cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 185 Documents
Analisis Total Padatan Terlarut, Kadar Alkohol, Nilai pH dan Total Asam pada Kefir Optima dengan Penambahan High Fructose Syrup (HFS) Desnandia Radhika Ningsih; Valentinus Priyo Bintoro; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.336 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan High Fructose Syrup (HFS) pada kefir optima terhadap total padatan terlarut, kadar alkohol, pH dan total asam. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu Ultra High Temperature (UHT), kefir grains, HFS, aquades, indikator PP 1%, dan NaOH 0,1N. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi konsentrasi penambahan High Fructose Syrup yang meliputi T0 : tanpa penambahan HFS (kontrol), T1 : penambahan HFS 2,5%, T2 : penambahan HFS 5%, T3 : penambahan HFS 7,5%, T4 : penambahan HFS 10% dari volume susu dengan masing-masing perlakuan mendapat 4 kali pengulangan. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan sidik ragam yaitu dengan menggunakan Analysis of Variance. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan HFS pada kefir optima dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total padatan terlarut, kadar alkohol, nilai pH dan total asam kefir optima. Kefir optima dengan penambahan HFS terbaik diperoleh pada konsentrasi penambahan HFS sebanyak 7,5% dengan karakteristik sebagai berikut, total padatan terlarut 11,15ºBrix, kadar alkohol 1,53%, pH 4,06 dan total asam 1,04%.The purpose of this research is to know the effect of adding High Fructose Syrup (HFS) of kefir optima to total soluble solid, alcohol content, pH value and total acid. The materials used in this research were Ultra High Temperature (UHT) milk, kefir grains, HFS, aquadest, 1 % PP indicator, and NaOH 0,1N. This research used RAL test with addition of High Fructose Syrup i.e. T0: without addition of HFS (control), T1: 2.5% HFS addition, T2: 5% HFS addition, T3: 7.5% HFS addition, T4: 10 % HFS addition of milk volume with 4 repetitions. The results were analyzed by using Analysis of Variance. The results of this research show that the addition of HFS in kefir optima with different concentrations significantly affect (P<0,05) the total soluble solids, alcohol content, pH value and total kefir acid optima. Kefir optima with the best HFS addition was obtained at 7.5% HFS addition concentration with the following characteristics, total dissolved solids 11.15ºBrix, alcohol content 1.53%, pH 4.06 and 1.04% total acid.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Natrium Bikarbonat dan Asam Sitrat Terhadap Aktivitas Antioksidan, Aktivitas Air, dan Sifat Organoleptik Effervescent Buah Nangka Clory Agustin Pienarso; Yoyok Budi Pramono; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2018.20520

Abstract

Effervescent buah nangka merupakan bentuk diversifikasi pangan dengan bahan dasar buah nangka, asam sitrat, natrium bikarbonat, gula, CMC, maltodekstrin, dan gula fruktosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi asam sitrat dan natrium bikarbont yang tepat serta pengaruhnya terhadap parameter aktivitas antioksidan, aktivitas air, dan sifat organoleptiknya. Desain percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi asam sitrat dan natrium bikarbonat 10% ; 30% untuk T1, 15% ; 25% untuk T2, 20% ; 20% untuk T3, 25% ; 15% untuk T4, dan 30% ; 10% untuk T5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi jumlah asam sitrat dan natrium bikarbonat menyebabkan pengaruh yang nyata pada aktivitas antioksidan, aktivitas air, serta uji hedonik dan organoleptik. Aktivitas antioksidan terlalu tinggi akibat kerusakan bahan dasar effervescent yaitu buah nangka pada metode granulasi. Pada tablet effervescent, masing-masing perlakuan sudah memenuhi ketentuan nilai kadar aktivitas air. Variasi jumlah asam sitrat dan natrium bikarbonat tidak mempengaruhi tekstur minuman effervescent melainkan granul effervescent, sedangkan rasa, aroma, warna, dan overall terdapat perbedaan yang nyata tiap perlakuan. Variasi konsentrasi asam sitrat 20% dan natrium bikarbonat 20% menghasilkan tablet effervescent yang paling disukai panelis dan sesuai dengan karakteristik fisik dan kimia effervescent.Jackfruit effevrescent is one of food diversification with materials of jackfruits, citric acid, natrium bicarbonate, sugar, CMC, maltodextrin, and sucrose. This research aims to know the effect of citric acid and natirum bicarbonate consentrations and to find best consentration for the antioxidant activity, water activity, and organoleptic characteristic. The experiment design was a Randomized Complete Design with 5 treatments and 4 times repetition with variations of natrium bicarbonate and citric acid of 30% ; 10% for T1, 25% ; 15% for T2, 20% ; 20% for T3, 15% ; 20% for T4, and 10% ; 30% for T5. The results showed that the variation effects on the antioxidant activity, water activity, and organoleptic characteristics. Antioxidant activity showed higher value than the standard but the water activity had suited with standard. Variation with the best physical and chemical, and organoleptic characteristics is 20% citric acid and 20% natrium bicarbonate.
Analisis Total BAL, Total Padatan Terlarut, Kadar Alkohol, dan Mutu Hedonik pada Kefir Susu Sapi dengan Variasi Konsentrasi Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Sri Oktavia Ginting; Valentinus Priyo Bintoro; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.007 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi sari buah naga merah terhadap total padatan terlarut, kadar alkohol, viskositas, dan sensori dari kefir susu sapi. Variasi konsentrasi sari buah naga merah yang digunakan yaitu T0=0%, T1=5%, T2=10%, T3=15%, dan T4=20%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Data total Bakteri asam laktat, total padatan terlarut, dan kadar alkohol dianalisis variansi, sedangkan data kesukaan dilakukan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sari buah naga merah berpengaruh terhadap total padatan terlarut dan kadar alkohol dimana rerata hasil mengalami peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi sari buah naga dengan total padatan terlarut tertinggi 4,40 °Brix dan kadar alkohol tertinggi 0,57%. Formulasi terbaik dan paling disukai panelis yaitu T4 dengan penambahan sari buah naga merah sebanyak 20%.
Daya Kembang, Kadar Air, Morfologi Crumb dan Mutu Organoleptik Sponge Cake yang Dibuat Dengan Penambahan Enzim G-4 Amilase Nisa Afifah Hajrah; Antonius Hintono; Valentinus Priyo Bintoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.199 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23341

