cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2019)" : 12 Documents clear
MENGATASI PERILAKU TERISOLIR REMAJA MENGGUNAKAN KONSELING BEHAVIOUR TEKNIK ASSERTIVE TRAINING Kartini Ayu Trisnawati
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.201

Abstract

Masa sekolah merupakan periode dimana remaja memperluas jangkauan kehidupan sosialnya bersama teman sebayanya yang tidak diperoleh remaja dari lingkungan keluarganya. Namun pada masa ini tidak semua remaja melewatinya dengan mudah, beberapa remaja yang memiliki masalah dalam pergaulan dengan teman sebayanya salah satunya adalah remaja yang terisolir. Salah satu penyebab remaja terisolir diantaranya adalah kurangnya minat bersosial dan kurangnya kemampuan remaja menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Masalah yang dimiliki oleh remaja terisolir adalah kurangnya keasertifan pada remaja sehingga mengakibatkan semakin terasingkannya remaja dari pergaulan teman sekelasnya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana menngatasi perilaku terisolir remaja menggunakan konseling behavior dengan teknik assertive training. Hasil penelitian perilaku terisolir remaja sebelum diberikan konseling behavior dengan teknik latihan asertif menunjukkan bahwa minat bersosial remaja terisolir tergolong sedang, kemampuan menyesuaikan diri, kepercayaan diri, respon saat kegiatan, kemampuan bertenggang rasa, kemampuan sportif serta perlakuan teman juga tergolong sedang. Sedangkan kategori tinggi hanya dicapai pada aspek penampilan. Setelah remaja terisolir diberikan konseling behavior dengan teknik latihan asertif, terjadi peningkatan pada beberapa aspek, diantaranya adalah minat bersosial meningkat 15%, kemampuan bersosial meningkat 7%, kepercayaan diri meningkat 4%, kemampuan bertenggang rasa meningkat 5%, dan perlakuan teman meningkat sebanyak 2%. Simpulan dari penelitian ini adalah konseling behavior dengan teknik latihan asertif dapat digunakan untuk mengatasi masalah perilaku terisolir remaja.
LATIHAN LEBIH GIAT MENGGUNAKAN METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN EKSPOSITORI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 TUKADMUNGGA I Putu Ariawan
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.206

Abstract

Prestasi belajar siswa ditunjukkan berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan belum berjalan secara maksimal. Oleh karena itu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa diperlukan model pembelajaran dengan model dan strategi yang tepat. Salah satunya adalah model pembelajaran ekspositori dengan metode drill Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Lokasi penelitian ini di SD Negeri 2 Tukadmungga dengan jumlah siswa 21 orang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari tes prestasi belajar yang kemudian dilakukan analisis secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilakukan berdasar tahapan: (1) menyusun rencana kegiatan, (2) melaksanakan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut hasil observasi awal pembelajaran siswa kurang aktif, mudah jenuh, dan perhatian siswa pada penjelasan guru sangat kecil sehingga nilai rata-rata siswa hanya sebesar 63. Setelah tindakan siklus I penguasaan materi pembelajaran meningkat menjadi rata-rata 69 dengan siswa tuntas 13 siswa dan belum tuntas 8 siswa. Hasil tindakan pada siklus II penguasan materi setelah diberikan tes prestasi belajar meningkat menjadi rata-rata 78 dengan 20 siswa tuntas dan 1 siswa belum tuntas. Presentase ketuntasan belajar pada siklus II ini telah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan dan siklus dinyatakan tidak dilanjutkan, dengan kesimpulan bahwa pemanfaatan model pembelajaran ekspositori telah mampu dengan baik untuk dijadikan alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI CATUR GURU Ni Luh Yaniasti
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.197

