cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 185 Documents
Perubahan Fisik Tomat Selama Penyimpanan Pada Suhu Ruang Akibat Pelapisan dengan Agar-Agar Elisabet Selly Andriani; Nurwantoro Nurwantoro; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.428 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20958

Abstract

Buah yang telah dipanen masih melakukan proses metabolisme dan respirasi yang menyebabkan perombakan zat-zat nutrisi pada buah yang mengakibatkan terjadinya proses kemunduran sehingga buah cepat rusak. Salah satu cara memperpanjang masa simpan yaitu dengan teknologi pelapisan. Pelapisan dapat menggunakan tanaman penghasil hidrokoloid seperti agar-agar. Agar merupakan hidrokoloid yang mudah dijumpai di pasaran dan memiliki ketahanan yang baik terhadap gas O2 dan CO2 dan dapat meningkatkan kekuatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi agar-agar sebagai pelapis yang dapat menunda pematangan buah dan memperpanjang masa simpan pada buah tomat dan dilihat berdasarkan perubahan susut bobot, warna, kekerasan dan intensitas kerusakannya selama penyimpanan pada suhu ruang. Parameter penelitian meliputi susut bobot, warna, kekerasan dan intensitas kerusakan dengan perlakuan lama penyimpanan L0= 0 hari, L1= 4 hari, L2= 8 hari, L3=12 hari, L4= 16 hari dan L5= 20 hari serta perlakuan konsentrasi agar P0= 0%, P1 = 0,5%, P2= 1% dan P3=1,5%. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola Split Plot. Percobaan dilakukan dengan dua kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar-agar berpotensi sebagai pelapis yang dapat menunda kematangan ditinjau dari perubahan susut bobot dan intensitas kerusakannya.Fruit that has been harvested is still doing metabolism and respiration that causes the overhaul of nutrients in the fruit so that the fruit quickly damaged. Coating technology is used to extend the shlef life of fruits.Coatings can use hydrocoloid plants such agar. Agar is easy to find on the market and has good resistance to O2 dan CO2 and can increase physical strength. This study was aimed to analyze the potensial of agar as coating to delay ripening and extend the shelf life of tomatoes based on shrinkage of weight loss, skin color, hardness and intensity of damage during storage at room temperature. The parameter used were shrinkage of weight, skin color, hardness adn intensity of damage with L0= 0 days, L1= 4 days, L2= 8 days, L3= 12 days, L4=16 days and L5=20 days and agar concentration P0=0%, P1=0,5%, P2=1% and P3=1,5%. The study was designed using completely randomized design (CRD) with Split Plot design with two replications. The data obtained were analyzed using Analisis of Variance (ANOVA) and Duncan. Result showed that agar coating of tomato have a potensial effect in delaying of fruit ripening in terms of shrinkage of weight loss and the intensity of the damage.
Pengaruh Kadar Air, Angka Peroksida, Total Kapang dan Tekstur Dodol Jambu Biji Mereh (Psidium guajava) selama Enam Minggu pada Suhu Ruang Aghnia Ulul Azmi Putri; Yoyok Budi Pramono; Bhakti Etza Setiani
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.43 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter uji kadar air, angka peroksida dan angka total kapang dodol jambu biji merah selama masa penyimpanan 6 minggu pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian dapat dilihat setiap minggunya bahwa parameter uji memberikan pengaruh pada setiap minggunya yang menyebabkan dodol jambu biji mengalami penurunan kualitas. Kadar air yang mengalami penurunan setiap inggunya membuat tekstur menjadi keras dan kapang yang bertumbuh setiap minggunya menyebabkan aroma tengik timbul.
Pengaruh Penambahan Tepung Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) sebagai Penstabil terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Es Krim Nangka Chindy Iswara Sembiring; Anang Mohamad Legowo; Antonius Hintono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.573 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai overrun, waktu pelelehan, total padatan, kadar serat kasar dan sifat organoleptik es krim nangka dengan penambahan konsentrasi tepung umbi porang yang berbeda agar tercipta produk es krim dengan kualitas baik. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan variasi penambahan tepung umbi porang yaitu dengan penambahan 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8%. Bahan baku yang digunakan berupa susu sapi segar yang dipasteurisasi, nangka, tepung umbi porang, gula, kuning telur, air dan whipped cream. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi porang yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai overrun, waktu pelelehan, total padatan, dan warna serta tesktur dari es krim nangka. Perlakuan penambahan tepung umbi porang yang optimal adalah konsentrasi tepung umbi porang 0,4% yang menghasilkan overrun 30,17% ; waktu pelelehan sebesar 18,11 menit ; total padatan sebesar 31,14%; kadar serat kasar sebesar 1,33% dan memiliki sifat organoleptik berupa warna kuning khas nangka dan tekstur yang paling lembut.This research aims to determine the value of overrun, melting time, total solids, crude fiber content and organoleptic of jackfruit ice cream by adding some different consentration of umbi porang flour to create good quality ice cream products. This experimental design uses was Completely Randomized Design with 5 times treatment and 4 replications with the variation in the addition of umbi porang flour which are 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, and 0,8%. The ingredients are pasteurized milk, jackfruit, umbi porang flour,sugar, egg yolk, water and whipped cream. This result of this research shows that the variation in the addition of umbi porang flour gives real effect (P<0,05) toward the overrun grade, melting time, total solids, crude fiber content and color and texture of jackfuit ice cream. The optimal amount of umbi porang flour addition is 0,4% concentration of umbi porang flour which creates 30,17% overrun grade, the melting time of 18,11 minutes, the total solids of 31,14%, crude fiber content of 1,33% and has organoleptic in the form of jackfuit’s yellow color and very smooth texture.
Pengaruh Proporsi Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhisuz) terhadap Karakteristik dan Tingkat Kesukaan Fruit Leather Niken Werdhosari; Antonius Hintono; Bambang Dwiloka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.017 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi bengkuang dan buah naga merah terhadap aktivitas air, kuat tarik, kadar air, kadar serat kasar dan tingkat kesukaan fruit leather. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan dengan proporsi bengkuang dan buah naga merah yaitu T0 (100:0), T1 (75:25), T2 (50:50), dan T3 (25:75). Bahan baku yang digunakan yaitu bengkuang, buah naga merah, gula, CMC (Carboxylmethyl cellulose) dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bengkuang dan buah naga merah yang berbeda memberikan pengaruh  nyata (p<0,05) terhadap kadar air, kadar serat kasar, kuat tarik dan tingkat kesukaan fruit leather, namun tidak berpengaruh (p>5) terhadap aktivitas air. Perlakuan terbaik yang dipilih yaitu proporsi bengkuang dan buah naga merah sebesar 75:25 yang menghasilkan nilai aw (0,43), kuat tarik (0,23N), kadar air (12,33%), kadar serat kasar (1,53%), nilai warna 4,04 (suka), nilai tesktur 3,76 (suka), nilai rasa 3,60 (suka), aroma 3,36 (agak suka) dan overall kesukaan 3,84 (suka).
Pengaruh Berbagai Metode Thawing Daging Ayam Petelur Afkir Beku terhadap Kadar Air dan Tingkat Kesukaan Tekstur Bakso Ayam Nur Hanifah; Bambang Dwiloka; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.865 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.26547

