cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
genericsjournal@gmail.com
Editorial Address
Pharmacy Study Program, Faculty of Medicine, Diponegoro University Prodi Farmasi FK Undip, Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Generics: Journal of Research in Pharmacy
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27749967     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacy practice, pharmacy education, social pharmacy, clinical pharmacy, Phytochemistry, Pharmacoeconomics, Pharmacokinetics, Pharmacology, Pharmaceutics, Pharmaceutical Pharmacy, Biology Pharmacy, Medicinal Chemistry, and related topics in Pharmacy
Articles 106 Documents
Aktivitas Farmakologis Terpenoid Teh (Camelia sinensis) : Sebuah Kajian Naratif Andika Putra Pamera
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.30774

Abstract

Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang hidup di daerah subtropis dan telah dikonsumsi secara turun temurun karena sebagai suplemen makanan. Teh memiliki berbagai senyawa biomarker seperti flavonoid, polifenol, tannin dan terpenoid.  Terpenoid dalam teh yang dikaitkan dengan aktivitas antibakteri seperti antijamur, antiinflamasi dan antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengintegrasikan senyawa terpenoid dalam teh terhadap potensi aktivitas farmakologis yang dapat dihasilkan. Kajian ini merupakan narrative review yang menggunakan instrumen PRISMA yang melibatkan 6134 publikasi yang berasal dari database scopus dan Web of Science (WoS) dengan rentang publikasi 5 tahun terakhir (2020-2025). Tinjauan ini memperoleh 7 literatur dan diketahui bahwa terpenoid dalam ekstrak teh terdiri dari 50-120 komponen terpenoid dengan  aktivitas farmakologis yang baik sebagai antibakteri, antikolesterol, antidiabetes, antikanker dan antioksidan. Mekanisme yang terbentuk pada aktivitas farmakologi terpenoid bekerja sinergis dengan senyawa fenolik maupun flavonoid. Terpenoid merupakan salah satu senyawa mayor dalam tumbuhan teh (Camellia sinensis) dan memiliki potensi aktivitas farmakologi pada berbagai jenis penyakit. Aspek ini perlu diteliti untuk memberikan pemahaman lanjutan secara komprehensif pada aspek efektivitas dan keamanan sehingga membuka potensi pemanfaatan terpenoid dalam teh yang lebih rasional dan aman bagi kesehatan manusia.     
Formulasi dan Karakterisasi Patch Gingiva Natrium Diklofenak sebagai Sistem Penghantaran Obat Lokal untuk Gingivitis Mutia Sari Wardana
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.30479

Abstract

Gingivitis merupakan inflamasi kronis yang memerlukan terapi lokal untuk meningkatkankonsentrasi obat pada area target serta mengurangi efek samping sistemik. Patch gingiva menjadipilihan efektif karena mampu memperpanjang waktu tinggal dan menyediakan pelepasan obatterkontrol. Penelitian ini mengembangkan patch natrium diklofenak berbasis sodiumcarboxymethyl cellulose (SCMC) dan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi polimerterhadap karakteristik fisikokimia serta pelepasan difusi obat. Patch menunjukkan sifat bioadhesiyang memadai berdasarkan uji waktu tinggal menggunakan mukosa gingiva mampu menempelhingga ≥ 360 menit, meskipun beberapa parameter fisik seperti organoleptik khususnya warnadan tekstur permukaan yang kasar masih perlu ditingkatkan. Peningkatan konsentrasi SCMCterbukti meningkatkan viskositas, derajat pengembangan, dan pelepasan difusi obat. Formula F3menunjukkan pelepasan obat tertinggi (44,79 ± 3,22%). Analisis statistik menunjukkan nilaisignifikansi ANOVA p = 0,007 (p < 0,05), mengindikasikan perbedaan bermakna antar formuladan pengaruh nyata konsentrasi polimer terhadap profil difusi. Secara keseluruhan, konsentrasiSCMC yang lebih tinggi menghasilkan patch dengan pelepasan obat lebih optimal untuk terapilokal gingivitis.
Analisis Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Lansia dengan Penyakit Kronis Novita Dhewi Ikakusumawati; Fina Hashinah
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.32524

