cover
Contact Name
Diani Maryani
Contact Email
lppm@akbid-kbh.ac.id
Phone
+6281381234008
Journal Mail Official
lppm@akbid-kbh.ac.id
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No.77, RT.002/RW.001, Bojong Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15115
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
ISSN : 2477152X     EISSN : 27455211     DOI : 10.56861
Core Subject : Health,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian Ilmu Kesehatan. Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di bidang Ilmu Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1. Ilmu Kesehatan Reproduksi 2. Kesehatan Masyarakat 3. Ilmu Kebidanan Dengan artikel yang memiliki sitasi primer dan tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Setiap artikel yang masuk sebelum diterbitkan akan melalui proses Cek Plagiasi. Jika diindikasi mayor plagiarisme maka Naskah ditolak untuk terbit.
Articles 45 Documents
HUBUNGAN FAKTOR PERILAKU KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Liza Anggraeni; Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.583 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.27

Abstract

Hubungan Faktor Perilaku Keluarga Dengan Kejadian Ispa Pada Balita. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit seluruh pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spekrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan,tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor pejamu. Gejalanya meliputi demam, batuk, dan sering juga nyeri tenggorokan, coryza (pilek), sesak napas, mengi, atau kesulitan bernafas (Masriadi, 2017) Angka kejadian ispa dengan peneumonia sebanyak 503,738%, kejadian kematian pada balita dengan jumlah 551 % diseluruh propinsi. Sedangkan angka kejadian di Kabupaten Tangerang tahun 2016 meningkat sebayak 58,27% (P2P Dinas Kesehatan Kab,Tangerang, 2016). study kasus ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Jambe periode Mei 2018.dalam penyusunan penelitian menggunakan metode deskriftif dengan metode penelitian cross sectional yang penelitian dilakukan satu waktu dan satu kali untuk mencari hubungan dengan faktor kebiasaannmerokok, bahan bakar memasak, obat nyamuk bakar, status ekonomi, pendidikan ibu, pendidikan ayah, dengan pengambilan sampel total sampling dengan teknik accidental dengan jumlah sampel 100 responden,hasil penelitian didapatkan status merokok P value 0,049 nilai OR= 2,732.bahan bakar memasak P value 0,424, pengguna obat nyamuk bakar P value 0,223.status ekonomi P value 0,481.pendidikan ayah P value 0,481.pendidikan ibu P value 0,026 nilai OR= 0,249 maka dapat disimpulkan dari faktor yang berhubungan dengan kejadin ispa diantaranya status merokok dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi terjadinya ispa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA RETENSIO PLASENTA DI RUMAH SAKIT UMUM Rizka Vidya Nabella; Dinda Handiani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.92 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.28

Abstract

Abstrak Faktor yang berhubungan dengan terjadinya retensio plasenta. Kejadian retensio plasenta yang terjadi di RSUD Kabupaten Tangerang dari rekam medic tahun 2018 dari 130 ibu yang mengalami retensio plasenta. Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu Retensio Plasenta dan variabel independen terdiri dari paritas, usia ibu, usia kehamilan, kelainan his, riwayat perlekatan plasenta, riwayat penyakit. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang mengalami retensio plasenta sebanyak 99 ibu di RSUD Kabupaten Tangerang tahun 2018. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara retensio plasenta dengan paritas nilai (PValue = 0,004) ada hubungan antara retensio plasenta dengan paritas dan nilai OR= 0,073, usia ibu (P Value = 0,002) ada hubungan antara retensio plasenta dengan usia ibu dan nilai OR = 0,061, usia kehamilan nilai (P Value = 0,003) ada hubungan antara retensio plasenta dengan usia kehamilan dan nilai OR= 0,068, kelainan his (P Value = 0,760) tidak ada hubungan antara retensio plasenta dengan kelainan his dan nilai OR = 0,774, riwayat perlekatan plasenta (P Value = 0,425) tidak ada hubungan antara retensio plasenta dengan riwayat perlekatan plasenta dan nilai OR = 0,727, anemia (P Value = 0,069) tidak ada hubungan antara retensio plasenta dengan riwayat penyakit dan nilai OR = 0,0331 pada ibu di RSUD Kabupaten Tangerang tahun 2018. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paritas, usia ibu, usia kehamilan, kelainan his, riwayat perlekatan plasenta, anemia. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan untuk dapat lebih meningkatkan upaya promotif dan prefentif dalam pemeriksaan kehamilan rutin guna menccegah terjadinya resiko yang dapat menyebabkan retensio plasenta
DETERMINAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.613 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.29

