cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024)" : 12 Documents clear
PENERAPAN TEORI KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL DENGAN TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIR SMA SARASWATI SINGARAJA Mudarya, I Nyoman; Setiawan, Gede Danu; Murniasih, Luh
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2315

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Layanan Bimbingan Konseling yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dalam mengambil keputusan karir siswa yang rendah dengan penerapan konseling analisis transaksional dengan teknik kursi kosong. Subjek penelitian ini adalah siswakelas XI IPS SMA Saraswati Singaraja yang memiliki perilaku kurang mandiri dalam menggambil keputusan untuk selanjutnya diberikan tindakan berupa konseling individu dengan menggunakan teknik kursi kosong. Setelah diberikan tindakan Subyek dalam penelitian ini sebanyak 4 orang siswa, hal tersebut diperoleh dari data utama yaitu kuesioner. Data primer dalam bentuk kuesioner yang diperoleh dari responden dikumpulkan dan diolah dengan teknik deskriptif analisi.Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang menunjukkan persentase awal subjek penelitian sebesar 106,43%meningkat menjadi 165,79%pada siklus I.Kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 210,31 Jadi keempat siswa yang di berikan treatment baik pad siklus I dan II sudah mencapi peningkatan diatas 70%. Ini artinya terjadi peningkatan terhadap indikator-indikator kemandirian dalam mengambil keputusan seperti siswa sudah mampu bertoleransi dengan temannya, sudah mulai mengeksplorasi diri untuk mengetahui potensi yang dimiliki, sudah mampu merencakan karirnya kedepan, dan siswa dalam mengambil sebuah keputusan sudah tidak didominasi oleh temannya.
KONSEP BIMBINGAN DAN KONSLING PRIBADI SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF SISWA Wedhayanti, Gitta Citra; Krisnawan, Komang
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2320

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bimbingan pribadi sosial sebagai upaya pengembangan sikap mental positif pada siswa. Dalam bimbingan pribadi sosial acapkali berkaitan dengan faktor lingkungan dan pembawaan, serta berbagai aspek perlu menjadi perhatian pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanan sebagai dasar diagnosis, dan pemberian bantuan kepada siswa. Salah satu layanan bimbingan pribadi sosial untuk melakukan suatu bimbingan konseling untuk pengembangan sikap mental positif siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yang memiliki sifat penelitian deskriptif kualitatif yang berkeinginan mendapatkan data analisis tentang bimbingan pribadi sosial dalam upaya pembentuk sikap mental positif, Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan follow up. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi sosial dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kolaborasi dengan orang tua, kolaborasi dengan pihak terkait di luar dari sekolah, kunjungan rumah. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi sosial untuk mengembangkan dan mempertahankan sikap mental positif siswa.
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Mudarya, I Nyoman
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2316

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya sumber daya manusia (SDM) dalam perspektif pendidikan sebagai elemen utama dalam pembangunan bangsa. Pendidikan dipahami sebagai proses sistematis yang bertujuan membentuk kepribadian melalui ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam konteks ini, pendidik dan tenaga kependidikan memainkan peran strategis dalam menyiapkan SDM yang berkualitas pada level global, nasional, dan regional. Kajian ini menekankan perlunya strategi pendidikan yang komprehensif mencakup rekrutmen, kurikulum, tenaga pengajar, sarana belajar, serta pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi dan kebutuhan zaman. Selain itu, disoroti pula spektrum tenaga kependidikan, mulai dari pendidik, manajerial, teknis, hingga peneliti dan konsultan pendidikan, yang semuanya diperlukan untuk menjalankan sistem pendidikan secara optimal. Pada akhirnya, pendidikan harus mampu mentransformasi peserta didik menjadi insan yang bermartabat dan berkeadilan sesuai kapasitas masing-masing, serta mampu berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.
GENERASI Z BUTUH LITERASI MELALUI KARYA FIKSI UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER LEBIH PEKA TERHADAP SEKITAR Kurniawati, Ni Nyoman Novi
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2321

