Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
246 Documents
Analisis Faktor Risiko Penyebab Kejadian Diabetes Mellitus Pada Wanita Usia Produktif (15-49 Tahun) Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Kualabhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022
Nurmaili Nurmaili;
Farrah Fahdhienie;
Wardiati Wardiati
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 Nomor 2 April 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1014
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjangkiti banyak orang baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Prevalensi diabetes di indonesia sebanyak 10,6%, sedangkan prevalensi diabetes di aceh sebanyak 1,68%. Penyakit ini tidak hanya menjangkiti lansia akan tetapi juga di alami oleh orang dengan usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya DM pada wanita usia produktif diwilayah kerja Puskesmas Kualabhee Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptik analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah Penderita DM dan Bukan penderita DM wanita usia produktif 15-49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kualabhee Aceh Barat. Sampel berjumlah 108 Responden. Pengumpulan data dilakukan 2-16 Juli 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita usia produktif yang memiliki Riwayat DM di keluarga sebesar 60,3%, aktivitas fisik sebesar 58,9%, dan obesitas sebesar 58,3%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan riwayat keluarga dengan DM pada wanita usia produktif dengan nilai p = 0,017 (OR ,2,483), aktivitas fisik dengan nilai p = 0,017 (OR 2,469), dan obesitas dengan nilai p = 0,039 dan OR 2,176. Diharapkan kepada masyarakat agar melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur minimal sebulan sekali, menghindari mengkomsumsi makanan yang manis dan makanan dengan kadar lemak tinggi, dan tetap menjaga pola hidup yang sehat.
Determinan Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah Di Desa Gegerung Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Tahun 2022
Mardhatillah Mardhatillah;
Wardiati Wardiati;
Agustina Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1015
Temper tantrum merupakan keadaan yang dimulai dari rengekan dan tangisan selanjutnya berkembang menjadi teriakan, tendangan, pukulan dan menahan napas. Anak dimasa usia prasekolah sudah mulai belajar menghadapi dan merasakan kecewa saat ketika yang diinginkannya tidak terpenuhi. Akibat yang berbahaya yang ditimbulkan dari temper tantrum adalah dapat menyakiti dirinya sendiri, menyakiti orang lain dan dampak jangka panjang pada anak tantrum adalah anak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, berisiko mengalami kenakalan remaja, gangguan kejiwaan, dan menghambat perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan terhadap temper tantrum pada anak usia prasekolah di Desa Gegerung Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak prasekolah sebanyak 77 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total Populasi. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 18 Juni s/d 20 Juni 2022, uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa proporsi responden yang mengalami temper tantrum pada kategori sedang sebesar 39%, sedangkan temper tantrum ringan sebesar 36,4% dan tempertantrum berat sebesar 24,6%, hasil uji statistik ada hubungan pendidikan ibu dengan (p value 0,003), pendidikan ayah (p value 0,002), usia ibu (p value 0,001), status pekerjaan dengan p value 0,007, pola asuh (p value 0,001), jenis kelamin (p value 0,001) dan memiliki saudara (p value 0,003) dengan kejadian temper tantrum. Pendidikan ibu, pendidikan ayah, usia ibu, pekerjaan ibu, pola asuh, jenis kelamin dan memiliki saudara merupakan faktor yang berkontribusi terhadap temper tantrum. Diharapkan kepada ibu yang memiliki anak praskeolah untuk meningkatkan pengetahuan tentang tantrum, sehingga ibu dapat mengatasi saat anak mengalami tantrum.
Analisis Pencapaian Akreditasi Paripurna Di PUSKESMAS Teupah Tengah Kabupaten Simeulue
Wahyu Swandarini;
Tri Niswati Utami;
Nur’aini Nur’aini
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1028
Community health center is a place for public health services to improve the quality of service, it is necessary to accredit the puskesmas. Many things are needed to achieve maximum accreditation. One of them is plenary accreditation. The problem in this research is the difficulty for puskesmas to achieve plenary accreditation. The purpose of this research is to analyze the achievement of plenary accreditation. This type of research uses qualitative methods with a descriptive study design. The informants of this research were conducted with 5 informants including the head of accreditation quality, the head of the health center, a member of the board, the accreditation companion team from the Health Office and the head of the Working Group Admen. Data collection techniques are using interviews and observation. Data analysis used in this research is reduction, display and triangulation. The results showed that the provision of funds had never existed and was given to the community health center, human resources were still lacking such as pharmacy staff, administration staff, environmental health and laboratories and there were still several problems such as limited land, lack of computers, printers and several other tools so that it became an obstacle in work. The conclusion in this study is that there are still delays in the disbursed budget for the accreditation of the community health center, there are still inadequate human resources, incomplete facilities and infrastructure, communication is carried out well and the bureaucratic structure and disposition have not been carried out properly. It is hoped that the Head of the Health Service is obliged to support, motivate, evaluate, monitor and expedite the process of achieving the plenary accreditation of the community health center.
