cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 153 Documents
KOLESTEROL TINGGI DAN ASAM URAT TIDAK BERKORELASI SIGNIFIKAN DENGAN HIPERTENSI PADA PESERTA CAR FREE DAY Tri Susanti, Evy; Tri Astuti, Wahyu; Setiyawan, Agus; Nurhayati, Lis; Rusminah, Rusminah; Arumsari, Rika; Nur Rizky, Afif
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.248

Abstract

Abstract     Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering berkaitan dengan faktor metabolik seperti kolesterol tinggi dan hiperurisemia. Deteksi dini melalui skrining kesehatan di ruang publik, seperti Car Free Day (CFD), berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko tersebut. Tujuan: mengetahui gambaran kadar kolesterol dan asam urat serta hubungannya dengan kejadian hipertensi pada peserta CFD di Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang tahun 2025.. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada 129 peserta CFD yang mengikuti skrining kesehatan pada 13 Juli–3 Agustus 2025. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia pra-lansia (46,5%), dan berpendidikan SMA (51,2%). Kategori hipertensi terbanyak adalah pra-hipertensi (48,1%), kadar kolesterol tinggi (69,8%), dan kadar asam urat normal (59,7%). Uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dan kejadian hipertensi (p=0,070; r=0,160) maupun antara kadar asam urat dan kejadian hipertensi (p=0,271; r=0,098), keduanya dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Simpulan: tingginya prevalensi pra-hipertensi dan kolesterol tinggi pada populasi CFD memerlukan perhatian khusus meskipun hubungan langsung dengan hipertensi tidak signifikan. Intervensi berbasis komunitas, edukasi gizi, dan promosi aktivitas fisik perlu terus ditingkatkan untuk mencegah progresi ke hipertensi   Kata Kunci: Car Free Day; hipertensi; kolesterol; asam urat; pra-hipertensi;                      skrining kesehatan;        Abstract       Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia and is often associated with metabolic factors such as high cholesterol and hyperuricemia. Early detection through health screening in public spaces, such as Car Free Day (CFD), has the potential to increase public awareness of these risk factors. Objective: To determine the description of cholesterol and uric acid levels and their relationship with the incidence of hypertension in CFD participants at Rindam IV/Diponegoro, Magelang City in 2025. Methods: The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. Data collection was carried out on 129 CFD participants who participated in health screening on July 13–August 3, 2025. The examination included measuring blood pressure, total cholesterol levels, and uric acid levels. The relationship analysis used the Spearman correlation test. Results: The results showed that the majority of respondents were female (66.7%), pre-elderly (46.5%), and had a high school education (51.2%). The most common categories of hypertension were pre-hypertension (48.1%), high cholesterol levels (69.8%), and normal uric acid levels (59.7%). The Spearman test showed no significant relationship between cholesterol levels and the incidence of hypertension (p=0.070; r=0.160) or between uric acid levels and the incidence of hypertension (p=0.271; r=0.098), both with very weak correlations. Conclusion: The high prevalence of pre-hypertension and high cholesterol in the CFD population requires special attention, although the direct relationship with hypertension is not significant. Community-based interventions, nutrition education, and promotion of physical activity need to be continuously improved to prevent progression to hypertension.
AKTIFITAS FISIK BERKORELASI SIGNIFIKAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PESERTA CAR FREE DAY Wijayanti, Novida Prima; Marhamah, Emah; Sugiarto, Kurniawan Bagus; Rianawaty, Ida; Siswanto, Siswanto; Khasanah, Usfatun; Mubarok, Achmad Ibnu
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.251

