate Public Relations (CPR) Yerah Melita
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.475 KB)

Abstract

Memahami ruang lingkup pekerjaan dari Marketing Public Relations (MPR) dan Corporate Public Relations (CPR) adalah penting, karena bila para praktisi Public Relations ataupun marketing tidak memahami ruang lingkup pekerjaan mereka masing-masing, kinerja atau hasil kerja mereka menjadi kurang maksimal. Hal itu berdampak pada efisiensi dan efektivitas perusahaan itu sendiri. Adanya tumpang tindih pekerjaan, pemborosan waktu dan biaya lambat laun membuat rugi perusahaan dan bukan tidak mungkin perusahaan bisa gulung tikar. Untuk itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai tugas dan pekerjaan masingmasing, baik sebagai MPR maupun CPR, sehingga keduanya saling mendukung, melengkapi dan mengisi kekurangan masing-masing.

Page 2 of 10 | Total Record : 93