cover
Contact Name
Feri Indra Irawan
Contact Email
el-audi@imn.ac.id
Phone
+6285216789740
Journal Mail Official
el-audi@imn.ac.id
Editorial Address
Jalan Lio Balandongan 74 Cikondang Citamiang, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, 43142
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal El Audi
ISSN : 26856344     EISSN : 27764842     DOI : https://doi.org/10.56223/elaudi.v3i1
Core Subject : Education,
El-Audi is published twice a year (March-September) published by the Madani Nusantara Institute (IMN). El-Audi is a scientific journal that publishes peer-reviewed articles on research results in the field of childrens education, covering topics Child Growth and Development, Childs relationship with family and society, Developmental observation and assessment, and other relevant topics. The articles analyze current issues, problems, policies and practices, and offer novelty and practical implications in the development of childrens education. We invite researchers, scholars, academics, and students to publish their research results in our journal.
Articles 46 Documents
PENTINGNYA MENANAMKAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA ANAK USIA DINI Widia Nurjanah; Rini Wahyuning Putri; Heni Yuliawati
Jurnal El-Audi Vol. 3 No. 2 (2022): Vol. 3 No. 2 September 2022
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v3i2.52

Abstract

Teachers and parents have duties and responsibilities for the good and bad of children's Islamic religious education, this will have a positive or negative impact on the development of the younger generation in the future, this is where teachers are required to carry out their obligations by providing education and helping solve problems in children so that they do not experiencing difficulties in life. The objectives of this study are: 1) To find out the efforts made by teachers in the process of instilling moral values ??in early childhood at PAUD Tunas Harapan II Cisaat. 2) To find out the moral materials taught at PAUD Tunas Harapan II Cisaat. 3) To find out the method used in Tunas Harapan II Cisaat -Ikhlas Madium Rengas, Central Lampung. This type of research is field research. The nature of the research is descriptive qualitative. This study uses data collection techniques with interviews, observation and documentation. The data analysis technique used in this study uses data reduction (data reduction), data presentation (data display), and conclusions (conclusion drawing/verification). The results of data analysis showed that: 1) PAUD Tunas Harapan II Cisaat teacher in introducing and teaching the essence of religious teachings to children so that they can know and understand them and familiarize themselves with carrying out these religious teachings. The application of inculcating moral values ??in the PAUD is carried out in accordance with special education for early childhood children by taking into account the principles of early childhood development. 2) Moral materials applied in learning to early childhood at PAUD Tunas Harapan II Cisaat include human morals with Allah SWT, human morals with oneself, human morals with fellow humans and human morals with other creatures and their natural environment. 3) The method used in instilling moral values ??to early childhood teachers of PAUD Tunas Harapan II Cisaat uses the field trip method, the conversation method, the demonstration method, the storytelling method, the singing method and the assignment method.
PENDIDIKAN EMOTIONAL QUOTIENT PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH Kori Sundari
Jurnal El-Audi Vol. 3 No. 2 (2022): Vol. 3 No. 2 September 2022
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v3i2.53

Abstract

Emotional Quotient adalah kecerdasan seseorang dalam mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain, sehingga ia mampu menyelaraskan tindakan yang proposional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendidikan emotional quotient pada anak usia pra-sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus melalui observasi dan pengumpulan data di Taman Kanak-kanak Al Hasanah berlokasi di Desa Ciambar Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian menunjukan bentuk-bentuk perilaku kecerdasan emosi yang dikembangkan di TK Al Hasanah Ciambar meliputi kemampuan intra pribadi dan antar pribadi, aspek intra pribadi meliputi kemampuan mengenali emosi diri, kemampuan mengelola emosi dan kemampuan memotivasi diri. Sedangkan aspek antar pribadi meliputi kemampuan mengenali emosi orang lain (empati) dan membina hubungan dengan orang lain atau keterampilan sosial.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI PADA MATERI MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH Widia Nurjanah
Jurnal El-Audi Vol. 3 No. 2 (2022): Vol. 3 No. 2 September 2022
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v3i2.54

