cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 153 Documents
Penerapan Prosedur Senam Kaki Diabetes untuk Meminimalkan Komplikasi Neuropati Perifer pada Ny. I dengan Diabetes Mellitus Lia Anggraini; Syamsudin` Syamsudin; Siswanto Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.589 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik hiperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat (Brunner dan Suddart, 2001). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah merekapitulasi data kasus baru penyakit tidak menular yang dilaporkan secara keseluruhan pada tahun 2015 bahwa kasus Diabetes Mellitus menempati urutan kedua setelah hipertensi dengan jumlah 18,33%. Tujuan : mengetahui penerapan prosedur senam kaki diabetes untuk mengatasi masalah ketidakefektifan perfusi jaringan perifer kaki karena adanya neuropati perifer. Metode : Penelitian deskriptif kualitatif. Sampel 1 responden. Hasil : Setelah dilakukan latihan senam kaki selama 3 hari sebanyak 3 kali latihan dalam sehari dengan lama waktu latihan 15- 30 menit menunjukkan tingkat sensitivitas kaki dari 4 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan menjadi 3 lokasi yang tidak mampu merasakan getaran pada saat pemeriksaan. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar yaitu terjadinya peningkatan tingkat sensitivitas kaki dari angka 4 menjadi angka 3 setelah dilakukan pemberian senam kaki diabetes sebanyak 3 kali dalam sehari dengan lama latihan 20-30 menit selama 3 hari.
Tindakan Keperawatan Melatih Teknik Range of Motion Pasif untuk Menurunkan Hambatan Mobilitas Fisik Pada Ny. S dengan Stroke Non-Hemoragik Siswanto Siswanto; Malikhaturrofi’ah Al Mahfudhoh
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.308 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita stroke dapat mengalami kesulitan saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi gerak, sehingga kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Latihan gerak mempercepat penyembuhan pasien stroke, karena akan mempengaruhi sensasi gerak di otak. meningkatkan kekuatan otot perlu dilakukan latihan mobilisasi atau rehabilitasi, yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi neurologis dan mencegah terjadinya kontraktur atau kekakuan otot dengan teknik Range Of Motion (ROM). Tujuan : mengetahui penerapan teknik Range Of Motion (ROM) dalam mengatasi hambatan mobilitas fisik pasien stroke non hemoragik. Metode : Penelitian deskriptif. Sampel 1 responden, Subyek adalah Ny. S, umur 62 tahun, mengalami kelemahan pada lengan kanan dan kaki sebelah kanan sejak 1 hari. Hasil : tindakan Range Of Motion (ROM) pasif dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari dengan bantuan perawat ataupun mandiri, namun Ny. S belum mampu mengangkat lengan dan kaki kanannya. Kekuatan otot pada lengan kanan Ny. S masih skala 2 dan kekuatan otot kaki kanan masih skala 2, jadi belum ada perubahan selama 3 hari dilakukan tindakan. Simpulan : tindakan Range Of Motion (ROM) pasif belum terbukti efektif karena membuktikan bahwa dengan tidak adanya hasil yang dicapai atau belum ada perubahan, kekuatan otot Ny. S masih sama dengan saat sebelum dilakukan teknik Range Of Motion (ROM) pasif.
Breast Care untuk Mengatasi Menyusui Inefektif Post Partum Malichatun Nisak; Evy Tri Susanti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.661 KB)

