cover
Contact Name
Atiqa Nur Latifa Hanum
Contact Email
jipka@untan.ac.id
Phone
+6281346355040
Journal Mail Official
jipka@untan.ac.id
Editorial Address
sahidiip@fkip.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)
ISSN : 28297326     EISSN : 28281772     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jipka.v1i1
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Program Studi Diploma 3 Perpustakaan Universitas Tanjungpura merupakan Jurnal Peer-Review terbitan Program Studi Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Kajian Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual, review, dan temuan/hasil penelitian dalam kajian Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan. Fokus naskah Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) adalah: 1. Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan 2. Perpustakaan digital 3. Manajemen Perpustakaan, informasi, dan kearsipan 4. Manajemen Pengetahuan 5. Literasi digital dan informasi 6. Layanan teknis di perpustakaan, arsip, dan museum 7. Teknologi informasi di perpustakaan dan kearsiapan 8. Komunikasi ilmiah lainnya terkait perpustakaan dan arsip
Articles 46 Documents
RANCANGAN FITUR SINGLE SIGN ON PADA PADA PERPUSTAKAAN XYZ Armanda, Akbar Syahansyah; Shaleha, Imroatun; Fatwanto, Agung
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v3i1.71614

Abstract

The design of adding a single sign on feature to one-door login authentication is a system design that allows library users to do the authentication process once to access various library applications such as OPAC, circulation, and visits. This design aims to improve user convenience, efficiency, security, integration, and identity management in the context of application use at XYZ Library. In the design of adding single sign on feature to this one-stop login authentication, library users will start the login process by entering their authentication credentials into the authentication system. The authentication system will verify the credentials and provide a secure authentication token to the user. This token will be used to access library applications linked to the authentication system without the need to log in repeatedly. The main advantage of the design of adding single sign on feature to this one-stop login authentication is the convenience for users as they only need to authenticate once to access various library applications. This increases user efficiency and productivity, reduces the risk of leakage or misuse of user credentials, eases integration with existing library applications, and enables centralized identity management. In conclusion, the design of adding single sign on feature to the one-stop login authentication at XYZ Library provides significant benefits in terms of user convenience, efficiency, security, integration, and identity management. It enhances the library's user experience and facilitates access to available services and resources.Keywords: Authentication, Design, features, Single sign on
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ARSIP AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS TEMU KEMBALI INFORMASI Wahyuni, Sri; Putri, Yayang
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i1.83868

Abstract

Permasalahan utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah aktifnya pengelolaan arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang dalam hal pengarsipan, penyimpanan, dan pengambilan informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keaktifan pengelola arsip dalam mencari bahan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang. Penelitian kualitatif dengan fokus deskriptif adalah metodologi yang digunakan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data adalah reduksi data, pengumpulan data, penyajian data, dan penyusunan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang mengklasifikasikan arsip menggunakan sistem kode, dan segala upaya telah dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas pengambilan arsip mematuhi peraturan yang berlaku. Sesuai dengan pedoman pengelolaan arsip yang berlaku saat ini di Kota Padang Panjang, dengan membuat daftar berkas beserta isinya sebagai bentuk dukungan. untuk memperoleh arsip baik menggunakan aplikasi Srikandi maupun cara manual. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang Panjang memberikan pelatihan khusus pengelolaan arsip aktif guna meningkatkan pengelolaan arsip. Hal ini memungkinkan arsip yang dikelola berfungsi sebaik mungkin dan memudahkan pengguna untuk mengambil materi dari arsip bila diperlukan.
REVITALISASI PERPUSTAKAAN DAN GALERI KOTA BOGOR SEBAGAI RUANG PUBLIK: LEBIH DARI SEKADAR RUANG BACA Aulia, Zelin Nur; Rachmawati, Tine Silvana; Rodiah, Saleha
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i1.85286

Abstract

Revitalisasi membuka peluang perpustakaan keluar dari citra bangunan yang tidak menarik menjadi ruang publik yang aktif dan ramah. Semenjak direvitalisasi, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor mendapat antusiasme tinggi masyarakat. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan peneliti mengenai kegiatan yang dikembangkan di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor pasca revitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai kegiatan aktif yang terselenggara di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor setelah revitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian ini berjumlah tujuh orang yang terdiri dari kepala bidang perpustakaan, pustakawan, dan pemustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa pasca revitalisasi, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor berperan sebagai pusat komunitas yang aktif, sehingga berbagai kegiatan kolaborasi dengan komunitas dapat terlenggara di perpustakaan. Kegiatan lainnya seperti pameran, pelatihan, serta kegiatan edukatif dan kompetisi semakin sering terselenggara. Sehingga penting untuk perpustakaan tetap mempertahankan relevansi dalam menciptakan ruang aktif untuk pengalaman, inspirasi, dan interaksi sosial di perpustakaan. Pada akhirnya perpustakaan fisik dapat terus bertahan meskipun berada pada era informasi digital, jika perpustakaan terus berperan menciptakan ruang publik yang aktif.
IMPLEMENTASI PERAN BIDAN DALAM MEMBANGUN LITERASI KEARSIPAN SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DI WILAYAH TANGGUH BENCANA Yulianasari, Okeu
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i1.93791

