cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
PENERAPAN KONSEP BARU CRACKED SOILS PADA PENANGULANGAN KELONGSORAN LERENG (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG RESKRIMSUS POLDA KALIMANTAN TIMUR, BALIKPAPAN) Dewi Amalia; Indrasurya B Mochtar; Noor Endah Mochtar
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2080.586 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1043

Abstract

Hasil analisa stabilitas lereng dengan tanah cukup kaku didasarkan pada kondisi terekstrim yaitu kondisi saturated akibat hujan dari lereng di area pembangunan gedung Reskrimsus Polda Kalimantan Timur, Balikpapan menunjukkan angka keamanan, SF>1. Hal ini berarti lereng tersebut kondisi aman walaupun ketika terjadi hujan. Pada kenyataannya, setelah lereng diguyur hujan dengan intensitas sangat lebat, lereng bergerak yang mengakibatkan kerusakan struktur di sekitarnya. Fenomena ini dapat dijawab dengan the concept of cracked soil yang mengakomodir keberadaan retak pada lereng dan pengaruh intensitas hujan yang belum banyak diperhatikan dalam menganalisa stabilitas lereng sampai saat ini. Retakan yang terinfiltrasi air hujan pada saat hujan sangat lebat akan menentukan stabilitas lereng. Parameter pada retakan ini berbeda dengan parameter tanah utuh dimana tanah tersebut dianggap berperilaku seperti pasir (c=0 dan f≠0) dan pada retakan tersebut akan terbentuk pore water pressure build up ketika hujan sangat lebat terjadi. Hasil dari analisa ulang yang dilakukan dengan konsep baru tersebut, lereng yang pada awalnya diprediksi aman (SF>1) ternyata longsor (SF<1). Secara garis besar diusulkan konsep untuk menanggulangi kelongsoran tersebut.
Rancang Bangun Engine Stand Turbin Gas APU TSCP-700 untuk Overhaul Tria Mariz Arief
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2079.549 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1044

Abstract

Makalah ini membahas tentang penyiapan Engine APU Garret TSCP-700 untuk dapat digunakan sebagai alat praktikum overhaul (bongkar-pasang) mesin pesawat udara. Fokus pembahasan pada makalah ini adalah Perancangan dan konstruksi Engine Stand untuk perawatan. Perancangan dilakukan dengan beberapa aspek diantaranya adalah prosedur perawatan, mobilitas dan keselamatan kerja. Analisis kekuatan struktur secara rinci dilakukan dengan menggunakan metoda elemen hingga untuk justifikasi faktor keamanan struktur. Tahap akhir dilakukan pengujian operasional alat sesuai dengan posisi operasi saat dilakukan perawatan engine. Hasil akhir engine stand dengan kapasitas 400 kg mempunyai kemampuan diputar hingga 180o dengan kondisi ekstrim pada 0o, 30o, 90o dan 180o. Kondisi tegangan maksimum yang dialami oleh struktur pada posisi kerja ekstrim secara berturut-turut untuk posisi 0o, 30o, 90o dan 180o adalah sebesar 175.2, 240.9, 268.2 dan 135.6 MPa yang terjadi pada bagian poros penghubung lengan dan plat mounting ke engine. Struktur menggunakan material baja struktur dengan kekuatan luluh sebesar 380 MPa, sehingga secara keseluruhan rancangan menghasilkan safety factor sebesar 1.4 pada posisi paling kritis, sedangkan pada posisi pemasangan adalah 2.2 dan 2.8, sehingga masih cukup aman.
PEMANFAATAN PEKTIN DARI DAUN CINCAU HIJAU (Premna oblongifolia merr) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM Fe Eva Puspita; Mohammad Idris Asyraf Ali; Siti Mutia Lingga Rhusmana
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.981 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1045

