cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2023)" : 32 Documents clear
THE ROLE OF TEACHERS IN FACING ACADEMIC PROCRASTINATION AS AN EFFORT TO DISCIPLINE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' LEARNING Amalia Farizkya Ananda; Ratnasari Diah Utami
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5609

Abstract

Assignments are one of the strategies that teachers employ to teach students how to become disciplined and responsible individuals. However, many students procrastinate in their studies, which prevents them from developing independent, disciplined, and responsible traits, as outlined in the Pancasila Student Profile. The research objectives encompass the following: first, identifying the causes of academic procrastination among students. Second describing the attitudes of teachers towards addressing academic procrastination. Third, examining the efforts made by teachers in fostering discipline in student learning. The research methodology employed is qualitative research, utilizing interviews, observations, and documentation as the primary methods for data collection. The research subjects consisted of students in grades IV and V who exhibited procrastination tendencies, as well as teachers in the same grade levels. The data analysis process involved three steps: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal the following: There are two types of factors, internal and external, that contribute to student procrastination. Teachers adopt various approaches to address academic procrastination, such as approaching students, providing motivation or guidance, implementing punishment or rewards, and diversifying teaching methods. Teachers take specific steps to foster discipline in learning, such as establishing class agreements, organizing positive activities, and implementing punishment or rewards. Hence, teachers play a crucial role in implementing strategies aimed at reducing procrastination and cultivating a disciplined, independent, and responsible attitude among students. Tugas adalah salah satu strategi yang guru gunakan untuk mengajarkan siswa menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Akan tetapi banyak siswa yang melakukan prokrastinasi didalam pembelajaran sehingga, tidak menanamkan karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan penelitian meliputi pertama, mengidentifikasi penyebab prokrastinasi akademik pada siswa. Kedua, mendeskripsikan sikap guru dalam menghadapi prokrastinasi akademik. Ketiga, upaya guru dalam pendisiplinan belajar siswa. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk pengumpulan data. Subjek penelitian siswa kelas IV dan V yang melakukan prokrastinasi serta guru kelas IV dan V. Tiga langkah uji analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyebab siswa melakukan prokrastinasi ada dua jenis faktor internal dan eksternal; sikap guru dalam menghadapi prokrastinasi akademik yaitu dengan melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan motivasi atau nasihat, memberikan punishment atau reward, dan memvariasi cara mengajar; langkah yang dilakukan guru dalam pendisiplinan belajar yaitu membuat kesepakatan tiap kelas, melakukan kegiatan posistif, adanya punishment atau reward. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam penerapan langkah-langkah agar prokrastinasi mampu berkurang dan siswa memiliki sikap disiplin, mandiri, dan tanggungjawab.
DEVELOPMENT OF CONTEXTUAL MEDIA DIORAMA OF WATER CYCLE IN SCIENCE SUBJECT IN ELEMENTARY SCHOOL Tasya Humaira; Mimin Ninawati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5653

