cover
Contact Name
Atiqa Nur Latifa Hanum
Contact Email
jipka@untan.ac.id
Phone
+6281346355040
Journal Mail Official
jipka@untan.ac.id
Editorial Address
sahidiip@fkip.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)
ISSN : 28297326     EISSN : 28281772     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jipka.v1i1
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Program Studi Diploma 3 Perpustakaan Universitas Tanjungpura merupakan Jurnal Peer-Review terbitan Program Studi Perpustakaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Kajian Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual, review, dan temuan/hasil penelitian dalam kajian Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan. Fokus naskah Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) adalah: 1. Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan 2. Perpustakaan digital 3. Manajemen Perpustakaan, informasi, dan kearsipan 4. Manajemen Pengetahuan 5. Literasi digital dan informasi 6. Layanan teknis di perpustakaan, arsip, dan museum 7. Teknologi informasi di perpustakaan dan kearsiapan 8. Komunikasi ilmiah lainnya terkait perpustakaan dan arsip
Articles 46 Documents
OPTIMALISASI E-JURNAL SEBAGAI PRODUK ULANG INFORMASI DI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH Wahyuli, Mira
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 4, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v4i2.95512

Abstract

This study aims to analyze the optimization of e-journals as repackaged information products to enhance the utilization of digital resources by students and lecturers at Universitas Baiturrahmah. The background of this research is the low level of e-journal usage despite the availability of access through various academic platforms. This research employs a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through direct observation and semi-structured interviews with librarians. The results reveal that e-journal utilization remains low, with only 10"“20% of students actively accessing them, mainly those in their final year. Many students lack awareness of e-journal usage and struggle with access and search mechanisms. To address this, the library has implemented various information repackaging strategies such as infographics, video tutorials, and social media content. Librarians play a crucial role as access facilitators, information literacy educators, and content curators. The study concludes that information repackaging is effective in bridging the gap in access and understanding of e-journals. Sustainable efforts are needed through continuous digital literacy training, academic collaboration, and innovative information services to ensure that e-journals become an integral part of the learning and research process in higher education.
INOVASI LAYANAN PERPUSTAKAAN DAERAH DALAM PELESTARIAN KOLEKSI KEBUDAYAAN LOKAL PADA ERA SOCIETY 5.0 Ilahiya, Ashfi Fauziani
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.102579

Abstract

Penelitian ini membahas inovasi layanan perpustakaan daerah Kabupaten Klaten dalam pelestarian koleksi kebudayaan lokal pada era Society 5.0. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini menganalisis pemanfaatan aplikasi iKlaten dan media sosial sebagai strategi digital dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi budaya daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan koleksi fisik, tetapi juga mengembangkan layanan berbasis teknologi yang partisipatif dan interaktif. Pemanfaatan aplikasi iKlaten sebagai media dokumentasi digital dan platform edukasi budaya mampu memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, kolaborasi antara perpustakaan dan masyarakat dalam program digitalisasi naskah Nusantara menegaskan peran perpustakaan sebagai lembaga kolaboratif dalam pelestarian budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan rekomendasi praktis bagi pengembangan layanan perpustakaan daerah di era digital. Kata Kunci: Perpustakaan daerah, pelestarian budaya lokal, inovasi layanan, aplikasi iKlaten, digitalisasi budaya
STRATEGI TAMAN BACA MASYARAKAT BOEMI PUSTAKA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK-ANAK DI KECAMATAN NAMORAMBE Farhani, Muhammad Chandrika; Rohani, Laila; Azhar, Anang Anas
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.98810

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis berbagai upaya yang dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Boemi Pustaka untuk meningkatkan minat baca di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Fokus utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi strategi TBM Boemi Pustaka dalam mendorong minat baca serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan misinya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dengan informan yang terdiri dari pengelola TBM, pengunjung, dan anggota masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TBM Boemi Pustaka berfungsi sebagai penyedia informasi, pusat pembelajaran, dan ruang rekreasi. Untuk menarik minat masyarakat, TBM secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif. Meskipun demikian, beberapa kendala yang dihadapi termasuk keterbatasan koleksi buku, kurangnya ruang penyimpanan yang memadai, dan rendahnya partisipasi, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun TBM Boemi Pustaka telah melakukan upaya signifikan, tantangan struktural dan sosial masih perlu diatasi untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Kata Kunci: Taman Baca Masyarakat, Minat Baca, Namorambe Abstract This study analyzes the efforts of Taman Bacaan Masyarakat (Community Reading Garden) Boemi Pustaka in Namorambe Subdistrict, Deli Serdang Regency, to foster reading interest within the community. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants including TBM managers, visitors, and local residents. The findings reveal that TBM Boemi Pustaka functions as an information provider, a learning center, and a recreational space by regularly organizing interactive activities to attract public interest. However, the TBM faces several challenges, such as limited book collections, inadequate storage facilities, and low participation, particularly among teenagers. The study concludes that while TBM Boemi Pustaka has made significant contributions to promoting reading interest, structural and social barriers must still be addressed to achieve more effective outcomes. Keywords: Community Reading Garden, Reading Interest, Namorambe
KEAMANAN INFORMASI PERPUSTAKAAN PUBLIK: STUDI KASUS DAN PENDEKATAN CIA TRIAD Erlina Wardani Wardani, Erlina
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.96919