Abstract

Pembentukan karakter anak melalui catur guru sangat membantu dunia pendidikan. Merupakan langkah awal menumbuhkan sikap, sifat,dan prilaku karena belakangan ini sering terjadi kekerasan dikalangan sekolah maupun di tengah-tengah masyarakat, yang selalu dituding menjadi penyebab adalah lemahnya pendidikan karakter. Korupsi terus menggurita ditengarai karena karakter bangsa yang mulai melemah.Yang sangat menejutkan pula ada mahasiswa terbunuh, ada seorang oknum dosen terbunuh yang ada dilingkungan kampus. Belum lagi tayangan di media sosial dan elektronik tentang berbagai kekerasan yang terjadi diberbagai sudut negeri ini. Padahal pemerintah menyadari dan berupaya mencari solusi tentang bagaimana pentingnya penanaman pembentukan nilai-nilai karakter khususnya dikalangan peserta didik, baik karakter moral maupun karakter aktivis. Jika pembentukan karakater anak melalui catur guru ini sudah ditanamkan sejak awal mulai dari keluarga yaitu orang tua, pembentukan karakter dalam kelahiran yang kedua adalah di sekolah dari rahim seorang guru, pemerintah,dan keyakinan sendiri yaitu kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai penentu kebenaran absolut, dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
MODEL PENDEKATAN SUPERVISI PENGAJARAN KOLABORATIF GURU SENIOR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN GURU SMA NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Putu Dana
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendenskripsikan kualitas pengajaran guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai akibat diterapkannya model supervisi kolaboratif oleh kepala sekolah, dan (2) meningkatkan kualitas pengajaran guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada SMA Negeri 1 Sukasada melalui penerapan model supervisi kolaboratif. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan 29 orang guru, dan 1 orang kepala sekolah. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari analisis diperoleh: (1) kualitas pengajaran guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I setelah dilaksanakan model supervisi pembelajaran kolaboratif oleh kepala sekolah dalam kualifikasi cukup. Sedangkan pada siklus II dilaksanakan model supervisi pembelajaran kolaboratif oleh kepala sekolah dalam kualifikasi baik, dan (2) terjadi peningkatan rata-rata kualitas pengajaran guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dari siklus I dan siklus II, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model supervisi pembelajaran kolaboratif kepala sekolah efektif untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMA Negeri 1 Sukasada.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISON (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU DI SMP NEGERI 1 GEROKGAK Ni Luh Lotreni
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.207

Abstract

Sebagian besar siswa di kelas IX C SMP Negeri 1 Gerokgak belum mencapai tingkat ketuntasan belajar yang ditetapkan di sekolah ini yaitu 76. Dari kekurangan yang ada di lapangan tersebut, peneliti mengupayakan sebuah kajian ilmiah dengan melakukan penelitian tidnakan kelas. Tujuan penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model Kooperatif STAD dalam pelaksanaan proses belajar mengajar mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan dalam dua siklus menggunakan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi pada setiap siklusnya memfokuskan pencairan datanya menggunakan tes prestasi belajar dan melaksanakan analisis dengan analisis deskriptif. Setelah dilakukan refleksi, terjadi peningkatan prestasi siswa dari rata-rata nilai 72,38 meningkat menjadi 75,47 rata-rata kelasnya pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 80,26. Data tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan penelitian sesuai indikator yang dicanangkan. Akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa penerapan metode Quided Teaching / model Pembelajaran Kooperatif STAD dalam pelaksanaan proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar mereka.
PENANGGULANGAN TINDAK KEKERASAN SISWA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI YANG TERSELIP PADA KONSEP TRI KAYA PARISUDHA I Gusti Ngurah Puger; Dewa Nyoman Redana
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.198

Abstract

Tindak kekerasan siswa bisa saja terjadi pada setiap sekolah menengah, bilamana ada niat dan kesempatan dari pihak pelaku. Untuk menanggulangi niat siswa melakukan tindak kekerasan di sekolah menengah dapat dilakukan melalui pengomunikasian konsep tri kaya parisudha secara berkelanjutan pada setiap bidang studi yang diajarkan. Makin sering konsep tri kaya parisudha, termasuk dimensi dan nilai-nilai yang terselip di dalamnya dikomunikasikan, maka konsep tersebut akan menjadi bagian dari diri siswa yang harus diimplementasikan. Bila nilainilai yang terselip pada konsep tri kaya parisudha menjadi bagian dari diri siswa dan harus dimplementasikan, maka dapat menjadikan siswa tidak berniat untuk melakukan tindak kekerasan. Nilai-nilai yang terkandung dalam konsep tri kaya parisudha sering dikenal dengan istilah karma patha. Adapun cakupan dari karma patha adalah: (1) tidak menginginkan milik orang lain, (2) tidak berpikir buruk terhadap orang lain, dan (3) tidak mengingkari hukum karmaphala (tiga hal yang menjadi cakupan manacika parisudha), (4) tidak berkata jahat (ujar ahala), (5) tidak berkata kasar (ujar aprgas), (6) tidak memfitnah (raja pisuna), dan (7) tidak mengeluarkan kata-kata yang mengandung kebohongan (empat hal yang menjadi cakupan wacika parisudha), (8) tidak menyakiti atau membunuh (ahimsa), (9) tidak mencuri, dan (10) tidak berzinah (tiga hal yang menjadi cakupan kayika parisudha).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN REACT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA 6 SMAN 4 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Putu Gede Wartawan
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X MIPA 6 SMA Negeri 4 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan penerapan model pembelajaran REACT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran REACT dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata prestasi belajar fisika siswa pada siklus I sebesar 2,85 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikalnya 82,4% dan siklus II menjadi 2,99 dengan kategori baik dan ketuntasan klasikalnya 85,3%.Begitu juga nilai keterampilan siswa kelas X MIPA 6 meningkat juga, dapat dilihat dari siklus I yaitu jumlah siswa yang memiliki predikat keterampilan A sebesar 44,1% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 57,6% sedangkan jumlah siswa yang memiliki predikat keterampilan baik sebesar 55,9% sedangkan pada siklus II menurun menjadi 32,4%. Nilai sikap siswa kelas X MIPA 6 juga meningkat, hal ini dapat dilihat dari siklus I yaitu jumlah siswa yang memiliki predikat sikap sangat baik sebesar 26,5% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 44,1% sedangkan jumlah siswa yang memiliki predikat sikap baik sebesar 73,5% sedangkan pada siklus II menurun menjadi 55,9%.
IMPLEMENTASI MODEL DIRECT INSTRUCTION DENGAN MEDIA BENTUK GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KALIBUKBUK Ni Made Sawining
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.208