Abstract

Metode thawing daging beku akan berpengaruh pada mutu daging maupun produk olahannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode thawing daging ayam petelur afkir beku terhadap kadar air dan tingkat kesukaan tekstur bakso ayam. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan yaitu : T0 sebagai kontrol, tanpa perlakuan pembekuan dan thawing; T1 dengan merendam daging beku pada air biasa bersuhu  20; T2 dengan dialiri air biasa dengan suhu  30; T3 dengan perlakuan direndam pada air hangat bersuhu  20 (waterbath). Metode thawing daging ayam afkir beku dengan kisaran suhu 20-40 berpengaruh signifikan tehadap kadar air dan tekstur bakso yang dihasilkan.  Kadar air bakso makin menurun secara nyata seiring dengan makin tingginya suhu perendaman, namun demikian tekstur bakso masih dalam taraf disukai panelis. Cara thawing terbaik daging ayam petelur afkir beku untuk diolah menjadi bakso adalah dengan direndam air pada suhu 20oC karena menghasilkan bakso dengan kadar air yang sesuai standar dengan tekstur yang dapat diterima oleh konsumen. Thawing method of frozen meat will influence the quality of meat and processing meat product. This research aims to determine the effect of different methods of thawing frozen post-laying hens to the water content and the favorite rate of texture of post-layer hens meatballs. The material used in this research was frozen post-laying hens meat breast, garlic powder, ground pepper, tapioca flour, ice water, flavoring, and salt. The research used CRD test with variation treatment given are: T0 as a control, without freezing and thawing treatment;T1 by immersing frozen meat in water at   20; T2 with water flowing at   30; T3 with immersing frozen meat in water at  40 (waterbath). The parameters observed were water content and level preference for the texture of chicken meatballs. Data from water content were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with significance level of 95% and continued with Duncan Multiple Range Test. The favorite rate data of texture were analyzed by Kruskal Wallis Test and Continued by Mann Whitney Test. The different treatment of thawing method with various methods, with a temperature range of 20-40 ,significantly decreases the value of the meatball water content. The favorite rate of texture chicken meatballs was generally favored by panelists in all treatment.
Deteksi Enzim Peroksidase dari Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Berdasarkan Kadar Proteinnya Mauly Nabia Susanto; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Anang Mohamad Legowo
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.48 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.20323

