cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 153 Documents
Penerapan Pemberian Pendidikan Kesehatan Nutrisi untuk Mengatasi Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Demam Tifoid Lis Nurhayati; Lilis Duwi Saputri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.554 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tifus abdominalis ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan, dan gangguan kesadaran. Kurang nutrisi disebabkan karena adanya asupan yang tidak adekuat, menurunnya nafsu makan akibat proses patologis. Nafsu makan menurun mengakibatkan kurang nutrisi pada seseorang dan bisa menjadi salah satu tanda dari demam tifoid disertai dengan tanda gejala lain. Tujuan : Menggambarkan penerapan pemberian pendidikan kesehatan nutrisi untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada demam tifoid. Metode : Karya ilmiah ini mengunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur pada An. S dan keluarganya. Melakukan observasi, pengukuran dan pemeriksaan pada An. S. Hasil : Implementasi pada dilakukan selama 1x20 menit, melakukan pendidikan kesehatan tentang pengertian demam tifoid, tujuan diberikan pendidikan kesehatan, makanan yang dipantang : makanan yang tidak dapat dicerna yaitu serat yang tidak larut air/selulosa yang terdapat pada sayuran dan buah yang dimakan dengan kulitnya. Makanan yang dibatasi : serat larut air yang terdapat pada buah dan kacang-kacangan. Bumbu pedas dipantang, minuman dan makanan yang menimbulkan gas dipantang. Simpulan : keluarga mengatakan nafsu makan pasien meningkat dari 1⁄4 porsi mejadi 3⁄4 porsi dan keluarga selalu memotivasi An. S jika makan baik maka akan mempercepat proses penyembuhan, tekanan darah 90/70mmHg, pasien terlihat masih lemas, keadaan umum lemah, pasien tidak menghabiskan makan yang diberikan, keluarga mampu menyampaikan apa yang disampaikan sebanyak 80%.
Penerapan Pijat Oksitosin untuk Mengatasi Masalah Menyusui Inefektif Evy Tri Susanti; Endang Lestari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.326 KB)

Abstract

Latar belakang: Masa nifas (puerperium) merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandung kembali sebelum hamil yang berlangsung selama 6-8 minggu dan masalah yang sering muncul adalah ketidaklancaran Air Susu Ibu (ASI). Pijat oksitosin merupakan solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI yaitu pemijatan pada vertebra sampai tulang costae kelima-keenam sampai ke payudara selama 2-3 menit. Tindakan pijat oksitosin ini dapat memberikan sensasi rileks pada ibu dan melancarkan aliran syaraf serta aliran ASI kedua payudara lancar. Tujuan: Menggambarkan pemberian pijat oksitosin untuk mengatasi masalah menyusui inefektif. Metode: Studi kasus tentang penerapan pijat oksitosin pada ibu post partum spontan yang mengalami masalah menyusui. Subyek adalah Ny. E, usia 30 tahun, post partum hari kedua, ASI belum keluar, di Ruang Anggrek RS TK. II 04.05.01 Dr. Soedjono Magelang. Hasil: Tindakan pijat oksitosin pada hari pertama selama 2 kali selama 3 menit didapatkan hasil payudara terasa mulai penuh dan kolostrum keluar sedikit. Hari kedua diapatkan hasil payudara sudah penuh dengan ASI, kolostrum dan ASI sudah keluar lancar, bayi puas setelah menyusu. Simpulan: Sebelum dilakukan pijat oksitosin payudara teraba kosong, ASI belum keluar, setelah dilakukan pemijatan setiap hari 2 kali selama 3 menit dalam kurun waktu 2 hari, produksi ASI meningkat, payudara teraba penuh dan ASI sudah keluar, bayi tampak puas setelah menyusu, sehingga menyusui inefektif teratasi.
Pengaruh Organizational Justice dan Welfare Terhadap Empathy pada Perawat dalam Pelayanan Syariah Wahyu Widodo; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.064 KB)

Abstract

Latar belakang : Fokus kajian dalam penelitian ini adalah karyawan perawat rawat inap berkaitan dengan masalah empati (empathy) keadilan organisasi (organizational justice) dan kesejahteraan (welfare). Kajian ini akan melihat dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Beberapa alasan dalam penelitian ini adalah pertama, empati merupakan salah satu sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien karena empati memungkinkan individu untuk memahami maksud orang lain, memprediksi perilaku mereka dan mengalami emosi yang dipicu oleh emosi mereka. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja. Keadilan organisasional berkorelasi secara signifikan dengan psikologis. Tekanan moral (moral distress) berpengaruh terhadap faktor psikologis. Selanjutnya faktor kesejahteraan (welfare), kesejahteraan merupakan kebahagiaan yang mengacu pada perasaan positif seperti sukacita, kepuasan, dan ketenangan. Tujuannya : Menguji dan menganalisa pengaruh organizational justice terhadap empathy dan Menguji dan menganalisa pengaruh welfare terhadap empathy. Metoda adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit PKU Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : Hasil karya ilmiah ini dijelaskan secara beruurutan untuk setiap uji hipotesis, pengujian hipotesis dengan menggunakan standar nilai t-Value dengan tingkat signifikansi 0,05 dan nilai t-value Critical Ratio (CR) = ≥ 1.967 pada regression Weights dari fit full model dalam program Amos 22.00. Kesimpulan : organizational justice tidak berpengaruh terhadap empathy, welfare tidak berpengaruh terhadap empathy, dan empati perawat tidak dipengaruhi oleh faktor keadilan pimpinan dan juga tidak dipengaruhi oleh kesejahteraan yang diberikan atau dalam pengertian lain sikap empati perawat akan selalu muncul dan para perawat tidak memperdulikan masalah keadilan dan kesejahteraan.
Pengaruh Prosocial Behavior terhadap Empathy pada Perawat Wahidin Wahidin; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.762 KB)

