Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
246 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sosial Budaya Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi 7-12 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kecamatan Sukajaya Kota Sabang Tahun 2021
Rana Rizka Maulidza, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v5i1.776
ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan apapun atau makanan apapun. Masalah dari pemberian ASI Eksklusif pada wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang sebagian dari ibu yang menyusui masih kurang pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dan pengaruh ibu atau mertua tentang budaya sosial yang berlaku dilingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sosial budaya dengan pemberian ASI Eksklusf pada bayi 7-12 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 7-12 bulan diwilayah kerja Puskesmas Sukajaya berjumlah 110 bayi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Sebanyak 52 responden kelompok kasus dan 52 responden kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 20 September 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji statistic dengan uji Chi-Square data dianalisis dengan menggunakan STATA. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 50% responden tidak memberikan ASI Eksklusif, 35% responden memiliki produksi ASI tidak cukup, 38% mengalami KEK, 20% memiliki paritas berisiko, 34% mendapat dukungan keluarga kurang baik, 35% pengetahuan kurang baik, 35% bekerja, 38% pendapatan tinggi dan 34% memiliki sosial budaya mendukung. Hasil bivariat dapat disimpulkan adanya hubungan antara produksi ASI (p- value=0,000 dan OR=4,6), status gizi ibu hamil (p-value=0,007 dan OR=0,3), paritas (p- value=0,009 dan OR=2,7), dukungan keluarga (p-value=0,003 dan OR=3,2), pengetahuan (p- value=0,001 dan OR=3,6), pekerjaan (p-value=0,001 dan OR= 0,2), pendapatan (p-value= 0,000 dan OR= 0,1) dan sosial budaya (p-value=0,054 dan OR=0,4). Hal ini menunjukkan bahwa produksi ASI, status gizi ibu hamil, paritas, dukungan keluarga, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan dan sosial budaya merupakan variabel yang paling tidak memberikan ASI Eksklusif.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Lansia Pada Kegiatan POSBINDU Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Bintang Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2022
Sintia, Nazhira Arifin, Tiara Mairani
Journal of Health and Medical Science Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 5 Nomor 2 April 2026
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v5i2.786
Posbindu for the elderly is an integrated service post for the elderly at the village/kelurahan level within the work area of each public health center. Elderly who are not active in participating in the activities of the elderly posbindu, then the health condition of the elderly is not monitored properly and it is feared that it will threaten the lives of the elderly with various kinds of diseases, both infectious and non-communicable, which are very dangerous for the body. The purpose of the study: to find out the factors related to the participation of the elderly in posbindu activities in the Working Area of the Bintang Health Center in 2022. This type of research is descriptive analytic with cross-sectional. The sampling technique in this study was simple random sampling (simple random sample. The sample in this study amounted to 87 elderly people aged ? 60 years. The study was carried out on March 20 to March 30, 2022. Data collection was done by interview using a questionnaire, then Statistical tests were carried out with the chi-square test, the data were analyzed using SPSS version 22. The results of the univariate study showed that 57.5% of early advanced age (55-64 years), the last education category was not in school at 50.6%, occupation in the household category was 41.4%, the participation of the elderly in the inactive category was 63.2%, knowledge in the category of less good 60.9%, access from home to posbindu in the unreachable category 62.1%, the role of cadres in the non-existent category 59.8%, the family role in the non-existent category 58.6%, the motivation in the non-existent category 59.8% and the type of female sex 70.1%. From the results of the bivariate statistical test, it was found that there was a knowledge relationship (p value = 0.012), access from home to posbindu (p value = 0.026), cadre role relationship (p value = 0.020), family role relationship (p value = 0.032), relationship motivation (p value = 0.020), and the relationship between sex (p value = 0.007) with the participation of the elderly in Posbindu activities in the Bintang Puskesmas Work Area, Central Aceh Regency in 2022. The conclusion of this study is that knowledge, access from home to posbindu, role of cadres, family role, motivation, and gender are factors related to elderly participation in posbindu activities in the Working Area of the Bintang Health Center, Central Aceh Regency in 2022. It is recommended that health workers can implement Posbindu for the elderly according to the mechanism for Posbindu for the elderly.
