cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Persepsi Masyarakat dan Pemanfaatan Ruang Publik Kota Jakarta (Studi Kasus: RPTRA Cililitan dan RPTRA Kenanga) Alisa Delmafitri; Hafid Setiadi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1166

Abstract

Ruang publik berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan. Salah satu peran ruang publik yaitu membawa individu manusia keluar dari kehidupan privat ke kehidupan sosial. Provinsi DKI Jakarta, sejak tahun 2015, mulai membangun ruang-ruang publik melalui program Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Pada tahun 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan adanya ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di setiap Rukun Warga (RW) se-DKI Jakarta. Namun pada kenyataannya, tidak semua RPTRA dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di sekitarnya. Perbedaan tersebut didasari oleh persepsi atau pandangan masyarakat terhadap RPTRA. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba melihat perbedaan persepsi masyarakat terhadap RPTRA berdasarkan karakteristik lokasi dan sosialnya. Penelitian menggunakan studi kasus dimana RPTRA yang dipilih yaitu RPTRA Cililitan dan RPTRA Kenanga. Metode yang digunakan untuk mengukur persepsi masyarakat yaitu menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasilnya, perbedaan karakteristik lokasi dan sosial memengaruhi persepsi yang terbentuk. Perbedaan persepsi diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan ruang publik oleh masyarakat. Kesamaan dari kedua lokasi tersebut adalah pemanfaatan RPTRA sebagai tempat bermain bagi anak, tempat berolahraga, dan penghubung program pemerintah dengan masyarakat. Namun, RPTRA yang berada di wilayah homogen juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul masyarakat, sedangkan yang berada di wilayah heterogen juga dimanfaatkan untuk tempat beristirahat.
An Examination of Push and Pull Motivation of tourist Visit Tourist Attraction in Lembang Silvie Adriani Merdekawati; Lusianus Kusdhibyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.2 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1167

Abstract

This study aims to identify the travel motivation of tourists visiting tourist attractions in Lembang. Motivation is a basic of tourists travel that is influenced by the push and pull motivation. The push motivation is a factor that comes from within the tourists, while the pull motivation comes from the characteristics of the destination. The method used is non-probability sampling. Used also accidental sampling. The questionnaires were distributed to tourists who are visiting tourism attraction in Lembang. A total of 333 respondents were used for further analysis. An exploratory factor analysis was carried out to identify new factors of push and pull motivation. The results show that there are four new factors of push motivation and three new factors of pull motivation of tourists visited Lembang. This result suggests that local tourism authority should consider the motivation factors to attract more tourists visit to Lembang.
The Comparison Between D’Besto and KFC Using Customer Satisfaction & Loyalty M Ibrahim Shibghaturahman; Deddy Saefuloh
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.522 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1168

Abstract

Food is one of the primary needs of every human which absolutely have to be filled. Surely the foods consumed have to be healthy and good for the body. Associated with the business world, many businessman are aware of this need, so that many businessmen have businesses in culinary field, one of which is in fast food segment. So many fast food companies in Indonesia, be it international company like KFC, or local company like D’Besto. In the increasingly fierce competition between national and international companies, each company must be able to provide the best service aside from having good quality products so that customers who consume their products are satisfied with what they buy. The purpose of this study is to measure customer satisfaction and loyalty on fast food companies, especially D’Besto and KFC. The next step is to compare the existing satisfaction and loyalty generated by both party. This research uses 5 variables namely service quality, food quality, perceived value, customer satisfaction, and customer loyalty. And the research method used is descriptive analysis and also regression analysis using SPSS 20 to know the performance of each company. The result is further identified to analyze what needs are to be improved and maintained.
The Factors of Destination Image on Tourist Site in Kab. Garut Yegi Esarianita
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.452 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1169

Abstract

This study being done to identify the destination image of destination place in Kab. Garut by using the cognitive and affective image. The methodology that being used in this study are both qualitative and qualitative approach to help on designing the questionnaire. The questionnaire was spreaded in some populare tourist site of Kab. Garut, with the total of respondents are 300, the respondents are those who ever visits or on their visit to destination place in Kab. Garut. The test the been done for this study are the descriptive test, validity test, and analysis factor. The aim of this study are 1) to identify the indicators that represent the destination image of Kab. Garut; 2) to find out the factors that build up the destination image of Kab. Garut. The results shown that there 7 factors that build up the destination image of Kab. Garut, there are natural attraction, affective, cost, weather, environment, accessability and traffic.
The Comparison of Experience Quality between Domestic and Foreign Tourist: A Study on Sundanese Culture Performance in Bandung Yuniasari Megandini; Lusianus Kusdibyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.772 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1170