Abstract

Cognitive ability can be interpreted as the ability to know something, showing the ability to capture the nature, meaning, or information about something and have a clear picture of it. This study aims to analyze an effort to improve the cognitive abilities of early childhood on the subject of recognizing geometric shapes through the application of the make a match model. This research approach is qualitative research. the type of research used is Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were all children aged 5-6 years in Raudhatul Athfal Miftahul Huda Nagrak T.A 2019-2020, totaling 16 children. The results of the study show that the application of the Make A Match learning model can improve the cognitive abilities of early childhood in recognizing geometric shapes at Raudhatul Athfal Miftahul Huda. With the initial percentage before using the Make A Match model 43.75% after using it in Cycle I it became 62.67% and completeness increased in Cycle II to 81.51% from the success indicator of 75%.
IMPLEMENTASI KURIKULUM TERSEMBUNYI DALAM PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Sri Widaningsih
Jurnal El-Audi Vol. 3 No. 2 (2022): Vol. 3 No. 2 September 2022
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v3i2.55

Abstract

The implementation of the hidden curriculum in the teaching and learning process will definitely appear, especially in the learning process in kindergarten, whether we realize it or not, this is because the learning process in kindergarten is indeed very dynamic, adjusted to the level of the child's mood. The purpose of this research is to find out what and how this hidden curriculum is implemented. The research approach used is descriptive qualitative, with the main subjects being kindergarten, PAUD and RA children in the city of Bandung. The result of the hidden curriculum implementation process is the achievement of children's developmental tasks optimally, but overall all competency achievements are highly dependent on the condition of the child as a whole. In conclusion, the implementation of the hidden curriculum has a positive impact on improving student learning outcomes.
REWARD VISUAL MEMBANGUN DISIPLIN SISWA PAUD CEMPAKA KOTA SURABAYA MELALUI PEMBELAJARAN DARING Eki Agustin
Jurnal El-Audi Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Maret 2020
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v1i1.57

Abstract

Penelitian literatur ini bertujuan untuk mencari jalan terbaik terkait denganupaya penguatan perhatian siswa khususnya ditingkat awal. Berdasarkan UndangUndang RI Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab 1,Pasal 1, butir 14, pendidikan anak usia dini merupakan upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melaluirangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmanidan rohani agar anak memiliki kesiapan belajar memasuki jenjang pendidikan lebihlanjut. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat strategis danperlu mendapat perhatian utama dari keluarga, masyarakat dan negara, karenapendidikan anak di jenjang selanjutnya sangat dipengaruhi oleh berbagai stimulasibermakna yang diperoleh sejak usia dini. Bila pendidikan usia dini mampumencapai prestasi maksimal dalam mengembangkan seluruh potensi peserta didik,baik jasmani maupun rohani, maka kesuksesan tersebut dapat menjadi gambaranbagi keberhasilan anak pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.Pada masa pandemi covid 19 ini ada keunikan bagi proses pembelajarananak usia dini di PAUD Cempaka Kota Surabaya. Para pendidik anak usia diniPAUD Cempaka Kota Surabaya ini menggunakan metode pembelajaran daring(jarak jauh/online/e-learning). Anak PAUD Cempaka tetap belajar jarak jauh dalamrangka membangun disiplin anak usia dini dengan sistem menerapkan pemberianreward visual bagi siswa yang melakukan disiplin dirinya sendiri. Di PAUDCempaka ada 2 (dua) kelas yang masing-masing terdiri atas 12 (duabelas) anakdidik di mana setiap hari temanya sama tetapi sub temanya berbeda. Misalkan subtemanya tentang fungsi anggota tubuh yang selalu digunakan dalam prosespembelajaran anak usia dini. Guru kelas A dan B masing-masing ditangani oleh 2(dua) orang guru yang membimbing dalam proses pembelajaran daring kepada anakdidiknya secara online/e-learning pada masa pandemi covid 19 ini.Keunikan pemberian reward visual kepada anak didik PAUD CempakaKota Surabaya telah berhasil membangun disiplin dirinya sendiri selama masapandemi covid 19. Guru memberikan reward visual melalui pengiriman viawhatsapp kepada orangtuanya mereka. Meskipun pada masa pandemi covid 19 iniserba terbatas namun mereka tetap bersemangat membangun disiplin dirinya sendiridalam proses pembelajaran daring tersebut. Penulis pun memanfaatkan metodepenelitian ini langsung interview (wawancara) kepada salah seorang guru yangbernama Bunda Harjuni Haju via whatsapp call. Pendapat penulis penelitian iniefektif dan efisien.
PEMBERDAYAAN PERAN ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK Cecep Hilman
Jurnal El-Audi Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Maret 2020
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v1i1.58