Hubungan Teknik Menyusui Yang Benar Dengan Kejadian Puting Susu Lecet Di Desa Paku Kec.Galang Tahun 2021
Debora Lestari Simamora, Fitriana Ritonga, Wellina Sebayang
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Air Susu Ibu (ASI) yang berkualitas akan membuat bayi menjadi sehat dan lincah. Data WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 1-1,5 juta bayi meninggal dunia karena tidak diberi ASI .Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan teknik menyusui yang benar dengan kejadian puting susu lecet di Desa Paku tahun 2021. Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang menyusui dan teknik pengambilan sampel yaitu total populasi sebanyak 35 orang. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 orang dengan sampel mengunakan teknik total pupulasi sebanyak 35 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistik uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 35 responden, sebanyak 14 responden (40,0%) melakukan teknik menyusui secara baik dan selanjutnya sebanyak 16 responden (45,7%) mengalami putting susu tidak lecet. Berdasarkan hasil analisis uji chi-square teknik menyusui yang benar memiliki hubungan dengan putting susu lecet di Desa Paku Kec.Galangtahun 2021 dengan nilai sig-p = 0,000 < ? = 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan teknik menyusui yang benar dengan puting susu lecet di Desa Paku Kec .Galangtahun 2021. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam rangka meningkatkan mutu atau kualitas dalam memperbaiki sistem pelayanan kesehatan serta sebagai bahan evaluasi kepada masyarakat tentang hubungan teknik menyusui yang benar dengan kejadian putting susu lecet.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Terhadap Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sayur Matinggi Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun Tahun 2022
Ayu Jani Puspita Sari, Susilawati
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
WHO data in 2018 showed that the use of modern contraception slightly increased from 54% in 1990 to 57.49% in 2015. The achievement of active family planning participants in the District of Sayur Matinggi Health Center, Ujung Padang District has increased until 2016 (76.38%). and experienced a slight decline and had not yet reached the target in 2017 which was 76%. The Family Planning Program (KB) has been inaugurated nationally since 1970. However, population density in Indonesia remains a problem that has not been fully resolved until now. As a step to overcome population problems in Indonesia, BBKBN took action to promote family planning programs in the top ten provinces that account for the largest population in Indonesia. The purpose of this study was to determine the effect of health education on long-term contraceptive methods (MKJP) on knowledge of couples of childbearing age (EFA) in the work area of ??Sayur Matinggi Health Center, Ujung Padang District, Simalungun Regency in 2022. This type of research was quantitativel with a pre-post test design. of 122 Couples of Childbearing Age (EFA). Statistical analysis using paired sample T-test. The results of statistical tests obtained a value of 0.028 (p <0.05) so it can be concluded that there is a significant difference or influence between knowledge of EFA before and after being given counseling. The conclusion of this study is that there is an effect of health education on the level of knowledge of couples of childbearing age (EFA) in the use of long-term contraceptive methods. This can be seen through the change in the level of knowledge between before and after the provision of health education. These changes are in the form of increasing knowledge of couples of childbearing age about long-term contraceptive methods.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022
Sri Wahyuni, Ibrahim, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Hipertensi sekarang jadi masalah utama kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Desain penelitian ini dalam bentuk descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien hipertensi yang berjumlah 60 responden di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Pengambilan sampel secara total populasi berjumlah 60 lansia. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan hipertensi sebesar 63,3%, riwayat hipertensi di keluarga sebesar 65,0%, aktivitas fisik ringan sebesar 58,3%, jenis kelamin laki-laki sebesar 51,7% dan berat bdan normal sebesar 51,7%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara riwayat keluarga p = 0,005, ada hubungan antara aktivitas fisik p = 0,021, ada hubungan antara obesitas p = 0,014 dengan hipertensi dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan hipertensi p = 0,087. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel memiliki hubungan dengan hipertensi dan satu variabel tidak memiliki hubungan dengan hipertensi di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Diharapkan kepada petugas kesehatan setempat dalam memberikan penyuluhan kepada para pasien hipertensi mengenai bahaya hipertensi
