cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460044
Journal Mail Official
martini@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28078209     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat is a scientific journal article that presents the results of research and review of the literature on the development of science that includes the study of Public Health Epidemiology, Administration & Policy Health, Health Promotion, and Behavior, Biostatistics and Demography, Environmental Health, Public Health Nutrition, and Health & Safety work. The appropriate reviewer partners in the field will review each manuscript submitted to Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat.
Articles 119 Documents
Tindakan Pemilahan Sampah Dan Karakteristik Ibu Rumah Tangga Di Daerah Aliran Sungai Bendung Kota Palembang Tahun 2025 Dian Fitri Ramadani; Kamsul Kamsul; Diah Navianti; Maksuk Maksuk; Sukarjo Sukarjo
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.30920

Abstract

Penerapan Teori Lawrence Green dalam Analisis Faktor Perilaku Merokok Remaja di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Atifa Dalia
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29508

Abstract

Latar belakang: Kecamatan Gunungpati tercatat memiliki persentase rumah tangga bebas rokok terendah di Kota Semarang, dengan Kelurahan Pakintelan sebagai wilayah terendah. Indikator PHBS pada aspek bebas rokok mengalami penurunan dari 43% pada tahun 2022 menjadi 41% pada tahun 2023, sementara di Kelurahan Pakintelan turun dari 32% menjadi 27%. Kondisi ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup tanpa rokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada April–Agustus di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Sampel berjumlah 106 remaja usia 10–21 tahun yang dipilih dengan accidental sampling berdasarkan rumus minimal sampling (sampling error 10%). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. kemudian dianalisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (α = 0,05).  Hasil: Sebanyak 59,4% responden merupakan remaja yang tidak merokok, sedangkan 40,6% lainnya merupakan remaja perokok. Faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan perilaku merokok yaitu usia (p=0,002), jenis kelamin (p=0,000), uang saku (p=0,023), pengetahuan tentang rokok (p=0,015), sikap terhadap rokok (p=0,000), aksesibilitas rokok (p=0,000), paparan iklan rokok (p=0,003), peran teman sebaya (p=0,000), dan peran orang tua (p=0,000). Sementara itu, variabel akses informasi mengenai bahaya rokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,393). Simpulan: Faktor usia, jenis kelamin, uang saku, pengetahuan, sikap, aksesibilitas rokok, paparan iklan, peran teman sebaya, serta peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku merokok remaja. Sebaliknya, akses informasi mengenai bahaya rokok tidak memiliki keterkaitan dengan perilaku merokok pada remaja.
Hubungan antara Body Image dan Tingkat Stres pada Mahasiswa Baru di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Ghozali Ghozali; Silvia Nada Kirana
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29398

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa baru umumnya mengalami berbagai permasalahan terkait kesehatan mental pada masa awal perkuliahan di perguruan tinggi. Kondisi psikologis yang sering dialami adalah peningkatan stres, yang jika tidak teratasi dengan baik akan dapat mengganggu proses belajar dan ketercapaian tujuan belajarnya di perguruan tinggi. Prevalensi stres di Indonesia cukup tinggi yakni mencapai 71,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia yaitu 38,91%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara body image dengan tingkat stres pada mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun akademik 2024/2025. Adapun sampel yang digunakan yaitu sejumlah 401 mahasiswa yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan  adalah kuesioner DASS-42 untuk variabel stres dan kuesioner MBSRQ-AS untuk variabel body image. Analisis data bivariat menggunakan uji Spearman’s Rho untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel. Hasil: Hasil uji hubungan diperoleh p-value sebesar 0,00 (p<0,05) dan koefisien korelasi -0,216, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dalam kategori lemah antara body image dengan tingkat stres pada mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Korelasi bertanda negatif menunjukkan bahwa semakin positif body image yang dimiliki mahasiswa maka semakin rendah tingkat stres yang dialaminya, begitupun sebaliknya. Simpulan: Body image menjadi salah satu faktor yang secara signifikan berhubungan dengan stres mahasiswa yang baru masuk di perguruan tinggi. Upaya-upaya untuk meningkatkan positifnya body image mahasiswa melalui konseling yang difasilitasi oleh perguruan tinggi sangat penting untuk dapat dilakukan.Kata kunci: Body Image, Mahasiswa Baru, Stres
Hubungan Ketidakpatuhan Minum Obat Hipertensi Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Arkaan Fikri Hardiansyah; Wahyu Riyaningrum
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29103