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran bidan dalam membangun literasi kearsipan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah tangguh bencana Kota Cimahi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan evaluasi kuantitatif dengan pre-test dan post-test, studi ini menilai efektivitas edukasi literasi kearsipan yang diberikan melalui workshop kepada anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bidan mengenai pengelolaan arsip keluarga, yang memiliki fungsi penting sebagai alat validasi administratif pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman bidan tentang pentingnya arsip keluarga dalam mendukung ketangguhan sosial dan administratif masyarakat pascabencana. Peran bidan sebagai agen perubahan terbukti strategis dalam mengintegrasikan literasi kearsipan ke dalam layanan kesehatan komunitas, yang berkontribusi pada peningkatan kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi kearsipan ke dalam program kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas sebagai strategi untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Hal ini diharapkan dapat memaksimalkan peran bidan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat ketangguhan dalam menghadapi bencana melalui pengelolaan arsip keluarga yang lebih baik.
ANALISIS KOMUNITAS PADA PERPUSTAKAAN KHUSUS PUSAT SURVEI GEOLOGI BANDUNG Salsabila, Alifah Yusriyah
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i1.85809

Abstract

Perpustakaan Pusat Survei Geologi merupakan salah satu perpustakaan khusus di Bandung. Permasalahan yang ada dalam Perpustakaan khusus ini terletak pada perubahan kebutuhan komunitas. Fokus penelitian yaitu bagaimana kegiatan pengembangan koleksi khususnya analisis komunitas di Perpustakaan Pusat Survei Geologi Bandung. Teori yang digunakan adalah teori Evans dan Saporano (2005) tentang pengembangan koleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data dan analisis data. Terdapat enam (6) kegiatan dalam proses pengembangan koleksi di Perpustakaan Pusat Survei Geologi Bandung 1. Analisis Komunitas (Community Analysis) 2. Kebijakan seleksi (Selection Policies) 3. Seleksi (Selection) 4. Pengadaan (Acquisition) 5. Penyiangan (Deselection) 6. Evaluasi (Evaluation). Perpustakaan Khusus Pusat Survei Geologi Bandung menghadapi serangkaian tantangan yang kompleks dalam kegiatannya termasuk analisis komunitas. Tantangan ini semakin diperberat oleh kondisi internal perpustakaan yakni keterbatasan sumber daya manusia dan finansial yang cukup signifikan. Meskipun perpustakaan ini memiliki koleksi langka berharga , daya tarik ini belum mampu dioptimalkan sepenuhnya karena terbatasnya dukungan manajerial dan kebijakan yang memadai.Kata Kunci: Analisis Komunitas, perpustakaan khusus, koleksi langka
PERAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DI KOMUNITAS KOS ANTAR PULAU Puguh, Lalu Arya
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i1.90845

Abstract

Peran media sosial dalam meningkatkan literasi digital di komunitas kos antar pulau adalah subjek penelitian ini. Di era internet saat ini, media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan literasi teknologi Anda. Pada sebuah komunitas kos antar pulau di Sleman, Yogyakarta, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara semi terstruktur, dan observasi. Penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan informasi, meningkatkan literasi digital, dan mendorong orang untuk berinteraksi dan berbicara tentang masalah terkait. Namun, karena media sosial juga dapat menjadi sumber informasi yang menyesatkan, pengguna harus memastikan bahwa apa yang mereka temui benar.
PERAN KECERDASAN EMOSIONAL PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN Unyil, Unyil; Pauzi, Pauzi
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i2.92411

Abstract

The role of librarians as the frontline in interacting with users, exploring how emotional intelligence can help librarians understand user needs, manage challenges that arise, and create satisfying service experiences. The purpose of writing this article is to explore the role of librarian emotional intelligence in improving the quality of library services. Providing a deeper understanding of how emotional intelligence, which includes the ability to recognize, manage, and utilize emotions effectively, is a key factor in improving the quality of library services. The method applied in this writing applies a qualitative method by utilizing a literature review that discusses the Role of Librarian Emotional Intelligence in Improving the Quality of Library Services. Librarians need to have the ability to manage their emotions, so that they can create positive emotions and build good relationships with users. Librarians with high levels of emotional intelligence are able to build better relationships through users, increase their satisfaction, and strengthen the positive image of the library. Emotional intelligence also helps librarians in dealing with work pressure, managing stress, and remaining productive even in challenging situations. Therefore, it is important for library managers to realize the importance of developing librarian emotional intelligence as part of a service improvement strategy.
PERAN PERPUSTAKAAN KELILING DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT KABUPATEN ASAHAN Panjaitan, Citra Aprillilla; Irwansyah, Irwansyah; Faturrahman, Muslih
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i2.93359