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kepuasan Kerja Perawat Di RSUD dr. Pirngadi Medan
Albert Jeo;
Arifah Devi Fitriani;
Masnelly Lubis
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1067
The establishment of the ASEAN Economic Community (AEC) in 2015 allows a country to sell health services including nurses to ASEAN countries, this is a threat for nurses in Indonesia because they have to be able to compete with nurses from other countries. Indonesian nurses still have to make improvements both in terms of competence and quality of service where to be able to improve the quality of service, nurses in carrying out their duties must get job satisfaction. Job satisfaction is a positive attitude towards work in a person which is individual. Each individual has a different level of job satisfaction in accordance with the value system that applies to the person where many factors can affect job satisfaction. This study aims to analyze the factors that affect job satisfaction (compensation, promotion opportunities, supervision, coworkers, job characteristics, work environment) of nurses at RSUD Dr. Pirngadi Medan. The research design was observational study with cross-sectional approach and using questionnaires as a research instrument. The sample was 79 State Civil Apparatus Nurses. The statistical test used is the chi-square test and logistic regression. The result shown that 57% of nurses who were satisfied with their jobs as many as 40.5% stated that compensation was in the unfavorable category, 45.6% stated that promotion opportunities were in the sufficient category, 34.2% stated that supervision in the favorable category, as many as 35.5% stated that coworkers were in the unfavorable category, as many as 37.1% stated that the characteristics of work in the appropriate category and as many as 30.5% stated the work environment was in the good category. Multivariate test analysis results using logistic regression showed that compensation, promotion opportunities, supervision, coworkers, job characteristics, and work environment has a value of p<0,05 which means significantly influence job satisfaction. The conclusions was obtained that compensation is the most dominant factor affecting job satisfaction of nurses in RSUD Dr. Pirngadi Medan. The hospital management is expected to pay more attention to the factors of job satisfaction of nurses in order to improve the quality of service at the hospital.
Permasalahan Stunting dan Pencegahannya
Eva Nirwana Hutabarat
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1115
The problem of short children (stunting) is one of the nutritional problems that is the focus of the Government of Indonesia, Stunting is nutritional status based on the PB / U or TB / U index where in anthropometric standards for assessing children's nutritional status, the measurement results are at the threshold (Z -Score) <-2 SD to -3 SD (short) and <-3 SD (very short). Stunting that has occurred if not balanced with catch-up growth results in decreased growth, stunting problems are a public health problem associated with increased risk of morbidity, death and obstacles to motor and mental growth. Seeing the dangers posed by stunting, the Government of Indonesia is committed to addressing and reducing stunting prevalence, which was discussed through a limited meeting on stunting interventions held with the head of the National Team for the Acceleration of Poverty Reduction in 2021, that at the meeting discussed the need to strengthen coordination and expand coverage programs carried out by the relevant Ministries/Institutions (K / L), to improve the quality of the program in order to reduce the stunting rate in each region that has entered the priority village. And also to study the policy focus of the nutrition improvement movement aimed at the first 1000 days of life in a global order called Scaling Up Nutrition (SUN).
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Cacingan Pada Murid Di Sekolah Dasar Negeri 18 Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh Tahun 2022
Yuli Maulina;
Zulkifli Ak;
Asnawi Abdullah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1210
Penyakit kecacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Usia Sekolah Dasar merupakan golongan yang sering terkena infeksi kecacingan karena sering berhubungan dengan tanah. Salah satu penyakit kecacingan adalah penyakit cacing usus yang ditularkan melalui tanah atau sering disebut soil transmitted helminths. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini pada murid di Sekolah Dasar Negeri 18 Kota Banda Aceh berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik total population dan diperoleh sampel sebanyak 65 orang responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 25 Februari sampai dengan 01 bulan Maret Tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi- square. Penelitian menunjukkan bahwa 67,7% murid tidak cacingan, 60,0% murid tidak ada mencuci tangan, 60,0% murid tidak ada memotong kuku, 66,2% murid ada bermain ditanah, 75,4% murid tidak ada jajan sembarangan. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara mencuci tangan (p-value=0,001), memotong kuku (p-value=0,004), bermain ditanah (p-value=0,000), jajan sembarangan (p-value=0,000) dengan penyakit cacingan pada murid di Sekolah Dasar Negeri 18 Kota Banda Aceh Tahun 2022.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Gampong Anoi Itam Kecamatan Sukajaya Sabang Tahun 2022
Salsabilla Suci;
Zulkifli Ak;
Ramadhaniah Ramadhaniah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1211
