cover
Contact Name
Diani Maryani
Contact Email
lppm@akbid-kbh.ac.id
Phone
+6281381234008
Journal Mail Official
lppm@akbid-kbh.ac.id
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No.77, RT.002/RW.001, Bojong Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15115
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
ISSN : 2477152X     EISSN : 27455211     DOI : 10.56861
Core Subject : Health,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian Ilmu Kesehatan. Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di bidang Ilmu Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1. Ilmu Kesehatan Reproduksi 2. Kesehatan Masyarakat 3. Ilmu Kebidanan Dengan artikel yang memiliki sitasi primer dan tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Setiap artikel yang masuk sebelum diterbitkan akan melalui proses Cek Plagiasi. Jika diindikasi mayor plagiarisme maka Naskah ditolak untuk terbit.
Articles 45 Documents
Hubungan Status Kesehatan Ibu Dengan Kejadian Preekamsi Di Rumah Sakit Tangerang Dewi Susanti; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.104

Abstract

Angka Kematian ibu di Kabupaten Tangerang pada tahun 2020 yaitu sebanyak 38/100.000 KH dan jumlah Kematian bayi di Kabupaten Tangerang sebanyak 203/1.000 KH. (Dinkes Kab. Tangerang, 2021). Penyebab terbanyak kematian ibu adalah dikabupaten tangerang adalah perdarahan dengan jumlah sebanyak 10 kasus dan PEB/Eklamsia dengan jumlah sebanyak 10 kasus.Namun dengan adanya Pandemik Covid-19 sejak Maret 2020 menyebabkan menjadi penyumbang kematian ibu pada urutan ke-3 di Kabupaten Tangerang, Kematian ibu yang terkonfirmasi positif covid-19 yaitu dengan jumlah sebanyak 5 Kasus.Kematian ibu di bagi menjadi langsung dan tidak langsung. Kematian ibu langsung adalah sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan atau masa nifas, dan segala inrtervensi atau penanganan tidak tepat dari komplikasi tersebut. Kematian ibu tidak langsung merupakan akibat dari penyakit yang sudah ada atau penyakit yang timbul sewaktu kehamilan, misalnya malaria, anemia, HIV/AIDS, dan penyakit kardiovaskuler. Salah satu penyebab AKI adalah preeklamsi yang menduduki urutan kedua setelah perdarahan. Preeklamsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dapat terjadi ante, intra, dan post partum. Dari gejala-gejala preeklamsia dapat dibagi menjadi preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Kejadian preeklamsia dan eklamsia bervariasi setiap negara bahkan pada setiap daerah.dijumpai berbagai faktor yang mempengaruhi diantaranya jumlah primigravida, terutama primigravida muda,distensi rahim berlebihan: hidroamnion, kehamilan ganda, molahidatidosa, penyakit yang menyertai kehamilan: Diabetes melitus, kegemukan, jumlah usia ibu lebih dari 35 tahun, preeklamsia berkisar antara 3 sampai 5 %dari kehamilan yang dirawat. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Kab. Tangerang kejadian preeklamsi di RSUD Tangerang selama Tahun 2021 terdapat 1050 kasus (29,9%) dari 3513 persalinan. Penelitian ini menggunakan data skunder untuk mengetahui hubungan status kesehatan ibu hamil dengan kejadian preeklamsi. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional serta jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 154 sampel cara pengambilan sampel secara acak sistematis, analisi data menggunakan multivariate, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan hasil ada empat variable yang memiliki hubungan yang signifikan dengan preeklamsi yaitu variabel hipertensi dengan p value 0,008 OR: 2,968, variable diabetes mellitus dengan p value 0,038 OR: 1,989 dan variable riwayat persalinan dengan p value 0,023 OR: 1,198, ada satu variable yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian preeklamsi yaitu variable anemia dengan p value 0,081 OR 1,891. Kesimpulan dari ke empat variable yang diteliti tentang status kesehatan yaitu variable hipertensi, diabetes mellitus, anemia dan riwayat persalinan ada satu variable paling dominan terhadap preeklamsi yaitu variable hipertensi.
Pengaruh Pendidikan Gizi dan Anemia Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Anemia Roichatul Djannah; Wida Wisudawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.105

Abstract

Remaja mengalami perubahan biologis, kognitif, dan emosional. Masalah gizi dan kesehatan yang dihadapi pada masa remaja salah satunya adalah anemia. Remaja perempuan beresiko lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki, karena remaja perempuan mengalami menstruasi setiap bulan sehingga banyak kehilangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan gizi dan anemia pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah “Pretest Posttest with Control Group”, untuk menganalisa variabel independen yaitu pendidikan gizi dengan variabel dependen yaitu pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Kelurahan Bojong Jaya Kota Tangerang. Sampel yang digunakan adalah remaja yang memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu remaja putri dengan usia 12 – 14 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang terdiri dari 22 orang pada masing masing kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan pendidikan gizi dan anemia selama 1 bulan pada kelompok intervensi, terdapat perubahan pada tingkat pengetahuan responden dimana sebelumnya mayoritas dengan pengetahuan cukup menjadi mayoritas dengan pengetahuan baik. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p=0,007 yang menunjukan bahwa terdapat peningkatan tingkat pengetahuan remaja tentang gizi dan anemia setelah dilakukan pendidikan gizi dan anemia.
Status Gizi Dalam Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Personal Sosial dan Bahasa Pada Anak Usia Toddler Diani Maryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.106

