Articles
1,239 Documents
Pengaruh Perceived Value Spotify Premium Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Pada Mahasiswa di Wilayah Bandung Raya)
Auliana Febriani;
Ermina Tiorida
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1037.131 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1467
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghindari pembajakan musik adalah dengan cara menggunakan aplikasi streaming musik, karena musisi mendapatkan royalti dari hasil streaming pendengar. Spotify merupakah salah satu aplikasi streaming musik yang sudah berdiri selama lebih dari sepuluh tahun. Sebagai layanan yang menyediakan jenis layanan gratis dan berbayar, pengguna berbayar Spotify belum mendominasi total pengguna. Pengguna layanan gratis masih lebih banyak karena persepsi yang diberikan konsumen atas layanan gratis memiliki percieved value yang lebih tinggi dibandingkan dengan layanan premium. Karena pengguna layanan gratis mendapatkan manfaat dari sebuah layanan tanpa adanya pengorbanan yang dilakukan sama sekali. Sedangkan pengguna layanan premium menggunakan layanan yang disertai fitur-fitur tambahan dengan membayar sejumlah biaya. Kepuasan pengguna layanan salah satunya dipengaruhi oleh perceived value dari sebuah produk atau layanan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perceived value Spotify Premium terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan alat analisis yang digunakan adalah IBM SPSS 21. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 133 responden yang terdiri dari mahasiswa pengguna Spotify Premium di wilayah Bandung Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived value berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pengguna Spotify.
Dekomposisi Variabel Minat Kunjungan Pada Ritel Modern (Mall) Dengan Variabel Prediktor Gaya Hidup Dan Faktor Demografis (Studi pada Ritel Modern di Kota Cirebon)
Arie Indra Gunawan;
Nugroho Hardiyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (718.406 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1468
Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi model minat berkunjung konsumen pada ritel modern di Kota Cirebon berkaitan dengan variabel gaya hidup dan factor demografis konsumen. Kuesioner dibagikan kepada pengunjung mall dari berbagai latar belakang demografis yang berbeda diperoleh data sebanyak 108 responden. ANOVA dan SEM-AMOS digunakan untuk menguji hipotesa. Hasil analisis menunjukkan bahwa model fit dengan data. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya hidup dan faktor demografis terhadap minat kunjungan pada ritel modern. Gaya hidup memberikan dominasi sebesar 31,4%. Sementara factor demografis memberikan dampak sebesar 71% terhadap minat kunjungan. Hasil riset ini juga memperlihatkan bahwa faktor demografis mempengaruhi gaya hidup sebesar . Selain itu ditemukan pengaruh yang positif dan signifikan gaya hidup terhadap minat kunjungan pada ritel modern di Kota Cirebon. Hasil riset ini memberikan saran kepada manajemen ritel modern di Kota Cirebon pentingnya memahami profil demografi dan gaya hidup konsumen sebagai dasar untuk meningkatkan minat berkunjung konsumen ke mall yang mereka kelola.
PENGARUH GREEN MARKETING MIX TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI PADA KONSUMEN THE BODY SHOP KOTA BANDUNG)
Nanda Fitria Siti Fatimah;
Maya Setiawardani
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.144 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1469
Green marketing mix atau yang biasa disebut dengan bauran pemasaran hijau adalah sebuah konsep dimana upaya kegiatan yang berkaitan dengan produk, harga, tempat dan promosi dengan mempertimbangkan kelestarian lingungan atau kesehatan lingkungan. Perkembangan industri kosmetik yang semakin meningkat, menyebabkan perusahaan diharuskan memiliki nilai tambah atas produk yang ditawarkannya. The Body Shop merupakan salah satu perusahaan perawatan kulit dengan menawarkan green marketing mix dalam perusahaannya. Akan tetapi, dengan terus menurunnya reputasi The Body Shop beserta pangsa pasarnya, dikhawatirkan apabila hal tersebut terus dibiarkan akan membuat konsumen beralih ke pesaing lain. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bauran pemasaran hijau di The Body Shop kota Bandung (2) keputusan pembelian konsumen di The Body Shop kota Bandung (3) pengaruh green marketing mix terhadap keputusan pembelian secara simultan dan parsial. Penelitian ini terdari empat sub variabel yaitu green product, green price, green place dan green promotion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis linear berganda, analisis korelasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green marketing mix dan keputusan pembelian yang ada pada The Body Shop kota Bandung termasuk dalam kategori cukup baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara green marketing mix tehadap keputusan pembelian.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE PADA PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG BARAT
Fahrizal Maizi Ahmad
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (722.542 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1470