Abstract

Membaca dan menulis sudah sangat jarang dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang, alias Gen Z. Kebudayaan ini sungguh menyedihkan, jika dilihat menurut UNESCO, menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001%. Hal ini berarti, dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Riset berbeda tentang World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada tahun 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Sungguh miris melihat data di atas. Namun, sebenarnya ada cara lain untuk meningkatkan literasi anak muda alias Gen Z di Indonesia, yaitu dengan menyuguhkan karya-karya yang mereka suka. Salah satunya melalui karya fiksi, entah mengenai romansa, real-life, dan genre lainnya. Dari karya yang terbilang lebih ramah dengan karakter Gen Z saat ini, yang tidak suka ribet, cepat boring dan tentunya suka hal indah. Karya fiksi berupa novel, yang ditengahnya menyuguhkan pelajaran mengenai banyak hal yang bisa membawa hal baik nantinya kepada tunas bangsa ini. Dengan membaca dan mencoba menulis genre yang disukai, mereka diajak untuk berpikir selalu kreatif, bertindak sesuai dengan banyaknya sudut pandang main tokoh, merasakan banyak emosi, dan lainnya. Melalui proses itu, diharapkan dapat membuat karakter Gen Z lebih peka terhadap lingkungan, sosial, dan psikis orang disekitar.
HUBUNGAN ANTARA KOEFISIEN EFEK SPURIOUS OVERLAP (ESO) DENGAN KOEFISIEN KORELASI PRODUCT MOMENT SEBELUM DIKOREKSI OLEH EFEK SPURIOUS OVERLAP (rix) BUTIR TES KEMAMPUAN BERPIKIR MANTIK Puger, I Gusti Ngurah; Dewi, Kadek Yati Fitria
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2317

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan secara signifikan antara koefisien efek spurious overlap (ESO) dengan koefisien korelasi product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap (rix) butir tes kemampuan berpikir mantik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Seririt, sedangkan sampelnya berupa respon 100 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Seririt setelah diberikan tes kemampuan berpikir mantik yang dipilih secara purposive sampling. Tes kemampuan berpikir mantik yang digunakan sudah memiliki kelayakan untuk digunakan lebih lanjut, dikaji dari koefisien content validity (VI), koefisien reliabilitas (r”) respon antar-rater, validitas butir, dan reliabilitas tes. Untuk menganalisis data mengenai hubungan antara koefisien efek spurious overlap dengan koefisien korelasi Product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap butir tes kemampuan berpikir mantik digunakan formula korelasi Product Moment dari Pearson. Dari hasil analisis data diperoleh temuan bahwa koefisien efek spurious overlap (ESO) berhubungan secara terbalik dengan koefisien korelasi Product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap (rix) butir tes kemampuan berpikir mantik. Dari temuan yang sudah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa koefisien efek spurious overlap (ESO) berhubungan secara terbalik dengan koefisien korelasi Product Moment sebelum dikoreksi oleh efek spurious overlap (rix) butir tes kemampuan berpikir mantik.
BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJALIN RELASI PERTEMANAN Sanjaya, Dewa Gede Ari
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2323

Abstract

Kemampuan menjalin relasi pertemanan merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial remaja, yang berperan besar dalam pembentukan identitas, pengendalian emosi, dan keterampilan interpersonal. Namun, tidak semua siswa mampu membangun hubungan sosial yang sehat secara alami. Bimbingan pribadi-sosial hadir sebagai salah satu pendekatan strategis di lingkungan sekolah untuk membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan pribadi-sosial dalam meningkatkan kemampuan siswa menjalin relasi pertemanan melalui berbagai strategi, pendekatan, dan dukungan dari lingkungan sekolah. Metode kajian dilakukan secara kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis praktik baik di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan pribadi-sosial efektif dalam membantu siswa memahami diri, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan rasa empati dan kepercayaan dalam hubungan sosial. Dukungan dari guru, teman sebaya, dan budaya sekolah yang inklusif juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Artikel ini merekomendasikan penguatan program bimbingan, integrasi layanan dalam sistem sekolah, serta kampanye positif untuk menghapus stigma terhadap layanan BK.
PERENCANAAN KARIR PERBANTUNKAN ASESMEN NON KOGNITIF HOLLAND TES Setiawan, Gede Danu
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2313

Abstract

Pada hakekatnya karir merupakan masalah yang kompleks, yang menyangkut berbagai aspek kehidupan, baik aspek perkembangan, kepribadian, social, budaya, ekonomi, maupun belajar. Hal yang paling mendasar untuk diketahui dan dipahami dalam masalah karir adalah kepribadian. Teori pilihan karir Holland dapat membantu siswa dalam memilih pekerjaan melalui pemahaman kepribadian diri dan lingkungan. Holland menggambarkan typology sebagai struktur untuk informasi pengorganisasian tentang pekerjaan dan individu, Typology Holland mengkatagorikan atau mengelompokkan individu kedalam enam tipe kepribadian secara luas, khususnya (R) realistis, (I) investigative (intelektual), (A) artistik, (S) sosial, (E) Enterprising (giat), dan (K) konvensional. Sebagaimana disimpulkan, teori tipe Holland biasanya disebut dengan model RIASEC dan dalam diagram biasanya menggunakan heksagon yang telah memberikan representasi visual dari hubungan antar kepribadian atau jenis pekerjaan. Mengingat pentingnya bimbingan dan konseling karir sebagai pemberi arah sekaligus penerang jalan hidup, maka dalam pelaksanaannya, khususnya khususnya di persekolahan, hendaknya lebih diintensifkan dan diefektifkan, sehingga mampu membantu siswa dalam: (a) pemahaman secara tepat tentang dirinya, (b) pengenalan terhadap keragaman dunia kerja dan persyaratannya, (c) mempersiapkan diri secara matang dalam memasuki dunia kerja, (d) penempatan bidang-bidang pekerjaan tertentu yang sesuai, (e) memecahkan berbagai persoalan khusus berkaitan dengan pekerjaan dan pola-pola kehidupan yang lain, dan (f) penghargaan yang obyektif dan sehat terhadap pekerjaan, jabatan, serta karir.
STRATEGI EFEKTIF DALAM MENGINTERNALISASI NILAI KEBANGSAAN PADA GENERASI Z DI ERA DIGITAL Siswanti, Dyah
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2318