Abstract

Enzim peroksidase telah banyak digunakan sebagai reagen di bidang farmasi, industri maupun pangan. Lobak putih (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang dikenal dengan kandungan enzim peroksidase dan senyawa bioaktif lainnya yang baik untuk kesehatan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeteksi enzim peroksidase dari lobak putih berdasarkan kadar proteinnya dengan teknik pertukaran ion. Fraksi hasil elusi diukur absorbannya pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 280 nm. Jumlah fraksi yang didapat sebanyak 29 fraksi. Berdasarkan pengamatan absorban, maka didapat hasil bahwa fraksi dengan urutan ke-5 merupakan fraksi yang mempunyai nilai absorbansi terbesar dan perkiraan kadar protein sebesar 1,387%, melalui uji Bradford kadar protein yang diperoleh sebesar 0,152%. Penelitian ini telah berhasil untuk melakukan pengambilan enzim peroksidase dan dapat digunakan sebagai informasi mengenai penelitian lebih lanjut.Peroxidase enzyme has been widely used as reagent in pharmacy, industrial, and also food. Radish (Raphanus sativus L.) is a plant that has been known to contain peroxidase and other bioactive compounds that are good for health, but its applications are still limited. This study aims to detect peroxidase enzymes contained in radish based on its protein content by ion exchange techniques. The elution fraction was measured by absorbance on a spectrophotometer with a wavelength of 280 nm. Total obtained fraction from elution was 29 fractions. Based on absorbance observation, it was found that fraction with the order of-5 is the fraction that has the greatest absorbance value which has protein content estimation of 1,387%, protein content obtained through Bradford test was 0,152%. This study has succeeded in conducting peroxidase enzyme taking and particularly useful for advanced research.
Rendemen, Nilai pH, Tekstur, dan Aktivitas Antioksidan Keju Segar dengan Bahan Pengasam Ekstrak Bunga Rosella Ungu (Hibiscus sabdariffa L.) Puji Nugroho; Bambang Dwiloka; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.139 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.19722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap rendemen, nilai pH, tekstur, dan aktivitas antioksidan keju segar susu sapi. Konsentrasi penambahan ekstrak bunga rosella ungu yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (v/v). Rendemen diukur menggunakan timbangan, pH diukur dengan pH meter, tekstur diukur dengan Texture Analyzer dan antioksidan diukur dengan metode DPPH. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode one way ANOVA dan Uji Wilayah Ganda Duncan pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga rosella ungu secara signifikan menunjukkan peningkatan terhadap rendemen, pH, tekstur, dan antioksidan. Konsentarsi rosella ungu 2,5% menunjukkan data lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol.Yield, pH Value, Texture, and Antioxidant Activity Quality of Fresh Cheese using Purple Roselle (Hibiscus Sabdariffa L.)AbstractThe aim of this research is to analyse the effect of addition of purple rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa Linn) to rendemen, pH value, texture and antioxidant activity of fresh cow milk cheese. The concentration of rosella flower extract was 0%, 2.5%, 5%, 7,5%, and 10%. (v / v). The yield was measured using a scale, pH measured by pH meter, texture measured with texture analyzer and antioxidants measured by DPPH method. The data were analyzed by one way ANOVA method and duncan multiple range test at significance level α = 0,05. The results showed that the addition of rosella flower extract significantly increased in rendement, pH, texture, and antioxidants. The concentration of purple rosella 2.5% showed better value than the control treatment.