Abstract

Cincau hijau merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Dari zaman dahulu banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dalam bidang industri, pangan, maupun farmasi. Komponen utama pada ekstrak daun cincau adalah pektin yang merupakan polisakarida pembentuk gel dengan kadar sekitar 13-29%. Di bidang industri pektin dapat dimanfaatkan sebagai bahan biosorben alternatif untuk mengurangi logam berat yang ada di lingkungan, salah satunya adalah Fe. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti manfaat pektin dari daun cincau hijau sebagai biosorben logam Fe. Dalam penelitian ini pektin diisolasi dari daun cincau hijau dengan cara maserasi dingin menggunakan aquades dan alkohol, setelah itu dilakukan dimetilasi pada pektin untuk menurunkan derajat esterifikasinya. Untuk mengetahui karakteristik pektin maka dilakukan pengujian dengan FTIR, selanjutnya dilakukan pengujian pektin sebagai biosorben logam Fe melalui pengukuran menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi optimumnya yaitu pada pH 7 dan waktu kontak 120 menit 20 mg pektin dari daun cincau mampu menurunkan kadar Fe dengan daya serap 24,773 mg/g dengan  % teradsorpsinya sebesar 82,57%.
SINTESIS NATRIUM ALGINAT DARI Sargassum sp. DENGAN PROSES LEACHING Ria Siti Putriyana; Ibnu Abdulah; Ining Purwaningsih; Lusiana Silvia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.557 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1046

Abstract

Negara Indonesia dikenal akan keanekaragaman hayati yang tinggi. Sargassum sp. merupakan sumber daya hayati laut yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber alginat. Alginat dalam bentuk garamnya (Natrium Alginat) banyak digunakan dalam industri makanan dan farmasi sebagai bahan tambahan, pengental, dan bahan pengemulsi. Proses pembuatan Natrium alginat menggunakan proses ekstraksi padat-cair (leaching) dengan Na2CO3 7,5%. Filtrat dipisahkan dari residu melalui penyaringan. Selanjutnya, proses pengasaman dengan H2SO4. Asam alginat yang telah dipisahkan direaksikan kembali dengan serbuk Na2CO3 untuk membentuk Natrium Alginat padat. Produk yang telah dikeringkan dikarakterisasi secara kualitatif dan kuantitatif. Pengujian kualitatif menunjukkan bahwa produk merupakan Natrium Alginat. Hasil penelitian menunjukkan rendemen sebesar 17,39%, pH 9-11, dan berat jenis 1,1466-1,1585 g/mL.
Mesin Cetak Paving Block Dengan Sistem Pneumatik Untuk Home Industry di Kabupaten Indramayu Meri Rahmi; Dedi Suwandi; Suliono Suliono; Badruzzaman Badruzzaman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.133 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1047

Abstract

 Pembuatan mesin cetak paving block dengan sistem pneumatik, khususnya untuk pengusaha paving block di Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Mesin ini mampu menggantikan alat atau metode konvensional yang saat ini masih digunakan pengusaha paving block dengan skala home industry. Sistem kerja mesin ini menggunakan mekanisme pneumatik yang menekan dan memadatkan bahan baku paving block yang sudah dimasukkan dalam cetakan. Satu kali proses cetak menghasilkan dua paving block sekaligus. Berdasarkan hasil pengujian mesin cetak paving block dengan sistem pneumatik didapatkan hasil yaitu terdapat perbedaan alur proses pembuatan paving block dengan menggunakan mesin cetak sistem pneumatik dari enam tahapan proses menjadi empat tahapan proses, waktu proses dengan menggunakan mesin cetak paving block menjadi lebih cepat dibandingkan dengan proses manual yaitu dari 25 menit menjadi 11 menit, efisiensi waktu yang didapatkan adalah 52% lebih cepat, dalam satu kali proses mesin cetak langsung menghasilkan dua paving block, sedangkan pada proses manual hanya menghasilkan satu paving block dan hasil produktivitas meningkat menjadi 60% dalam waktu satu hari kerja (8 jam kerja/ shift normal).
Rancang Bangun Kran Wudhu Otomatis Berbasis Mikrokontroller Wildan Setiawan; Hafizh Zayyanandhika; Luthfy Priswana
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.145 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1048