Abstract

This research is motivated by the fact that there are still many students who do not understand the water cycle material in science lessons because teachers do not use learning media in the learning process, this causes a lack of student understanding of the water cycle material in science lessons. The purpose of this study is to develop water cycle diorama media so that it meets the eligibility criteria to be implemented in science lesson content. This research uses the Research and Development (R&D) method or commonly referred to as development, with a 4D model. In the 4D model, there are several stages such as, define, design, develop, and disseminate. The data collection process uses descriptive data results through questionnaires. The descriptive data was obtained from responses and suggestions by experts and respondents of grade V students. The subject of this study was grade V students of SDN Ciracas 11 Pagi. The study was conducted in small groups and large groups. A small group consists of 5 students of Class V, while for large group consists of 32 students of Class V. Based on the results of validation by media experts and material experts, it shows that water cycle diorama media is very suitable to be used as a learning medium on water cycle material and the results of research to small groups with 5 students and large groups with 32 students,   It was concluded that this water cycle diorama media is also very suitable to be used as a learning medium for water cycle material in science lesson content in grade V elementary school. The results of validation by media experts got a very valid category, for the results of validation by material experts got a very valid category, and the responses obtained by 5 students in this study got a very decent category, and responses to 32 students got a very decent category. Based on the results of the acquisition, it was concluded that the water cycle diorama media in the content of science lessons for grade V elementary school was said to be very feasible to use. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyak siswa yang belum memahami materi siklus air pada pelajaran IPA, dikarenakan guru tidak menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan kurangnya pemahaman siswa terhadap materi siklus air muatan pelajaran IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media diorama siklus air sehingga memenuhi kriteria kelayakan untuk dapat diimplementasikan pada muatan pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) atau biasa disebut dengan pengembangan, dengan model 4D. Pada model 4D terdapat beberapa tahapan seperti, define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), disseminate (penyebarluasan). Proses pengumpulan data menggunakan hasil data deskriptif melalui angket. Data deskriptif tersebut didapatkan dari tanggapan dan saran oleh para ahli dan responden siswa kelas V. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Ciracas 11 Pagi. Penelitian ini dilakukan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. kelompok kecil terdiri dari 5 siswa Kelas V, sedangkan untuk kelompok besar terdiri dari 32 siswa kelas V. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa media diorama siklus air sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi siklus air pada muatan pelajaran IPA di kelas V SD. Hasil validasi oleh ahli media mendapat kategori sangat valid, untuk hasil validasi oleh ahli materi mendapat kategori sangat valid, dan respon yang didapatkan pada 5 siswa dalam penelitian ini mendapat kategori sangat layak, serta  respon kepada 32 siswa memperoleh kategori sangat layak. Berdasarkan hasil perolehan disimpulkan bahwa media diorama siklus air pada muatan pelajaran IPA untuk kelas V SD dikatakan sangat layak digunakan.
THE EFFECTIVENESS OF PROBLEM BASED LEARNING MODEL IN SCIENCE LEARNING ON CRITICAL THINKING SKILLS OF FIFTH GRADE STUDENTS Diah Anjani Putri; Zulfadewina
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5927

Abstract

The development of the times requires students to master 4 skills, one of the skills that must be mastered is Critical Thinking. The reality that occurs at SDN Dukuh 01 is that the critical thinking skills of grade V students are low. This research is to determine the effectiveness of Problem-Based Learning model in Science Learning on Critical Thinking Skills of 5th Grade Students at SDN Dukuh 01 in the even semester of the 2022/2023 school year. The research method used is quantitative with a research design of Non-equivalent Control Group Design. The total population in this study was 130 students, with a total sample of 52 students. The data collection technique in this study was to use a test instrument with 10 essay questions. Data analysis techniques using the normality test, homogeneity test, and t test. The Validity testing used the Pearson Colleration formula with eight valid and two invalid questions. The calculation of critical thinking skills data according to the indicators obtained the following average results: the experimental class of 83.25 and the control class of 64.74. It can be seen that the percentage results in the experimental class are higher than in the control class. Testing the analysis requirements, namely the normality and homogeneity tests using the SPSS 22.0 program obtained a value (sig.) > 0.05, which means that the data is normally distributed and homogeneous. The hypothesis testing used the independent sample t-test on SPSS 22.0, obtaining a value (sig.) 0.000; thus, Ha is accepted, and H0 is not accepted. It can be concluded that the use of the Problem-Based Learning model in science learning is effective on the critical thinking skills of five grader students at SDN Dukuh 01. Perkembangan zaman menuntut siswa untuk menguasai 4 keterampilan, salah satu keterampilan yang harus dikuasai adalah Berpikir Kritis. Realita yang terjadi di SDN Dukuh 01 keterampilan berpikir kritis siswa kelas V rendah. Studi ini bermaksud guna mengetahui efektivitas model problem based learning pada pembelajaran IPA akan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN Dukuh 01 pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Sistem penelitian yang dipergunakan ialah sistem kuantitatif menggunakan desain penelitian dan berbentuk nonequivalent control group design. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 130 peserta didik, dengan jumlah sampel sebanyak 52 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan instrument tes dengan 10 butir soal essay. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Pengujian validitas mempergunakan rumus Korelasi pearson sebanyak sepuluh butir soal esai dengan delapan soal valid dan dua soal tidak valid. Perhitungan data keterampilan berpikir kritis sesuai indikator diperoleh rerata hasil kelas eksperimen sejumlah 83,25 dan kelas kontrol berjumlah 64,74, maka tampak bila persentase kelas eksperimen di atas kelas kontrol.  Pengujian persyaratan analisis, yaitu uji normalitas dan homogenitas mempergunakan program SPSS 22.0 didapat nilai (sig.) > 0,05 yang berarti data berdistibusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis mempergunakan uji independent sample t-test pada SPSS 22.0 memperoleh nilai (sig.) 0,000, maka Ha diterima dan H0 tidak diterima. Hasil itu memberi simpulan bila pemakaian model problem based learning efektif terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA siswa kelas V SDNegeri Dukuh 01.
CONCEPTUALIZATION OF DECODABLE BOOKS BASED ON HUMAN SECURITY TO EARLY READER FOR STRENGTHENING OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE IN ELEMENTARY SCHOOL Sani Aryanto; Truly Wangsalegawa; Tri Alida Apriliana; Putri Ayuni Agustina; Meyke Erlianda; Meliyanti Meliyanti
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6390