Kecerahan Emulsi dan Waktu Pelelehan Gelato yang ditambahkan Stabilizer dari Ekstrak Kulit Pisang Kaya Polifenol Jatu Megantari; Anang Mohamad Legowo; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.829 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2022.31576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerahan emulsi dan waktu pelelehan gelato yang ditambahkan stabilizer ekstrak kulit pisang kaya polifenol. Materi yang digunakan adalah kulit buah pisang raja nangka (dai UMKM di Kelurahan Kandri, Kabupaten Gunungpati, Semarang), susu sapi, gula, whipping cream, susu skim, kuning telur, lesitin, minyak sayur, etanol 96%, dan aquadest. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan penambahan stabilizer ekstrak polifenol (0%; 0,2% ekstrak polifenol; 0,2% CMC; 0,1% CMC + 0,1% ekstrak polifenol ) dan 5 kali pengulangan. Dalam mendapatkan ekstrak polifenol kulit pisang raja nangka menggunakan metode ultrasonik dengan pelarut etanol pada lama waktu ekstralsi 45 menit. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan anlisis data menunjukkan bahwa penambahan stabilizer dari ekstrak kulit pisang raja nangka kaya polifenol memberi pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kecerahan emulsi dan waktu pelelehan gelato. Hasil uji kecerahan emulsi dengan penambahan ekstrak polifenol perlakuan  0%; 0,2% ekstrak polifenol; 0,2% CMC; 0,1% CMC + 0,1% ekstrak polifenol secara berurutan (72,48 ± 1,27c; 68,10 ± 1,49a; 77,55 ± 0,85d; 70,37 ± 0,61b). Hasil uji waktu pelelehan gelato perlakuan  0%; 0,2% ekstrak polifenol; 0,2% CMC; 0,1% CMC + 0,1% secara berurutan  yaitu  (16,25±0,08a ;18,25±1,00bc ; 17,12±0,33ab; 19,42±2,20c). The aim of this study was to determine the brightness of the emulsion and the melting time of gelato with the addition of polyphenol-rich banana peel extract stabilizer. The materials used were banana jackfruit peel (from SMEs in Kandri Village, Gunungpati Regency, Semarang), cow's milk, sugar, whipping cream, skim milk, egg yolk, lecithin, vegetable oil, 96% ethanol, and aquadest. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments adding stabilizer polyphenol extract (0%; 0.2% polyphenol extract; 0.2% CMC; 0.1% CMC + 0.1% polyphenol extract) and 5 repetition times. In obtaining polyphenolic extracts of Raja jackfruit peel using ultrasonic method with ethanol solvent at extraction time of 45 minutes. Analysis of the data used is the Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5%. Based on data analysis, it was shown that the addition of stabilizer from banana peel extract rich in polyphenols had a significant effect (p<0.05) on the emulsion brightness and gelato melting time. The results of the brightness test of the emulsion with the addition of 0% polyphenol extract; 0.2% polyphenol extract; 0.2% CMC; 0.1% CMC + 0.1% polyphenol extract respectively (72.48 ± 1.27c; 68.10 ± 1.49a; 77.55 ± 0.85d; 70.37 ± 0.61b). The results of the gelato melting time test were 0%; 0.2% polyphenol extract; 0.2% CMC; 0.1% CMC + 0.1% respectively (16.25±0.08a ;18.25±1.00bc; 17.12±0.33ab; 19.42±2.20c). The aim of this study was to determine the brightness of the emulsion and the melting time of gelato with the addition of polyphenol-rich banana peel extract stabilizer. The materials used were banana jackfruit peel (from SMEs in Kandri Village, Gunungpati Regency, Semarang), cow's milk, sugar, whipping cream, skim milk, egg yolk, lecithin, vegetable oil, 96% ethanol, and aquadest. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments adding stabilizer polyphenol extract (0%; 0.2% polyphenol extract; 0.2% CMC; 0.1% CMC + 0.1% polyphenol extract) and 5 repetition times. In obtaining polyphenolic extracts of Raja jackfruit peel using ultrasonic method with ethanol solvent at extraction time of 45 minutes. Analysis of the data used is the Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5%. Based on data analysis, it was shown that the addition of stabilizer from banana peel extract rich in polyphenols had a significant effect (p<0.05) on the emulsion brightness and gelato melting time. The results of the brightness test of the emulsion with the addition of 0% polyphenol extract; 0.2% polyphenol extract; 0.2% CMC; 0.1% CMC + 0.1% polyphenol extract respectively (72.48 ± 1.27c; 68.10 ± 1.49a; 77.55 ± 0.85d; 70.37 ± 0.61b). The results of the gelato melting time test were 0%; 0.2% polyphenol extract; 0.2% CMC; 0.1% CMC + 0.1% respectively (16.25±0.08a ;18.25±1.00bc; 17.12±0.33ab; 19.42±2.20c).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEDAK YANG DIPERKAYA DENGAN KONSENTRASI EKSTRAK BUAH Rhizopora mucronata Omnia Farahna Sungkar; Safira Khanza; Rizki Aji Pangestu
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.104 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.21170

