cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Pengaruh Panjang Pipa Suction dan Liquid terhadap Kinerja AC Split Hanif, Zakwan; Setyawan, Andriyanto; Najmudin, Hafid
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.426 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4169

Abstract

AC split merupakan salah satu pengkondisi udara yang sangat umum digunakan karena bentuknya yang kecil dan ringkas. Terdapat dua bagian pada AC split yaitu indoor unit dan outdoor unit, jarak keduanya dihubungkan oleh pipa tembaga untuk tempat mengalirnya refrigeran. Namun kerap kali panjang pipa AC split tidak mengikuti panjang standar yang dikeluarkan oleh produsen yaitu 5m. tentunya hal ini akan mempengaruhi kinerja dari AC split tersebut. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan memvariasikan panjang pipa sebesar 15, 20, 25, dan 30 m didapatkan hasil bahwa semakin panjang pipa maka kapasitas pendinginannya akan turun. Terjadi penurunan kapasitas pendinginan sebesar 29% akibat penambahan panjang pipa sebesar 15 meter. EER mengalami penurunan berturut-turut sebesar 3,43; 3,02; 2,81; dan 2,54. Drop tekanan pada pipa mengalami kenaikan seiring dengan penambahan panjang pipa. Drop tekanan terbesar terdapat pada pipa liquid dengan variasi panjang pipa 30 m yaitu sebesar 12,96 kPa dan terjadi penurunan total daya input sebesar 4%.
Pengaruh Konsentrasi Kaolin dan ZnO dengan Penambahan PVOH Terhadap Karakteristik Bioplastik Berbasis Pati Ngatin, Agustinus; Sihombing, Rony P; Al-Ghifari, Muhammad Z; Maulana, Fauzan I
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.904 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4170

Abstract

Bioplastik berbasis pati dapat dijadikan sebagai alternatif dari permasalahan plastik konvensional karena memiliki kelebihan yaitu dapat terdegradasi secara alami, namun memiliki kelemahan berupa buruknya karakteristik yang membuat fungsionalitasnya menurun. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan penambahan filler seperti ZnO dan kaolin clay, plasticizer, serta aditif seperti PVOH. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan bahan tersebut terhadap daya serap air dan biodegradabilitas bioplastik sebagai alternatif bagi penggunaan plastik konvensional. Bioplastik jenis ini dibuat dengan mencampurkan pati dengan 25% b/b gliserol, filler (ZnO atau kaolin clay) dengan variasi konsentrasi (3%, 6%, 9%, dan 12%, b/b), dan 5% b/b PVOH ke dalam air dengan pemanasan dan pengadukan kontinyu. Hasil penelitian menunjukkan bioplastik dengan filler ZnO memiliki daya serap air lebih baik namun sifat biodegradabilitasnya lebih rendah dibandingkan filler kaolin clay. Penambahan PVOH meningkatkan biodegradabilitas bioplastik dengan filler ZnO, namun sebaliknya pada filler kaolin clay. Bioplastik dengan daya serap air terbaik didapatkan pada penambahan filler ZnO 12% b/b dan PVOH 5% b/b dengan nilai daya serap air 70,2644%, sedangkan biodegradabiliras terbaik didapatkan pada penambahan filler kaolin clay 3% b/b dan PVOH 5% b/b dengan nilai sebesar 34,0608%.
Ekstraksi Daun Tembakau dengan Metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan Variasi Jenis Pelarut dan Waktu Ekstraksi pada Daya Microwave 150 Watt Sihombing, Rony Pasonang; Tamba, Alfonsius Perdija; Renata, Calvin Aditya; Ngatin, Agustinus
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.162 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4171