Abstract

Orangtua merupakan faktor yang sangat penting dan utama dalampendidikan anak usia dini. Posisinya yang strategis di dalam keluarga orangtuamenjadi yang terdepan untuk mewujudkan anak usia dini yang berkarakter baik danbermutu. Tidak disangsikan lagi bahwa orangtua sebagai penentu dan berpengaruhbesar terhadap kepribadian, jatidiri, dan sikap sosial anak usia dini. Oleh karena itu,pemberdayaan peran orangtua dalam pendidikan anak usia dini pegang perananpenting disamping guru di sekolahan.Dapat disebut bahwa peran dan pemberdayaan orangtua merupakan kuncikeberhasilan anak usia dini dalam proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini(PAUD). Oleh karena itu, antara guru dengan orangtua anak harus sinergis dandapat bekerjasama dalam mewujudkan keberhasilan proses pembelajaran anak dikelas dengan baik dan bermutu sehingga membentuk kemandirian anak. Visi danmisi orangtua dan guru harus sama yaitu mengedepankan proses pendidikan anakusia dini. Dengan demikian, maka antara orangtua dan guru tidak ada dikotomi dansekat yang menghalangi keberhasilan anak dalam proses pembelajaran yang lebihbaik dan bermutu guna meningkatkan daya saing manajemen sumber daya manusiadalam arus ancaman globalisasi.Di karya ilmiah ini penulis menekankan pemberdayaan peran orangtuadalam pendidikan anak usia dini secara teoretis atau pemikiran-pemikiran ahlipendidikan anak usia dini dengan penelitian kualitatif deskriptif danmengumpulkan data-data yang akurat dan update yang diperoleh melalui studikepustakaan agar mendapatkan hasil penelitian yang tepat guna dan berkualitas.Penelitian ini dimaksudkan guna mengetahui bentuk internalisasi nilai-nilaipendidikan karakter anak usia dini melalui pembiasaan dan keteladananpemberdayaan peran orangtua. Pendidikan karakter anak usia dini bertujuan untukmembentuk nilai-nilai kebaikan sebagai dasar pijakan pengembangan individuanak selanjutnya. Pendidikan karakter anak usia dini bertujuan untuk membangunmental dan karakter bangsa di masa mendatang.
MEMBANGUN AKREDITASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN Mohammad Lisannudin Ramdlani
Jurnal El-Audi Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Maret 2020
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v1i1.59