Abstract

G-4 amilase merupakan jenis enzim amilase dari medium kultur Pseudomonas stutzeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim G-4 amilase terhadap daya kembang, kadar air, morfologi crumb dan mutu organoleptik pada sponge cake. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, perlakuan yang diberikan yaitu perbedaan konsentrasi penambahan enzim G-4 amilase (b/b) pada sponge cake, yaitu T0 = 0 %  ; T1 = 0,075 % ; T2 = 0,150 % ; T3 = 0,225 % ; T4 = 0,300%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi enzim G-4 amilase yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya kembang, morfologi crumb dan mutu organoleptik sponge cake, sedangkan untuk parameter kadar air penambahan enzim G-4 amilase tidak berpengaruh nyata.  Perlakuan penambahan enzim G-4 amilase yang terbaik adalah perlakuan T3 (0,225%) dengan nilai daya kembang/volume 130,00 ± 8,61, kadar airnya 26,87 ± 1,33, morfologi crumb yang paling baik, nilai softness 3,72 ± 0,458, nilai moistness 3,68 ± 0,476 dan disukai oleh panelis.
Analisis Karakteristik Kefir Optima dengan Menggunakan Bibit Praktis Terhadap Nilai pH, Total BAL, Total Padatan Terlarut dan Organoleptik Karomatus Sholichah; Valentinus Priyo Bintoro; Heni Rizqiati
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.413 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2019.23725

Abstract

Kefir adalah produk fermentasi susu yang mempunyai karakteristik khas yaitu campuran rasa asam, alkoholik dan karbonat. Pada umumnya kefir yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat yaitu kefir optima yang merupakan pengadukan antara lapisan bening dan dan lapisan padatan setelah proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kefir optima menggunakan bibit praktis terhadap nilai pH, total BAL, total padatan terlarut dan organoleptik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu sapi segar yang diperoleh dari Kelompok Tani Ternak Rejeki Lumintu, desa Sumurejo, Gunung Pati, kefir grains, larutan garam fisiologis, MRSA, dan aquades. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Parameter yang di uji adalah nilai pH, total bal, total padatan terlarut dan organoleptik. Perlakuan yang diberikan yaitu variasi konsentrasi starter bibit praktis yang meliputi T0 = (5% biji kefir), T1 = 1 : 6, T2 = 1 : 7, T3 = 1 : 8 dan T4 1 : 9. Data hasil uji nilai pH, total padatan terlarut, dan total BAL dianalisis dengan ANOVA dan organoleptik dianalisis menggunakan uji non-parametrik Kruskal Wallis Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, total BAL dan total padatan terlarut. Pada organoleptik berbeda nyata (P<0,05) pada aroma dan tekstur sedangkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasa dan warna.
PENGARUH OKSIDASI MENGGUNAKAN H2O2 TERHADAP KADAR AIR DAN DERAJAT KECERAHAN PATI GANYONG (Canna edulis kerr.) uswatun khasanah; antonius hintono; yoyok budi pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.704 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.23464