Abstract

Nowadays, the tourism industry has grown so rapidly that it can become the driving force of a country's economy. For those many things that need to be improved in order to compete globally in the tourism context, one of them is to improve the experience quality of domestic and foreign tourists. Therefore, in this research, researcher wanta to know and examine in depth about the difference of experience quality between domestic and foreign tourists through its dimensions those are education, entertainment, peace of mind, and escapism. This study uses 359 tourists, who come to enjoy Sundanese cultural performance in Bandung as the object of research. The result of this study that is there are not differences in several dimensions of experience quality such as education, entertainment, and peace of mind. Meanwhile, the dimensions of escapism in the experience quality between foreign and domestic tourists is different.
PENENTUAN RESPONS GETARAN MODEL BANTALAN ROL: PENGARUH LOAD ZONE DAN BEBAN UNBALANCE Carolus Bintoro
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.447 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1362

Abstract

Paper ini membahas hasil kajian terkait penentuan kekakuan bantalan rol sebagai akibat terjadinya peningkatan keausan dengan menggunakan simulasi numerik berdasarkan metode kontak Hertzian. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian tentang penentuan respons getaran bantalan rol akibat peningkatan keausan. Keausan (wear) dalam penelian ini diasumsikan sebagai diametral clearance, ????????, dan gaya terjadi dalam arah radial. Dari simulasi komputasional dapat diamati bahwa peningkatan keausan menyebabkan terjadinya penurunan kekakuan bantalan rol. Dengan demikian hubungan antara beban radial dan kekakuan sebagai fungsi diametaral clearance (????????) dapat ditentukan. Hal baru yang dipelajari dari penelitian ini yaitu respons getaran karena keausan dalam domain frekuensi memberikan harmoniknya
Sistem Pembatasan Pengaturan Temperatur Dan Monitoring Konsumsi Energi Listrik Peralatan Penyejuk Udara Ali A.S Ramschie; Johan F Makal; Veny V Ponggawa
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.819 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1363

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya pemborosan energi listrik dari penggunaan peralatan penyejuk udara adalah dalam hal pengaturan temperatur, dimana sering kali pengguna mengatur temperatur dari peralatan penyejuk udara pada pengaturan temperatur terendah misalkan pada pengaturan temperatur 160C sampai dengan 180C, dimana semakin rendah pengaturan temperatur yang dipilih, maka semakin lama kerja kompresor untuk mencapai temperatur ruang sesuai dengan pengaturan temperatur yang dipilih.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu sistem yang dapat membatasi pengaturan temperatur peralatan penyejuk udara pada kisaran pengaturan 24oC sampai dengan 27oC, serta dapat memonitoring konsumsi energi listrik dan harga bayar dalam rupiah dari pengoperasian peralatan tersebut.Dari hasil pengujian yang dilakukan, di dapat hasil bahwa sistem yang dibuat dapat membatasi pengaturan temperatur dari peralatan penyejuk udara pada operasi pengaturan 24oC sampai dengan 27oC pada mode operasi hemat energi, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pemborosan energi listrik dari peralatan tersebut. Di samping itu juga sistem ini dapat beroperasi pada mode normal sehingga pengguna dapat mengatur temperatur peralatan penyejuk udara pada kisaran 16oC sampai dengan 27oC. Sistem yang dibuat juga dapat memonitoring dan menginformasikan besarnya konsumsi energi listrik dalam Wh dan harga bayarnya dalam Rupiah dari peralatan penyejuk udara, sehingga pengguna dapat melakukan penghematan terhadap pengoperasian peralatan penyejuk udara.
Sistem Monitoring Keseimbangan Beban 3 – Phasa Berbasis Arduino Uno Fanny J Doringin; Stephy B Walukow; Marson J Budiman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.165 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1364