Abstract

Perkembangan anak pada tahap awal 1-3 tahun sangat penting karena akan mendasari dan menentukan proses perkembangan selajutnya. Status gizi merupakan salah satu hal yang berpengaruh terhadap perkembangan anak terutama pada saat perkembangan anak berjalan sangat pesat pada usia Toddler (1-3 Tahun). Penilaian perkembangan dapat menggunakan salah satu tes skrining yaitu Denver II untuk mendeteksi dini adanya perkembangan yang normal atau berisiko mengalami keterlambatan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah apakah ada hubungan status gizi dengan perkembangan motorikkasar, motorik halus, personal sosial, dan bahasa pada anak usia toddler di Kelurahan Bojong Jaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain korelasi prediktif. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan estimasi besar sampel yakni 187 Toddler. Mayoritas responden pada penelitian ini memiliki status gizi kurang (60%) normal yang mengalami motorik kasar, Gizi Baik (40%) normal yang mengalami motorik kasar, gizi kurang (3.3%) normal yang mengalami motorik halus, gizi baik (71.9%) normal yang mengalami motorik halus, gizi lebih (2,5%) normal yang mengalami motorik halus, gizi kurang (3,8%) normal yang mengalami bahasa, gizi baik (2.2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara Status gizi dengan perkembangan Toddler p=0,0003 lebih kecil dari α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa menunjukkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini memiliki Status gizi normal dan perkembangan Toddler berada pada kategori normal, serta ada hubungan antara Status gizi dengan perkembangan Toddler. Petugas kesehatan diharapkan melakukan skrining perkembangan untuk menilai dini perkembangan Toddler dan para orang tua diharapkan memperhatikan Status gizi dan perkembangan.
Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Posyandu Yuliwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.107

Abstract

Anak Usia prasekolah sudah memiliki sifat konsumsi aktif dimana anak sudah mulai bisa memilih makanan apa yang diinginkan. Kurangnya pengawasan orang tua mengenai aktifitas fisik dan pola makan yang tepat dapat menyebabkan anak mengalami masalah status gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pola makan dengan status gizi anak usia prasekolah. Desain penelitian ini menggunakan observational analitik dengan sampel penelitian 50 anak pra sekolah di Posyandu Kelurahan Bojong Jaya Karawaci Tangerang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kueisioner pola makan dan kueisioner. Analisa data menggunakan Uji Spearman’s Rho (p ≤0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak prasekolah berada pada kategori status gizi yang baik sebanyak 36 orang (72%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia pra sekolah (ρ = 0,040).Status gizi ditentukan oleh kecukupan makanan dan kemampuan tubuh yang mengandung zat gizi untuk kesehatan sehingga diperlukan pola makan yang baik untuk mendapatkan status gizi yang normal. Implikasi dari penelitian ini adalah peran seorang Ibu dalam memberikan makanan dengan gizi yang cukup kepada anak dan tetap berperilaku hidup sehat supaya tumbuh kembang anak lebih baik.
Faktor Karakteristik Psikologis Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Kebidanan Liza Anggraeni; Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.108

Abstract

Pendidikan merupakan upaya manusia untuk memperluas cakrawala pengetahuan dalam rangka membentuk nilai,sikap, dan perilaku. Sebagai upaya yang bukan saja membuahkan manfaat yang besar, pendidikan juga merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang sering dirasakan belum memenuhi harapan. Pendidikan memiliki peran strategis menyiapkan generasi berkualitas untuk kepentingan masa depan, bagi setipa orang tua, masyarakat, dan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik psikologis dengan indeks prestasi Kumulatif mahasiswa kebidanan AKBID KBH tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa kebidanan berjumlah 31 orang. Di dalam penelitian ini semua populasi dijadikan subjek penelitian (total sampling). Pengolahan data dilakunan analisis chi-square. Hasil disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa mahasiswa yang memiliki IPK <3,00 adalah 0% dan >3,00 (100%). Sedangkan variabel yang signifikan berhubungan dengan IPK adalah variabel motivasi, sikap dan minat. Saran untuk mehasiswa agar memiliki jadwal belajar harian. Saran untuk institusi pendidikan kiranya dapat mengupayakan pemberian penghargaan berupa piagam atau hadiah kepada mahasiswa yang mendapat nilai IPK terbaik setiap akhir semester tiap tingkat.