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas 140. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer, penyakit tidak menular tetapi dapat menyebabkan komplikasi yang mematikan jika tekanan darah pada pasien tidak terkontrol. Obat hipertensi dapat membantu mengontrol tekanan darah pasien jika diminum secara rutin atau sesuai anjuran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan menggunakan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD puskesmas Bojongsari dengan sampel sebanyak 92 responden. Teknik sampling menggunakan proportional startified random sampling. Instrumen pengukuran tekanan darah berupa sphynomanometer digital dan instrumen ketidakpatuhan menggunakan kuisioner medication adherence report scale (MARS-5). Analisis korelasi menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden dalam kategori tidak patuh minum obat sebanyak 74 orang (80,4%). Tekanan darah responden diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu : prehipertensi sebanyak 27 orang (29,3%), hipertensi tahap 1 sebanyak 30 orang (32,6%), hipertensi tahap 2 sebanyak 35 orang (38%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara ketidakpatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan p-value 0,000 (<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang siginifikan antara ketidakpatuhan minum obat hipertensi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi
Pola Makan, Stres, dan Dismenore pada Mahasiswi Kartika Mayangsari Rachman; Ratih Indraswari; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29956

Abstract

Latar belakang: Dismenore dialami oleh lebih dari 50% perempuan usia reproduktif di seluruh dunia, bahkan pada beberapa penelitian di Indonesia prevalensinya mencapai 64–84%, sehingga menjadi salah satu gangguan ginekologi yang paling sering dikeluhkan. Kondisi ini menimbulkan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas akademik, sosial, dan kualitas hidup mahasiswi. Faktor gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat dan stres, diduga berkontribusi terhadap timbulnya dismenore, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan stres dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 105 responden mahasiswi tingkat akhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik menstruasi, pola makan, dan stres (DASS-21). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berusia 21–22 tahun dan mengalami dismenore sedang–berat (51,4%). Berdasarkan hasil uji statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia (p=0,210), usia menarche (p=0,805), durasi menstruasi (p=0,339), pola makan (p=0,223), maupun tingkat stres (p=0,196) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia, usia menarche, durasi menstruasi, pola makan (asupan energi), dan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Faktor lain seperti aktivitas fisik, pola tidur, status gizi, dan faktor psikososial perlu dipertimbangkan dalam penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan jumlah sampel yang lebih besar.
Aspek Responsivitas dan Korelasinya dengan Tingkat Kepuasan Pasien Poliklinik Umum Klinik Pratama Diponegoro I Semarang Farah Rahma Kinanti; Sutopo Patria Jati; Nurhasmadiar Nandini
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29967

Abstract

Latar belakang: Pelayanan kesehatan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh aspek klinis, tetapi juga oleh kemampuan sistem pelayanan dalam merespons kebutuhan nonmedis pasien. Klinik Pratama Diponegoro I sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan dengan jumlah kapitasi 27.783 peserta mengalami peningkatan kunjungan pasien selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini menimbulkan tantangan dalam menjaga kecepatan, efisiensi, serta kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara aspek responsivitas dengan tingkat kepuasan pasien di Poliklinik Umum Klinik Pratama Diponegoro I Kota Semarang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien berdasarkan proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan pada September 2025 dengan kuesioner, kemudian diuji korelasinya dengan uji Chi-Square. Hasil: Seluruh aspek responsivitas, yaitu dignity (p=0,000), autonomy (p=0,000), confidentiality (p=0,000), prompt attention (p=0,000), social support (p=0,000), basic amenities (p=0,000), dan choice of provider (p=0,020), memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan pasien. Simpulan: Terdapat korelasi antara aspek responsivitas dengan tingkat kepuasan pasien di Poliklinik Umum Klinik Pratama Diponegoro I Kota Semarang. Dalam rangka optimalisasi mutu pelayanan yang berorientasi pada pasien, klinik disarankan untuk meningkatkan kualitas komunikasi staf klinik dan tenaga medis dengan pasien, efisiensi waktu tunggu, dan penyediaan informasi pelayanan. Kata kunci: Responsivitas, Kepuasan Pasien, Klinik Pratama
Analisis Kepuasan Pasien Berdasarkan Dimensi SERVQUAL Di Puskesmas Ngesrep Salsa Justitia
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29798

