cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 166 Documents
POLA ASUH ORANG TUA TIDAK MEMPENGARUHI GAYA HIDUP SEDENTARI PADA REMAJA Yuwana, Ndaru Restu; Nurahman, Novema Ashar; Triredjeki, Hermani; Hastuti, Tulus Puji; Kriswoyo, Pramono Giri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.247

Abstract

Latar Belakang. Remaja berada dalam fase pencarian jati diri, di mana pola asuh orang tua sangat memengaruhi kebiasaan hidup, termasuk gaya hidup sedentari. Gaya hidup ini meningkat seiring tingginya penggunaan teknologi. Survei menunjukkan remaja memiliki risiko tinggi kekurangan aktivitas fisik. Pola asuh diduga berperan, namun hubungan dengan gaya hidup sedentari masih jarang diteliti. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan gaya hidup sedentari pada remaja di SMP Negeri 3 Kota Magelang. Metode. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini yaitu proporsional random sampling dengan probability sampling didapatkan sampel sebanyak 150 responden. Analisa bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner pola asuh dan ASAQ (Adolescent Sedentary Activity Questionnaire). Hasil. Hasil uji statistic menggunakan Chi-Square didapatkan nilai p value 0,332 (p>0,05) yang berarti Ha ditolak dan H0 diterima. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak ada hubungan pola asuh dengan gaya hidup sedentari pada remaja di SMP Negeri 3 Kota Magelang.
KOLESTEROL TINGGI DAN ASAM URAT TIDAK BERKORELASI SIGNIFIKAN DENGAN HIPERTENSI PADA PESERTA CAR FREE DAY Tri Susanti, Evy; Tri Astuti, Wahyu; Setiyawan, Agus; Nurhayati, Lis; Rusminah, Rusminah; Arumsari, Rika; Nur Rizky, Afif
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.248

Abstract

Abstract     Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering berkaitan dengan faktor metabolik seperti kolesterol tinggi dan hiperurisemia. Deteksi dini melalui skrining kesehatan di ruang publik, seperti Car Free Day (CFD), berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko tersebut. Tujuan: mengetahui gambaran kadar kolesterol dan asam urat serta hubungannya dengan kejadian hipertensi pada peserta CFD di Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang tahun 2025.. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada 129 peserta CFD yang mengikuti skrining kesehatan pada 13 Juli–3 Agustus 2025. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,7%), berusia pra-lansia (46,5%), dan berpendidikan SMA (51,2%). Kategori hipertensi terbanyak adalah pra-hipertensi (48,1%), kadar kolesterol tinggi (69,8%), dan kadar asam urat normal (59,7%). Uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dan kejadian hipertensi (p=0,070; r=0,160) maupun antara kadar asam urat dan kejadian hipertensi (p=0,271; r=0,098), keduanya dengan kekuatan korelasi sangat lemah. Simpulan: tingginya prevalensi pra-hipertensi dan kolesterol tinggi pada populasi CFD memerlukan perhatian khusus meskipun hubungan langsung dengan hipertensi tidak signifikan. Intervensi berbasis komunitas, edukasi gizi, dan promosi aktivitas fisik perlu terus ditingkatkan untuk mencegah progresi ke hipertensi   Kata Kunci: Car Free Day; hipertensi; kolesterol; asam urat; pra-hipertensi;                      skrining kesehatan;        Abstract       Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia and is often associated with metabolic factors such as high cholesterol and hyperuricemia. Early detection through health screening in public spaces, such as Car Free Day (CFD), has the potential to increase public awareness of these risk factors. Objective: To determine the description of cholesterol and uric acid levels and their relationship with the incidence of hypertension in CFD participants at Rindam IV/Diponegoro, Magelang City in 2025. Methods: The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. Data collection was carried out on 129 CFD participants who participated in health screening on July 13–August 3, 2025. The examination included measuring blood pressure, total cholesterol levels, and uric acid levels. The relationship analysis used the Spearman correlation test. Results: The results showed that the majority of respondents were female (66.7%), pre-elderly (46.5%), and had a high school education (51.2%). The most common categories of hypertension were pre-hypertension (48.1%), high cholesterol levels (69.8%), and normal uric acid levels (59.7%). The Spearman test showed no significant relationship between cholesterol levels and the incidence of hypertension (p=0.070; r=0.160) or between uric acid levels and the incidence of hypertension (p=0.271; r=0.098), both with very weak correlations. Conclusion: The high prevalence of pre-hypertension and high cholesterol in the CFD population requires special attention, although the direct relationship with hypertension is not significant. Community-based interventions, nutrition education, and promotion of physical activity need to be continuously improved to prevent progression to hypertension.
AKTIFITAS FISIK BERKORELASI SIGNIFIKAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PESERTA CAR FREE DAY Wijayanti, Novida Prima; Marhamah, Emah; Sugiarto, Kurniawan Bagus; Rianawaty, Ida; Siswanto, Siswanto; Khasanah, Usfatun; Mubarok, Achmad Ibnu
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.251

