cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 153 Documents
Penerapan Distraksi Mendengarkan Musik Klasik untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Klavikula di Pada Ny. T Ambang Sulisyo Nugroho; Rusminah Rusminah; Wahyu Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.11 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita yang mengalami fraktur biasanya merasakan nyeri. Penatalaksanaan secara nonfarmakologi yang diterapkan yaitu teknik distraksi sesuai dengan SOP pada Ny. T di Ruang Edelweis RS TK. II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Tujuan : Menggambarkan penerapan distraksi mendengarkan musik klasik untuk mengatasi nyeri pada Ny. T yang mengalami nyeri fraktur klavikula. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan seseorang perempuan usia 26 tahun dengan nyeri fraktur klavikula. Instrumen adalah SOP distraksi mendengarkan musik klasik. Hasil : Tindakan distraksi mendengarkan musik klasik dilakukan 2x7 jam selama 10 menit, Ny. T kooperatif, hari pertama menyatakan masih nyeri, setelah dilakukan tindakan hari kedua Ny. T mengatakan nyeri berkurang, lebih nyaman dan tampak rileks. Simpulan : Menunjukan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah menjadi skala nyeri 3, pasien menjadi tenang dan tampak rileks.
Pengetahuan Ibu yang Memiliki Balita Tentang Peran dan Fungsi Posyandu Terhadap Motivasi Kunjungan di Posyandu Wahyu Tri Astuti; Nurul Hidayah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.794 KB)

Abstract

Latar belakang : Masyarakat dengan bimbingan dari petugas kesehatan setempat. Berdasarkan data dari sekretaris kementrian koordinator kesejahteraan rakyat adanya kejadian luar biasa (KLB) pada akhir tahun 2000 seperti penyakit Polio, KEP, Gizi buruk dan lain-lain yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia banyak disebabkan karena kurangnya pemberdayaan memanfaatkan posyandu, padahal dari segi APBN tahun 2006, untuk anggaran kegiatan Posyandu nasional sebesar 491,6 milyar. Pemberdayaan adalah upaya peningkatan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi aktif, berperan aktif, bernegosiasi, mempengaruhi dan mengendalikan kelembagaan masyarakatnya secara bertanggung gugat demi perbaikan kehidupannya. Tujuan : mendiskripsikan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita peran dan fungsi posyandu terhadap motivasi kunjungan di posyandu Dusun Sucen Desa Secang Lor Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Desain penelitian : Deskriptif. Sampel : sebanyak 23 responden. Hasil penelitian : pengetahuan baik tentang peran dan fungsi posyandu sebanyak 20 responden (62,5%), motivasi kunjungan yang tinggi yaitu sebanyak 3 responden (81,2%) dan pengetahuan baik motivasi kunjungan tinggi yaitu 19 responden (59,3%). Simpulan : Tingkat pengetahuan responden tentang peran dan fungsi Posyandu termasuk dalam kategori baik, motivasi kunjungan responden diposyandu dalam kategori tinggi, dan tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita tentang peran dan fungsi posyandu baik, motivasi kunjungan termasuk dalam kategori tinggi.
Kualitas Kebutuhan Nutrisi Terhadap Status Gizi Usia Lanjut Lis Nurhayati; Rumiyati Rumiyati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.712 KB)