Abstract

The purpose of this research is to provide a comprehensive picture of the development of decodable books based on human security in an effort to strengthen the Pancasila student profile for students in the Early Readers category in elementary schools (SD). The qualitative approach presented descriptively through library research shows several conceptual findings, such as: (1) Decodable Books Terminology; (2) Characteristics of Decodable Books for Early Readers Category (B1); (3) The Concept of Human Security in SD; (4) Internalization of Pancasila Student Profile Values in the Context of Developing Decodable Books in Elementary Schools The library research was carried out in a comprehensive manner by conducting a meta-analysis of several relevant previous studies, taking inventory of several theoretical studies from various sources, and supporting government policies related to the focus of this study. The results of the study show that book development is explicitly contained in BSKAP No. 030/P/2022 Concerning Guidelines for Leveled Books, although unfortunately this has not been comprehensively discussed. The results of this literature study produce propositions that can be followed up in other, more complex studies. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai pengembangan buku ramah cerna berbasis human security sebagai upaya penguatan Pancasila student profilepada siswa kategori Pembaca Awal di Sekolah Dasar (SD). Pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif melalui library research menunjukan beberapa temuan yang bersifat konseptual seperti: (1) Hakikat Buku Ramah Cerna; (2) Klasifikasi Buku Ramah Cerna dan Buku Berjenjang; (3) Karakteristik Buku Ramah Cerna untuk Kategori Pembaca Awal (B1); (4) Konsep Human Security di SD; (5) Internaliasi Nilai-Nilai Pancasila student profiledalam Konteks Pengembangan Buku Ramah Cerna di SD. Studi pustaka dilakukan secara komprehensif dengan melakukan metaanalisis pada beberapa penelitian terdahulu yang relevan dan inventarisasi pada beberapa kajian teori dari berbagai sumber serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung terkait fokus kajian ini. Hasil kajian menunjukan bahwa pengembangan buku secara eksplisit terdapat dalam BSKAP No. 030/P/2022 Tentang Pedoman Perjenjangan Buku, walaupun sayangnya belum dibahas secara komprehensif. Hasil studi pustaka ini menghasilkan proposisi yang dapat ditindaklanjuti pada penelitian lainnya yang lebih kompleks.
THE ROLE OF TEACHER IN THE DEVELOPMENT OF READING LITERACY Fransiska Jaiman Madu; Mariana Jediut
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6395