Abstract

Penuaan meningkatkan prevalensi penyakit kronis pada lansia yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret serta menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kualitas hidup. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilakukan pada 70 lansia selama Januari–April 2024 menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-OLD, sedangkan data demografi dan klinis diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kualitas hidup yang baik dengan rerata skor total WHOQOL-OLD sebesar 70,58. Dari enam domain WHOQOL-OLD, domain Intimacy memperoleh skor rerata tertinggi (81,33). Status pendidikan merupakan satu-satunya faktor internal yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup (p = 0,03), di mana responden dengan tingkat pendidikan ≥12 tahun memiliki skor kualitas hidup yang lebih tinggi. Faktor eksternal tidak dapat dianalisis secara statistik karena karakteristik responden yang homogen pada kategori yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berperan penting dalam kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis.
Efektivitas Pemberian Jet Nebulizer terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen dan Penurunan Frekuensi Napas pada Pasien PPOK Akhmad Safi&#039;i; Etik Pamuji Wulandari; Ninik Azizah; Zulfa Khusniyah; Jihan Aauza
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31257

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan saluran napas kronis yang ditandai oleh obstruksi aliran udara dan peningkatan produksi sekret bronkus, sehingga menghambat efektivitas bersihan jalan napas. Salah satu intervensi yang efektif untuk mengatasi kondisi ini adalah pemberian jet nebulizer yang berfungsi untuk melebarkan saluran napas (bronkodilatasi), mengurangi hambatan aliran udara, dan memperbaiki ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jet nebulizer terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas. Desain penelitian ini menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sebanyak 30 pasien PPOK diberikan terapi bronkodilator melalui jet nebulizer sebanyak tiga kali sehari. Data dikumpulkan melalui pengukuran saturasi oksigen dan frekuensi napas sebelum dan sesudah intervensi pada pemberian dosis ketiga. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rerata saturasi oksigen dari 92,9% menjadi 96,53% (p = 0,001) dan penurunan rerata frekuensi napas dari 26,13 kali/menit menjadi 22,13 kali/menit (p = 0,001). Nilai p < 0,05 menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik. Pemberian jet nebulizer terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan frekuensi napas. Terapi ini direkomendasikan sebagai salah satu intervensi suportif dalam penatalaksanaan pasien PPOK di ruang rawat inap.
Acceptance and Willingness to Pay for Cardiovascular Disease Screening: A Systematic Review Amalia Hanifti Choirunisa; Susi Ari Kristina; Nanang Munif Yasin
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.26743

Abstract

Cardiovascular Disease (CVD) ranks as the highest economic burden; many individuals remain undiagnosed due to the absence of a structured screening program or lack of early-stage treatment. Willingness to Pay (WTP) is a method used to assess consumers' preference for a product or service by evaluating their financial capacity and willingness to pay within a given population. This systematic review aimed to examine studies of WTP and factors influencing CVD screening. The required articles were collected by searching for relevant keywords in PubMed, Scopus, and Google Scholar. This systematic review was conducted using the PRISMA method. Seven studies were included in the review. Most participants were aged above 55 years, and 50% were diagnosed with early-stage hypertension. The WTP ranged from US$ 10 to US$ 500 per annual screening test. The results of reviewed studies indicate a relatively high level of acceptance for CVD screening. Family history and perception of risk are the most significant factors, besides cost. These findings can serve as a valuable reference for policymakers in implementing effective public health interventions. By developing and promoting screening programs, governments can enhance preventive measures to reduce the morbidity and mortality associated with CVD. 
Analisis Need Assessment Pengembangan Aplikasi Digital Self-Monitoring Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara Ila Aisyi Uliyati Noor; Eko Retnowati; Istianatus Sunnah
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 2 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i2.31795

Abstract

Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menjadi salah satu penyebab utama kematian wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tingginya angka kejadian dan dampak signifikan efek samping kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien menyoroti urgensi self monitoring yang efektif melalui aplikasi digital. Penelitian bertujuan menganalisis kebutuhan dan preferensi pasien kanker payudara terhadap penggunaan aplikasi digital. Metode penilitian menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan prospektif melibatkan 65 pasien yang ditentukan melalui rumus slovin. Kriteria inklusi meliputi perempuan (20-80 tahun) dalam masa kemoterapi 2024-2025, pengguna smartphone, komunikatif, stabil secara psikologis, komorbid, serta bersedia menandatangani informed consent. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu pasien hamil dan menyusui. Pengumpulan data menggunakan data primer dari hasil pengisian kuesioner dan data sekunder dari rekam medis pasien. Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Office Excel dan dianalisis dengan program SPSS versi 27, melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% pasien memiliki kebutuhan tinggi terhadap aplikasi digital self monitoring, diikuti kategori sedang 41,5%, dan rendah 4,6%. Pasien memiliki preferensi positif terhadap fitur aplikasi yaitu pencatatan gejala, pengingat jadwal minum obat dan kemoterapi, edukasi kesehatan, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan. Penelitian menyimpulkan bahwa pasien memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap aplikasi digital self monitoring untuk memantau efek samping secara mandiri.

Page 11 of 11 | Total Record : 106