Abstract

Tembakau merupakan salah satu rempah-rempah yang pertumbuhannya cukup besar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik produksi tembakau Indonesia pada 2020 sebesar 261.011 ton. Hal tersebut adalah potensi yang sangat besar, namun pemanfaatan tembakau sejauh ini mayoritas hanya digunakan pada industri rokok. Penelitian mengenai ekstraksi tembakau diharapkan mampu mendorong peluang pemanfaatan tembakau untuk keperluan lain selain bahan baku rokok, seperti inhibitor korosi dan bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi dan jenis pelarut terhadap perolehan rendemen ekstrak tembakau. Metode ekstraksi yang digunakan adalah MAE (Microwave Assisted Extraction). Pelarut yang digunakan etanol 96% dan methanol 95%, serta waktu ekatraksi yang digunakan adalah 5,10,15, dan 20 menit. Analisis yang dilakukan adalah analisis rendemen, densitas, dan GC-MS. Hasil ekstrak menggunakan pelarut metanol dan etanol mencapai densitas rata-rata masing-masing 0.82 g/mL dan 0.83rendemen tertinggi yang dihasilkan masing-masing 37.74% dan 38.05% pada waktu ekstraksi 10 menit. Berdasarkan hasil GC-MS komponen tertinggi dalam ekstrak adalah nikotin dengan komposisi pada ekstrak dengan pelarut etanol dan metanol masing-masing 96.1% dan 95.5%.
Pengukur Suhu Tubuh Otomatis Berbasis Identifikasi Objek Menggunakan Metode Image Processing Julhijah, Zenita Amalia; Setiadi, Budi; Binarto, Agus
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.447 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4172

Abstract

Di saat pandemi Covid-19, sistem pengukuran suhu secara manual menggunakan thermogun sudah sering di jumpai ketika akan memasuki suatu tempat (khususnya tempat umum). Mengukur suhu tubuh seperti itu (manual) dirasa kurang efektif karena membuat intensitas kontak secara langsung antara petugas dan pengunjung menjadi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan otomatisasi agar mengurangi kontak langsung antara petugas dan pengunjung. Tujuan penelitian ini, merancang dan membuat sistem pengukur suhu tubuh manusia dengan mengindetifikasi objek wajah manusia menggunakan metode pengolahan citra (image processing). Sistem ini menggunakan Raspberry Pi 3B sebagai processor yang terhubung dengan kamera webcam sebagai masukan untuk mengetahui objek wajah manusia menggunakan metode Viola Jones dan sensor suhu AMG8833 untuk mengukur suhu tubuh. Untuk outputnya berupa monitoring pada user interface di monitor (Personal Computer atau Laptop) dan buzzer sebagai alarm peringatan ketika terdeteksi suhu yang tinggi (>37 derajat Celcius). Hasil penelitiannya, sistem ini berhasil dirancang dan dibuat serta memberikan hasil pengukuran suhu tubuh manusia dengan akurasi sensor sebesar 99,28%.
Penentuan Suhu Optimum Dekafeinasi Kopi Arabika Sigarar Utang Menggunakan Pelarut Asam Asetat Azizah, Nadia D N; Novita, Carolina R L; Sihombing, Rony P; Hariyadi, Tri
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.077 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4173

Abstract

Kafein merupakan salah satu senyawa pada biji kopi Arabika yang jika dikonsumsi berlebih dapat memberikan efek pusing, mual, dan badan gemetar. Kadar kafein dapat dikurangi melalui proses dekafeinasi. Penelitian ini menggunakan metode Solvent Decaffeination yang dipengaruhi oleh suhu untuk mengurangi kadar kafein pada kopi Arabika Sigarar Utang. Rasio kopi dan pelarut yang digunakan penelitian ini adalah 1:5 (b/b). Variasi suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 110°C – 130°C dengan waktu operasi masing-masing selama 3 jam. Suhu optimum proses dekafeinasi diperoleh berdasarkan koefisien distribusi dan efisiensi. Parameter tersebut diperoleh melalui analisis kadar kafein pada kopi menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan hasil penelitian, suhu optimum proses dekafeinasi kopi Arabika menggunakan pelarut asam asetat 50%(- v/v) adalah 115°C dengan koefisien distribusi 5,733 dan efisiensi 85,2%.
Karakteristik Kadar Metoksil dan Kadar Asam Galakturonat pada Ekstrak Pektin dari Kulit Jeruk Manis Pacitan pada Suhu 90°C Fauzan, Ahmad; Risnandar, Tiara Devita; Anisa, Vira Rizki; Sihombing, Rony Pasonang
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.605 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4174