Abstract

Akreditasi pendidikan anak usia dini berpengaruh besar pada kualitasinstitusi sekolah PAUD. Dalam penyelenggaraan akreditasi ini meliputi beberapafaktor sebagai faktor pendukung keberhasilan membangun akreditasi pendidikananak usia dini melalui model pembelajaran bermain peran. Faktor kecerdasan guruPAUD memiliki posisi yang strategis dalam pembelajaran bermain peran yangdiaktualisasikan oleh anak didik di sekolah. Salah satunya adalah kecerdasanmotorik seorang guru yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran bermainperan terhadap anak didik di sekolah.Penelitian ini penulis lakukan dengan model penelitian kualitatif yangberpijak pada penelitian deskriptif melalui studi kepustakaan, yaitu berpijak padamateri jurnal-jurnal ojs (open journal system) dari berbagai Perguruan Tinggi danbuku-buku literatur serta website. Tujuannya agar institusi sekolah PAUD akanlebih terarah, terencana, dan memenuhi target sebagai sekolah dengan ranking nilaiakreditasi yang tertinggi. Dengan demikian, persaingan sumber daya manusia (SDM) dalam arus ancaman globalisasi dapat terpenuhi sesuai dengan strandarinternasional.Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah pendidikan yang terdepan danmemiliki posisi strategis dalam mempersiapkan anak didik yang berkualitas baiksesuai dengan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan tujuansistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Dengan demikian, tujuan penelitian inisebagai pelaksanaan cita-cita bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dansistem pendidikan nasional agar menghasilkan anak didik yang berkualitas baik,yaitu berkarakter dengan ilmu dan amal baik. Akreditasi pendidikan anak usia diniini sebagai bentuk evaluasi sekolah dalam meningkatkan kualitas anak didiksehingga tercipta nilai akreditasi yang tertinggi.
PEMBELAJARAN SENTRA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) PELANGI KOTA SUKABUMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL Ivo Milawati
Jurnal El-Audi Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Maret 2020
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v1i1.60

Abstract

Pembelajaran sentra di PAUD ini dinamakan Model CreativeCurriculum/BCCT. Model yang dikembangkan creative curiculum mengelolakegiatan pembelajaran yang seimbang antara bimbingan guru dengan inisiatif anak.Pembelajaran menekankan pada dukungan pengembangan minat, potensi dankekuatan anak. Bermain dipandang sebagai kerja sehingga anak diberi kesempatanuntuk memulai dari pengembangan ide hingga tuntas menyelesaikan hasilkaryanya “start and finish”. Dukungan guru sebagai fasilitasi anakmengembangkan kecakapan berpikir aktif dan anak diberi keleluasaan untukmelakukan eksplorasi untuk memahami dunia sekelilingnya. Sentra yang dibanguntidak berbeda dengan sistem area. Perbedaan yang nampak tatkala pengelolaankelas, dimana dalam sistem area semua anak bebas bergerak di semua area,sedangkan pada sistem sentra anak dinamis dalam bermain dalam satu sentra setiapharinyaModel pembalajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalamproses pembelajarannya dilakukan di dalam “lingkaran” (circle times) dan sentrabermain. Lingkaran adalah saat di mana pendidik duduk bersama anak denganposisi melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang dilakukan sebelumdan sesudah bermain. Sentra bermain adalah zona atau arena bermain anak yangdilengkap dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai pijakanlingkaran yang diharuskan guna pengembangan seluruh potensi dasar anak didikdalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Sentra yang dibuka setiapharinya disesuaikan dengan jumlah kelompok di setiap PAUD (Portal pendidikananak usia dini No. 1 di Indonesia, 2015)Pembelajaran yang berpusat pada sentra dilakukan secara tuntas mulai awalkegiatan sampai akhir dan fokus oleh satu kelompok usia PAUD dalam satu sentrakegiatan. Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermainyaitu bermain sensorimotor atau fungsional, berperan dan bermain konstruktif(mengembangkan pola pikir/mindset anak). Peneliti melakukan wawancaralangsung dengan Kepala Sekolah PAUD Pelangi, Ibu Ina dipadukan denganpenelitian literatur yang berimbang sesuai standar jurnal karya ilmiah berkala.
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN PAUD BERBASIS SOFT SKILL DALAM KAJIAN ISLAM Mariana Panji Ramadan
Jurnal El-Audi Vol. 1 No. 1 (2020): Vol. 1 No. 1 Maret 2020
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v1i1.61