Abstract

Pati dapat menjadi salah satu alternatif olahan dari umbi ganyong untuk meningkatkan masa simpannya. Pati ganyong dalam bentuk alaminya memiliki sifat yang terbatas, sehingga perlu dimodifikasi untuk meningkatkan karakteristik pati. Modifikasi pati secara kimia salah satunya yaitu oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air dan derajat kecerahan pati ganyong yang dimodifikasi dengan teknik oksidasi menggunakan H2O2. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi hidrogen peroksida yang ditambahkan yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh oksidasi terhadap kadar air pati gadung alami dan teroksidasi yaitu berkisar antara 12,19% - 12,62%. Penambahan oksidator memberikan pengaruh nyata terhadap derajat kecerahan. Penggunaan H2O28% cukup efektif untuk meningkatkan derajat kecerahan dari 66,75 menjadi 71,25.
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Buah Semu Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Daging Ayam Kampung Priska Kamelia Isfanida; Siti Susanti; Valentinus Priyo Bintoro; Setya Budi M Abduh
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.501 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2020.27562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan ekstrak buah semu jambu monyet dan mengamati pengaruhnya terhadap karakteristik fisik (keempukan), kimia (pH, kadar air dan kadar protein) serta organoleptik (aroma, rasa, tekstur dan kesukaan) pada daging ayam kampung. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dan 3 ulangan dengan variasi konsentrasi ekstrak buah semu jambu monyet berbeda yaitu T0 (tanpa BSJM), T1 (1%), T2 (2%), T3 (3%), T4 (4%) dan T5 (5%). Bahan baku yang digunakan meliputi : daging ayam kampung, Buah Semu Jambu Monyet (BSJM), air mineral, etanol 70%, aquades, K2SO4, H2SO4, NaOH, H3BO3, HCl 0,1 N, indikator PP. Metode yang dilakukan meliputi : pengeringan BSJM, pembuatan ekstrak BSJM, pembuatan marinade ekstrak BSJM, perendaman daging ayam kampung dalam larutan marinasi BSJM selama 4 jam, pengujian mutu fisik, kimia dan organoleptik dari pengaruh perendaman dalam larutan marinasi BSJM, analisa data hasil pengujian mutu fisik, kimiawi da organoleptik dari pengaruh perendaman dalam larutan marinasi BSJM. Parameter fisik yang diuji meliputi : tekstur (keempukan). Parameter kimiawi yang diuji meliputi : pH, kadar air dan kadar protein. Parameter organoleptik yang diuji meliputi : aroma, rasa, tekstur dan kesukaan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak BSJM dengan konsentrasi yang berbeda pada daging ayam kampung memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur (keempukkan), pH , kadar protein dan organoleptik sedangkan tidak berpengaruh terhadap kadar air daging ayam kampung. Perlakuan terbaik dari penelitian ini terjadi pada perlakuan T5 (konsentrasi ekstrak BSJM 5%) dengan hasil nilai tekstur paling empuk (60,83 g), nilai pH (5,27), nilai kadar air (95,67%) dan nilai kadar protein (4,04%). Data hasil pengujian organoleptik yaitu perlakuan T5 memberikan hasil aroma dan rasa tidak khas daging ayam kampung, tekstur empuk dan tidak suka.This study aims was to apply pseudo cashew fruit  extract and observe its effect on physical characteristics (tenderness), chemistry (pH, water content and protein content) and organoleptic (aroma, taste, texture and likeness) on native chicken meat. This study used 6 treatments and 3 replications with different concentrations of pseudo  cashew fruit extract  concentrations, namely T0 (without pseudo cashew fruit extract), T1 (1%), T2 (2%), T3 (3%), T4 (4%) and T5 ( 5%). Raw materials used include: native chicken meat, pseudo cashew fruit extract, mineral water, 70%  ethanol, distilled water, K2SO4, H2SO4, NaOH, H3BO3, HCl 0,1 N, PP indicator. The methods used include: drying pseudo cashew fruit  extract, making pseudo cashew fruit  extract, making marinade pseudo cashew fruit  extract soaking native chicken meat in pseudo cashew fruit  extract marinated solution for 4 hours, testing physical, chemical and organoleptic quality of the effects of immersion in the pseudo cashew fruit  extract  marinated solution, analyzing data from physical quality testing results , chemical and organoleptic effects of immersion in the pseudo cashew fruit  extract  marinated solution. Physical parameters tested include: texture (tenderness). Chemical parameters tested include: pH, water content and protein content. Organoleptic parameters tested included: aroma, taste, texture and likeness). The results of this study indicated that the addition of pseudo cashew fruit  extract extract with different concentrations in native chicken meat had a significant effect on texture (tenderness), pH, protein and organoleptic levels while it has no effect on the moisture content of native chicken meat. The best treatment of this study occurred in the treatment of T5 (pseudo cashew fruit  extract concentration of 5%) with the results of the softest texture value (60.83 g), pH value (5.27), water content value (95.67%) and protein content values (4.04%). The organoleptic test results, namely T5 treatment, gave the results of the aroma and taste not typical of native chicken meat, soft texture and dislike.
Determinasi Kadar Randemen, Tampilan Warna, dan Imaginery Bubuk Cincau Hijau (Premna oblongifolia) dengan Suhu Pengeringan yang Berbeda Rahma Nur Hanifah; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.28 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2017.16884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap karakteristik fisik bubuk cincau hijau. Materi yang digunakan adalah daun cincau hijau segar yang diambil dari lokasi sekitar penelitian. Pengeringan daun dilakukan dengan menggunakan oven dryer pada suhu 40, 45, 50, 55, dan 60˚C. Daun yang telah kering dijadikan bubuk dengan menggunakan grinder, kemudian dilakukan analisis rendemen dan warna L*a*b* dengan menggunakan analisis regresi, sedangkan parameter profil mikrostruktur dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu pengeringan dari 40 ke 60˚C mengakibatkan penurunan tingkat kecerahan yang linear dengan nilai R2 sebesar 0,9517 sedangkan rendemen menunjukkan trend penurunan non-linear dengan R2 sebesar 0,9817. Hasil profil mikrostruktur menunjukkan semakin tinggi suhu pengeringan semakin rendah kerapatan antar partikel bubuk cincau hijau yang dihasilkan.
Aplikasi Teknologi Ozon Pada Bahan Pangan Kheptin Mentary Farizha; Anang Mohamad Legowo; Yoga Pratama
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.962 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.23616