Abstract

Kulit jeruk mengandung beberapa kandungan senyawa kimia bermanfaat, salah satunya pektin. Pada industri makanan, pektin digunakan sebagai bahan pengental dan pembentuk gel. Pektin dapat diperoleh dari kulit jeruk manis pacitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kadar metoksil dan kadar asam galakturonat terhadap hasil ekstraksi pektin dengan suhu 90°C. Pengambilan pektin dari kulit jeruk manis pacitan dilakukan dengan metode ekstraksi padat cair menggunakan pelarut asam. Variabel tetap yang digunakan yaitu pelarut asam klorida (HCl) 0,5% dengan kondisi pH 1 dan etanol 96% untuk pengendapan pektin. Variabel bebas yang digunakan yaitu waktu ekstraksi selama 1 jam; 2 jam; 3 jam. Hasil pengujian karakteristik pektin dibandingkan dengan standar mutu pektin IPPA (International Pectin Producers Association). Berdasarkan penelitian, rendemen paling tinggi didapat pada waktu 1 jam yaitu sebanyak 30,36%. Karakterisasi kadar metoksil tergolong ke dalam metoksil rendah karena berada pada rentang standar 2,5-7,12%. Karakterisasi kadar asam galakturonat yang sesuai standar didapat pada waktu 2 dan 3 jam dengan jumlah 41,30% dan 43,37%.
Perancangan Heat Exchanger Tipe Shell and Tube Menggunakan Helical Baffles pada Proses Gasifikasi Batu Bara Kapasitas 30000 Nm3/h Rasyid, Raihan Fadhlurrahman; Prajogo, Sapto; Kurniasetiawati, Annisa S
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.518 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4175

Abstract

Heat Exchanger tipe shell and tube adalah alat penukar panas dengan menggunakan sistem tabung tempat cairan mengalir. Permasalahan pada Heat Exchanger adalah temperatur keluaran coal gas yang hanya mencapai 91,3 °C dan efektivitas sebesar 0.512 dengan standar operasi efektivitasnya sebesar 0,6-0,8. Fluida panas (coal) mengalir pada sisi shell dan fluida dingin (water) mengalir pada sisi tube. Baffle merupakan sekat yang berfungsi untuk mengatur aliran yang melewati sisi shell dan meningkatkan turbulensi menjadi lebih tinggi. Heat exchanger jenis shell and tube dengan helical baffle dapat menghasilkan pressure drop yang lebih rendah, mengurangi nilai fouling factor serta meningkatkan koefisien perpindahan panas. Hasil perancangan Heat Exchanger menggunakan helical baffle dengan sudut 3° meningkatkan koefisien perpindahan panas dari 3,74 W/m °C menjadi 5,57 W/m °C atau meningkat sebesar 32,96%. Nilai pressure drop di sisi shell menurun dari 3,78 kPa menjadi 2,88 kPa atau menurun sebesar 23,81% sedangkan untuk pressure drop tube menurun dari 0,00026 kPa menjadi 0,000069 kPa atau menurun sebesar 73,46%. Perancangan ini meningkatkan efektivitas Heat Exchanger dari 0.512 Menjadi 0.605. Peluang penghematan energi dari perancangan Heat Exchanger menggunakan 2 2 helical baffle ini mencapai 3854,048 W per tahun dengan keuntungan/tahun ekonomi sebesar Rp 500.574.719,64 dengan nilai NPV sebesar Rp. 15.442.942.379,97 dan payback period selama 18,26 bulan.
Perancangan Variasi Bentuk Filler pada Menara Pendingin Tipe Induced Draft Counterflow di PT Indolakto – Jakarta Fikri, Muhammad Idjlal; Wuryanti, Sri; Kurniasetiawati, Annisa S
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.77 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4176

Abstract

Cooling Tower adalah suatu alat penukar panas yang berfungsi untuk mendinginkan air panas ke lingkungan pada proses pasteurisasi yang digunakan untuk mendinginkan susu. Proses pendinginan air sangat bergantung pada filler atau material pengisi dari Cooling Tower. Filler atau material pengisi Cooling Tower adalah tempat terjadinya pertukaran panas antara air dengan udara. Filler sangat berpengaruh terhadap kinerja dari Cooling Tower itu sendiri. Permasalahan yang dialami oleh Cooling Tower itu adalah terjadinya pengendapan dan pertumbuhan mikroorganisme yang diakibatkan karena umur dari Cooling Tower itu sendiri sudah 10 tahun. Kalau pengendapan dibiarkan terus menerus mengakibatkan terhalangnya laju perpindahan panas dan stress material, hal ini bisa menyebabkan penurunan kinerja Cooling Tower. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan desain rancangan bentuk filler yang tepat untuk meningkatkan efektivitas menggunakan metode perhitungan menggunakan teori merkel dan simulasi, yakni dengan menghitung efektifitas perpindahan panas pada Cooling Tower menggunakan metode NTU (Number of Transfer Unit). Perancangan bentuk filler dari Cooling Tower berhasil meningkatkan efektifitas dari kondisi eksisting 43.75% menjadi 61.23% dengan menggunakan filler jenis film fill dengan tipe D. Peningkatan efektifitas tersebut membuat temperatur air keluar dari Cooling Tower menurun menjadi 31 C. Perancangan bentuk filler berhasil menghasilkan penghematan konsumsi energi menjadi 7714.8 kWH/bulan dengan penghematan biaya operasi Rp 11,145,571.56 perbulan.
Perancangan Unit Auxiliary Transformer dengan Kapasitas 700 kVA Pebrianty, Raylita Napa; Mashar, Ali; Kastawan, I Made Wiwit
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.346 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4177