Manajemen Risiko di lingkungan pemerintah saat ini masih belum diterapkan secara efektif di seluruh institusi pemerintahan, termasuk Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Penerapan Manajemen Risiko di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih belum efektif jika dibandingkan dengan Pemerintah Daerah lain yang sudah menetapkan Peraturan Daerah mengenai Manajemen Risiko. Padahal Manajemen Risiko mampu membantu pemerintah dalam pencapaian tujuan dan mewujudkan Good Governance serta sudah ada peraturan untuk menerapkannya, yaitu PP No. 60 tahun 2008. Penelitian ini menganalisis bagaimana penerapan Manajemen Risiko di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mewujudkan Good Governance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Manajemen Risiko di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum efektif karena beberapa faktor seperti pemahaman yang kurang, kesadaran akan pentingnya Manajemen Risiko yang kurang, dan sumber daya yang tidak memadai.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK HMI UNTUK DCS PENGENDALIAN SUHU PENCAMPURAN AIR
Umar Zaenal Abidin;
Paula Santi Rudati;
Feriyonika Feriyonika
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1285.876 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1471
Perkembangan industri saat ini membutuhkan teknologi dalam sistem otomatisasi untuk memproduksi maupun memproses suatu produk. Proses pengendalian dalam industri umumnya dilakukan secara terpisah dan tidak terkordinasi satu sama lain, serta memiliki jarak yang cukup jauh. Proses pengendalian yang dilakuakan memiliki jumlah kendali lebih dari satu plant, sehingga solusi untuk masalah tersebut adalah sistem kendali terdistribusi. Sistem kendali terdistribusi terdiri dari Local Control Unit (LCU) dan master control, dimana algoritma master control yang sudah ada memiliki masalah. Dalam sistem ini akan dikoordinasikan antara 4 LCU dan MCU yang terdiri dari modul FCN-RTU Stardom Yokogawa yang dilengkapi dengan HMI yang berfungsi untuk mengendalikan suhu pada tangki pencampuran agar sesuai dengan nilai set point yang diinginkan. Hasil pengujian dari HMI yang dibuat mampu memberikan nilai setpoint terhadap LCU, mampu menyimpan nilai database dari pengukuran plant, memiliki sistem security dan memiliki sistem alarm ketika plant dalam kondisi tertentu.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Ramen AA Wilayah Kota Bandung Dan Kota Cimahi
Andini Mardiani Khaerin;
Maya Setiawardani
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.702 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1472
Ramen AA adalah sebuah restoran yang menyediakan makanan khas Jepang yang terfokus pada menu Ramen. Restoran Ramen AA telah memiliki beberapa cabang baik di wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi. Pengamatan pendahuluan menunjukkan bahwa pelanggan Ramen AA belum sepenuhnya menikmati pelayanan yang diberikan, hal ini dapat diketahui dari beberapa keluhan yang dirasakan oleh pelanggan seperti area parkir, area makan dan karyawan yang kurang memiliki simpati saat ada pelanggan yang yang kurang cukup untuk menampung banyaknya pelanggan yang datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Ramen AA wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi. Pengukuran dimensi kualitas pelayanan menggunakan kelima dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelanggan restoran Ramen AA yang tidak diketahui jumlahnya dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 117 orang responden. Metedologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisis yaitu uji asumsi klasik, analisis statistik deskriptif, regresi linier sederhana, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 0,935 + 0,258X. sedangkan hasil perhitungan R square 0,450 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif yang kuat antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan sebesar 45% pada Ramen AA wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi.
EVALUASI PENGENDALIAN ANGGARAN UNTUK MEMPERTAHANKAN KINERJA KEUANGAN (STUDI KASUS PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII)
Novia Fansa Fielianti;
Ira Novianty
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.786 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1473
Abstrak: Pengendalian anggaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan baik di intstansi pemerintahan maupun di perusahaan-perusahaan BUMN di Indonesia. Tujuan dilakukan nya pengendalian anggaran adalah perusahaan dapat mengefektifkan anggaran perusahaan dalam suatu periode tertentu dan berguna dalam meningkatkan dan mempertahankan kinerja keuangan perusahaan. PT Perkebunan Nusantara VIII divisi akuntansi melakukan pengendalian anggaran terhadap anggaran yang diajukan oleh setiap manajer kebun yang dinaungi oleh perusahaan tersebut, tetapi pada proses pengendalian anggaran tersebut seringkali menimbulkan konflik berupa ketidaksesuaian pengendalian anggaran antara bagian pengendalian anggaran kantor pusat PTPN VIII dengan manajer kebun tersebut. Sehingga proses pengendalian anggaran tersebut perlu dievaluasi agar proses pengendalian anggaran di PTPN dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kuantitatif dimana peneliti akan melakukan evaluasi pengendalian anggaran berdasarkan standar pengendalian anggaran perusahaan, peraturan pemerintahan, teori pengendalian model CoCo, dan teori menurut Welsch. Selain itu peneliti juga melakukan perhitungan atas kinerja keuangan perusahaan berdasarkan teori rasio pertumbuhan dan kecenderungan. Hasil penelitian ini adalah proses pengendalian anggaran yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara VIII dan perhitungan rasio pertumbuhan kecenderungan secara keseluruhan sudah dilakukan dengan efektif dan efisien tetapi terdapat beberapa hal penting yang masih belum dipenuhi oleh bagian pengendalian anggaran untuk menyemprunakan proses pengendalian anggaran tersebut.