Abstract

Review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pemanfaatan penggunaan teknologi ozon pada bahan pangan, seperti pada buah, sayur dan produk pati atau tepung. Aplikasi teknologi ozon pada penanganan buah, sayuran dan produk tepung atau pati memiliki prospek yang baik karena dirasa aman, tidak meninggalkan residu pada bahan serta mudah terurai kembali menjadi oksigen. Potensi oksidasi yang tinggi yang dimiliki ozon dapat dimanfaatkan sebagai desinfektan dan sebagai bahan pengoksidasi. Pemanfaatan ozon sebagai desinfektan umumnya diterapkan pada air pencucian buah dan sayur. Ozon sebagai agen pengoksidasi juga dapat diterapkan pada proses modifikasi pati secara oksidasi, dimana mampu meningkatkan kualitas pati alami yang umumnya memiliki sifat tidak tahan panas, kelarutan rendah serta viskositas yang tinggi
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Tablet Effervescent Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Ayu Anesakirani; Yoyok Budi Pramono; Nurwantoro Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.832 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2018.20518

Abstract

Tablet effervescent merupakan produk minuman ringan yang mengandung asam-asam organik seperti asam sitrat dan natrium bikarbonat, yang bereaksi dengan cepat dalam air dengan membebaskan karbondioksida.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variasi penambahan natrium bikarbonat dan asam sitrat terhadap karakteristik fisik dan organoleptik tablet effervescent berbahan dasar buah nangka. Desain percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi penambahan asam sitrat dan natrium bikarbonat, yaitu perlakuan T1=30% natrium bikarbonat 10% asam sitrat; T2=25% natrium bikarbonat 15% asam sitrat; T3=20% natrium bikarbonat 20% asam sitrat; T4=15% natrium bikarbonat 25% asam sitrat; dan T5=10% natrium bikarbonat 30% asam sitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan natrium bikarbonat sebagai sumber basa dan asam sitrat sebagai sumber asam mempengaruhi waktu larut, total padatan terlarut, kekerasan dan organoleptik pada tablet effervescent buah nangka. Semakin tinggi konsentrasi asam sitrat yang ditambahkan menyebabkan meningkatnya waktu larut, kekerasan dan total padatan terlarut, aroma khas nangka, dan tekstur tablet effervescent.Effervescent tablets is one of soft drinks which is contain by organic acids such as citric acid and sodium bicarbonate, which reacted quickly in the water with the liberating carbon dioxide. This research aims to know the physical characteristics and organoleptic effervescent tablets from jackfruit with the additionof sodium bicarbonate and citric acid as well as determine the best formulation. The experimental design used in this study was Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 4 replications with variations of citric acid and sodium bicarbonate addition, T1 = 30% sodium bicarbonate 10% citric acid; T2 = 25% sodium bicarbonate 15 % citric acid; T3 = 20% sodium bicarbonate 20% citric acid; T4 = 15% sodium bicarbonate 25% citric acid; T5 = 10% sodium bicarbonate 30% citric acid. The results showed that variation of sodium bicarbonate addition as source of base and citric acid as acid source influence soluble time, total soluble solid, hardness and organoleptic on fruit jackfruit effervescent tablet. The higher concentration of added citric acid causes increased soluble time, hardness and total dissolved solids, smell of jackfruit, and texture of effervescent tablets.

Page 10 of 19 | Total Record : 185