Abstract

Sistem pendidikan saat ini kurang melibatkan aspek afeksi (soft skills)dan cenderung mengutamakan pendidikan kognitif (penguasaan pengetahuan/hardskills) meskipun konsep pengintegrasian hard skills dan soft skills dalam prosespembelajaran yang efektif dan efisien telah mendapat perhatian dari berbagailembaga pendidikan nasional akan tetapi masih belum optimal dalampenerapannya. Soft skills sebagai bagian keterampilan individu yang bersifat padakehalusan atau sensitivitas naluri individu terhadap lingkungan sekitarnya. Softskills lebih mengarah pada keterampilan psikologis sehingga pengaruh yangditimbulkan tidak terlihat oleh mata akan tetapi tetap bisa dirasakan, misalnyaberperilaku sopan, disiplin, keteguhan hati, kemampuan bekerjasama (kooperatif),dan menolong orang lain.Kompetensi merupakan serangkaian kemampuan seseorang yangmemungkinkannya melakukan sesuatu yang membawa hasil seperti yangdiharapkan dalam tujuan (objectives and goals), sebagai hasil dari penguasaanatas pengetahuan intelektual yang bersifat kognitif, kemampuan afektif, sikapdan karakter pribadi yang melekat pada dirinya. Berdasarkan pengertian di atasmaka para anak didik dimungkinkan mampu menguasai pendidikan secara holistikyang mencakup seluruh aspek pembelajaran. Pembelajaran yang holistik itu dapatdicapai dengan peran aktif anak didik agar terus menerus mengembangkan ilmupengetahuan, keterampilan dan perilaku.Aspek-aspek dalam soft skills dapat terbentuk jika anak didik merupakansubjek yang aktif mencari pengetahuan yakni sebagai sentral dari pengajaran.Optimalisasi tumbuh kembang anak usia dini pada faktor afeksi/soft skillsanak yang mencakup kemampuan psikologis (berpikir kritis, komitmen,motivasi), kemampuan sosial (menghargai orang lain dan kerjasama), dankebisaan berbicara (berpendapat, menjawab pertanyaan dan bertanya). Untukmeningkatkan soft skills anak usia dini dibutuhkan media pembelajaran yangefektif. Mindscape merupakan salah satu media atau alat bantu pembelajaranyang dapat mengorganisasi, mengembangkan, mengkomunikasikan,mengedepankan konsep penting, dan mengembangkan keterampilan berpikirkritis anak didik serta mengutamakan keterampilan berpikir. Integrasi gambar danhuruf/kata dalam mindscape dapat membantu guru dan anak didiknya salingberkomunikasi secara efektif dengan menciptakan pengalaman berkesan danmengena/bermakna.
DOMINASI GURU PEREMPUAN DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: PERSPEKTIF AL-QUR’AN Aeni Latifah
Jurnal El-Audi Vol. 1 No. 2 (2020): Vol. 1 No. 2 September 2020
Publisher : Institut Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56223/elaudi.v1i2.62

Abstract

Guru PAUD memiliki posisi strategis karena sifat, karakter danattitude yang lekat dalam diri anak usia dini sangat dipengaruhi olehseorang guru. Dalam ajaran Al-Qur’an banyak disebut tentang perempuan.Mereka sebagai seorang “ibu” karena dianggap seperti satu paketpekerjaan dengan mengandung dan melahirkan. Sehingga guru PAUDkebanyakan didominasi oleh perempuan.Tipe gender secara tradisional biasanya mencerminkan pendapatmasyarakat mengenai kemampuan, minat, perangai dan perilaku manasaja yang dianggap sesuai untuk laki-laki atau disebut maskulin dan yangdianggap sesuai bagi perempuan atau disebut feminim. Kebanyakanperempuan digambarkan dengan kelembutan dan kasih sayang. Adapepatah, “kasih ibu sepanjang jalan, kasih bapak sepanjang galah”. Sebabitu, dominasi perempuan sebagai guru PAUD tidak bisa dihindari dandielakkan.Ternyata persoalan gender berpotensi untuk menimbulkan konflikdan perubahan sosial, karena sistem patriarki yang berkembang luasdalam berbagai masyarakat menempatkan perempuan pada posisi yangtidak diuntungkan secara kultural dan struktural, sementara gender tidakhanya terbatas dalam pembedaan jenis kelamin saja. Akan tetapi, kaumperempuan justru mendominasi sebagai tenaga pengajar (guru) PAUD.