cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460044
Journal Mail Official
martini@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 28078209     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat is a scientific journal article that presents the results of research and review of the literature on the development of science that includes the study of Public Health Epidemiology, Administration & Policy Health, Health Promotion, and Behavior, Biostatistics and Demography, Environmental Health, Public Health Nutrition, and Health & Safety work. The appropriate reviewer partners in the field will review each manuscript submitted to Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat.
Articles 113 Documents
Analisis Pelaksanaan Posyandu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kayu Jao Kabupaten Solok dengan Model CIPP (Context, Input, Process, and Product) Radita, linggana; Suryawati, Chriswardani; Budiyanti, Rani Tiyas
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.27327

Abstract

Background: Puskesmas Kayu Jao is still experiencing nutritional problems with a prevalence of stunting of 14.6%. The existence of posyandu can prevent and overcome child nutrition problems, but the implementation of posyandu in the working area of Puskesmas Kayu Jao is not optimal, which is characterized by low coverage of weighing toddlers and not reaching the 80% target. This study aims to analyze the implementation of posyandu for toddlers through the CIPP (Context, Input, Process, Product) approach; Methods: This research is a qualitative research with a descriptive approach through in-depth interviews, conducted in June-July 2024. The research subjects were determined using a purposive technique. The main informants included posyandu cadres, human development cadres, and the head of the village service section. Triangulation informants included nutrition officers from the Kayu Jao Health Center, midwives and parents of toddlers; Results: In the context aspect, it is important to increase the understanding of parents of toddlers regarding the purpose of posyandu as a follow-up to existing problems. In the input aspect, in the implementation of activities there are no SOPs and the skills of cadres are lacking as well as the availability of infrastructure and funding is inadequate. In the process aspect, there is a cadre organizational structure, during the implementation of posyandu, there is a lack of support from community leaders, and the implementation is not optimal at table three filling KMS and table four health counseling services. In the product aspect, it was found that the achievement of SKDN, only the achievement of K/S met the trajectory and other indicators were still low, not reaching the performance target of the nutrition program in 2023; Conclusions: The process of implementing is not in accordance with the guidelines for organizing posyandu by the Indonesian Ministry of Health and SKDN coverage does not reach the target. Organizing related training related to communication strategies and providing IEC media to assist in providing education and increasing support from community leaders during the implementation of posyandu toddlers.
Hubungan Stres dan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Lansia di Posyandu Pelangi RW 013 Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur Novianti, Ervina; Sutiningsih, Dwi; Yuliawati, Sri; Hestiningsih, Retno
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.28356

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan peningkatan jumlah lansia, prevalensi penyakit degeneratif seperti hipertensi juga meningkat (63,6%). Tekanan darah tinggi ini banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan kondisi psikologis seperti aktivitas fisik yang serta tingkat stres yang tinggi. Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama di Posyandu Pelangi RW 013 Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara stress dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Pelangi RW 013 Kelurahan Penggilingan  Jakarta Timur. Metode: Metode menjelaskan tentang jenis dan rancangan penelitian, kapan penelitian dilakukan serta pengolahan dan analisis datanya. Metode penelitian analitik observasional dan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia yang telah melakukan skrining di Posyandu Pelangi RW 013 Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur yang kemudian diambil sampel sebanyak 50 lansia dengan teknik purposive sampling. Analisis yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square Hasil: Hasil penelitian meliputi semua temuan yang dihasilkan dalam sebuah penelitian baik secara deskriptif maupun analisis secara bivariate ataupun multivariate. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square menunjukkan nilai signifikansi aktivitas fisik (p=0,003) dan stress (p=0,0001). Simpulan: hubungan antara aktivitas fisik dan stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Pelangi RW 013 Kelurahan Penggilingan Jakarta Timur.Kata kunci: hipertensi; lansia; aktivitas fisik; stress
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Stunting di Puskesmas Ngesrep Kota Semarang carera, monica dika
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.28376