Abstract

The problem of low reading literacy in the Ruá Catholic Primary School (SDK) was the motivation for this study. The purpose of this study is to describe the role of teachers at SDK Ruá in the development of students' reading literacy. This type of research is qualitative, using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The techniques of data collection, data reduction, data presentation and inference (verification) developed by Miles and Huberman were used for data analysis. On the basis of the results of the study, the teachers at SDK Ruá have fulfilled their role and have played an important role in overcoming the main problem related to the low level of reading literacy. The efforts made are to get the pupils used to reading independently, to create a reading corner, to maximise learning by directing the formation of reading literacy, to provide non-text books that the pupils like, and to maximise the use of learning media. Based on the results of the study, it can be concluded that the teachers at SDK Ruá have performed their role optimally. This can be seen from the habits of the students and the physical evidence seen in the school regarding the procurement of books that the students like and the creation of a reading corner. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait rendahnya literasi membaca di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ruá. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru di SDK Ruá dalam mengembangkan literasi membaca siswa. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik yang dikembangkan Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan hasil penelitian, guru di SDK Ruá telah menjalankan perannya dan mengambil bagian penting dalam mengatasi masalah utama terkait rendahnya literasi membaca. Upaya yang dilakukan adalah membiasakan siswa untuk membaca secara mandiri, membuat pojok baca, memaksimalkan pembelajaran dengan mengarahkan pada pembentukan literasi membaca, pengadaan buku-buku nonteks yang disukai siswa, dan memaksimalkan penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru-guru di SDK Ruá telah menjalankan perannya dengan maksimal dan hal ini terlihat dari kebiasaan para siswa dan bukti fisik yang terlihat di sekolah terkait pengadaan buku-buku yang disukai siswa dan pembuatan pojok baca.
DEVELOPMENT OF ANIMATED VIDEOS TO ENHANCE STUDENTS MASTERY OF CONCEPTS IN THE SOLAR SYSTEM Anggi Ratna Sari; Atep Sujana; I. Isrok'atun
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6437

Abstract

The learning outcomes obtained by students are still far below the standard assessment criteria. It turns out that the factor causing this issue is the students' lack of understanding of concepts taught by the teacher. Therefore, concept comprehension is the foundation for achieving learning objectives. The purpose of writing this article is to create the development of animated video learning media to enhance students' concept comprehension abilities. This study adopts a quantitative approach, using the Research & Development (R&D) method with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects consist of 30 sixth-grade students, comprising 16 males and 14 females, from a public elementary school in Bogor Regency, West Java. The research instruments used include observation and questionnaires aimed at assessing the effectiveness of the animated video learning media, as well as tests to measure students' concept comprehension as a benchmark for the success of the animated video. The research findings indicate that 100% of the students experienced an increase in scores when they underwent a pretest-posttest assessment using the validated animated video, which obtained a 100% score from media experts and subject matter experts. This means that the animated video is highly suitable for use as a learning media for the solar system subject. Thus, animated videos are an excellent learning media when used in education, as they capture students' interest and enthusiasm in participating in the learning process. Hasil belajar yang diperoleh peserta didik masih jauh dari sebuah standar penilaian yang menjadi acuan. Ternyata hal yang menjadi faktor terjadinya permasalahan tersebut adalah karena peserta didik yang mengalami kurangnya pemahaman sebuah konsep dari suatu materi yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik. Maka pemahaman konsep adalah hal yang menjadi sebuah dasar di dalam mencapai sebuah tujuan pembelajaran. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menciptakan sebuah pengembangan media pembelajaran video animasi agar dapat meningkatkan terhadap kemampuan pemahaman konsep yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini menggunakan sebuah pendekatan kuantitatif. Dengan metodenya adalah Research & Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan subjek penelitian yaitu 30 peserta didik kelas VI yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan pada salah satu SD Negeri yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Instrumen penelitian ini dengan menggunakan observasi, angket yang khususnya bertujuan untuk dapat mengetahui keefektifan sebuah media pembelajaran video animasi tersebut dan tes agar dapat juga mengetahui pemahaman konsep peserta didik sebagai tolak ukur keberhasilan suatu video animasi tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 100% peserta didik mengalami peningkatan nilai ketika melaksanakan pretest – posttest dalam pembelajarannya menggunakan video animasi yang telah melalui tahap uji validasi kepada ahli media dan ahli materi mendapatkan skor 100% yang artinya video animasi sangat baik untuk digunakan sebagai media pembelajaran materi tata surya. Jadi, video animasi merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat baik apabila digunakan pada pembelajaran karena dengan  video animasi ini sangat menarik minat peserta didik untuk berantusias dalam mengikuti pembelajaran.
A STUDY OF NEEDS: VIRTUAL REALITY-BASED MODEL IN FOSTERING THE NATIONALISM CHARACTER IN PRIMARY SCHOOL Freddy Widya Ariesta; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6441