Abstract

Untuk mendapatkan hasil pendistribusian beban listrik yang optimal, maka keseimbangan beban antar phasa pada sistem instalasi 3-phasa haruslah menjadi salah satu syarat yang mutlak, karena jika tejadi ketidakseimbangan beban, maka akan berdampak pada rugi-rugi daya listrik. Salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan beban, adalah dalam hal penginstalasian peralatan listrik pada masing-masing phasa yang tidak sesuai dengan rancangan instalasi yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem yang dapat memonitoring dan menginformasikan keadaan beban yang terpasang pada sistem instalasi 3-phasa, sehingga dapat memudahkan dalam proses penambahan dan pembagian beban pada masing-masing phasa, sehingga dapat menghindari terjadinya ketidakseimbangan beban.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode prototyping, yang diawali dari tahapan perancangan, pembuatan dan pengujian sistem secara simulasi.Dari hasil pengujian yang dilakukan, maka didapat hasil bahwa sistem yang dibuat dapat mendeteksi dan menginformasikan saat terjadi ketidakseimbangan beban, dimana saat beban terdeteksi pada phasa R melalui sensor arus sebesar 1 ampere, pada phasa S terdeteksi sebesar 2 ampere dan pada phasa T terdeteksi sebesar 3 ampere, maka sistem akan menginformasikan melalui bunyi buzzer sebagai indikator alarm, serta menampilkan informasi melalui tampilan lcd bahwa terjadi ketidakseimbangan beban, beserta nilai arus yang terdeteksi di setiap phasa.
Sistem Monitor Konsumsi Energi Listrik Peralatan Penyejuk Udara Berbasis IoT Ali Ramschie; Johan Makal; Veny Ponggawa
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.423 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1365

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya pemborosan energi listrik terhadap pengoperasian peralatan penyejuk udara, adalah dalam hal konsumsi energi listrik dari peralatan tersebut, dimana pengguna tidak mengetahui berapa besar konsumsi energi listrik dari peralatan penyejuk udara yang mereka gunakan, sehingga pengguna dapat melakukan penghematan terhadap pengoperasian peralatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem yang dapat memonitor besarnya konsumsi energi listrik dari pengoperasian peralatan penyejuk udara yang berbasis IoT, yang mana proses monitor dapat dilakukan di sembarang tempat, sehingga pengguna dapat melakukan penghematan terhadap pengoperasian peralatan tersebut. Selain itu juga sistem yang dibuat dapat menginformasikan besar harga bayar dalam rupiah sesuai dengan besar konsumsi energi listrik yang terdeteksi. Kedepannya penelitian ini akan ditambahkan sistem pengaturan kerja peralatan penyejuk udara berbasis IoT, agar pengaturan suhu peralatan penyejuk udara dapat dilakukan di manapun pengguna berada, agar dapat memperkecil terjadinya pemborosan listrik. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem yang dibuat dapat memonitor dan menginformasikan besar konsumsi energi listrik dan harga bayar terhadap pengoperasian peralatan penyejuk udara, yang mana proses monitor dapat dilakukan melalui perangkat smartphone maupun melalui web server, dengan interval waktu update data selama 1 menit.
PREPARASI SELULOSA DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG DENGAN BANTUAN GELOMBANG IRADIASI ULTRASONIK Nufus Kanani; Akhmad Banu Aji Saputro; Ikeu Puspawati; Arsya Aditya Pratama
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.683 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1366

Abstract

Tongkol jagung merupakan salah satu limbah lignoselulosik yang banyak tersedia di Indonesia. Limbah lignoselulosik adalah limbah yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Tongkol jagung memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Keberadaan hemiselulosa dan lignin akan menurunkan efisiensi hidrolisis sehingga diperlukan pretreatment bahan baku. Perlakuan ini bertujuan untuk melepaskan selulosa dari hemiselulosa dan lignin yang mengikatnya (delignifikasi). Umumnya pretreatment kimia dilakukan menggunakan suhu tinggi dan juga menggunakan pelarut dalam jumlah yang banyak, sehingga perlu dicari alternatif lain salah satunya yaitu dengan menggunakan proses sonikasi dengan menggunakan pelarut asam Lewis yaitu FeCl3 dan Al2O3 yang dikombinasikan dengan HCl. Asam lewis yang dikombinasikan dengan HCl dengan bantuan gelombang iradiasi ultrasonik dapat menghancurkan dinding sel tanaman sehingga dapat menguraikan lignin dan hemiselulosa dari selulosa. Pada penelitian ini menggunakan metode analisa Chesson-datta dan analisa XRD. Variasi kondisi operasi yang digunakan yaitu menggunakan konsentrasi asam Lewis yang dikombinasikan dengan HCl (0%; 2,5%; 5%) dengan suhu sonikator (25; 50; 60oC) dan waktu sonikator (30; 60; 240 menit). Hasil terbaik diperoleh dari penggunaan pelarut FeCl3 5% yang dikombinasikan dengan HCl diperoleh kadar selulosa 72%, lignin 1,5 % dan hemiselulosa 2% dengan derajat kristalinitas sebesar 44,70%.

Page 14 of 124 | Total Record : 1239