Abstract

Generasi Z tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi global. Situasi ini menghadirkan peluang besar bagi pengembangan potensi intelektual dan kreativitas mereka, namun juga membawa tantangan dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi-strategi yang efektif dalam memperkuat nilai kebangsaan pada Generasi Z. Pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka digunakan untuk mengidentifikasi peran penting teknologi digital, penguatan pendidikan karakter, keteladanan, serta keterlibatan dalam aktivitas sosial sebagai instrumen utama dalam menumbuhkan nasionalisme. Kolaborasi lintas sektor antara keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan pembentukan generasi muda yang berkarakter kebangsaan kuat.
KONSEP BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF SISWA Susanti, Ni Made Rima Cahya
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2324

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bimbingan pribadi sosial sebagai upaya pengembangan sikap mental positif pada siswa. Dalam bimbingan pribadi sosial acapkali berkaitan dengan faktor lingkungan dan pembawaan, serta berbagai aspek perlu menjadi perhatian pemahaman konselor dalam menghadapi sasaran layanan sebagai dasar diagnosis, dan pemberian bantuan kepada siswa. Salah satu layanan bimbingan pribadi sosial untuk melakukan suatu bimbingan konseling untuk pengembangan sikap mental positif siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka yang memiliki sifat penelitian deskriptif kualitatif yang berkeinginan mendapatkan data analisis tentang bimbingan pribadi sosial dalam upaya pembentuk sikap mental positif, Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan layanan bimbingan pribadi-sosial terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan follow up. Bentuk pelaksanaan layanan bimbingan pribadi sosial dengan metode tidak langsung meliputi bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, bimbingan klasikal, kolaborasi dengan wali kelas, kolaborasi dengan orang tua, kolaborasi dengan pihak terkait di luar dari sekolah, kunjungan rumah. Adapun materi yang disampaikan meliputi motivasi, percaya diri, harga diri, penyesuaian diri, dan mengontrol emosi. Bentuk pelaksanaan dengan metode langsung meliputi bimbingan individual, bimbingan kelompok, dan konseling individu. Bimbingan pribadi sosial untuk mengembangkan dan mempertahankan sikap mental positif siswa.
KONSELING LINTAS BUDAYA DALAM MENGHADAPI PENGARUH SOSIAL DAN BUDAYA SISWA DI SEKOLAH Ursula, Putu Abda; Setiawan, Gede Danu
Daiwi Widya Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v11i2.2314

Abstract

Sekolah menghadapi tantangan antara masuknya nilai-nilai global yang sering tidak serasi dengan nilai-nilai budaya tradisional atau budaya lokal. Ini membawa dampak pada perubahan lingkungan sosial yang melibatkan berbagai komponen, baik fisik (benda-benda) maupun non-fisik, yaitu bentuk tradisi (bahasa, agama, norma, hukum, pengetahuan, dan pola-pola perilaku lainnya). Perilaku dan interaksi sosial terutama bertumpu pada kualitas konvensi dan tradisi, yang pada dasarnya telah tersedia dalam kenyataan sosial, yang secara tidak disadari telah dimanfaatkan dan dimapankan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah memfasilitasi proses belajar mengajar yang mengubah perspektif monokultural yang esensial, penuh prasangka dan diskriminatif ke perspektif multikultural yang menghargai keragaman , perbedaan, toleran dan sikap terbuka (inklusif). Dalam konteks perilaku siswa ini dibutuhkan pendidik multibudaya, salah satunya adalah konselor. Konselor adalah seorang pendidik.Pendidikan berurusan dengan perilaku manusia yang sedang berkembang sehingga pendidikan memerlukan ilmu-ilmu perilaku manusia. Dalam konteks perilaku manusia ini konselor di sekolah adalah agent of enculturation sebab proses sosialisai terjadi di sini, di mana anak-anak di sekolah belajar aturan-aturan kultural. Proses jika gagal beradaptasi dengan budaya baru akan menimbulkan stress akulturatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 12