Abstract

Indonesia mengalami angka penurunan menarche berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2010 terdapat 5,2% anak –anak di Indonesia memasuki usia menarche dibawah usia 12 tahun. Survey pendahuluan yang dilakukan di MTS Al Falahiyyah peneliti melakukan survey pada 20 siswi, dan didapati hasil survey 10 orang yang sudah menstruasi (50%). Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara Perilaku dan Gaya hidup dengan kejadian menarche pada remaja putri yang sudah menarche di MTS Al – Falahiyyah Periode Juli Tahun 2017. Menarche adalah suatu perubahan yang menandakan bahwa remaja putri sudah memasuki masa pubertas. Penelitian ini menggunakan variabel dependent (Kejadian menarche) dan independent (riwayatmenonton media massa dewasa, perilaku seksual, konsumsi makan dan minum dan aktifitas fisik/olahraga). Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data primer dengan tehnik pengisian kuesioner dan desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Sample yang diteliti pada tanggal 17 Juli 2017 adalah siswi kelas VIII dan IX MTS yang sudah mengalami menarche dengan jumlah 90 siswi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara kejadian menarche dengan riwayat menonton media massa dewasa (P Value = 0,000) dan dengan nilai OR = 14,7. Adahubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan perilaku seksual/ketertarikan terhadap lawan jenis (P Value 0,000)dengan nilai OR = 15,5. Ada hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan konsumsi makan dan minum dengan nilai (P Value 0,000) dengan nilai OR = 15,3. Tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian menarche dengan aktifitas fisik/olahraga dengan nilai (P Value 1,000) dengan nilai OR = 0,875.
PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN SUSU FORMULA TERHADAP BAYI USIA 0-12 BULAN Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.681 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.30

Abstract

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Dalam Memberikan Susu Formula Terhadap Bayi Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas Jambe Tahun 2019. Jenis makanan prelakteal yang di berikan cukup beragam antar daerah tergantung kebiasaan daerah tersebut. Pada (Rikesdas 2013) jenis makanan prelakteal yang paling banyak di berikan kepada bayi yaitu susu formula sebesar (79,8 %). Susu formula yakni produk susu bayi yang berasal dari susu sapi yang telah di formulasikan sehingga komposisinya mendekati ASI. (Flashbook, 2013). Pemberian susu formula dengan botol yang tidak sesuai prosedur meningkatkan risiko diare karena kuman dan masalah medis lain yang mungkin timbul adalah perubahan flora usus, terpapar antigen dan kemungkinan meningkatnya sensitivitas bayi terhadap susu formula (alergi) dan bayi kurang mendapat perlindungan kekebalan dari kolostrum yang keluar justru di hari hari pertama kelahiran. (Idai.or.id). Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor umur, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pekerjaan, status ekonomi, sumber informasi, dukungan tenaga kesehatan. Memberikan susu formula kepada bayi dapat di lihat dari aspek pengadaan air, sterilisasi botol, personal hygiene, cara menyimpan susu formula. (dr. Suririnah, 2009). Penelitian ini adalah metode deskrptif atau dengan cara pendekatan cross sectional dan data primer. Pengambilan populasi dan sample sebanyak 54 orang dengan menggunakan metode accidental. Hasil penelitian denagn menggunakan 7 variable. Terdapat 6 variable yang berhubungan dan 1 variable tidak berhubungan. Menurut variable umur ibu p value 0.038, menurut variable pendidikan ibu p value 0.038, menurut variable pengetahuan ibu p value 0.036, menurut variable pekerjaan ibu p value 0.123, menurut variable status ekonomi ibu p value 0.016, menurut variable sumber informasi p value 0.038, menurut variable dukungan tenaga kesehatan p value 0.019. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku dalam pemberian susu formula.
DETERMINAN PERSALINAN PREMATUR Rusmiati
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.496 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v5i2.31