Abstract

Abstract Rhizopora mucronata is one of the mangrove species spread over the coastal areas of Indonesia, growing in the heavy swampy swamps that are located in the coastal plates and the growth is heard by the tides of the sea. This type of mangrove population is concentrated in the areas of Papua, Kalimantan, Sulawesi, and Sumatra. Even the mangrove population in Indonesia is exposed to 75% and the entire mangrove population of Asia Tengggara, or about 27% of the total world mangrove population. Mangrove is utilized optimally in this fruit source of tannin, flavonoid, saponin, fenol and hidrokuinon. The bioactive component may be used as an antibacterial applied in powder products. The purpose of this study was to conduct phytochemical and antibacterial activity of secondary metabolite extract of Rhizophora mucronata ethanol extract and its application to powder obtained from Kaliprau Village, Ulujami, Pemalang Regency, Central Java. This research was conducted in several steps, namely the process of maceration, evaporation, phytochemical test and antibacterial activity. The results of phytochemical studies showed that the metabolite compounds contained in the ethanol extract of Rhizophora mucronata fruit contain 65.630 ppm flavonoids, 4333 ppm phenol, 9.41% saponin, 21.11% alkaloids and positive steroids. flavonoids and alkaloids. Tests of antibacterial activity using Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria were performed on concentrations of concentration 10%, 20%, 40%, 60%. This research was conducted in Analytical Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University. The results showed that DDH of Rhizophora mucronata ethanol extract was most effective against the growth of S. aureus and E. coli bacteria at 40% at 60% concentration because of having DDH>8mm.
Kajian Pengaruh Pemanasan terhadap Aktivitas Antioksidan Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Alternatif Sumber Pangan Fungsional Dian Kurniati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.23 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.22562

Abstract

Dewasa ini, minat akan makanan fungsional menggunakan antioksidan berbasis tumbuhan terus meningkat. Salah satu sumber antioksidan alami adalah buah mengkudu (Morinda citrifolia) yang banyak dikonsumsi dalam bentuk jus, fruit leather, serbuk, kapsul sebagai sumber antioksidan alami, namun belum banyak penelitian yang mempelajari aktifitas antioksidan, fenolik dan flavonoid total  dari buah mengkudu segar yang mengalami pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pemanasan sebagai informasi untuk memperoleh bahan baku dari mengkudu yang memiliki aktifitas antioksidan tertinggi. Buah mengkudu diberi pemanasan pada  suhu 40, 60, 80, dan 100°C serta suhu ruang (RT), kemudian dimaserasi dengan etanol dan dipekatkan hingga diperoleh ekstrak etanol. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (2,2-difenill-1-pikrilhidrazil). Kandungan fenolik total dan flavonoid total ditentukan dengan teknik spektrofotometri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraksi dengan suhu pemanasan 60°C menunjukkan aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai 365,56 mg/L yang didukung dengan nilai fenolik total tertinggi sebesar 1,21%. Dimana nilai flavonoid total tertinggi ditunjukkan oleh fraksi tanpa suhu pemanasan  (RT) dengan nilai 0,06%. 

Page 11 of 19 | Total Record : 185