Community behavior in managing waste is one of the environmental health behaviors. The emergence of the waste problem cannot be separated from the behavior of the community as waste producers and managers, therefore community behavior is the most important variable in waste management and its success must be supported by a high level of public awareness. This research is descriptive analytical with cross sectional design. The population in this study were housewives in Anoi Itam Village, Sukajaya Sabang District, totaling 71 respondents. Sampling was done by proportional random sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis, with chi square statistical test. Data collection was carried out on 27 February to 1 March 2022. The results showed that mothers with poor waste management behavior (50,7%), housewives aged 28-39 years (49,3%), housewives with low education (45,1%), mothers with low income low family (74.6%), mothers with good knowledge (83.1%), mothers with positive attitudes (83.1%), no infrastructure (59.7%). Bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge and waste management behavior (p = 0.000), meaning that the better the mother's knowledge, the better the behavior towards waste management, and there was no relationship between age, education, family income, knowledge, attitudes, and infrastructure.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Membuang Sampah Sembarangan Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022
Putri Maulidar;
Radhiah Zakaria;
Syarifuddin Anwar
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1212
Anak usia sekolah yang memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan terutama di lingkungan sekolah yang dapat menggangu proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada peserta didik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang berjumlah 292 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik simple proportional sampling dan diperoleh sampel sebanyak 74 orang responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 25 Februari - 01 Maret 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa 67,6% peserta didik berperilaku membuang sampah sembarangan, 43,2% peserta didik berpengetahuan kurang baik, 70,3% peserta didik bersikap negatif, 60,8% peserta didik tidak ada pemanfaatan tempat sampah, 41,9% guru tidak berperan dan 48,6% orangtua tidak berperan. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,000), sikap (p-value=0,020), pemanfaatan tempat sampah (p-value=0,002), peran guru (p- value=0,000), peran orangtua (p-value=0,005) dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada peserta didik di SMPN 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Persepsi Remaja Tentang Seks Bebas Di SMAN 1 Samalanga Kabupaten Bireun
Zhahratul Fajar;
Fauzi Ali Amin;
Dedi Adria
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1218
Tingginya angka kejadian perilaku seks bebas pada ramaja disebabkan karena perkembangan kognitif (perubahan kemampuan mental), emosional (tingkah laku) dan kapasitas sosial selama awal masa remaja serta rasa ingin tahu yang tinggi dari para remaja mengenai segala hal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Samalanga Kabupaten Bireun tahun 2022.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di SMAN 1 Samalanga sebanyak 185 orang dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 65 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 5 sampai 6 Agustus 2022. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa proporsi persepsi negatif remaja tentang seks bebas pada kategori negatif sebesar 60%, pengetahuan remaja yang kurang tentang seks bebas sebesar 43,1%, proporsi sikap remaja negatif terhadap seks bebas sebesar 55,4%, prorsi tidak mendapat informasi sebesar 60%, proporsi peran teman sebaya berperan sebesar 50,8%. Ada hubungan penegtahuan dengan persepsi remaja tentang seks bebas dengan p value 0,003, sikap (p value 0,013), jenis kelamin (p value 0,002) dan informasi (p value 0,004) dengan persepsi perilaku seks bebas.
Efektivitas Media Leaflet Dan Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang 5 M Pencegahan Covid-19 Pada Santri Dayah Insan Qurani Aneuk Batee Aceh Besar Tahun 2022
Fardhi Aqlizar;
Eddy Azwar;
Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1221
Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-12. Perlunya upaya pencegahan untuk penularan Covid-19 yaitu menerapkan protokol kesehatan 5M untuk Pencegahan Covid-19 guna memutuskan rantai penularan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang 5M untuk Pencegahan Covid-19 adalah sumber informasi yang terbatas dalam lingkungan pesantren karena . Media Leaflet dan Audio Visual adalah media yang dapat digunakan dalam penyampaian informasi pendidikan kesehatan tentang 5M Pencegahan Covid-19. Penelitian bertujuan mengetahui Efektivitas Media Leaflet Dan Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang 5M Pencegahan Covid-19 Pada Santri Dayah Insan Qurani Aneuk Batee Aceh Besar Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan rancangan Pre TestPost Test two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri putra kelas VIII di Dayah Insan Qur’ani Aneuk Batee Aceh Besar sebanyak 88 santri. Peneliti mengambil sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah 88 santri dan semua dijadikan sebagai responden, dibagi menjadi 44 santri Media Leaflet dan 44 santri Media Audio Visual. Hasil Uji T dependent pengetahuan santri tentang 5M Pencegahan Covid-19 di Dayah Insan Qur’ani Aneuk Batee Aceh Besar dengan menggunakan Media Leaflet dan Media Audio Visual sebelum dan sesudah diberikan intervensi meningkat. Dilihat dari Uji T Independent nilai post test pada Audio Visual 25.14 dan nilai pada Leaflet 24.36. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Media Audio Visual lebih Efektif dari Media Leaflet. Diharapkan kepada pihak Dayah khususnya dibagian tenaga kesehatan yang melakukan penyuluhan sebaiknya lebih banyak menggunakan Media Audio Visual dibandingkan Media Leaflet dalam peningkatan pengetahuan tentang 5M agar dapat cepat untuk meningkatkan pengetahuan santri.