Abstract

Persalinan preterm adalah persalinan yang berlangsung pada umur kehamilan 20-37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Untuk itu dilakukanpenelitian yang bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian persalinan prematur berdasarkan pemeriksaan ANC, usia ibu, paritas, pendidikan dan jarak kehamilan di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2014. Menggunakan desain penelitian cross sectional dengan tekhnik random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 89 responden. Instrument penelitian menggunakan data sekunder yang diambil di rekam medik kemudian hasilnya diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 22 yang di presentasikan dalam tabel. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pemeriksaan ANC (P value = 0,000), usia ibu (P value = 0,012), Paritas (P value = 0,002), pendidikan (P value = 0,011), dan jarak kehamilan (P value = 0,003) dengan kejadian persalinan premature di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2014. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi kejadian persalinan premature masih banyak yang mengalami resiko tinggi khusunya pada ibu hamil, sehingga diperlukan kelas antenatal care untuk menurunkan kejadian premature dan komplikasi lainnya.
FAKTOR PENYEBAB REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KEPUTIHAN Deastri Pratiwi; Nopita Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.736 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.38

Abstract

Pengeluaran cairan dari alat genetalia yang mengganggu kesehatan reproduksi. Data penelitian tentang penelitian kesehatan reproduksi wanita menunjukan 75% wanita didunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalami sebanyak dua kali atau lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Penyebab Remaja Putri yang Mengalami Keputihan di Kelurahan Bojong Jaya Tahun 2020. Penelitian ini di lakukan pada Bulan April 2020 dengan membagikan kuesioner yang diberikan kepada responden yang berjumlah 196 orang. Variabel Independent yang berdasarkan Faktor penyebab dan Variabel Dependent yaitu berdasarkan Aktifitas Fisik, Personal Hygiene (Frekuensi GantiCelana Dalam) dan pengetahuan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif, yaitu Karakteristik Remaja Putri yang Mengalami Keputihan pada remaja di Kelurahan Bojong Jaya dengan menggunakan desain Cross sectional. Hasil penelitian didapatkan bahwa Faktor Penyebab Remaja Putri yang Mengalami Keputihan dari 66 responden yang pernah mengalami keputihan 50 orang (75,8%), dan responden yang tidak pernah mengalami keputihan sebanyak 16 orang (24,2%), menurut variabel Aktifitas Fisik yang tertinggi adalah yang memiliki Aktifitas Fisik Sedang sebanyak 34 orang (51,5%), sedangkan yang terendah memiliki Aktifitas Berat sebanyak 32 orang (48,5%), menurut variabel Personal Hygiene (Frekuensi Ganti Celana Dalam) yang tertinggi adalah yang Baik sebanyak 21 orang (31,8%), terendah adalah memiliki personal hygiene(Ganti Celana Dalam) yang tidak baik sebanyak 45 orang (68,2%).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Dinda Handiani; Dini Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2921.804 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.40

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa cairan lain seperti susu formula, air jeruk, airteh, air putih dan tanpa makanan padat seperti pisang, papaya, bubur, susu, biscuit, bubur nasi,dan nasi tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu Faktor yang mempengaruhipemberian ASI Eksklusif.. variable yang digunakan pengetahuan, umur, pendidikan, pekerjaandan pendapatan. Penelitian ini bersifat analitik deskriptif. Adapun sample yang diambil dalampenelitian ini berjumlah 51 orang, yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan.Alatpengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, data yang diambil adalah data primer,datayang telah dikumpulkan melalui kuesioner diolah dengan tahapan editing, coding data, entrydan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan anatarapemberian ASI Eksklusif dengan pengetahuan p value (0,034), pendidikan (0,009), pendapatan(0,03)dan yang tidak ada hubungan antara pemberia ASI Eksklusif dengan umur (1,000),pekerjaan (0,783). Kesimpulan dari penelitian ada hubungan bermakna dari pengetahuan,pendidikan dan pendapatan, saran lebih meningkatkan KIE tentang ASI Eksklusif agar dapattercapainya kesejahteraan masyarakat yang menyeluruh.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IBU MENYUSUI SECARA ASI EKSKLUSIF Samsinar; Munawaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.785 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.41