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, termasuk pertumbuhan fisik, kognitif, dan produktivitas di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ngesrep Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 65 responden ibu balita yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, observasi kondisi sanitasi lingkungan, serta pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil analisis menunjukkan bahwa status gizi balita berdasarkan indikator Z-score TB/U (tinggi badan menurut umur) dan Z-score BB/U (berat badan menurut umur) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,001 dan p = 0,002). Sementara itu, variabel lain seperti pendidikan ibu dan ayah, jenis kelamin anak, usia ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, akses pelayanan kesehatan, pemberian ASI eksklusif dan MPASI, serta kondisi sanitasi lingkungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting (p > 0,05).
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media KODE “Komik Demam Dengue” terhadap Pengetahuan Anak SD tentang Pencegahan DBD Nugraha, Arya Dwi; Ramdani, Meida Laely; Hikmawati, Isna
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.28706

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan angka kejadian 41,4% per 100.000 penduduk dan angka kematian 0,78%. Anak usia 5-14 tahun sangat rentan, menyumbang sekitar 34% kasus dan kematian DBD.Penularan sering terjadi di lingkungan sekolah, karena nyamuk Aedes aegypti aktif menggigit saat anak-anak beraktivitas. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan sejak dini di sekolah sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah penyebaran DBD. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui pengaruh pendidikan  kesehatan dengan media KODE “Komik Demam Dengue” terhadap pengetahuan anak SD tentang pencegahan  DBD.Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test with control group design. Penelitian dilakukan di MI Islamiyah Karangpetir dan MI Al-Islam Karangpetir, melibatkan 100 siswa sebebagai responden. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney dan uji Wilcoxon.Hasil: Setelah intervensi dengan media komik, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan. Nilai rata-rata pengetahuan kelompok intervensi meningkat sebesar 2,1 poin yaitu dari nilai 6,24 menjadi 8,34. Pada kelompok kontrol nilai rata-rata adalah 7,22. Hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan p-value 0,001 antara kelompok intervensi dan kontrol. Uji Wilcoxon dilakukan untuk mengetahui pengaruh media komik terhadap pengetahuan pada kelompok intervensi dan hasilnya nilai p-value 0,001.Simpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media KODE "Komik Demam Dengue" sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak SD mengenai pencegahan DBD. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Pendidikan Kesehatan, Komik
Faktor yang Berhubungan dengan Pola Asuh Orang Tua Balita ISPA Studi di Puskesmas Cerme Kabupaten Gresik Rahayu, Silachu Rodjaa Rosyada
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.28346

Abstract

Background : In Gresik Regency, ARI ranks 4th as the disease with the highest number of cases. The prevalence of ARI cases in toddlers in 2024 is 40.45%. The results of a preliminary study found that the parenting pattern of parents is the most common cause of ARI cases in toddlers at Cerme Health Center. The aim of this study is to determine the factors associated with the parenting patterns of parents of toddlers with ARI in the working area of Cerme Health Center, Gresik Regency. Method: This research uses a quantitative method with an analytical observational study with a cross-sectional design. The total sample in this study is 183 samples taken from the total population of parents of toddlers with ARI who brought their toddlers to Cerme Health Center in March 2025. Data were collected using interviews with a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis used the non-parametric chi-square test to examine the relationship between variables. Result: The results of this study indicate that several factors related to the parenting patterns of parents of toddlers with ARI are employment status, parents' level of knowledge, perceptions of vulnerability and seriousness, and attitudes with the same p-value of 0.000 (p-value < 0.05).  Conclusion: In this study, it was found that the factors related to the parenting patterns of parents of toddlers with ARI are the employment status of parents, level of knowledge, perceptions of disease vulnerability and seriousness, and parents' attitudes.
Evaluasi Penerapan Indikator Tuberkulosis Paru dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan Model CIPP (Studi pada Puskesmas Pudakpayung) Azzahra, Annisa Shafa
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2025.28823

