cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 93 Documents
Dampak Kegiatan Sekolah Pasar Terhadap Pelaku Pasar: (Studi Kasus Pada Program Manajemen Pemberdayaan Pasar Rakyat di 50 Kabupaten/ Kota Tahun 2015) Mida Setiana
INSANI Vol 4 No 1 (2017): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.482 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba mengadopsi kegiatan Sekolah Pasar yang telah dilakukan oleh para relawan Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta, pada suatu studi kasus program manajemen pemberdayaan Pasar Rakyat di 50 Kabupaten/ Kota tahun 2015. Tujuan Penelitian ini ada tiga, yaitu: (1) memperkenalkan pola-pola partisipastif, (2) meningkatkan pengetahuan atau kapasitas pelaku, dan (3) diperolehnya dampak dari pelaksanaan Sekolah Pasar. Agar tujuan tersebut tercapai, penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Aksi (Action Research) atau tepatnya Kaji Tindak Partisipatif (Participatory Action Research). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa fasilitator pasar berperan mempermudah cara melalui penggunaan beberapa teknik pengumpulan data/masalah seperti in-depth interview, curah pendapat, dan prioritas masalah. Dalam hal pengajaran, pola pendekatan Pendidikan Orang Dewasa (POD) yang dikemas secara populer, menarik, dan atraktif membuat para peserta Sekolah Pasar aktif dan semangat. Gambaran yang sama juga diperoleh dari hasil pengumpulan masalah. Data observasi maupun data prioritas masalah, keduanya menunjukkan bahwa masalah yang terkait dengan fisik pasar merupakan masalah yang paling besar, kemudian masalah berkaitan dengan pedagang, dan terakhir masalah manajemen pemasaran. Kondisi ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa revitalisasi aspek fisik pasar sangat berdampak besar bagi revitalisasi aspek lainnya. Adapun dampak dari pelaksanaan sekolah pasar ini adalah: (1) Penggunaan beberapa teknik pengumpulan banyak direspon positif oleh pelaku pasar, (2) Peserta sekolah pasar mendapatkan wawasan dan ketrampilan baru yang sangat dibutuhkan oleh mereka yang selama ini tidak pernah mereka dapatkan, misalnya pembukuan sederhana, cara menata barang dagangan, manajemen pemasaran, mengakses modal, dan cara berbisnis saat ini, misalnya secara online, (3) Hubungan antara pedagang dan pengelola kini mencair dan jauh lebih komunikatif, dan (4) Membangun rasa memiliki pedagang terhadap pasar.
Membangun Organisasi/Perusahaan Melalui “Stakeholder Relations” Yerah Melita
INSANI Vol 4 No 1 (2017): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.479 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai organisasi/perusahaan adalah terbina, terpelihara dan terciptanya hubungan yang baik atau harmonis antara organisasi dengan publiknya. Publik dalam hubungan masyarakat terdiri dua bagian, yakni publik internal dan publik eksternal. Baik publik internal maupun publik eksternal harus mendapat perhatian dan kepedulian yang sama dari pihak organisasi/perusahaan. Publik internal dan publik eksternal sering disebut stakeholders. Stakeholders adalah pihak-pihak yang memiliki andil yang besar dalam pertumbuhan dan perkembangan organisasi/perusahaan. Tanpa stakeholder relations, organisasi tidak akan ada dan tidak akan pernah ada. Oleh karena itu organisasi/perusahaan menilai penting dan perlu mempedulikan keberadaan stakeholders-nya.
Media dan Budaya POP Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 4 No 2 (2017): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.382 KB)