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang berdampak luas dan dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala awal namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor risiko utama terjadinya diabetes yaitu gaya hidup sedentari atau kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan Car Free Day (CFD) berpeluang besar untuk mendeteksi kebiasaan aktifitas fisik terhadap kadar gula darah dalam deteksi kesehatan. Tujuan: mengetahui korelasi aktifitas fisik terhadap kadar gula darah pada peserta CFD di Rindam IV/Diponegoro Kota Magelang tahun 2025. Metode: menggunakan desain kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada 97 peserta CFD yang mengikuti skrining kesehatan pada 1 dan 8 Juni 2025 spesifik pada pemeriksaan gula darah. Analisis hubungan menggunakan uji Mann Whitney Test. Hasil: Menunjukkan karakteristik responden pada jenis kelamin hampir seluruhnya perempuan (66,0%), kategori usia didominasi pada kategori pra lansia (46,4%), pendidikan didominasi oleh tingkat pendidikan SMA (51,5%). Gambaran kadar gula darah pada kategori normal (84,5%), sedangkan pada kebiasaan aktivitas fisik sebagian besar pada kategori ya (52,6%). Uji statistik Mann–Whitney Test diketahui perbedaan yang signifikan kadar gula darah antara yang memiliki kebiasaan aktifitas fisik dan yang tidak (p-value = 0,000 < 0,05), dengan nilai Mean Rank kadar gula darah pada peserta yang tidak melakukan aktifitas fisik 59,97 dengan rata-rata kadar gula darah 174,56 mg/dL, sedangkan pada kelompok yang melakukan aktifitas fisik adalah 39,10 dengan rata-rata kadar gula darah 130,02 mg/dL. Simpulan: kebiasaan aktifitas fisik berhubungan dengan lebih rendahnya kadar gula darah peserta pada populasi CFD. Kata Kunci: aktifitas fisik; Car Free Day; kadar gula darah; skrining kesehatan. AbstractBackground: Diabetes Mellitus is a chronic disease that has a wide impact and is known as a silent killer because it often has no initial symptoms but can cause serious complications if not treated properly. One of the main risk factors for diabetes is a sedentary lifestyle or lack of physical activity. Car Free Day (CFD) activities have a great opportunity to detect physical activity habits on blood sugar levels in health detection. Objective: to determine the correlation of physical activity on blood sugar levels in CFD participants at Rindam IV / Diponegoro, Magelang City in 2025. Method: using a correlative quantitative design with a cross-sectional approach. Data collection was carried out on 97 CFD participants who participated in health screening on June 1 and 8, 2025 specifically on blood sugar examinations. Relationship analysis used the Mann Whitney Test. Results: Showing the characteristics of respondents in terms of gender, almost all of them were female (66.0%), the age category was dominated by the pre-elderly category (46.4%), and education was dominated by high school education (51.5%). The picture of blood sugar levels was in the normal category (84.5%), while in terms of exercise habits, most were in the yes category (52.6%). The Mann–Whitney statistical test revealed a significant difference in blood sugar levels between those who engaged in physical activity and those who did not (p-value = 0.000 < 0.05). The mean rank of blood sugar levels in participants who did not engage in physical activity was 59.97 with an average blood sugar level of 174.56 mg/dL, while in the group who engaged in physical activity, the mean rank was 39.10 with an average blood sugar level of 130.02 mg/dL. Conclusion: Physical activity habits are associated with lower blood sugar levels in participants in the CFD population. Keywords: physical activity; Car Free Day; blood sugar levels; health screening
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL MEMBACA AL-QURAN SURAH AR-RAHMAN MEMPERBAIKI PERSEPSI SENSORI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI KEMKES RS SOEROJO MAGELANG Rusminah, Rusminah; Sugiarto, Kurniawan Bagus; Farhan, Zuhdan Miftahul
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.252