Abstract

ASI ekslusif menurut (Word Health Organization 2011) adalah memberikan hanya asi saja tanpa memberikanmakanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat vitamin, namun bukan berarti setelah pemberian ASI ekslusif dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor mempengaruhi keberhasilan ibu menyusui secara ASI Ekslusif di Puskesmas Kronjo tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan kasus kontrol dan jenis data yang diambil adalah data primer dengan yang dilaksanakan pada bulan April-Mei Tahun 2020 sebanyak 39 responden ibu menyusui. Hasil yang didapatkan adalah ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,039 dan nilai OR = 3,542), Ada hubungan antara peran nakes (p value = 0,001 dan nilai OR = 0.667), Ada hubungan antara pekerjaan (p value = 0,027 dan nilai OR = 6.045) dengan keberhasilan menyusui secara asi eksklusif. Dan tidak ada hubungan antara sikap (p value = 0,075 dan nilai OR = 0.411) dan sumber informasi (p value = 0,081 dan nilai OR = 1.200). maka dari itu, Diharapkan Tenaga kesehatan baik bidan maupun kader kelompok pendukung asi dapat terus meningkatkan keaktifannya dalam kegiatan kelompok pendukung asi. dan dalam kegiatan tersebut hendaknya dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk dapat menyusui bayinya
HUBUNGAN KEPUTIHAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT Rizka Vidya Nabella; Listania Muslimah Salsabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.761 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.42

Abstract

Ketuban dinyatakan pecah dini bila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Ketuban pecah dini disebabakan oleh karena berkurangnya kekuatan membrane atau meningkatnya tekanan intra uterine atau karena kedua factor tersebut. Berkurangnya kekuatan membrane disebabkan adanya infeksi, dimana keputihan merupakan salah satu penyebab infeksi yang berpengaruh besar atas penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hhubungan Keputihan dengan Ketuban Pecah Dini di RSU Kota Tangerang Selatan Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan kasus kontrol dan jenis data yang diambil adalah data sekunder dengan melihat status pasien di rekam medik. Sedangkan responden yang diambil adalah seluruh ibu bersalin di RSU Kota Tangerang Selatan pada bulan Januari- Juni Tahun 2017. Dari hasil penelitian didapatkan 75 kasus ibu bersalin dan sampel yang didapat sebanyak 45 sampel dengan jumlah ibu bersalin yang mengalami Ketuban Pecah Dini, KPD dengan keputihan sebanyak 44 orang (60,0%), ibu dengan usia <20 – >35 tahun yaitu sebanyak 43 orang (60,0%), KPD dengan paritas ( multipara dan grandemultipara) yaitu sebanyak 44 orang (81,4%), Maka dari hasil penelitian di atas disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya para bidan agar dapat meningkatkan keterampilan dalam tindakan memimpin persalinan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan atau seminar yang ada sehingga kejadian KPD ditekan seminimal mungkin.
PENGARUH KONSELING BIDAN TERHADAP KEPUASAN KLIEN KELUARGA BERENCANA Wida Wisudawati; Dian Fitriani Soleha
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2918.72 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i2.43

Abstract

Dalam memberikan pelayanan Keluarga Berencana, tenaga kesehatan khususnya bidan harus memberikan pelayanan konseling yang baik untuk membantu klien mendapatkan pengetahuan dan sikap mengenai keputusan penggunaan alah konrasepsi yang akan digunakan. Kepuasan klien adalah suatu tingkat perasaan klien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara keterampilan konseling bidan terhadap kepuasan klien dalam menerima pelayanan Keluarga Berencana di Klinik AzZahra. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan merupakan penelitian korelasi yang bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antara variable. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling yaitu klien yang datang ke Klinik Azzahra Tangerang untuk mendapatkan layanan KB yaitu sebanyak 258 responden. Berdasarkan hasil analisa bivariat didapatkan nilai signifkasi 0,000 dimana apabila terdapat nilai < 0,05 pada nilai signifikasi dapat disimpulkan bahwa bahwa terdapat pengaruh yang sigifikan antara keterampilan konseling Bidan terhadap kepuasan klien dalam pelayanan Keluarga Berencana di Klinik AzZahra Tangerang.