Abstract

Latar Belakang : Breast care merupakan upaya untuk merangsang sekresi hormon oksitosin untuk menghasilkan ASI sedini mungkin dan memegang peran penting untuk menghadapi masalah menyusui. Teknik pemijatan dan rangsangan pada putting susu yang dilakukan pada breast care merupakan latihan semacam efek hisapan bayi sebagai pemicu mengeluarkan ASI. Sebagai ibu yang menyusui bayinya, perawatan payudara dan putting susu merupakan suatu hal yang sangat penting, breast care yang tidak benar menyebabkan payudara bengkak penuh dan putting pecah yang akan menjadi penyulit dalam proses menyusui, bila putting menjadi pecah-pecah proses menyusui ditangguhkan sampai putting tersebut sembuh. Tujuan : Menggambarkan penerapan Breast Care Untuk Mengatasi Menyusui Inefektif Post Partum pada Ny. T. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus, dilakukan pada Ny. S yang mempunyai masalah menyusui inefektif dengan ciri-ciri payudara merah dan kencang dan nyeri. Hasil : Breast Care dilakukan di Ruang Anggrek RS TK.II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang, selama 3 hari, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Simpulan : Setelah dilakukan tindakan breast care Ny. S mengalami payudara sudah tampak pengosongan, sudah tidak tampak kemerahan, bayi menyusu kuat pada putting ibu, nyeri berkurang.
Pemberian Pendidikan Kesehatan Terapi Zink untuk Mengurangi Frekuensi Diare Anastasia Inez Putri Wijayanti; Wahyu Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.808 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diare adalah suatu kondisi di mana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan frekuensi buang air besar, yaitu memberikan terapi Zink dengan dosis terapi yang sudah ditetapkan. Zink adalah suatu komponen dari beberapa sistem enzim yang berfungsi di dalam sintesa protein, transport karbondioksida dan di dalam proses penggunaan vitamin A serta memberikan efek positif terhadap penyembuhan diare dan pertumbuhan anak. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian pendidikan kesehatan terapi Zink pada An. M untuk mengurangi frekuensi diare. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Subyek penelitian ini adalah An. M, dengan jenis kelamin laki-laki, berusia 5 tahun, buang air besar cair 10 kali, demam tak kunjung turun. Hasil : memberikan pendidikan kesehatan terapi Zink selama 15 menit, respon An. M dan ibu kooperatif. Simpulan : diare An. M mulai berkurang, tidak tampak haus, nafsu makan bertambah menghabiskan 1/2 porsi makan, buang air besar 2 kali dalam sehari.
Penerapan Strategi Pelaksanaan: Teknik Menghardik pada Ny.T dengan Masalah Halusinasi Pendengaran Is Susilaningsih; Alfiana Ainun Nisa; Nurul Khamaril Astia
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.25 KB)

Abstract

Latar belakang: Halusinasi merupakan suatu bentuk persepsi atau pengalaman indera yang tidak terdapat stimulasi terhadap reseptornya. Dimana hilangnya suatu kemampuan individu dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Sekitar 70% halusinasi yang dialami adalah halusinasi pendengaran, 20% halusinasi penglihatan, dan 10% adalah halusinasi penghidu, pengecapan dan perabaan. Tujuan: Menggambarkan tentang penerapan strategi pelaksanaan teknik menghardik untuk meningkatkan kemampuan Ny.T untuk mengendalikan halusinasi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian studi kasus tentang penerapan strategi pelaksanaan: teknik menghardik pada Ny.T dengan masalah gangguan persepsi sensori. Hasil: Ny.T melakukan teknik menghardik dengan meminta Ny.T untuk mendemonstrasikannya. Ny.T mampu mendemonstrasikan dengan benar. Kemudian penulis memberi reinforcement dengan mengacungkan jempol dan mengatakan “bagus sekali Bu, Bu.T sudah bisa melakukan teknik menghardik dengan benar”. Simpulan: Keberhasilan pencapaian hasil yang maksimal ini didukung oleh beberapa faktor, seperti faktor internal yaitu pendidikan, umur dan motivasi memudahkan Ny.T menyerap pengetahuan mengenai cara mengontrol halusinasi dengan teknik menghardik.
Penerapan Perawatan Luka Pasca Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Klavikula Hari Ke-2 Arviyani Arviyani; Rusminah Rusminah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.8 KB)