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Skizofrenia merupakan masalah kesehatan jiwa yang ditandai dengan gangguan pikiran, emosi dan perilaku yang serius yang butuh perhatian penuh Secara general gejala skizofrenia terbagi menjadi dua yaitu gejala positif dan negatif.Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis dengan melakukan Tehnik Menenangkan berupa membaca Al-Quran surah Ar-Rahman. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi membaca Al-Quran surah Ar-Rahman untuk mengatasi masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus tentang penerapan teknik membaca Al-Quran surah Ar-Rahman pada pasien skizofrenia, yaitu metode untuk menyelidiki, mempelajari halusinasi yang dilakukan secara integratif, komprehensif agar memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan tujuan agar halusinasi tidak terjadi. Hasil: Penerapan terapi spiritual membaca Al-Quran surah Ar-Rahman dapat memperbaiki persepsi sensori melalui hasil observasi tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia relatif membaik. Simpulan: Penerapan terapi spiritual membaca Al-Quran surah Ar-Rahman efektif memperbaiki persepsi sensori pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Kata Kunci: Ar-Rahman; Halusinasi pendengaran; Skizofrenia; Terapi spiritual Al-Quran; Abstract Background: Schizophrenia is a mental health problem characterized by serious disorders of thought, emotion and behaviour that need full attention In general, the symptoms of schizophrenia are divided into two, namely positive and negative symptoms. One of the non-pharmacological treatments is to perform Calming Techniques in the form of reading Al-Quran surah Ar-Rahman. Objective: Knowing the application of Al-Quran surah Ar-Rahman reading therapy to overcome the main problem of sensory perception disorder: auditory hallucinations in schizophrenia patients. Methods: This study uses a qualitative case study approach on the application of the technique of reading the Qur'an surah Ar-Rahman in schizophrenia patients, which is a method to investigate and study hallucinations carried out in an integrative, comprehensive manner in order to obtain a deep understanding of patients with sensory perception disorders:auditory hallucinations with the aim that hallucinations do not occur. Results: The application of spiritual therapy reading Al-Quran surah Ar-Rahman can improve sensory perception through the observation of signs and symptoms of auditory hallucinations signs and symptoms of auditory hallucinations in patients with schizophrenia are relatively improved .Conclusion: The application of spiritual therapy reading Al-Quran surah Ar-Rahman effectively improves the sensory perception of schizophrenic patients with auditory hallucinations. Keywords: Ar-Rahman;Hearing hallucinations; Quranic spiritual healing; Schizophrenia.
Inhalasi Sederhana Meningkatkan Bersihan Jalan Napas pada Anak dengan ISPA Royyan, Arba'i Musthofa; Hastuti, Witri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.244

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, terutama pada bayi dan anak yang disertai dengan masalah bersihan jalan napas, dimana jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih berat. Tujuan: untuk mengetahui penerapan inhalasi sederhana dalam upaya penatalaksanaan masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan ISPA. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu studi kasus pada pasien anak dengan ISPA yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif.  Pengambilan data penelitian didasarkan pada data asuhan keperawatan yang dilakukan selama 3 hari. Pemberian inhalasi dilakukan 3 kali dalam 3 hari berturut-turut, dimana setiap kali pemberian intervensi selama 15 menit. Hasil: Sebelum terapi inhalasi sederhana diketahui An. A menunjukkan tanda-tanda bersihan jalan napas tidak efektif, dengan sputum cukup banyak, kesulitan mengeluarkan sputum, frekuensi napas meningkat, dan terdengar bunyi napas tambahan. Setelah intervensi diberikan terjadi perbaikan signifikan ditandai dengan tidak adanya sputum, frekuensi napas normal, dan hilangnya bunyi napas tambahan. Simpulan: Terapi inhalasi sederhana efektif dalam memperbaiki bersihan jalan napas. Terapi ini dapat dijadikan intervensi pendukung dalam manajemen kasus gangguan jalan napas di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci:   Anak; inhalasi; jalan napas   Abstract Background: Acute respiratory tract infection (ARI) is a major health problem in Indonesia. This disease can attack all age groups, especially infants and children who are accompanied by airway clearance problems, which if not treated immediately can cause more serious health problems. Objective: to determine the application of simple inhalation in the management of ineffective airway clearance in children with ARI. Research method: This type of research is a case study on pediatric patients with ARI who experience ineffective airway clearance problems. Data collection for the study was based on nursing care data carried out for 3 days. Inhalation was given 3 times in 3 consecutive days, where each intervention was given for 15 minutes. Results: Before simple inhalation therapy was known, An. A showed signs of ineffective airway clearance, with quite a lot of sputum, difficulty expelling sputum, increased respiratory rate, and additional breath sounds. After the intervention was given, there was significant improvement marked by the absence of sputum, normal respiratory rate, and the disappearance of additional breath sounds. Conclusion: Simple inhalation therapy is effective in improving airway clearance. This therapy can be used as a supporting intervention in the management of airway disorders in health care facilities. Keywords: Airway; children; inhalation
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity Of Care) Pada Ny. L Di PMB Rosidah, S.St, Bdn Sunarsih, Veryanah; Rahma Dini, Putri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.255