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang berdampak luas dan dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala awal namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor risiko utama terjadinya diabetes yaitu gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan Car Free Day (CFD) berpeluang besar untuk mendeteksi kebiasaan aktifitas fisik terhadap kadar gula darah dalam deteksi kesehatan. Tujuan: mengetahui korelasi aktifitas fisik terhadap kadar gula darah pada peserta CFD di Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang tahun 2025. Metode: menggunakan desain kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada 97 peserta CFD yang mengikuti skrining kesehatan pada 1 dan 8 Juni 2025 spesifik pada pemeriksaan gula darah. Analisis hubungan menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil: Menunjukkan karakteristik responden pada jenis kelamin hampir seluruhnya perempuan (66,0%), kategori usia didominasi pada kategori pra lansia (46,4%), pendidikan didominasi oleh tingkat pendidikan SMA (51,5%). Gambaran kadar gula darah pada kategori normal (84,5%), sedangkan pada kebiasaan aktivitas fisik sebagian besar pada kategori ya (52,6%). Uji statistik Mann–Whitney Test diketahui perbedaan yang signifikan kadar gula darah antara yang memiliki kebiasaan aktifitas fisik dan yang tidak (p-value = 0,000 < 0,05), dengan nilai Mean Rank kadar gula darah pada peserta yang tidak melakukan aktifitas fisik 59,97 dengan rata-rata kadar gula darah 174,56 mg/dL, sedangkan pada kelompok yang melakukan aktifitas fisik adalah 39,10 dengan rata-rata kadar gula darah 130,02 mg/dL. Simpulan: kebiasaan aktifitas fisik berhubungan dengan lebih rendahnya kadar gula darah peserta pada populasi CFD. Kata Kunci: aktifitas fisik; Car Free Day; kadar gula darah; skrining kesehatan. AbstractBackground: Diabetes Mellitus is a chronic disease that has a wide impact and is known as a silent killer because it often has no initial symptoms but can cause serious complications if not treated properly. One of the main risk factors for diabetes is a sedentary lifestyle or lack of physical activity. Car Free Day (CFD) activities have a great opportunity to detect physical activity habits on blood sugar levels in health detection. Objective: to determine the correlation of physical activity on blood sugar levels in CFD participants at Rindam IV / Diponegoro, Magelang City in 2025. Method: using a correlative quantitative design with a cross-sectional approach. Data collection was carried out on 97 CFD participants who participated in health screening on June 1 and 8, 2025 specifically on blood sugar examinations. Relationship analysis used the Mann Whitney Test. Results: Showing the characteristics of respondents in terms of gender, almost all of them were female (66.0%), the age category was dominated by the pre-elderly category (46.4%), and education was dominated by high school education (51.5%). The picture of blood sugar levels was in the normal category (84.5%), while in terms of exercise habits, most were in the yes category (52.6%). The Mann–Whitney statistical test revealed a significant difference in blood sugar levels between those who engaged in physical activity and those who did not (p-value = 0.000 < 0.05). The mean rank of blood sugar levels in participants who did not engage in physical activity was 59.97 with an average blood sugar level of 174.56 mg/dL, while in the group who engaged in physical activity, the mean rank was 39.10 with an average blood sugar level of 130.02 mg/dL. Conclusion: Physical activity habits are associated with lower blood sugar levels in participants in the CFD population. Keywords: physical activity; Car Free Day; blood sugar levels; health screening
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL MEMBACA AL-QURAN SURAH AR-RAHMAN MEMPERBAIKI PERSEPSI SENSORI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI KEMKES RS SOEROJO MAGELANG Rusminah, Rusminah; Sugiarto, Kurniawan Bagus; Farhan, Zuhdan Miftahul
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.252

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Skizofrenia merupakan masalah kesehatan jiwa yang ditandai dengan gangguan pikiran, emosi dan perilaku yang serius yang butuh perhatian penuh Secara general gejala skizofrenia terbagi menjadi dua yaitu gejala positif dan negatif.Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dengan melakukan Tehnik Menenangkan berupa membaca Al-Quran surah Ar-Rahman. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi membaca Al-Quran surah Ar-Rahman untuk mengatasi masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus tentang penerapan teknik membaca Al-Quran surah Ar-Rahman pada pasien skizofrenia, yaitu metode untuk menyelidiki, mempelajari halusinasi yang dilakukan secara integratif, komprehensif agar memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan tujuan agar halusinasi tidak terjadi. Hasil: Penerapan terapi spiritual membaca Al-Quran surah Ar-Rahman dapat memperbaiki persepsi sensori melalui hasil observasi tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia relatif membaik. Simpulan: Penerapan terapi spiritual membaca Al-Quran surah Ar-Rahman efektif memperbaiki persepsi sensori pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Kata Kunci: Ar-Rahman; Halusinasi pendengaran; Skizofrenia; Terapi spiritual Al-Quran; Abstract Background: Schizophrenia is a mental health problem characterized by serious disorders of thought, emotion and behaviour that need full attention In general, the symptoms of schizophrenia are divided into two, namely positive and negative symptoms. One of the non-pharmacological treatments is to perform Calming Techniques in the form of reading Al-Quran surah Ar-Rahman. Objective: Knowing the application of Al-Quran surah Ar-Rahman reading therapy to overcome the main problem of sensory perception disorder: auditory hallucinations in schizophrenia patients. Methods: This study uses a qualitative case study approach on the application of the technique of reading the Qur'an surah Ar-Rahman in schizophrenia patients, which is a method to investigate and study hallucinations carried out in an integrative, comprehensive manner in order to obtain a deep understanding of patients with sensory perception disorders:auditory hallucinations with the aim that hallucinations do not occur. Results: The application of spiritual therapy reading Al-Quran surah Ar-Rahman can improve sensory perception through the observation of signs and symptoms of auditory hallucinations signs and symptoms of auditory hallucinations in patients with schizophrenia are relatively improved .Conclusion: The application of spiritual therapy reading Al-Quran surah Ar-Rahman effectively improves the sensory perception of schizophrenic patients with auditory hallucinations. Keywords: Ar-Rahman;Hearing hallucinations; Quranic spiritual healing; Schizophrenia.