Abstract

In today's digital era, education faces challenges and opportunities to integrate technology in the learning process to provide a deeper and more meaningful experience for students. With this background, this study was conducted to investigate the level of nationalism of elementary school students and evaluate the potential and need for learning models based on Virtual Reality (VR). This research involved the participation of 203 students and 12 teachers from grades 4 to 6 in 10 elementary schools located in West Jakarta. Through a specially designed questionnaire, data is collected and then analyzed using quantitative methods. The results of the analysis show that only 48.7% of students show strong characteristics of nationalism, while the other 51.3% appear to lack these characteristics. Apart from that, from the educator side, as many as 84.7% of teachers expressed support and an urgent need for the adoption of VR-based learning models. Based on these findings, this research recommends the development and implementation of a VR-based learning model which aims to increase understanding and appreciation of nationalist values among students. It is hoped that through the integration of educational content with VR technology, students can experience a more immersive, interesting, and effective learning experience in building a sense of nationalism. Di era pendidikan saat ini, paradigma pembelajaran membutuhkan model yang menggabungkan teknologi untuk menciptakan kesempatan belajar yang signifikan bagi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana sifat-sifat nasionalis yang ditunjukkan oleh siswa sekolah dasar dan mengevaluasi perlunya model pembelajaran berdasarkan realitas virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melibatkan sampel 203 siswa dan 12 guru dari kelas 4-6 di sebuah sekolah dasar di Jakarta Barat. Penggunaan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, dengan menyajikan hasil dalam bentuk deskriptif persentase. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar kelas 4-6 relatif rendah, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan dari 203 partisipan. Data menunjukkan bahwa hanya 48,7% dari partisipan yang mempunyai karakter nasionalisme, sementara 51,3% sisanya yang terdiri dari 104 siswa belum memiliki karakter nasionalisme. Sehingga berdasarkan studi pendahuluan terkait dengan analisis kebutuhan penelitian tentang perlunya model pembelajaran berbasis virtual reality, sebagian besar guru di sekolah dasar, yaitu sekitar 84,7%, menyatakan perlunya model pembelajaran tersebut. Penelitian ini mengusulkan model pembelajaran berbasis virtual reality yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa melalui integrasi konten media virtual reality yang beragam, menarik dan memberikan pengalaman imersif. Tujuan akhirnya adalah untuk membangun rasa nasionalisme siswa di sekolah.
IMPLEMENTATION OF CHARACTER-BUILDING EDUCATION IN INCLUSIVE SCHOOLS Fitri Meliani; Sati Sati
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6497