Abstract

Latar belakang : Salah satu tempat yang dapat membantu bidan sebagai tenaga kesehatan yang berperan meningkatkan pelayanan yaitu PMB Rosidah yang dekat dengan masyarakat. Salah satunya merupakan salah satu PMB yang mendukung COC (continuity of care) dan sebagai tempat mahasiswa melakukan Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan BBL. Tujuan : Mampu melakukan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) Pada Ny. L di PMB Rosidah, S.ST, Bdn dengan pemikiran 7 langkah Varney dan pendokumentasian dengan SOAP. Metode Studi Kasus Studi kasus ini akan dilakukan untuk mempelajari hal yang berkaitan dengan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. L dan bayinya melalui proses asuhan kebidanan pada Ibu Hamil, Bersalin, BBL, Nifas. Studi kasus ini menggunakan alur pikir menurut Hellen Varney dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Waktu pengambilan kasus dimulai dari 1 Oktober 2024 sampai 30 Juni 2025 dan waktu pelaksanaan memberikan asuhan yaitu pada tanggal 1 Oktober 2024 sampai 30 Juni 2025. Hasil : Dari hasil pengkajian didapatkan Ny. L hamil kedua pernah melahirkan satu kali dan belum pernah keguguran. Usianya sekarang adalah 26 tahun. Hal ini menyatakan bahwa Ny. L termasuk kategori usia produktif, Pada Ny. L didapatkan hasil pemeriksaan pada tekanan darah yaitu dari 110/70 sampai dengan 120/80 mmHg Kesimpulan : Penulis mampu memberikan asuhan kebidanan pada masa kehamilan terhadap Ny. L di wilayah Puskesmas Bangun Galih Kabupaten Tegal dengan melakukan 1 kali kunjungan pada trimester 3. Kata kunci : asuhan kebidanan Hamil, Bersalin, BBL, Nifas
Senam Diabetes Efektif Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Yuliyanti, Asih; Hardono, Hardono; Mesya, Mesya; Wardoyo, Eko
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.256

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan fungsi sel beta pankreas. Salah satu pilar penatalaksanaan DM tipe 2 adalah aktivitas fisik seperti senam diabetes, yang berfungsi menurunkan kadar glukosa darah. Mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening Kecamatan Buay Madang Timur. Artikel ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 28 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dilakukan sebelum dan sesudah senam diabetes selama empat minggu. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p < 0,05), sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Median kadar glukosa darah sebelum senam sebesar 241 mg/dL (188–400 mg/dL), menurun menjadi 198 mg/dL (110–339 mg/dL) sesudah senam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam diabetes. Senam diabetes berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Senam ini dapat dijadikan kegiatan rutin dalam program Prolanis di Puskesmas sebagai sarana non-farmakologis yang efektif untuk pengendalian glukosa darah. Kata Kunci:   Diabetes Melitus Tipe 2; Kadar Glukosa Darah; Senam Diabetes;   Abstract Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterised by elevated blood glucose levels due to insulin resistance and impaired pancreatic beta cell function. One of the pillars of type 2 DM management is physical activity such as diabetes exercise, which serves to lower blood glucose levels. To determine the effect of diabetes exercise on blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening, Buay Madang Timur District. This article uses a quantitative design with a pre-experimental one-group pre-test post-test approach. The sample consisted of 28 respondents selected using total sampling technique. Blood glucose levels were checked before and after four weeks of diabetes exercise. The Shapiro-Wilk normality test showed a non-normal distribution (p < 0.05), so the analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The median blood glucose level before exercise was 241 mg/dL (188–400 mg/dL), decreasing to 198 mg/dL (110–339 mg/dL) after exercise. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between blood glucose levels before and after the diabetes exercise programme. Diabetes exercise significantly affects the reduction of blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This exercise can be used as a routine activity in the Prolanis programme at the Community Health Centre as an effective non-pharmacological means of controlling blood glucose. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus; Diabetes Exercise; Blood Glucose Levels;
Penerapan Hipnosis 5 Jari Terhadap Kecemasan Penderita Hipertensi Pada Pasien Rehabilitas Ikhwanudin, Ikhwanudin; Nurhayati, Nurhayati; Yoduke, Fandy
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.260