Abstract

Latar Belakang : Upaya pemerintah dalam bidang kesehatan mampu meningkatkan umur harapan hidup, hal tersebut mengakibatkan jumlah usia lanjut bertambah. Tahun 2000 jumlah usia lanjut di Indonesia mencapai 15,8 juta jiwa (7,6%) dan diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 28,28 juta jiwa (11,34%) dari total penduduk berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia per provinsi tahun 2000. Proses menua mempengaruhi masuknya zat gizi kedalam tubuh, salah satu upaya agar kualitas hidup usia lanjut tetap baik dengan mempertahankan status gizinya untuk tetap optimal. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas kebutuhan nutrisi dengan status gizi pada usia lanjut. Metode : Populasi dalam penelitian ini adalah usia lanjut berjumlah 22 orang yang ada di Dusun Kuwang Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Sampel penelitian adalah seluruh total sampel dengan teknik consecutive sampling. Hasil : Hasil analisis Chi square diperoleh hasil x2 = 14,842 dengan probabilitas 0,005 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas kebutuhan nutrisi dengan status gizi di Dusun Kuwang Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang. Simpulan Ada hubungan antara kualitas kebutuhan nutrisi dengan status gizi usia lanjut.
Penerapan Senam Nifas Pada Ny. E terhadap Penurunan Tinggi Fundus Uteri untuk Mencegah Risiko Perdarahan Windy Mega Tjipta Yudha Pradany; Evy Tri Susanti; Emah Marhamah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.398 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas. Salah satu asuhan untuk memaksimalkan kontraksi uterus pada masa nifas. Penatalaksanaan secara non farmakologis yang di terapkan yaitu teknik senam nifas pada Ny. E di ruang angrek Rs Tk II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Teknik senam nifas dapat diajarkan untuk memaksimalkan senam nifas, guna mempercepat proses involusi uteri. Tujuan : Penulis bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan keadaan ibu, memperlancar pengeluaran lochea dan mempercepat proses involusi uterus dan pemulihan alat kandungan. Metode : Menggunakan asuhan keperawatan dengan studi kasus. Partisipan adalah Ny. E dengan post partum normal yang mengalami resiko perdarahan. Instrument adalah SOP tehnik senam nifas. Hasil : Menunjukkan bahwa setelah dilakukan senam nifas perdarahan mulai berkurang dan tinggi fundus uteri kembali normal. Simpulan : Tinggi fundus uterus sebelum melakukan senam nifas setinggi pusat, setelah melakukan senam nifas selama 2x7 jam menjadi 2 jari dibawah tali pusat.
Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid Evy Tri Susanti; Nurul Kholifah; Ika Pusphita
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.042 KB)

Abstract

Latar belakang : Upaya peningkatan status kesehatan melalui pencegahan tetanus neonaturum telah dilaksanakan berjenjang mulai dari pemberian imunisasi DPT pada bayi, pada anak sekolah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah dan pada Wanita Usia Subur termasuk calon pengantin dan ibu hamil yang bertujuan untuk melindungi ibu juga memberikan kekebalan pasif dari ibu ke anak. Tetanus neonaturum dapat dicegah melalui pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) serta perawatan tali pusat yang memenuhi syarat kesehatan. Imunisasi TT seharusnya diperoleh WUS sebanyak lima kali, namun kenyataannya masih belum optimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor perilaku manusia yang ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi masyarakat disamping kesediaan lingkungan fisik dan fasilitas kesehatan. Tujuan : mengetahui tingkat pengetahuan WUS tentang imunisasi TT. Metode : studi survey yang dilakukan pada WUS di Dusun Ngadigunung Desa Windusari Kabupaten Magelang. Hasil : Responden sejumlah 60 orang didapatkan hasil pengetahuan WUS tentang pengertian imunisasi TT yang pengetahuan kurang sejumlah 51,7%. Pengetahuan tentang tujuan pemberian imunisasi TT, yang pengetahuan kurang sebesar 5%. Pengetahuan tentang sasaran didapatkan pengetahuan kurang 60,1%. Pengetahuan tentang jadwal pemberian imunisasi TT yang pengetahuan kurang 40%. Pengetahuan tentang cara pemberian imunisasi didapatkan 26,7% pengetahuan kurang. Pengetahuan tentang efek samping imunisasi TT didapatkan 43,4% pengetahuan kurang. Simpulan: Tingkat pengetahuan WUS tentang imunisasi TT di Dusun Ngadigunung Desa Windusari yang memiliki pengetahuan baik 20%, pengetahuan cukup 41,6% dan pengetahuan kurang 38,4%.
Efek Samping Kontrasepsi Suntik Depo Medroxy Progesterone Asetat (DMPA) dan Cyclofem pada Akseptor KB Suntik Rusminah Rusminah; Evy Tri Susanti; Dwi Yuliyanti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.941 KB)