Abstract

Latar Belakang : Open Reduction Internal Fixation (ORIF) merupakan suatu tindakan pembedahan untuk memanipulasi fragmen-fragmen tulang yang patah atau kembali ke letak asalnya. Internal fiksasi melibatkan penggunaan plat, skup, paku maupun suatu intramedullary (IM) dalam posisisnya sampai penyembuhan tulang yang solid terjadi. Penanganan pasca ORIF klavikula hari ke-2 terdapat luka jahit yang harus mendapatkan tindakan dengan prinsip steril, bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Prinsip utama dalam manajemen perawatan luka pasca ORIF adalah pengendalian infeksi, karena menghambat proses penyembuhan luka yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas bertambah besar. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian perawatan luka pada Ny. T yang mengalami risiko infeksi dengan diagnosa medis pasca ORIF. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan Ny. T, berusia 26 tahun, dengan diagnosa medis Fraktur klavikula masuk rumah sakit. Hasil : Implementasi dilakukan untuk mengatasi masalah risiko infeksi memonitor tanda dan gejala infeksi, menginspeksi kondisi insisi bedah, memberikan perawatan luka dan ganti balutan dengan mempertahankan teknik steril dan memberikan terapi Ceftriaxone 10 mg. Simpulan : Menunjukkan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah menjadi skala nyeri 3, pasien menjadi tenang dan tampak rileks.
Penerapan Kegiatan Menjahit Pada Tn. J dengan Masalah Harga Diri Rendah Ita Setiyawati; Is Susilaningsih
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.981 KB)

Abstract

Latar Belakang : Harga diri rendah adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan dalam penilaian terhadap dirinya sendiri dan kemampuan yang dimiliki. Seseorang yang mengalami harga diri rendah sering mengungkapkan ketidakmampuan dan meminta bantuan orang lain dan mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu, tampak tergantung pada orang lain, tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan, wajah tampak murung. Latihan kegiatan menjahit adalah menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum dan benang. Tujuan : Menggambarkan penerapan penerapan kegiatan menjahit untuk meningkatkan harga diri rendah pada Tn.J. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Partisipan seseorang laki-laki, merasa tidak mampu bekerja lagi, Tn.J merasa malu dengan teman-temannya karena tidak sepintar dengan teman- temannya. Hasil : Mendiskusikan SP 1 dengan mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki, perawat menanyakan kemampuan apa saja yang Tn. J miliki, kemudian menjawab dengan ragu-ragu kemampuan yang dimiliki meliputi merapikan tempat tidur, menyapu, melipat baju dan menjahit. Pada saat diskusi terlihat tidak ada kontak mata, dilanjutkan dengan memilih/menentukan kemampuan yang akan dilatih. Tn. J memilih kegiatan yang masih bisa dilakukan yaitu menjahit. Simpulan : Evaluasi pertemuan keempat Tn.J tidak ragu-ragu, suara jelas, kontak mata bisa dipertahankan, tidak menunduk dan tidak murung lagi. Mampu melakukan kegiatan menjahit secara mandiri, dan memasukkan kegiatan ke jadwal harian secara mandiri.
Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas pada Pasien Brokopneumonia Wahyu Tri Astuti; Emah `` Marhamah; Nasihatut Diniyah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.672 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah peradangan parenkim paru yang mengakibatkan tersumbatnya alveolus dan bronkeolus oleh eksudat, ditandai batuk produktif atau nonproduktif, ronkhi, nyeri dada, retraksi dinding dada, pernapasan cuping hidung, sianosis dan demam, dapat diatasi dengan pemberian terapi inhalasi nebulizer. Presentase bronkopneumonia 30% dari seluruh angka kejadian penyakit anak di ruang Flamboyan RS TK. II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Tujuan : Menggambarkan penerapan terapi inhalasi nebulizer pada An. A untuk mengatasi kebersihan jalan nafas pada bronkopneumonia. Metode: Penelitian penulisan publikasi ilmiah ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek adalah anak usia 3 tahun, dengan batuk produktif pada bronkopneumonia tanpa komplikasi, frekuensi napas 43 kali/menit, ronkhi. Penelitian dilakukan di Ruang Flamboyan. Hasil : Tindakan nebuliser dilakukan selama 3 x 24 jam, anak dan keluarga awalnya tidak kooperatif, anak sering melepas sungkup nebul dan sering menangis, setelah 1 kali tindakan anak kooepratif dalam tindakan. Simpulan: Sebelum pemberian terapi nebulizer dengan NaCl 1 cc + Ventolin 1 cc + Bisolvon 10 tetes, frekuensi pernapasan 43 kali/menit, batuk terus-menerus, pernapasan cuping hidung, ronkhi, setelah dilakukan terapi, frekuensi pernapasan menjadi 26 kali/menit, batuk berkurang, napas normal.
Penerapan Teknik Batuk Efektif Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas pada Tn. M dengan Tuberkulosis Siti Fatimah; Syamsudin Syamsudin
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.526 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) ditularkan ketika seorang penderita penyakit paru aktif mengeluarkan organisme. Individu yang rentan menghirup droplet dan menjadi terinfeksi. Bakteria ditransmisikan ke alveoli dan memperbanyak diri. Reaksi inflamasi menghasilkan eksudat di alveoli dan bronco pneumonia, granuloma, dan jaringan fibrosa. Latihan batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret atau benda asing di jalan napas. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian teknik batuk efektif pada kasus bersihan jalan napas pada Tn. M dengan tuberkulosis. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara trestuktur dan rollplay pada pasien atau keluarga, observasi dengan memantau keadaan pasien, pemeriksaan fisik, diagnostik, pemeriksaan penunjang dan pengukuran yang dapat dikenakan pada subjek studi kasus. Hasil : Tindakan batuk efektif dilakukan dua kali sehari dengan bantuan keluarga ataupun mandiri, dan auskultasi didapatkan hasil suara ronkhi masih terdengar tetapi hanya di sebelah kanan saja dan sudah berkurang dari hari sebelum dilakukan tindakan batuk efektif pada Tn. M. Simpulan : pasien mengatakan merasa lega karena dahak dapat dikeluarakan dengan mudah setelah dilakukan batuk efektif, masih terdengar suara ronkhi di paru sebelah kanan, pasien tampak lebih nyaman, ekspresi tampak lebih segar, respirasi 25 x/menit.
Kepatuhan Minum Obat Klien Hipertensi di Keluarga Syamsudin Syamsudin; Ika Septia Handayani
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.331 KB)