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Direct Instruction dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V pada semester I tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 2 Kalibukbuk. Penelitian yang dilakukan sesuai tujuan di atas menggunakan tes prestasi belajar sebagai alat pengumpul datanya dan menggunakan analisis deskriptif sebagai alat untuk menganalisis data hasil penelitian. Setelah dilakukan analisis diperoleh peningkatan hasil dari data awal yang rata-ratanya 50.41 dengan ketentusan belajar 33.33% meningkat pada siklus I menjadi 59.58 rata-ratanya dengan ketuntasan belajar 62.5% dan pada siklus II meningkat lagi rata-rata kelasnya menjadi 74.16 dengan ketuntasan belajar 92%. Hasil tersebut telah membuktikan keberhasilan penelitian yang dilakukan sehingga dapat disimpulkan bahwa metode model Direct Instruction mampu meningkatkan prestasi belajar siwa. Hasil itu telah membuktikan bahwa hipotesis yang disampaikan dapat diterima.
EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MODEL CIPP DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA Gede Danu Setiawan
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.199

Abstract

Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner CIPP yang disesuai dengan aspek-aspek yang akan di evaluasi. Responden yang digunakan adalah kepala sekolah, wakasek, guru bidang studi, guru bimbingan dan konseling serta siswa. Berdasarkan dari arah T-Skor yang diperoleh dari masing-masing aspek maka ditranspormasi kedalam Kuadaran Glickman sehingga evaluasi berbasis CIPP pada responden guru dan siswa berada pada tingkatakan Sangat Efektif (SE). Pada evaluasi program BK di SMA Negeri 2 Singaraja berbasis CIPP juga menentukan tingkat kesenjangan program BK yang dilaksanakan untuk lebih jelas meilhat tingkat keefektifan program BK yang telah dilajankan. Untuk melihat tingkat kesenjangan tersebut menggunakan Kriteria Discrepansi yaitu didapatkan bahwa Kriteria Discrepansi pada Data Siswa Aspek Konteks menunjukan nilai 13,34% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, Aspek Input menunjukan nilai 13,26% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, dan Aspek Proses dengan nilai 13,27% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil. Sedangkan pada data guru pada Aspek Konteks didapatkan nilai 12,06% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil,Aspek Input dengan nilai 9,85% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, Aspek Proses dengan nilai 14,42% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, dan pada Aspek Produk mendapatkan nilai 12,03% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil dengan melihat tingkat kesenjangan yang kecil ini berarti bahwa tingkat kefektifan program BK di SMA Negeri 2 Singaraja sangatlah efektif.
THE STUDENTS’ DIFFICULTIES IN UNDERSTANDING THE MEANING OF PRESENT PERFECT FORM OF THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION I Luh Meiyana Ariss Susanti
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan/ kendala mahasiswa semester dua STKIP Agama Hindu (AH) Singaraja dalam memahami dan menggunakan Present Perfect. Untuk memperoleh tujuan penelitian tersebut, para mahasiswa semester dua STKIP Agama Hindu (AH) Singaraja diberikan tugas untuk menjawab tes. Duabelas mahasiswa yang memperoleh skor diantara 35-50 dipilih menjadi subjek penelitian. Hasil tes menunjukkan bahwa kesulitan yang dihadapi subjek bervariasi terkait dengan makna yang terkandung dalam bentuk perfect tertentu. Hasil tes tersebut juga menunjukkan pilihan para subjek dalam menggunakan bentuk lain untuk mengemukakan makna yang hanya benar dalam bentuk present perfect. Bentuk-bentuk tersebut adalah simple past dan simple present. Hasilnya juga menunjukkan bahwa para mahasiswa yang nampaknya memiliki kemampuan sama tidak selalu memiliki kesulitan yang sama dalam item tata bahasa tertentu,misalnya present perfect tense.

Page 1 of 2 | Total Record : 12