Abstract

Latar belakang : Grand theory dalam penelitian ini dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Perilaku prososial (prosocial behavior) dan empati (empathy) bagi perawat rumah sakit merupakan sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja sama. Selanjutnya perilaku prososial, bentuk perilaku prososial yaitu perilaku yang positif, konstruktif dan bermakna membantu. Perilaku prososial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku individu perawat terhadap pasien dalam pelayanan asuhan keperawatan (in role) dan perilaku perawat dalam memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate). Dua variabel ini menjadi penting dalam pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan : Menguji dan menganalisa pengaruh prosocial behavior terhadap empathy. Metode adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana dengan 47 responden di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit Islam Jakarta di Cempaka Putih dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy, hasil nilai pengujian signifikansi (table 2) p= 0.026 nilai ini adalah ≤ 0,05 (signifikan nilai p ≤ 0,05) yang mempunyai makna Ha: diterima atau signifikan, berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy. Kesimpulan : bahwa empati perawat akan muncul dengan penerapan Syariah walaupun mengabaikan masalah keadilan dan kesejahteraan.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Skala Nyeri pada Sdr. D dengan Paska Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Anggi Pratiwi; Evy Tri Susanti; Wahyu Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.827 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa pasien paska ORIF akan merasakan nyeri ketika telah dilakukannya tindakan pembedahan. Nyeri pada pasien paska ORIF dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada pasien sehingga perlu dilakukan tindakan non farmakologi berupa teknik relaksasi genggam jari untuk mengurangi rasa nyeri dan memberikan kenyamanan. Tujuan : untuk menerapkan gambaran skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukanya teknik relaksasi genggam jari. Metode : penelitian ini memberikan teknik relaksasi genggam jari dan observasi. Hasil : dapat dirumuskan bahwa hasil intervensi terhadap pasien yang mengalami nyeri paska ORIF mengalami penurunan setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari selama 3 hari dengan 2 kali 1 yang diberikan selama 20 menit dengan pemberian teknik relaksasi genggam jari dari skala 6 menjadi 3. Simpulan : bahwa penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari untuk menurunkan skala nyeri pada pasien paska ORIF dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan skala nyeri.
Penerapan Fototerapi Terhadap Hiperbilirubin pada Bayi Ny. D dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Tri Wahyuningsih; Wahyu Tri Astuti; Siswanto Siswanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.653 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hiperbilirubin merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, biasanya ditandai peningkatan total serum bilirubin dalam darah di atas 5 mg/dl, dimana terjadi peningkatan penghancuran sel darah merah yang berkisar 80-90 dari, dan kadar zat besi yang tinggi dalam eritrosit. Dalam mengatasi masalah tersebut hal ini perlu dilakukan penanganan salah satunya dengan cara melakukan penerapan fototerapi salah satu upaya untuk pengobatan pada pasien hiperbilirubin. Tujuan : Mengetahui penurunan derajat ikterus sebelum dan sesudah pada By. Ny. D di ruang Multazam. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, dalam penelitian ini hanya menggunakan 2 partisipan. Hasil : Pengumpulan data dilakukan selama 3 hari yaitu sebelum dan sesudah dilakukan fototerapi. Simpulan : Terdapat adanya pengaruh yang besar dari dilakukannya fototerapi selama 36 jam terhadap penurunan kadar bilirubin.
Penerapan Distraksi Mendengarkan Musik Klasik untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Klavikula Rusminah Rusminah; Siswanto Siswanto; Ambang Sulistyo Nugroho
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.928 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita yang mengalami fraktur biasanya merasakan nyeri, kondisi nyeri individu sangat berfariasi dalam mengadaptasi nyeri sehingga rasa nyeri akan menjadikan suatu masalah dan akan mempengaruhi fungsi tubuh, kurang tidur, menurunnya nafsu makan, mempengaruhi proses penyembuhan. Musik yang memiliki tempo lambat dan menenangkan adalah musik klasik yang bisa menjadi terapi yang dapat diartikan sebagai pengobatan. Musik klasik memiliki aspek terapeutik, sehingga musik klasik banyak digunakan untuk penyembuhan, menenangkan, dan memperbaiki kondisi fisik dan fisiologis pasien maupun tenaga kesehatan. Tujuan : Menggambarkan penerapan teknik distraksi dengan mendengarkan musik klasik untuk mengatasi rasa nyeri pada pasien fraktur clavikula. Metode : Penelitian penulisan publikasi ilmiah ini mengunakan metode diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek adalah seseorang perempuan usia 26 tahun dengan nyeri fraktur klavikula. Instrumen adalah SOP distraksi mendengarkan musik klasik di ruang Edelweis. Hasil : Tindakan distraksi mendengarkan musik klasik dilakukan 2x7 jam selama 10 menit, Ny. T kooperatif, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah hari pertama menyatakan masih nyeri . Setelah dilakukan tindakan hari kedua Ny. T mengatakan nyeri berkurang, lebih nyaman dan tampak rileks. Simpulan : Menunjukan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, menjadi skala nyeri 3, pasien dapat melaksanakan teknik distraksi, kondisi menjadi tenang dan tampak rileks.
Penerapan Teknik Menghardik Pada Tn. J dengan Masalah Halusinasi Siti Nafiatun; Is Susilaningsih; Rusminah Rusminah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.152 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pasien halusinasi biasanya berperilaku seperti bicara dan tertawa sendiri, dimana seseorang yang bersangkutan salah satu respon yang muncul yaitu sedang berbicara, untuk dapat diputus maka harus memahami kalau suara yang didengar suatu masalah. Untuk mengatasi halusinasi bisa digunakan beberapa teknik, salah satunya teknik menghardik, tetapi pada saat berhalusinasi hampir tidak pernah menggunakannya karena kebanyakan pasien lebih mengikuti halusinasi yang dialami. Tujuan : mengidentifikasi penerapan teknik menghardik pada Tn. J yang mengalami masalah halusinasi. Metode : deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Sampel yang diambil adalah 1 orang yaitu Tn. J yang mengalami halusinasi di Wisma Budi Makarti Boyolali pada tanggal 27 Maret 2019. Data penelitian ini diamil dengan wawancara dan observasi. Hasil : dengan dilakukan teknik menghardik dengan bimbingan secara konsisten, halusinasi oleh Tn. J berkurang. Simpulan : teknik menghardik yang dilakukan secara konsisten dapat menurunkan halusinasi, dalam memberikan bimbingan menghardik diharapkan secara kontinyu dan konsisten.
Pengaruh Organizational Justice dan Welfare Terhadap Prosocial Behavior pada Perawat Mugihartadi Mugihartadi; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.458 KB)