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup salah satunya digunakan untuk kegiatan beribadah umat islam. Penggunaan air ketika berwudhu sering kali terjadi pemborosan air oleh karena itu dibuatlah “rancang bangun kran wudhu otomatis berbasis mikrokontroller” yang bertujuan untuk meminimalisir pemborosan air. Metode yang digunakan yaitu menggunakan gerak tubuh manusia sebagai inputan untuk sensor PIR karena sensor PIR berfungsi mendeteksi pergerakan manusia serta suhu tubuhnya dan kemudian mengaktifkan pompa sehingga air dapat mengalir keluar melalui kran. Hasil yang didapatkan yaitu penggunaan alat ini dapat membantu pengguna ketika berwudhu serta meminimalisir pemborosan air dengan akurasi yang didapat dari hasil perhitungan yaitu sebesar 9.94 %.
PENGENDALIAN SUHU PENCAMPURAN AIR BERBASIS INDUSTRIAL ROBUSTNESS–RTU DENGAN SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI Nugroho Widi Santoso; Paula Santi Rudati; Feriyonika Feriyonika
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2155.731 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1049

Abstract

Proses otomatisasi pengendalian jarak jauh masih menjadi permasalahan karena pengendalian suatu proses dari jarak yang jauh yang hanya menggunakan satu buah controller saja membuat beban kendali pusat menjadi besar. Oleh karena itu perlu adanya pendistribusian control atau yang lebih dikenal dengan Distributed Control System (DCS). Pada paper ini, pengaplikasian DCS digunkan untuk mengendalikan suhu pencampuran air. Sistem DCS ini terdiri dari satu buah Master Control Unit yang terdiri dari FCN-RTU Stardom Yokogawa yang dilengkapi dengan HMI yang berfungsi sebagai mengendalikan suhu pada tanki pencampuran agar sesuai dengan nilai set point yang diinginkan, dan 4 buah Local Control Unit, yaitu LCU 1 plant pengatur flow air panas, LCU 2 plant pengatur flow air dingin, LCU 3 plant pengatur flow out, dan LCU 4 plant pengendali suhu pada tanki panas. Untuk mendapatkan parameter pengendali dari setiap LCU yang menggunaan kendali PID maka digunakan metode Ziegler Nichols 1 dan 2, dan hasil parameter pengendali yang didapat LCU 1 adalah Kp= 5, Ti=10 dan Td= 0,39, untuk LCU 2 adalah Kp=2, Ti=10, dan Td=0,46, pada LCU 3 yaitu Kp= 8, Ti=6, dan Td=0,6. dan pada LCU 4 adalah Kp=3, Ti=70 dan Td=20. Hasil dari integrasi sistem secara keseluruhan didapatkan respon global dengan nilai settling time sebesar 19.2s, overshoot sebesar 0% dan rise time sebesar 45.3s. Metode ini dapat diaplikasikan pada sistem kendali yang luas dan besar seperti pada sistem kendali di dunia indutri minuman maupun manufaktur.
Inverse dan Body Kinematics pada Robot Hexapod Indra Agustian Kurniawan; Feriyonika Feriyonika; Sabar Pramono
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.828 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1050