Abstract

Latar belakang : Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kelahiran. Metode KB yang dapat digunakan berupa metode sederhana seperti kondom, spermiside, coitus interuptus, pantang berkala. Metode efektif seperti hormonal, mekanis dan KB darurat. Jenis kontrasepsi yang menjadi pilihan ibu adalah kontrasepsi suntik dikarenakan aman, efektif, tidak mengganggu proses laktasi, tidak mengganggu hubungan seksual dan murah. Kontrasepsi suntik ada dua jenis yaitu Depo Medroxy Progesteron Asetat (DMPA) yang diberikan setiap tiga bulan dan Cyclofem yang diberikan setiap satu bulan. Kontrasepsi suntik mempunyai efek samping perdarahan tidak menentu, amenore, peningkatan berat badan, mual, gelisah, sakit kepala dan nyeri payudara ringan. Tujuan : mengetahui gambaran efek samping kontrasepsi suntik DMPA dan Cyclofem. Metode : deskriptif untuk mendapat gambaran efek samping kontrasepsi suntik pada kurun waktu tertentu dengan metode cross sectional di Dusun Klangon dan Dusun Kiyudan Desa Sawangan Kabupaten Magelang. Hasil : Responden sejumlah 47 akseptor KB yang terdiri dari 30 akseptor kontrasepsi suntik DMPA dan 17 akseptor Cyclofem. Efek samping yang dialami akseptor DMPA sejumlah 100% mengalami perubahan pola menstruasi, 66,7% terjadi peningkatan berat badan, 40% mengalami depresi. Efek samping yang dialami akseptor Cyclofem sejumlah 41,2% mengalami mual dan gelisah, 64,7% mengalami sakit kepala dan 64,7% mengalami nyeri payudara ringan. Simpulan : Efek samping kontrasepsi suntik DMPA 100% mengalami perubahan menstruasi, 66,7% terjadi peningkatan berat badan, 40% mengalami depresi. Efek samping kontrasepsi suntik Cyclofem 41,2% mengalami mual dan gelisah, 64,7% mengalami sakit kepala, 64,7% mengalami nyeri payudara ringan.
Tindakan Keperawatan Melatih Cara Makan pada Tn. Y dengan Masalah Defisit Perawatan Diri Makan Irma Nafiyati; Is Susilaningsih; Syamsudin Syamsudin
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.577 KB)

Abstract

Latar Belakang: defisit perawatan diri makan adalah hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas makan. Hal ini sangat berpengaruh pada aktivitas fisik yang dilakukan dan perubahan pola pikir terhadap kebiasaan makan, sehingga timbul berbagai gejala yang menunjukkan seseorang dikatakan defisit perawatan diri makan. Tujuan : Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian adalah menggambarkan tentang latihan cara makan yang benar dalam meningkatkan kemandirian pada Tn. Y dengan defisit perawatan diri makan. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15-30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.
Penerapan Water Tepid Sponge (Wts) untuk Mengatasi Demam Tipoid Abdominalis pada An. Z Puji Astuti; Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.793 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tipoid abdominalis adalah suatu penyakit infeksi yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman Salmonella typhoid, penyakit tipoid abdominalis biasanya menyerang saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari seminggu. WTS merupakan kombinasi teknik blok dengan seka. Teknik ini menggunakan kompres blok tidak hanya di satu tempat saja, melainkan langsung dibeberapa tempat yang memiliki pembuluh darah besar. Tujuan : menggambarkan penerapan WTS pada An. Z yang mengalami demam pada tipoid abdominalis. Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus, partisipan adalah 1 orang anak yang menderita tipoid abdominalis. Hasil :Tindakan yang di lakukan selama 2x20 menit, anak kooperatif,tetapi suhu belum turun kemudian dilakukan kompres ulang suhu turun menjadi 37’6oC. Simpulan : Kompres WTS efektif menurunkan demam pada pasien tipoid abdominalis dari 39oC menjadi 37’6oC. Terjadi penurunan sebesar 1’4oC.
Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Hipertensi Syamsudin Syamsudin; Pradna Yusmabifarhad
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.53 KB)