Abstract

oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kisaran Kabupaten Asahan. Fokus utama penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk layanan yang diberikan serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, bertujuan untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan secara objektif dan apa adanya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak terkait, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan perpustakaan keliling bersifat terbuka dan inklusif, dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, status sosial, latar belakang etnis, maupun agama. Selain itu, sifatnya yang mobile memungkinkan layanan ini menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang jauh dari fasilitas perpustakaan tetap, sehingga sangat membantu dalam pemerataan akses literasi. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala, seperti kondisi infrastruktur jalan yang rusak, cuaca ekstrem yang menghambat mobilitas, serta keterbatasan sumber daya pendukung lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perpustakaan keliling memiliki dampak positif bagi masyarakat, diperlukan upaya peningkatan dari segi fasilitas, koordinasi, dan perencanaan agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal
PERAN GAYA KEPEMIMPINAN DALAM MEMBENTUK BUDAYA ORGANISASI DI PERPUSTAKAAN UNPAS Syafiatuljannah, Adzra Kamilah; Khoerunnisa, Lutfi; Setiawati, Linda
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i2.94160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran gaya kepemimpinan dalam membentuk budaya organisasi di lingkungan Perpustakaan Universitas Pasundan (UNPAS). Kepemimpinan dipandang sebagai faktor strategis dalam menciptakan nilai, norma, dan perilaku kerja yang positif dalam organisasi perpustakaan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Perpustakaan UNPAS dan pustakawan sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Perpustakaan UNPAS menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif-transformasional yang ditandai dengan keterbukaan dalam komunikasi, pelibatan staf dalam pengambilan keputusan, serta pemberian ruang untuk berinovasi. Budaya organisasi yang terbentuk mencerminkan nilai kerja kolaboratif, adaptif, dan komunikatif. Kepemimpinan yang suportif dan non-otoriter memainkan peran penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, kreatif, dan responsif terhadap perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan yang tepat berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan dan penguatan budaya organisasi perpustakaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan praktik kepemimpinan dan pengelolaan organisasi di lingkungan lembaga informasi. This study aims to examine the role of leadership style in shaping organizational culture within the Pasundan University Library (UNPAS). Leadership is considered a strategic factor in creating positive values, norms, and work behavior in library organizations. This research used a descriptive qualitative approach, with data collected through semi-structured interviews, field observations, and internal documentation. The subjects of the study were the Head of the UNPAS Library and several librarians as key informants. The findings reveal that the Head of the Library implements a participative-transformational leadership style, characterized by open communication, staff involvement in decision-making, and support for innovation. The organizational culture that emerges reflects values of collaboration, adaptability, and effective communication. Supportive and non-authoritarian leadership plays a crucial role in fostering a healthy, creative, and responsive work environment. This study concludes that the appropriate leadership style significantly contributes to the formation and reinforcement of organizational culture in libraries. These findings are expected to serve as a reference for developing leadership practices and organizational management in information institutions.
DIGITALISASI PENGEMASAN ULANG INFORMASI KOLEKSI BUDAYA MINANGKABAU OLEH DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT: UPAYA MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA MASYARAKAT Putri, Sasmita Hanifah; fadli, muhammad; Putri, Afifah Admi
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i2.94902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya digitalisasi pengemasan ulang informasi terhadap koleksi budaya Minangkabau yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat sebagai langkah strategis dalam meningkatkan literasi budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kemas ulang informasi yang telah dilakukan meliputi direktori, jurnal, tambo, dan media cetak lainnya, yang bertujuan memudahkan akses informasi budaya Minangkabau secara sistematis. Namun, belum seluruh produk informasi tersebut terdigitalisasi, sehingga akses masyarakat masih terbatas. Oleh karena itu, digitalisasi dipandang sebagai langkah penting untuk memperluas jangkauan, meningkatkan efisiensi pencarian informasi, serta memperkuat pemahaman dan pelestarian budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kemas ulang informasi dan digitalisasi koleksi budaya dapat mendorong peningkatan literasi budaya dan informasi masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: Digitalisasi, Kemas Ulang Informasi, Budaya Minangkabau, Literasi Budaya, Perpustakaan