Abstract

Pudakpayung Public Health Center recorded the lowest pulmonary tuberculosis (TB) indicator achievement within Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) in the Banyumanik District of Semarang City, at only 36.36%, and also had the lowest IKS in the city. This study aimed to evaluate the implementation of the pulmonary TB indicator under the PIS-PK at Pudakpayung Public Health Center. The research was conducted from May 2024 to July 2025. This research was a qualitative study using a descriptive approach through in-depth interviews, observations, and literature review. Participants were selected using purposive sampling. The evaluation was conducted using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model by Daniel L. Stufflebeam, which was modified in accordance with Permenkes No. 39 of 2016. Results of this study revealed the absence of technical Standard Operating Procedures (SOPs) for home visit activities, insufficient funding, a high workload among health personnel, insufficient IT skills in operating Aplikasi Keluarga Sehat, and inadequate understanding of operational definitions for identifying TB symptoms. Additionally, educational media such as Pinkesga were not consistently available and there was no integrated information system between the PIS-PK and TB program. Suboptimal maintenance and utilization of electronic tablets and inadequate health education and communication efforts to support TB treatment adherence were also noted. These factors collectively contributed to the underachievement of the TB indicator targets. Overall, the implementation of the pulmonary TB indicator within the PIS-PK at the Pudakpayung Public Health Center was found to be suboptimal and requires further improvement to comply with the standards outlined in Permenkes No. 39 of 2016. 
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi-Diabetes Mellitus pada Peserta Prolanis Penderita Hipertensi Putri, Cathleya; Udijono, Ari; Kusariana, Nissa; Martini, Martini
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v%vi%i.29238

Abstract

Latar belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan Diabetes Mellitus tipe 2 menjadi masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia, sekitar 73% dari 1.863.000 total kematian di Indonesia diduga akibat PTM. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan memantau dan mengendalikan faktor risiko PTM, namun capaian indikator kesehatannya belum optimal. Metode: Desain penelitian adalah potong lintang dengan total sampling pada seluruh peserta aktif yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner modifikasi STEPwise WHO, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan menengah, dan tidak memiliki pekerjaan formal. Sekitar sepertiga mengalami kelebihan berat badan, konsumsi buah–sayur rendah, serta hampir setengah responden mengonsumsi garam berlebih. Meskipun sebagian besar bukan perokok aktif, paparan asap rokok pasif di rumah masih tinggi. Pengukuran klinis menunjukkan lebih dari sepertiga mengalami tekanan darah tinggi, dan sebagian yang diperiksa mengalami hiperglikemia. Analisis bivariat menunjukkan status tidak bekerja berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi–DM tipe 2 pada kelompok hipertensi (POR=3,411; 95% CI:1,030-11,290), sementara faktor risiko lain tidak menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan: Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengendalian terpadu untuk hipertensi dan DM tipe 2 pada populasi Prolanis, termasuk edukasi gizi berbasis konteks lokal, pengurangan konsumsi garam dan peningkatan konsumsi buah–sayur, pengendalian berat badan, serta intervensi keluarga untuk mengurangi paparan asap rokok pasif.
Gambaran Hygiene Sanitasi Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Segedong Saepudin, Malik; Tamala, Eva; Asmadi, Asmadi; Paulina, Paulina; Iswono, Iswono
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29380