Abstract

Latar belakang : Hipertensi ini disebabkan berbagai faktor yang saling berkaitan. Hipertensi sekunder disebabkan oleh faktor primer yang diketahui yaitu seperti kerusakan ginjal, gangguan obat tertentu, stres akut, kerusakan vaskuler dan lain-lain. Adapun penyebab paling umum pada penderita hipertensi maligna adalah hipertensi yang tidak terobati. Faktor yang dapat dimodifikasi meliputi stres, obesitas dan nutrisi, untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Desa Soropadan kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi. Metode : deskriptif dengan rancangan penelitian survey karena mengumpulkan informasi dari pengetahuan seseorang dengan cara Tanya jawab dengan penyebaran kuesioner melalui surat. Publikasi ini pada seluruh lansia yang mengalami hipertensi di Dusun Soropadan Kec. Pringsurat Kab.Temanggung yang berjumlah 30 orang. Masing-masing lansia diberi lembar angket atau kuesioner yang berupa daftar pertanyaan tertutup yang telah disusun dengan jumlah pertanyaan 20 untuk mengukur pengetahuan dengan alternative jawaban “B” dan “S” jika jawaban benar diberi nilai 1 dan jika salah diberi nilai 0. Hasil : Hasil publikasi ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Dusun Krajan Desa Soropadan, termasuk dalam kategori baik, karena di dapatkan hasil tingkat pengetahuan tentang pengertian hipertensi cukup (73.3%), penyebab hipertensi baik(79%), komplikasi hipertensi cukup (72.1%), penatalaksanaan hipertensi baik (84.2%).
Perilaku Siswi Kelas X dalam Mengatasi Disminorhea di SMA Negeri I Salaman Kabupaten Magelang Is Susilaningsih; Emah Marhamah; Cahaya Sulistyaningrum
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.773 KB)

Abstract

Latar belakang : Gangguan disminorhea adalah masalah yang banyak dialami oleh kaum perempuan. Dismonorhea dapat terjadi pada remaja, masa reproduksi maupun pada masa klimakterium, dan ini sering mengganggu kegiatan sehari-hari seperti sekolah, pekerjaan, dan pekerjaan rumah tangga sehingga untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan pertolongan dokter atau tenaga kesehatan yang lainnya. Kurangnya pengetahuan tentang reproduksi khususnya menstruasi pada remaja putri dapat berdampak terhadap sikap remaja putri dalam mengatasi disminorhea. Banyak perilaku yang dilakukan jika rasa sakit akibat menstruasi datang. Tujuan : Mengetahui Perilaku Siswi Kelas X dalam mengtasi Disminorhea di SMA Negeri I Salaman Kabupaten Magelang. Metode : Studi Survey yang dilakukan pada siswi kelas X di SMA Negeri I Salaman Kabupaten Magelang. Hasil : Siswi kelas X sejumlah 22 orang didapatkan hasil pengetahuan responden jika rasa nyeri akibat disminorhea datang sering mengusap perut sejumlah 23%. Pengetahuan tentang melakukan kompres perut untuk mengatasi disminorhea sejumlah 9%. Pengetahuan tentang meminum teh jika rasa nyeri akibat disminorhea datang sejumlah 23%. Pengetahuan tentang pengalihan perhatian jika rasa nyeri disminorhea datang sejumlah 18%. Pengetahuan tentang meminum obat untuk mengurangi rasa nyeri sejumlah 27%. Pengetahuan tentang konsultasi dengan ahli sebanyak 0%. Simpulan : Penanganan siswi kelas x dalam mengatasi disminorhea di SMA N I Salaman yaitu penanganan yang baik sebesar 27 % meminum obat untuk mengurangi rasa, dan penanganan yang kurang sebesar 0 % mengkonsultasikan rasa nyeri akibat disminorhea.

Page 3 of 16 | Total Record : 153