Abstract

The advancement of information technology has transformed the way libraries provide and protect access to information. Information security has become a crucial aspect in the context of open access services. This study aims to analyze the management of information system security in libraries using the CIA Triad approach (Confidentiality, Integrity, Availability) as well as the security framework from Whitman and Mattord. The method employed is descriptive qualitative, utilizing literature studies from two case studies: the Central Java Provincial Library and the National Library of the Republic of Indonesia. The research findings indicate that both libraries implement security components in terms of physical, operational, and partially communication technology aspects. However, there is no explicit implementation regarding communication security and network security comprehensively. These findings highlight the importance of holistically strengthening information security systems to maintain the availability, integrity, and confidentiality of information within the scope of digital libraries Keywords: information security, information system, CIA Triad, library.
STRATEGI PEMASARAN JASA INFORMASI DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) RIMBA BULAN KOTA PADANG PANJANG Wahyuni, Sri; Manita, Rika Jufriazia; Rahmi, Mezi Mulia
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.99908

Abstract

This study aims to analyze the information service marketing strategies implemented at the Community Reading Center (Taman Bacaan Masyarakat/TBM) Rimba Bulan in Padang Panjang City and to formulate promotional enhancement measures to increase community utilization of literacy services. The research method employed is descriptive qualitative, using observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the TBM has actively promoted its services through both print and digital media, yet it still faces challenges such as limited human resources and budget constraints. Recommendations include intensifying the use of social media, providing digital marketing training for TBM managers, and expanding promotional partnership networks. This study is expected to contribute to the development of more effective and sustainable marketing strategies for information services in community-based libraries.
ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB KECERDASAN BUATAN (AI) DI PERPUSTAKAAN: TINJAUAN LITERATUR Komari, Noer; Fahruraji, Fahruraji; Noorliana, Noorliana; Asnah, Asnah
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jipka.v5i1.97978

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam layanan perpustakaan berkembang pesat seiring kemajuan model bahasa besar (LLM) dan teknologi pembelajaran mesin. AI menawarkan peluang untuk meningkatkan pengalaman pengguna, mengotomatisasi tugas rutin, serta menyediakan dukungan berkelanjutan. Namun, penerapannya juga menghadirkan tantangan etika dan profesional yang kompleks. Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur menggunakan kerangka kerja PICO yang dimodifikasi, dengan menganalisis publikasi akademik periode 2020"“2025 yang diindeks dalam Google Scholar. Fokus kajian diarahkan pada empat isu utama: privasi data dan kerahasiaan pengguna, kebebasan intelektual dan integritas informasi, inklusi digital dan aksesibilitas, serta tanggung jawab profesional dalam kolaborasi manusia-AI. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun perpustakaan masih berada pada tahap awal adopsi AI, persoalan etika sudah muncul secara mendesak. Tantangan utama meliputi risiko kebocoran data dan praktik pengintaian, potensi penyebaran misinformasi melalui sensor otomatis, meningkatnya kesenjangan digital, serta ketiadaan kerangka akuntabilitas yang tegas terhadap kesalahan AI. Temuan ini menegaskan bahwa pergeseran peran pustakawan dari sekadar penjaga informasi berubah menjadi kolaborator AI sekaligus auditor etika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesi kepustakawanan perlu mengembangkan konsep augmented librarianship, membentuk kode etik baru yang relevan dengan penggunaan AI, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dari pengembang maupun penyedia teknologi. Dengan berpegang pada nilai inti, pustakawan memiliki posisi strategis untuk memastikan AI dimanfaatkan sebagai kekuatan yang memperkuat misi perpustakaan: menyediakan akses yang adil, etis, dan berintegritas terhadap pengetahuan bagi semua kalangan.