Abstract

Latar belakang : Fokus kajian dalam penelitian ini adalah karyawan perawat rawat inap berkaitan dengan masalah perilaku baik (prosocial), keadilan organisasi (organizational justice) dan kesejahteraan (welfare). Kajian ini akan melihat dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Beberapa alasan dalam penelitian ini adalah pertama, keadilan organisasional adalah persepsi adil dari seseorang terhadap keputusan yang diambil oleh atasannya. Kesejahteraan kerja adalah pemberian kepada karyawan termasuk tunjangan pensiun bagi karyawan, tanggungan istri dan anak; tunjangan kematian; layanan kesehatan dan kesejahteraan; tunjangan transportasi, hiburan, akomodasi perumahan; biaya sekolah anak-anak; makanan murah, tunjangan pengangguran, tagihan medis dan berbagai tak terhitung. Berbagai faktor pengaruh termasuk keadilan organisasi dan kesejahteraan terhadap perilaku prososial dalam peran (in role) khususnya adalah peran pemberi pelayanan (care giver) dan peran memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate) serta dari pandangan religius Islam menjadi penting untuk dilakukan penelitian. Tujuan : Menguji dan menganalisa pengaruh organizational justice terhadap prosocial dan menguji dan menganalisa pengaruh welfare terhadap prosocial. Metoda dalam penelitian ini adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit MPKU Muhammadiyah Se- Jawa dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00.
Penerapan Senam Ergonomik dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Ny. M dengan Hipertensi Tiara Sri Wahyuni; Syamsudin Syamsudin; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.629 KB)

Abstract

Latar belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistolik dan diastolik mengalami kenaikan, yaitu tekanan sistolik di atas 140 mm Hg, diastolik di atas 90 mm Hg. Hipertensi dapat dikontrol dengan penatalaksanaan farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dengan melakukan olahraga berupa senam ergonomik. Tujuan : mengetahui gambaran tekanan darah Ny. M sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomik dan mengetahui penerapan senam ergonomik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, menggunakan 1 partisipan yaitu anggota keluarga yang mengalami hipertensi di dalam keluarga. Tindakan dilakukan selama 3 hari dengan melakukan pemberian latihan senam ergonomik selama ± 25 menit, mengukur tekanan darah pada pre test dan post test dan wawancara. Hasil : senam ergonomik dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 10 mm Hg. Tekanan darah istolik yang turun berlangsung selama 30-120 menit. Simpulan : senam ergonomik memiliki keefektifan dalam menurunkan tekanan darah sistolik. Rekomendasi: Ny. M untuk melakukan senam ergonomik secara rutin dan teratur.

Page 5 of 16 | Total Record : 153