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Selain dampak fisik, hipertensi sering memicu kecemasan yang dapat memperburuk kondisi pasien. Teknik hipnosis lima jari merupakan metode relaksasi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Mengetahui penerapan hipnosis lima jari terhadap tingkat kecemasan penderita hipertensi pada pasien rehabilitasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Self Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29). Hasil: Responden 1 memiliki skor kecemasan 20 (kecemasan dan depresi) dan Responden 2 memiliki skor 24 (kecemasan psikotik). Setelah dilakukan intervensi hipnosis lima jari selama tiga hari, skor kecemasan menurun menjadi 3 (kecemasan dan depresi) pada responden 1 dan 5 (kecemasan dan depresi) pada Responden 2. Selain itu, tekanan darah sistolik dan diastolik juga mengalami penurunan pada kedua responden. Kesimpulan: Hipnosis lima jari efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Teknik ini dapat menjadi salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang mudah diterapkan oleh perawat dalam praktik keperawatan.
Terapi Murottal Al-Qur’an Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Nurrohmah, Nisa; Meidas Setia, Vovi; Afikirtiani, Winda
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.265

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur yang rentan terhadap berbagai penyakit akibat perubahan fisiologis tubuh. Pada tahap ini, terjadi penurunan fungsi organ yang berdampak pada melemahnya sistem imunitas. Salah satu masalah kesehatan yang umum dialami lansia adalah hipertensi, yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi murottal Al-Qur’an karena memiliki efek relaksasi. Laporan pengabdian ini menggunakan desain studi kasus dengan tujuan membuktikan efektivitas terapi murottal Al-Qur’an dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Analisis data dilakukan melalui observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an mampu menurunkan tekanan darah dengan rata-rata penurunan sistolik sebesar 18,6 mmHg dan diastolik sebesar 17,1 mmHg. Oleh karena itu, disarankan agar lansia dengan hipertensi menggunakan terapi murottal Al-Qur’an sebagai salah satu cara untuk membantu menurunkan tekanan darah Kata Kunci:   Hipertensi, Lansia, Terapi Murotal
Terapi Kompres Hangat Air Jahe Merah Mengurangi Rasa Nyeri Persendian Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Aliun, Fatimah Wahab; Prima Saputra, Rinaldi; Zulfikar, Zulfikar; Destiyana, Sherly
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.271

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Asam urat/ gout arthritis adalah penyakit yang mempengaruhi persendian, penyakit asam urat juga sangat umum di masyarakat, khususnya pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat pemberian terapi kompres hangat air jahe merah dapat mengurangi rasa nyeri pada lansia yang menderita asam urat. Metode Penelitian: Desain penulisan yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan jenis pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan hasil asuhan keperawatan pada lansia yang menderita asam urat di wilayah kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Data dikumpulkan melalui pengkajian, observasi, wawancara, dan pengukuran nyeri sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat air jahe merah. Hasil: Hasil pada subjek 1 (Ny. S) pada hari pertama dengan skala nyeri 6 (nyeri sedang) dan pada hari ketujuh turun menjadi skala nyeri 1 (nyeri ringan). Pada subjek 2 (Ny. N) pada hari pertama dengan skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan pada hari ketujuh turun menjadi skala nyeri 1 (nyeri ringan). Kedua subjek menunjukkan penurunan skala nyeri setelah diberikan kompres hangat air jahe merah selama 7 hari. Simpulan:  Pemberian terapi kompres hangat air jahe merah dapat mengurangi rasa nyeri pada lansia yang menderita asam urat dan dapat dijadikan alternatif pengobatan nonfarmakologi untuk menurunkan asam urat. Kata Kunci:   Kompres Hangat Air Jahe Merah; Nyeri; Asam urat