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Permenkes RI No. 43 Tahun 2014 tentang hygiene sanitasi depot air minum, yang menyatakan bahwa hygiene sanitasi depot air minum isi ulang adalah bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi pengaruh buruk akibat mengonsumsi air minum yang berasal dari hasil produksi depot air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi hygiene sanitasi depot air minum di isi ulang di Kecamatan Segedong. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan dengan cara mengamati sekumpulan objek meliputi aspek hyigiene sanitasi depot air minum, sanitasi peralatan, sanitasi sumber air baku, dan sanitasi penjamah. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa hygiene sanitasi depot air minum dengan cara mengamati sekumpulan objek meliputi aspek hygiene sanitasi depot air minum didapatkan hasil 80% persyaratan fisik telah memenuhi syarat, 100% peralatan telah memenuhi syarat, 100% sumber air baku memenuhi syarat dan 79% pada penjamah telah memenuhi syarat. Simpulan: Kesimpulan penelitian ini bahwa secara rata-rata kondisi hygiene sanitasi depot air minum di wilayah Kecamatan Segedong dikatakan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, hanya saja masih ditemukan permasalahan yang belum terpenuhi salah-satunya mengenai hygiene pada penjamah.
Penanganan Holistik Tuberkulosis Pengobatan OAT Fase Lanjutan Bulan Ketiga di Mojosongo Surakarta Ulwiyah, Nuuriyah
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.28901

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia yang memiliki beban kasus tertinggi kedua di dunia. Kepatuhan pasien dalam pengobatan serta dukungan keluarga dan komunitas menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi.Metode: Analisis  studi  ini  adalah  laporan  kasus.  Data diperoleh  melalui  anamnesis (autoanamnesis dan  alloanamnesis),  pemeriksaan  fisik,  kunjungan  rumah, dan rekam medis pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil: Pasien telah menjalani pengobatan TB selama dua bulan dengan kepatuhan tinggi dan respons klinis yang baik. Asupan gizi pasien mulai membaik. Rumah pasien terletak di wilayah padat penduduk dengan sirkulasi udara yang kurang optimal. Anak pertama pasien juga terdiagnosis TB dan menjalani pengobatan. Pendekatan tatalaksana meliputi edukasi mengenai TB, penguatan dukungan keluarga sebagai PMO, perbaikan asupan gizi, serta promosi lingkungan sehat.Simpulan: Tatalaksana TB berbasis pendekatan kedokteran keluarga yang bersifat patient centered, family focused, dan community oriented terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan dan hasil terapi. Keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci dalam mengurangi risiko penularan dan mempercepat pemulihan pasien.Kata kunci: Tuberkulosis paru, pendekatan kedokteran keluarga, kepatuhan, edukasi, PMO, kasus Mojosongo.
Pemanfaatan Voluntary Counseling and Testing pada Laki-Laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-Laki di Wilayah Kota Semarang Azinar, Muhammad; Khafifah, Auliya; Pratama, Rivan Saghita
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29284

Abstract

Kasus HIV dan AIDS meningkat pada kelompok berisiko tinggi. Kemenkes menargetkan 90% kelompok berisiko melakukan skrining HIV pada 2024 tetapi cakupan VCT LSL di Kota Semarang hanya 55,3%. Penelitian bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan VCT pada LSL Kota Semarang. Jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan case control. Populasi LSL terjangkau PKBI Kota Semarang dan sampel berjumlah 102 kasus dan 102 kontrol. Teknik pengambilan sampel non probability sampling. Instrumen menggunakan angket melalui google form. Dianalisis menggunakan uji chi-square dan fisher’s exact sebagai alternatifnya. Hasil menunjukkan, persepsi kerentanan (p=0,031), persepsi manfaat (p=0,000), persepsi hambatan (p=0,036), isyarat untuk bertindak (p=0,012), niat (p=0,000) berhubungan dengan pemanfaatan VCT pada LSL. Sikap memanfaatkan VCT (p=0,020) dan tidak (p=0,000), norma subjektif (p=0,046) dan (p=0,000), persepsi kontrol perilaku (p=0,000) dan (p=0,000) berhubungan dengan niat. Persepsi keseriusan (p=0,068) tidak berhubungan dengan pemanfaatan VCT. Saran penelitian ini kelompok berisiko tinggi untuk melakukan pemeriksaan HIV secara dini dan rutin untuk menghindari penyebaran HIV dan AIDS.

Page 11 of 12 | Total Record : 113