Abstract

This study looks at how character education is practiced in inclusive schools, so that regular students and children with special needs (ABK) can learn together and respect each other. Children with special needs differ from ordinary pupils in their learning styles and modalities. Schools and teachers need to implement an approach so that regular students can tolerate ABK and ABK students can learn calmly without being bullied by regular students. The purpose of Permendiknas No. 70 of 2009 concerning Inclusive Education is to provide the greatest opportunity for all students to obtain quality education in accordance with their needs and abilities, regardless of whether they have intellectual potential or physical, emotional, mental, or social disorders. Child-friendly learning, empathy, learner-centered learning, and learning that matches children's learning needs are all characteristics of implementing inclusive character education in normal schools. Research data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis includes data reduction, data visualization, and conclusions. Using triangulation sources and triangulation procedures, the data are tested for validity. The findings show that teachers in the sixth grade of Sekolah Sibghah Akhlak Quran Bekasi teach character through learning, modeling, reinforcement, and habituation. The values of tolerance and compassion are prioritized by the teacher in the classroom. Teachers do so by explaining ideas, discussing moral dilemmas, telling a story, encouraging active learning, and using a collaborative approach. In addition, teachers encourage their students to interact with their peers who have special needs both inside and outside the classroom by providing role models, rewards, and special supervision. Penelitian ini melihat bagaimana pendidikan karakter yang dipraktikan di sekolah inklusi, agar siswa regular dan anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat belajar bersama dan saling menghormati. Anak-anak dengan kebutuhan khusus berbeda dari murid biasa dalam gaya belajar dan modalitas mereka. Sekolah dan guru perlu menerapkan pendekatan agar siswa regular bisa bertoleransi terhadap ABK dan siswa ABK dapat belajar dengan tenang tanpa mendapat perlakuan bullying dari siswa regular. Tujuan Permendiknas No. 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif adalah memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada seluruh peserta didik untuk memperoleh pendidikan berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, terlepas dari apakah mereka memiliki potensi intelektual atau gangguan fisik, emosional, mental, atau sosial. Pembelajaran ramah anak, empati, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak adalah semua karakteristik dari penerapan pendidikan karakter inklusif di sekolah normal. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan. Menggunakan sumber triangulasi dan prosedur triangulasi, data diuji validitasnya. Temuan menunjukkan bahwa guru-guru di kelas enam Sekolah Sibghah Akhlak Quran Bekasi mengajarkan karakter melalui pembelajaran, pemodelan, penguatan, dan pembiasaan. Nilai-nilai toleransi dan kasih sayang diprioritaskan oleh guru di kelas. Guru melakukannya dengan menjelaskan ide, mendiskusikan dilema moral, menceritakan sebuah kisah, mendorong pembelajaran aktif, dan menggunakan pendekatan kolaboratif. Selain itu, guru mendorong murid-muridnya untuk berinteraksi dengan rekan-rekan mereka yang memiliki kebutuhan khusus baik di dalam maupun di luar kelas dengan memberikan panutan, penghargaan, dan pengawasan khusus.
THE EFFECTIVENESS OF DEVELOPING SCIENCE E-MODULES BASED PROJECT-BASED LEARNING TO IMPROVE THE COMMUNICATION SKILLS OF GRADE 5th STUDENTS Asriani Asriani; Retno Triwoelandari; Hambari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6502