Abstract

Perancangan metode gerak hexapod robot secara konvensional dilakukan dengan cara merekam pola gerakan dari masing-masing kaki secara manual, kemudian pola gerakan tersebut dijadikan acuan untuk melakukan langkah kaki pada saat robot bergerak. Perancangan metode gerak secara konvensional memiliki kelemahan, yaitu jika pola gerakan tersebut diubah maka proses perekaman pola gerakan harus dilakukan kembali sehingga gerakan robot menjadi terbatas pada posisi-posisi tertentu. Maka dari itu, digunakan metode inverse kinematics untuk menghitung sudut-sudut yang harus dicapai tiap sendi kaki robot agar posisi dari ujung kaki robot mencapai titik yang diinginkan dan kaki robot dapat bergerak ke berbagai posisi. Metode body kinematics mengolah data posisi dari tubuh robot untuk mengkoordinasikan gerakan dari enam kaki pada robot, sehingga robot dapat bergerak ke berbagai arah. Pada gerakan langkah kaki robot, digunakan trayektori langkah agar gerakan langkah menjadi halus dan pola langkah (gait) untuk menjaga keseimbangan robot saat bergerak. Dari hasil percobaan inverse kinematics, didapatkan nilai rata-rata error sumbu X pada tiap kaki adalah 1.89%, pada sumbu Y adalah 2.6%, dan pada sumbu Z adalah 12,4%. Rataan error body kinematics rotasi statis sumbu X sebesar 1.73 derajat, sumbu Y sebesar 0.72 derajat, dan sumbu Z sebesar 0.72 derajat. Kecepatan maksimal robot adalah 5.15 cm/s.
Perancangan Konfigurasi Sensor Node dalam Digital Precision Farming Menggunakan Jaringan Internet of Things Rida Hudaya; Trisno Yuwono Putro
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.378 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1051

Abstract

Makalah ini berisi penjelasan tentang hasil realisasi konfigurasi perangkat keras sensor node untuk aplikasi dalam digital precision farming. Sensor node berfungsi mengumpulkan data ukur dan menghubungkan sensor dengan server di ruang kendali. Konfigurasi dikelompokkan atas konfigurasi dasar dan konfigurasi tambahan. Pengelompokan konfigurasi ini berdasarkan permasalahan yang dihadapi pada hampir semua kondisi lahan pertanian di Indonesia yaitu biaya pengadaan dan implementasi teknologi yang mahal, klasifikasi penyebaran tanaman yang tidak tertata dengan baik, keterbatasan energi listrik dan kondisi lahan berbukit bukit. Rancangan telah direalisasikan dengan komponen yang murah dan mudah tersedia di pasar dengan melakukan optimalisasi konfigurasi agar mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Permasalahan energi listrik yang rendah dan kemampuan sensor node dalam mengirim data melalui rintangan alam sangat tergantung pada komponen yang tersedia dan ada di pasar. 
Deteksi Api dengan Teknik Pindai Menggunakan Sensor TPA81 dan Motor Servo pada Robot Pemadam Api Septia Permana; Anggi Dwi Saputri; Rhivangga Azka Aulia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 9 (2018): Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.39 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v9i0.1052

Abstract

Salah satu perkembangan robot terlihat dalam kontes robot Indonesia yang semakin bervariasi dalam penggunaan teknologinya. Dalam perlombaan robot pemadam api, hal yang paling penting yaitu robot harus bisa memadamkan api. Untuk memadamkan api tersebut maka dibutuhkan cara yang akurat dan efektif untuk mendeteksi posisi api agar robot bisa memadamkan api. Untuk bisa mendeteksi posisi api dibutuhkan sensor pendeteksi api salah satunya yaitu sensor TPA81. Sensor ini dapat mencari posisi api yang berada di sekitarnya dalam range 41o dan menghasilkan output nilai suhu sebanyak 8 data array dan 1 data ambient. Dengan menggabungkan sensor TPA81 dengan motor servo, sudut pembacaan api dapat diperlebar dengan teknik pemindaian. Hasilnya sudut pembacaan posisi api dapat diperlebar mencapai 80o. Untuk mendapatkan pembacaan posisi api yang efektif dan akurat telah dilakukan berbagai percobaan algoritma pemrograman dengan metoda trial and error sehingga didapatkan hasil pembacaan yang akurat dengan melibatkan beberapa parameter kondisi ruang sekitar dalam pemrogramnnya. Penggabungan sensor TPA81 dan motor servo merupakan pilihan yang tepat dalam pembacaan posisi api yang diterapkan pada robot pemadam api karena menghasilkan pembacaan posisi api yang efektif dan akurat. Metode penggabungan sensor TPA81 dan motor servo akan tetap bekerja optimal selama sumber daya yang dibutuhkan tetap terpenuhi.   

Page 2 of 124 | Total Record : 1239