Abstract

Tulisan ini menyajikan deskripsi media masa kini berkembang pesat sebagai akibat kemajuan teknologi media. Kemampuan tekhnologi media saat ini mengakibatkan media dapat menjangkau masyarakat dengan cakupan area yang sangat luas. Begitu juga, media memiliki kemampuan memperharui (update) isi media dengan cepat. Kemampuan media demikian mengakibatkan kecepatan media yang tinggi dalam menjangkau masyarakat luas dan memperbaharui informasi yang diperoleh masyarakat, sehingga terciptalah ketergantungan masyarakat kepada media. Namun, ketergantungan masyarakat kepada media dimanfaatkan oleh para pemilik media untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya demi mempertahankan eksistensi media. Pengelola media memproduksi isi media sedemikian rupa sehingga membuat media menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat karena ketagihan mengkonsumsi isi media yang melambungkan angan-angan dan imajinasi warga masyarakat. Keadaaan masyarakat yang demikian menandakan bahwa masyarakat berada dalam apa yang dikenal dengan sebutan kesadaran palsu. Fenomena ini tampak dengan munculnya budaya pop, misalnya dengan merebaknya K-Pop di Indonesia. Maka, tidaklah mengherankan jika saat ini sering dijumpai kaum muda Indonesia yang menampilkan gaya busana, rambut dan make-up wajah seperti para artis musisi dan aktor sinetron dari Korsel.Tidaklah dilarang untuk bergaya hidup seperti K-Pop. Namun perlu dikritisi apakah menerapkan budaya pop semacam ini akan lebih banyak bermanfaat atau merugikan bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, perlu ditingkatkan sosialisasi dan diseminasi mengenai literasi media bagi masyarakat, yaitu kemampuan masyarakat mengakses sekaligus menganalisis dampak media bagi kehidupan masyarakat itu sendiri.
Presentasi Diri dalam Komunikasi Gay dengan Lingkungan Sekitar Novita Sari
INSANI Vol 4 No 2 (2017): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana presentasi diri gay di kalangan heteroseksual dan di kalangan sesama gay. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah 2 orang gay dan 2 orang heteroseksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh gay memiliki presentasi yang berbeda di front stage di kalangan heteroseksual dengan menampilkan sosok laki-laki dan di back stage (di kalangan sesama Gay) dengan menampilkan dirinya yang sesungguhnya. Namun terdapat dua sisi yang berbeda di kalangan Gay itu sendiri. Boti sebagai perempuan dan di sisi lain, Gay yang diposisikan sebagai lelaki disebut Gadun.
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Perempuan Disabilitasi: (Studi di Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Maluku) Nancy Rahakbauw; David Marthen Salakory
INSANI Vol 4 No 2 (2017): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.394 KB)

Abstract

Perlindungan Sosial merupakan sarana penting untuk meringankan dampak kemiskinan dan kemelaratan yang dihadapi oleh kelompok yang rentan seperti perempuan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan selalu diperlakukan secara diskriminatif dan dan mendapat stigma dalam kondisi-kondisi tertentu. Perempuan seringkali menjadi korban baik di ranah domestik maupun ranah publik, kondisi ini semakin dipersulit lagi, apabila perempuan tersebut mengalami Disabilitas. Keterbatasan dan ketidakmampuan sebagai seorang perempuan baik secara fisik maupun psikis menyebabkan Perempuan Disabilitas tidak dapat memenuhi kebutuhan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perlindungan sosial yang diterima yang berdampak terhadap kesejahteraan Perempuan Disabilitas dengan memanfaatkan layanan yang disediakan oleh Pemerintah. Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Himpunan Perempuan Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Ambon, Provinsi Maluku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang bentuk-bentuk perlindungan sosial yang berdampak terhadap kesejahteraan Perempuan Disabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk perlindungan yang diterima oleh Perempuan Disabilitas yaitu Asuransi Sosial, Bantuan Sosial dan Pemberdayaan Sosial dan dampak yang dirasakan oleh Perempuan Disabilitas adanya peningkatan kesejahteraan baik secara ekonomi maupun psikososial.
Eksistensi dan Optimalisasi Peran Public Relations di Indonesia Yerah Melita
INSANI Vol 4 No 2 (2017): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.381 KB)

Abstract

Dra.Yerah Melita, MM, Dosen Prodi S1 Ilmu Komunikasi STISIP Widuri
Implementasi Kebijakan Sistem Resi Gudang Sebagai Upaya Peningkatan Posisi Tawar Petani Kecil: (Studi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat) Santi Jayani; Fentiny Nugroho
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.504 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang implementasi kebijakan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai upaya peningkatan posisi tawar petani kecil di Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Kajian dilakukan dengan menggunakan model implementasi kebijakan George Edwards III, bahwa implementasi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu komunikasi, sumberdaya, kecenderungan pelaksana kebijakan dan struktur organisasi. SRG Kabupaten Cianjur merupakan gudang dengan kinerja terbaik; dengan mengambil lokasi penelitian di kabupaten tersebut diharapkan mendapat gambaran mengenai pelaksanaannya.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif; sedangkan pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam terhadap delapan informan dan observasi lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa para pemegang kepentingan sudah melaksanakan ketentuan yang tercakup dalam empat faktor tersebut. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih karena SRG memiliki potensi besar mengingat pertanian adalah bidang pekerjaan utama di Kabupaten Cianjur. Implementasi kebijakan SRG merupakan intervensi kesejahteraan sosial yang bersifat tidak langsung (indirect intervention) dan mencerminkan pendekatan pembangunan sosial yaitu pendekatan yang menghubungkan dan mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan sosial. Implementasi kebijakan SRG ini memberikan peluang kepada petani untuk mendapatkan penawaran yang baik bagi hasil produksi pertaniannya. Dengan berpartisipasi dalam sistem SRG, petani dapat melakukan tunda jual dan berpeluang untuk mendapatkan harga yang lebih baik serta meningkatkan kualitas produksinya, yang kemudian berdampak pada peningkatan penghasilan dan kesejahteraan sosialnya.
Efektivitas Media Sosial dan Komunikasi Whatsapp dalam Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Merdy Ervina Rumintjap
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.367 KB)