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Anak Usia 0-5 Tahun Di Rstentara Pematangsiantar
Julwansah Saragih, Lismawati, Santi Maria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejang demam atau febrile convulsion ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38?C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Menurut WHO diperkirakan 6,8 juta orang meninggal tiap tahun akibat ganguan syaraf. Kejadian kejang demam diperkirakan 2-4% di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Eropa Barat. Kejadian kejang demam di Asia lebih tinggi kira-kira 20% kasus merupakan kejang demam komplek. Di Jepang bahkan mendapatkan angka kejadian (insidensi) yang lebih tinggi, yaitu, Maeda dkk, 1993 mendapatkan angka 9,7% (pada pria10,5% dan pada wanita 8,9%) dan Tsuboi mendapat angka sekitar 7% (Lumbantobing, 2007). Lumban Tobing juga melaporkan di Indonesia terdapat 5 (6,5%) diantara 83 pasien kejang demam menjadi Epilepsi pada tahun 2012. Sedangkan insidensi di RS. Tentara Pematang Siantar terjadi kejang demam sekitar 148 anak per tahun pada tahun 2015. Jenis penilitian ini adalah penelitian dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun di RS. Tentara P.Siantar. Sampel adalah seluruh ibu yang membawa anaknya datang kerumah sakit untuk imunisasi di ruangan BKIA di RS. Tentara P.Siantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dalam penanganan kejang demam pada anak di RS. Tentara P. Siantar mayoritas dengan kategori baik sebanyak 28 responden (77%), berpengetahuan cukup sebanyak 9 responden (24,3%) dan minoritas pengetahuan dengan kategori buruk sebanyak 0 responden (0%). Kesimpulan hasil penelitian adalah responden di RS. Tentara Pematang Siantar tergolong berpengetahuan baik. Hal ini dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 18 responden (49%), responden berpendidikan D-3, sebanyak 7 orang (19%), responden berpendidikan SMP sebanyak 6 orang (16%), responden berpendidikan S1 sebanyak 4 orang (11%), dan responden minoritas berpenididkan SD sebanyak 2 orang (5%). Dan juga motivasi ibu untuk mencari berbagai sumber informasi tentang penenganan kejang demam pada anaknya apabila terjadi kejang demam. yang mayoritas dari keluarga berjumlah 22 responden (59%). Saran kepada ibu agar dapat menambah pengetahuannya tentang kejang demam pada anak usia 0-5 tahun, baik faktor penyebab, pencegahan, pengobatan dan perawatannya. Sehingga ibu dapat memberikan penanganan, pengobatan dan perawatan yang terbaik bagi anaknya yang apabila terjadi kejang demam tiba-tiba pada anaknya.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Karyawan Pencucian Mobil Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021
Siska Arianti, Alma Aletta, Fauzi Ali Amin
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dermatitis kontak iritan adalah peradangan pada kulit yang terjadi akibat terpajan oleh bahan iritan. Pencucian mobil merupakan kegiatan kontak langsung dengan air, detergen atau bahan kimia dengan pekerjanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada karyawan pencucian mobil di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan yang ada di pencucian mobil di kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, sebanyak 47 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 5 hari dari tanggal 1 s/d 5 Oktober 2021 menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data dengan uji Chi Square menggunakan proses SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia (P= 0,626) tidak memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada karyawan pencucian mobil di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Sedangkan untuk lama kontak (P= 0,022), masa kerja (P= 0,041), personal hygiene (P= 0,022), alat pelidung diri (P= 0,022) memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada karyawan pencucian mobil di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021. Diharapkan kepada karyawan pencucian mobil sebaiknya mencuci tangan dan mengelap dengan lap khusus, kemudian menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan berjenis vinyl dan sepatu boot kepada seluruh pekerja di pecucian mobil.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam Tahun 2021
Risa Juliandara;
Basri Aramico;
Ramadhaniah Ramadhaniah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i1.813
Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh balita di seluruh dunia ini. Pada tahun 2017, sekitar 22,2% atau 150,8 juta anak balita mengalami stinting di dunia. Namun, angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun 2000, yaitu 32,6%. Berdasarkan uraian diatas, di Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam masih sangat tinggi angka stunting dan masih belum terpecahkan bagaimana cara mencegah atau menurunkan angka stunting di Desa Suka Makmur Kota Subulussalam tersebut, maka dapat disimpulkan ada banyak sekali faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Sehingga peneliti tertarik dengan melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memilki balita 24- 59 bulan dengan jumlah populasi 95 balita. Lokasi penelitian ini dilaksanan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 1 s/d 7 februari 2022. Teknis pengumpulan data dengan cara pengumpulan data primer. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, trasfering dan tabulating dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat umur balita 2 tahun sebanyak 44,2 % dan umur balita 3 tahun sebanyak 55,7%, sedangan kategori stunting sebanyak 57,9 % dan yang normal sebanyak 42,1%, asupan polamakan dengan kategori cukup sebesar 35,8% dan yang tidak cukup sebesar 64,2%, riwayat asi ekskusif yang asi eksklusif sebanyak 37,9% dan yang tidak asi eksklusif sebanyak 62,1%, dan riwayat penyakit infeksi yang pernah sakit sebanyak 58,9% dan yang tidak pernah sakit sebanyak 41,1%. Kesimpulan dari beberapa variabel asi eksklusif, pola makan dan riwayak penyakit infeksi memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas simpang kiri desa belegen mulia kota subulussalam tahun 2021. Saran dapat melakukan penyuluhan kesehatan terhadap ibu-ibu tentang bagaimana seseorang harus berperilaku hidup sehat dan supaya terhindar dari gejala anak stunting.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 Dikembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh Tahun 2022
Azniar Azniar;
Vera Nazhira Arifin;
Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i3.837
Coranavirus Disease (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai global di Indonesia dinyatakan sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedarutan Kesehatan masyarakat serta bencana non alam, yang tidak hanya menyebabkan kematian tapi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar ,sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk pencegahan dan pengendaliannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19 di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh tahun 2022. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie sebanyak 84 ibu rumah tangga dari seluruh populasi. Pengumpulan data dilaksanakan pada tangal 26 Februari 2022 sampai 4 Maret 2022. Melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan baik (87,8%), sikap (87,5%), pendidikan(100,0%), sosial budaya (75,0%) dan lingkungan (56,4%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000) , sikap (p=0,001) , Pendidikan ( p= 0,000%) , sosial budaya ( adat) ( p= 0,028) dan lingkungan ( p= 0,530) dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19. Kesimpulannya adalah keptuhan protokol kesehatan covid-19 berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan pendidikan. Untuk meningkatkan peran tenaga kesehatan terhadap masyarakat tetap memberi bimbingan atau penyuluhan kesehatan serta bekerjasama dengan pihak terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang baik dan benar.
Determinan Perilaku Personal Hygiene Pada Pekerja Informal Kebersihan Di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh Tahun 2022
Olvan Frangkisan Jaya;
Dedi Andria;
Zulkifli Zulkifli
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i3.838
Data TPA pada tahun 2019 di TPA Regional Blang Bintang sampah yang masuk sebanyak 49,777,98 ton, tahun 2020 sebanyak 67, 633.55 ton, tahun 2021 66,467.17 ton dan di TPA Kota Banda Aceh yang masuk sebanyak 19,602.93 ton, tahun 2020 6,94.88 ton tahun 2021 sebanyak 8,419.412 ton TPA Gampong Jawa ini menggunakan penghitungan jumlah sampah dengan satuan kubik karena TPA Gampong Jawa belum memakai sistem penghitungan jumlah sampah yang masuk dengan satuan kilogram, masih banyak para pekerja kebersihan yang kurang informasi, dan tidak terpelihara personal hygiene dengan baik dalam melaksanakan kegiatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan perilaku personal hygiene pada pemulung di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Desain atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja informal kebersihan di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja yaitu 32 orang. Sampel terdiri dari sampel berjumlah 32 responden. Pengumpulan data dilakukan 27 Januari s/d 2 Februari 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pada pekerja informal kebersihan di TPA pengetahuan Baik sebesar 46,9%, pengetahuan Kurang baik 53,1%, paparan informasi sering 34,4%, paparan informasi kadang-kadang 34,4%, dan paparan informasi tidak pernah 31,2%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pekerja informal kebersihan (p=0,011), paparan informasi (p=0,013), status sosial ekonomi (p=0,031). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan pekerja informal kebersihan di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh tahun 2022. Disarankan kepada ketua dari Gampong Jawa, Kasi. Pengelolaan Limbah B3 agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat misalnya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat tentang pengetahuan prilaku personal hygiene. Diharpakan juga kepada dinas kebersihan untuk merencanakan serta meningkatkan prilaku personal hygiene serta Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti variable lain yang belum diteliti seperti Status kesehatan, citra tubuh, dan kebiasaan.