Abstract

Latar belakang: Kepuasan pasien menjadi indikator yang penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan termasuk di puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy) digunakan untuk mengukur kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan. Di Puskesmas Ngesrep masih ditemukan beberapa keluhan pasien terkait lamanya waktu tunggu, kurangnya penjelasan dokter, serta keterbatasan fasilitas seperti ruang tunggu dan sarana informasi. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada pasien poli umum Puskesmas Ngesrep. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner SERVQUAL (No : 222/EA/KEPK-FKM/2025) yang mengukur gap antara harapan dan kenyataan pelayanan. Data dianalisis dengan menghitung Tingkat Kesesuaian (Tki) dan pemetaan melalui diagram kartesius. Hasil: Rata – rata Tki keseluruhan adalah 91,66%. Dimensi assurance memperoleh nilai tertinggi (92,95%), sedangkan dimensi responsiveness  memperoleh nilai terendah (89,67%). Diagram kartesius menunjukkan terdapat sembilan item prioritas utama perbaikan diantaranya papan informasi, fasilitas cuci tangan, penjelasan hasil pemeriksaan dokter, serta sikap empati tenaga kesehatan.Simpulan: Pelayanan poli umum Puskesmas Ngesrep secara umum sudah sesuai dengan harapan pasien, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek responsiveness, penjelasan medis yang lengkap, dan empati tenaga kesehatan.
Determinasi Asupan Zat Gizi, Pemberian MP-ASI, dan BBLR terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari Tahun 2025 La Ode Liaumin Azim; Agnes Mersatika Hartoyo
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29828

Abstract

Stunting is one of the chronic nutritional problems that remains a major challenge in child health development in Indonesia. Factors that influence the incidence of stunting include nutritional intake, complementary feeding, and low birth weight. At the Abeli Community Health Center, the prevalence of stunting is still above the national target, so a study is needed to determine the factors that influence its occurrence.. Determining the effect of nutritional intake, complementary feeding, and low birth weight on stunting among toddlers in Kendari City in 2025. This study used an analytical design with a case-control approach. The study population consisted of all children aged 24–59 months in the working area of the Abeli Community Health Center, while the sample consisted of 106 respondents, comprising 53 cases and 53 controls, selected using purposive sampling. Data were collected through interviews using structured questionnaires, nutritional intake assessments using the 24-hour recall method, and BBLR data obtained from the KIA book. Data analysis was performed univariately and bivariately using the chi-square test and odds ratio with the help of SPSS version 26.0. The results showed that carbohydrate intake was not associated with stunting (p=0.101), protein intake (p=0.013), fat intake (p=0.112), and complementary feeding was also not associated with stunting (p=0.435). However, there is a significant relationship between low birth weight and stunting (p=0.001). In conclusion, BBLR and protein intake are significantly associated with stunting, while carbohydrate intake, fat intake, and complementary feeding are not. Prevention of stunting needs to focus on improving the nutrition of pregnant women and proper feeding practices for children.
Karakteristik Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Puskesmas Poncol Tahun 2025 Nuzaibah Azzahra
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.31048

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting yang berkaitan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian bayi, terutama pada periode neonatal. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan perinatal, namun gambaran karakteristik bayi BBLR di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bayi dengan berat badan lahir rendah di Puskesmas Poncol Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian adalah seluruh bayi dengan berat lahir <2500 gram yang lahir pada periode Januari–Desember 2025 sebanyak 11 bayi, yang terdiri dari 10 bayi BBLR dan 1 bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR). Data diperoleh dari rekam medis ibu dan bayi meliputi usia ibu, usia kehamilan, jenis kelamin bayi, paritas, jarak kehamilan, jenis persalinan, serta jumlah kunjungan antenatal care (ANC), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi termasuk dalam kategori BBLR (76,9%), berjenis kelamin laki-laki (53,8%), lahir dari ibu berusia 20–35 tahun (84,6%), dengan usia kehamilan ≥36 minggu (53,8%), serta dilahirkan melalui persalinan sectio caesarea (53,8%). Seluruh ibu melakukan kunjungan ANC lebih dari enam kali selama kehamilan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian BBLR di Puskesmas Poncol dipengaruhi oleh karakteristik maternal dan perinatal. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan pemantauan kehamilan dan peningkatan kualitas pelayanan antenatal sebagai upaya pencegahan BBLR di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Page 12 of 12 | Total Record : 119