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok pekerja yang bekerja di luar negeri. Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah angkatan kerja besar dengan mayoritas berpendidikan rendah, mengalami kesulitan dalam memberikan lapangan kerja layak dalam negeri, sehingga bekerja di luar negeri menjadi pilihan bagi jutaan PMI dalam usaha meningkatkan dan menjawab kebutuhan hidup. Sebagai negara pengirim pekerja migran besar, PMI membutuhkan perlindungan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban mereka sebagai PMI, baik sebelum penempatan, masa penempatan dan paska penempatan. Sekalipun ada regulasi yang menyebutkan setiap PMI yang hendak bekerja di luar negeri harus mendapat pengetahuan terhadap negara tempat bekerja, namun fasilitas ini dinilai kurang memadai untuk membekali PMI di luar negeri. Sarana tambahan yang dianggap sangat nyaman dan mudah untuk melindungi PMI bisa dilakukan melalui sarana media sosial. Seiring dengan fakta seluruh PMI memiliki telepon selular, maka penggunaan media sosial dinilai bisa lebih efektif untuk menjangkau lebih banyak orang, biaya murah, nyaman, bisa akses berita terkini dan gampang untuk dibagikan (viral). Seperti halnya saat ini dilakukan oleh PMI di Taiwan setiap kali seorang PMI ingin mencari dan memberikan informasi terhadap PMI lainnya.
Pengaruh Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Terhadap Kapital Sosial Petambak Garam di Desa Tasikharjo Putri Khoiron Nisa'; Robert Markus Zaka Lawang
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.489 KB)

Abstract

Kapasitas sosial kelompok untuk bertindak dalam kepentingan kolektif tergantung pada kebijakan pembangunan berbasis institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) terhadap kapital sosial petambak garam di Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUGAR mempengaruhi kapital sosial petambak garam sebesar 39,1% sedangkan 60,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Hubungan antara program PUGAR dan kapital sosial berada dalam kategori kuat dengan nilai koefisien (R) sebesar 0,625. Hasil uji T menunjukkan program PUGAR berpengaruh positif terhadap kapital sosial yang dapat dilihat dari nilai koefisien regresi variabel program PUGAR sebesar 0,598 bernilai positif. Program PUGAR berpengaruh signifikan terhadap kapital sosial dengan tingkat kepercayaan 95%, dan nilai α = 0,05 yang dapat dilihat nilai t hitung> ttabel (4,624 > 2,039513).
Privasi Komunikasi: Antara Batas Pribadi dan Batas Kolektif Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.381 KB)

Abstract

Tulisan ini memberikan pemahaman kepada kita tentang privasi komunikasi, yaitu bagaimana kita memiliki dan mengelola informasi privat dalam komunikasi antarpribadi. Pengelolaan informasi privat mencakup pengaturan batasan pribadi dan batasan kolektif, yang mana di antara dua batasan itu terbentang rentangan proses privasi komunikasi mengenai informasi privat individu. Privasi komunikasi adalah pengelolaan ketegangan antara keinginan bersikap terbuka atau bersikap tertutup (privasi), antara kebutuhan untuk tetap bersifat pribadi atau menjadi bagian dari kebersamaan (kolektif). Individu yang terlibat dalam suatu hubungan dengan individu lainnya akan terus-menerus mengelola garis batas dalam dirinya, yaitu antara batas pribadi dan batas kolektif, antara perasaan atau pikiran yang ia ingin berbagi dan yang ia tidak ingin berbagi dengan orang lain. Manajemen atau pengaturan privasi komunikasi adalah mengatur privasi atas informasi privat individu. Privasi selalu berhubungan pembukaan atau pengungkapan informasi privat. Informasi privat merupakan informasi yang dimiliki individu yang tersimpan dalam batas pribadinya yang potensi pengungkapannya ditentukan oleh faktor keintiman.Batas pribadi dalam privasi komunikasi adalah garis yang membatasi ketika informasi privat tetap disimpan oleh seorang individu dan tidak dibuka kepada individu lain. Batas kolektif dalam privasi komunikasi adalah sebuah persimpangan batas privasi pribadi dari pemilik bersama informasi pribadi, yang semuanya bersamasama bertanggung jawab atas informasi tersebut. Turbulensi batasan merupakan gangguan manajemen privasi dan kepercayaan relasional yang terjadi ketika batas privasi kolektif tidak disinkronkan. Turbulensi batasan muncul ketika aturan-aturan koordinasi batasan tidak jelas atau ketika harapan orang untuk manajemen privasi berkonflik antara satu dengan lainnya.

Page 4 of 10 | Total Record : 93