Abstract

Dalam membangkitkan listrik, unit pembangkit memiliki beban-beban yang perlu disuplay untuk pemakaian sendiri. Akan tetapi keluaran dari generator terlalu tinggi tegangannnya sehingga diperlukan alat penurun tegangan dari keluaran generator tegangan diturunkan ke tegangan rendah untuk pemakaian sendiri yang biasa disebut Unit Auxiliary Transformer. Diharapkan pemakaian sendiri dari keluaran generator ini seoptimal mungkin sehingga perlu dilakukan perancangan transformator yang memiliki efisiensi yang baik. Transformator yang dirancang menggunakan model inti besi tipe core type three limbs, dengan daya transformator sebesar 700 kVA, tegangan 10,5 kV / 0,4 kV, 50 Hz. Material inti dipilih CRGO silicon steel dengan grade 27-M4 sedangkan material belitan dipilih konduktor elektrolitis. Dalam rancangan ini dihitung dimensi transformator baik kumparan maupun intinya. Jumlah lilitan untuk kumparan primer sebanyak 1050 lilitan perfase termasuk dengan penambahan lilitan akibat tapping sebanyak 5% dan pada sisi sekunder sebanyak 22 lilitan perfase. Sedangkan perancangan inti dibuat dalam 12 langkah berdiameter total 203 mm dengan berat total 786,33 kg. hasil perancangan tersebut diperoleh rugi-rugi inti sebesar 961,88 Watt. Rugi-rugi belitan sebesar 7313 Watt pada beban penuh. Kemudian efisiensi maksimum didapatkan sebesar 99,225%.
Perancangan Wet Scrubber Kapasitas 0,72 m3/jam pada Proses Pemurnian Biogas dari Kotoran Sapi A. A, Nannuba Hilma; Prajogo, Sapto; Kurniasetiawati, Annisa S
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 13 No. 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Semin
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.543 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4178

Abstract

Biogas merupakan sumber energi berupa gas alam melewati proses fermentasi dengan kondisi anaerob yang umumnya tersusun atas CH4, CO2, H2, N2, dan H2S. Gas metana sebagai komposisi utama biogas pada umumnya belum optimal diakibatkan oleh komposisi CO 2 yang besar sehingga nilai kalor dapat menurun dan komposisi H2S yang bersifat korosif dapat menimbulkan masalah pada proses pembakaran. Kualitas biogas dapat ditingkatkan dengan proses pemurnian demgan metode absorpsi menggunakan wet scrubber dengan memanfaatkan H 2S dan CO2 yang memiliki kelarutan tinggi terhadap air. Wet scrubber melakukan kontak gas dan absorben cair dengan arah yang berlawanan, kemudian biogas yang masuk melalui bawah kolom akan diberi cairan berupa air dari atas kolom sehingga gas CO2 dan H2S akan terlarut oleh air. Perancangan ini dilakukan untuk biogas di Peternakan Sapi, Cigugur Girang dengan komposisi CH4 sebesar 55,5%, CO2 sebesar 43%, N2 sebesar 1%, H2S sebesar 0,16%, dan O2 sebesar 0,34%. Tujuan dari perancangan ini untuk merancang scrubber untuk proses pemurnian biogas, sistem wet melakukan pengujian pengoptimalan komposisi CH4 biogas hasil wet scrubber dengan simulasi menggunakan software Aspen Plus, dan melakukan analisis keekonomian dari perancangan sistem wet scrubber terhadap keuntungan peningkatan kualitas biogas. Pada perancangan menggunakan perhitungan manual untuk dilakukan simulasi menggunakan software Aspen Plus didapatkan dimensi wet scrubber dengan diameter 3,559 m, tinggi kolom 13,897 m, dan laju alir air 6892,49 kmol/jam. Pemurnian menghasilkan komposisi akhir H2S sebesar 3,79 ppm dan komposisi CO2 sebesar 26,77%.

Page 79 of 124 | Total Record : 1239