PENGARUH PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN (Studi Terhadap Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2017)
M. RIDWAN D.P.S.W;
IRA NOVIANTY
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.076 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1474
Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu hal penting dalam proses operasi suatu perusahaan karena dapat meningkatkan nilai perusahaan. Sehingga menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya kedalam suatu perusahaan. Melalui penerapan CSR ini dapat meningkatkan nilai perusahaan. Salah satu pengukuran yang dapat digunakan adalah profitabilitas. Profitabilitas perusahaan dapat di ukur menggunakan Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Corporate Social Responsibility terhadap profitabilitas perusahaan pada perusahaan food and beverage yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengunduh laporan keuangan perusahaan melalui situs www.idx.co.id. Populasi penelitian ini berjumlah 26 perusahaan, diperoleh 8 perusahaan yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis regresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Return On Assets sebesar 14,2%, Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap Return On Equity dan Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap Net Profit Margin sebesar 12,7%.
Pengaruh Persepsi Karyawan mengenai Keefektifan Pengendalian Internal dan Kesesuaian Kompensasi Finansial serta Non Finansial terhadap Pencegahan Kecurangan Akuntansi
Dinda Novitasari;
Endah Dwi Kusumastuti
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (524.757 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1475
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh persepsi karyawan mengenai keefektifan pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi finansial serta non finansial terhadap pencegahan kecurangan akuntansi. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini akan dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada para karyawan yang bekerja pada bagian Shared Service Operation Finance (SSOF) di PT X yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Populasi karyawan pada bagian Shared Service Operation Finance (SSOF) di PT X berjumlah 72 karyawan. Sehingga dilakukan teknik sampling berdasarkan populasi tersebut, menghasilkan 61 karyawan sebagai sampel penelitian. Variabel independen dalam penelitian ini adalah persepsi karyawan mengenai keefektifan pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi finansial serta non finansial. Sedangkan, variabel dependen dalam penelitian ini adalah pencegahan kecurangan akuntansi. Metode analisis data menggunakan uji regresi linear berganda dengan bantuan software IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi karyawan mengenai keefektifan pengendalian internal secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan akuntansi serta variabel kesesuaian kompensasi finansial serta non finansial secara parsial berpengaruh positif terhadap pencegahan kecurangan akuntansi. Secara simultan menunjukkan bahwa variabel persepsi karyawan mengenai keefektifan pengendalian internal dan kesesuaian kompensasi finansial serta non finansial berpengaruh positif terhadap pencegahan kecurangan akuntansi.
Peningkatan Kompetensi Kreatif Laboratorium Manajemen Aset Politeknik Negeri Bandung sebagai Unit Usaha Bidang Pengelolaan Aset
Tri Setyowati;
Katharina Priyatiningsih;
Nurlaila Fadjarwati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.457 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1476
Competence is a description of capabilities that include knowledge, skills and attitudes in order to get a certain job positions, including also the asset manager. The existence of Asset Management Laboratory at Polban is featured for vocational colleges. The needs for asset management through training and certification is constantly evolving and the role of Asset Management Laboratory as a business unit continued to improve its competence, by measuring the existing competencies and the needs of the industry. This study uses descriptive and confirmative with the object of the research to be carried out in Asset Management Laboratory Sampling for the entire project was conducted in stratified sampling with respondents involved is lecturer of the course. The results of a study reported that competencies Asset Management which has owned Laboratory Asset Management to carry out training and certification with five sub-competencies that an inventory, acquisitions, valuation, operating, and the maintenance of assets is already fulfilled 12 indicators from the 27 indicators measured, so there are 15 indicators that require efforts to increase competence, which push Laboratory Asset Management as TUK (The Competency Test) and as a Business Unit Asset Management Division.