Abstract

Latar Belakang : Insidensi hipertensi mayoritas adalah hipertensi essensial yang penatalaksanaan peerawatannya sangat tergantung pada obat-obat anti hipertensi sehingga faktor kepatuhan minum merupakan perilaku yang essensial bagi bagi klien untuk mengendalikan tekanan darahnya. Ketika klien di rumah sakit kepatuhan minum obat diatur dan dikelola oleh perawat sehingga klien tertib minum obat sesuai anjuran, tetapi setelah klien tinggal di keluarga hampir 50% klien hipertensi tidak patuh minum obat. Tujuan Menggali kepatuhan minum obat klien hipertensi di keluarga Metode : deskriptif, kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian satu klien hipertensi yang tinggal dalam keluarga di wilayah Kelurahan Kedungsari Kota Magelang. Hasil : Klien belum patuh minum obat anti hipertensi sesuai anjuran dokter, minum obat hanya dilakukan saat mengalami keluhan hipertensinya; karena takut kalau minum obat anti hipertensi terus menerus takut tekanan darah menjadi rendah. Simpulan : Kepatuhan minum obat anti hipertensi pada klien hipertensi di keluarga masih rendah; karena persepsi yang keliru tentang pengobatan yang dijalani. Hal ini disebabkan karena pendidikan terakhir klien SD sehingga mengalami hambatan dan dalam keterbatasan untuk mencerna, memahami informasi baru tentang aturan minum obat anti hipertensi.

Page 4 of 16 | Total Record : 153