Abstract

21st century teachers are required to be able to integrate information and communication technology (ICT) in the learning process. In addition, teachers must be able to equip students with skills needed in the 21st century, one of which is communication skills. Science as a subject studied since elementary school is related to communication skills.  Therefore, this study aims to develop a project-based learning science learning e-module to improve the communication skills of grade 5 elementary school/ MI students. In addition, this study is focused on knowing the development process, feasibility and effectiveness in improving students' communication skills. The development of the e-module is carried out using the Research and Development (R&D) 4D model and data collection was carried out through interviews, observations and questionnaires. Meanwhile, data analysis was carried out by measuring the validity of the e-module by material experts, linguists and media experts while to determine the effectiveness of normality, homogeneity and hypothesis tests of independent samples t-test.  Based on the overall feasibility test results, a score of 81.9% was obtained, which means that the e-modules that have been developed are very valid and suitable for use in science learning. In addition, the effectiveness test was carried out using the SPSS FOR Windows 26 application from posttest and pretest data in the control class and experimental class, obtained Sig. (2-Tailed) results of 0.001 or less than 0.05 which means there is a significant difference. Thus, it can be concluded that the project-based learning e-module of science learning is declared effective for improving students' communication skills. Keywords: Effectiveness, Development, E-module, Communication Skills. Guru abad 21 didituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21, salah satunya keterampilan komunikasi. IPA sebagai mata pelajaran yang dipelajari sejak SD berkaitan dengan keterampilan komunikasi.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa kelas 5 SD/MI. Selain itu, penelitian ini difokuskan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan dan keefektifannya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Pengembangan e-modul dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta angket. Adapun, analisis data dilakukan dengan mengukur validitas e-modul oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media sedangkan untuk mengetahui efektivitas dilakukan uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis independent samples t-test.  Berdasarkan hasil uji kelayakan secara keseluruhan diperoleh skor 81,9% yang berarti e-modul yang telah dikembangkan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Selain itu, uji efektivitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS FOR Windows 26 dari data posttest dan pretest di kelas kontrol dan kelas eksperimen, didapatkan hasil Sig.(2-Tailed) 0,001 atau kurang dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
DEVELOPMENT OF PROJECT-BASED LEARNING SCIENCE E-MODULE TO IMPROVE COLLABORATION SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Retno Triwoelandari; Ega Widya Handayani; Suyud Arif
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6611

Abstract

The need for 4C competencies in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 is driving this research. Indonesia's low ranking in the PISA science category, placing 71st out of 80 countries, emphasizes the urgency of this study. Education has introduced 21st-century learning to meet these demands. In the science learning process, effective collaboration skills are crucial and require teachers to use suitable learning models. However, there is a shortage of relevant teaching materials, especially at the basic education level, in this digital era. This research aims to develop an effective project-based learning e-module that enhances collaboration skills in fifth-grade students. The development method follows the 4D model by Thiagarajan, involving the Define, Design, Development, and Dissemination stages. The research uses interviews, questionnaires, and observations as instruments. The results validate the project-based learning e-module for science, with media expert validation at 87%, linguist validation at 79%, and material expert validation at 80%. Moreover, student responses to individual, small group, and large group tests were 88%, 80%, and 83%, respectively. Using the independent sample t-test in SPSS 26 for Windows, quantitative analysis demonstrates a significant average difference in final observation scores between the experimental and control groups, with a difference of 2.381. This outcome yields a two-tailed p-value of 0.000 from the respondents in both groups. In conclusion, the use of e-modules in learning effectively improves students' collaboration skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kompetensi 4C yang penting di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Rendahnya peringkat Indonesia pada hasil PISA kategori sains, berada di peringkat 71 dari 80 negara, menambah urgensi dari penelitian ini. Dalam upaya memenuhi tuntutan tersebut, pendidikan telah beradaptasi dengan memperkenalkan pembelajaran abad 21. Keterampilan kolaborasi yang baik diperlukan dalam proses penemuan pada pembelajaran IPA, hal ini menjadi tuntutan bagi para guru dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, di era digital ini, terutama pada tingkat pendidikan dasar, masih terdapat kekurangan dalam ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning yang meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas 5 SD secara efektif. Metode pengembangannya menggunakan model 4D dari Thiagarajan, yaitu Define, Design, Development, dan Dissemination. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning ini valid dengan hasil validasi ahli media sebesar 87%, validasi ahli bahasa 79%, dan validasi ahli materi 80%. Selain itu, respons siswa pada uji perorangan sebesar 88%, uji kelompok kecil 80%, dan uji kelompok besar 83%. Analisis kuantitatif dengan uji Independent Sample T-Test menggunakan SPSS 26 for Windows menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil observasi akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 2,381. Hasil ini diperoleh dari responden kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan p-value sig (2-tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran telah meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.

Page 3 of 4 | Total Record : 32