cover
Contact Name
Diani Maryani
Contact Email
lppm@akbid-kbh.ac.id
Phone
+6281381234008
Journal Mail Official
lppm@akbid-kbh.ac.id
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No.77, RT.002/RW.001, Bojong Jaya, Kec. Karawaci, Kota Tangerang, Banten 15115
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
ISSN : 2477152X     EISSN : 27455211     DOI : 10.56861
Core Subject : Health,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai penelitian Ilmu Kesehatan. Sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada Masyarakat luas dan sebagai sumber referensi akademisi di bidang Ilmu Kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1. Ilmu Kesehatan Reproduksi 2. Kesehatan Masyarakat 3. Ilmu Kebidanan Dengan artikel yang memiliki sitasi primer dan tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Setiap artikel yang masuk sebelum diterbitkan akan melalui proses Cek Plagiasi. Jika diindikasi mayor plagiarisme maka Naskah ditolak untuk terbit.
Articles 45 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KRONJO KABUPATEN TANGERANG Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.774 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.44

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut WHO, kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11g% (g/dl) sebagai dasarnya. Angka kejadian anemia di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan sebear 3,8% pada trimester I, 13,6% pada trimester II dan 24,8% pada trimester III. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Anemia Pada Ibu hamil di Puskesmas Kronjo Tahun 2020. Menggunakan desainpenelitian cross sectional dengan teknik acak sistematis. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Instrument penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang diambil di kemudian hasilnya diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 22 yang di presentasikan dalam tabel. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P value = 0.001), ada hubungan antara social ekonomi dengan anemia pada ibu hamil (P Value= 0.029), ada hubungan antara Pendidikan dengan anemia pada ibu hamil (P value= 0.0278) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi Tablet Fe (Pvalue 0.123) Dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, socialekonomi, dan Pendidikan dengan anemia pada ibu hamil. Namun tidak ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia. Sehingga diperlukan peningkatan pelayaan kepada masyarakat dengan memberikan dukungan emosional dan terus menerus melibatkan suami dalam segala hal agar ibu hamil tidak mengalami anemia dalam kehamilannya.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT Dinda Handiani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.757 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.45

Abstract

Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, dan Ketuban Pecah Dini adalah pecahnya ketuban sebelum persalinan. Bila ketuban pecah dini sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut ketuban pecah dini pada kehamilan prematur terjadi pada 1% kehamilan. Dalam keadaan normal 8-10% perempuan hamil aterm akan mengalami ketuban pecah dini, pada kehamilan aterm 28-34% minggu, 50% persalinan dalam 24 jam. Pada kehamilan kurang dari 26 minggu persalinan terjadi dalam 1 minggu. Sebagian dari kejadian ketuban pecah dini mempunyai periode laten melebihi 1 minggu. Early Rupture Of Membrane adalah ketuban pecah pada periode laten persalinan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengatuhi kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan pada tahun 2019.Metode yang digunakan adalah chi squre dengan cross sectiobnal. Populasi sebanyak 143 responden dengan Teknik pengambilan sampel purpuosive sampling yang dilakukan pengambilan data pada bulan Januari sampai Juni 2020. Sampel didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin sebesar 59 responden. Hasil yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara KPD dengan kelainan letak (pvalue=0.737), gemlli (Pvalue=0.338), pekerjaan (Pvalue 0.742). dan terdapat hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini Pvalue 0.021. sehingga diperlukan terus meningkatan pelayanan kepada masyarakat dan agar ibu hamil menjaga kehamilannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilannya agar terhidar komplikasi dalam persalinannya kelak.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA BERAT (PEB) DI RUMAH SAKIT Rizka Vidya Nabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3346.955 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.46

Abstract

Anemia pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, dan Preeklampsia berat merupakan penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggi terutama di Negara berkembang. Kejadian preeklampsia dan eklampsia bervariasi disetiap Negara bahkan disetiap daerah. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian preeklampsia berat adalah dengan dilakukannya deteksi dini, yang dapat dilakukan melalui pelayanan atau asuhan Antenatal Care (ANC) yang merupakan cara untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal agar tidak menjadi abnormal. Sehingga mengenali tanda-tanda sedini mungkin dan diberikan pengobatan yang cukup supaya penyakit tidak menjadi lebih berat, penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan, diet tinggi protein dan rendah lemak karbohidrat garam, dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perludianjurkan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengatuhi kejadian Pre Eklampsia Berat di Rumah Sakit Umum Balaraja pada tahun 2020. Metode yang digunakan adalah chi squre dengan cross sectiobnal. Populasi sebanyak 81 responden dengan Teknik pengambilan sampel total sempel yang dilakukan pengambilan data pada bulan Januari sampai Juni 2020. Hasil yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara PEB dengan usia ibu (pvalue=0.665), paritas (Pvalue=1.000), dan usia kehamilan dengan Pvalue 1.000. sehingga diperlukan terus meningkatan pelayanan kepada masyarakat dan agar ibu hamil menjaga kehamilannya dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilannya agar terhidar komplikasi dalam persalinannya kelak.
FAKTOR KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI USIA 6-24 BULAN DI BPS Y KOTA TANGERANG Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.757 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.47

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik ciptaan tuhan yang diperuntukan khusus untuk bayi yang bari di lahirkan. Makanan makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan teknologi masa kini, ternyata tidak mampu menandingi keunggulan Asi. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI Eksklusif di Indonesia adalah belum semua tempat kerja menyediakan ruang ASI. Guna mendukung pemberian ASI di tempat kerja, dr. Jane menyebutkan peraturan yang mendukung yaitu: UU Kesehatan Peraturan Pemerintah No 33/2012 tentang pemberian ASI Eksklusif dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah ASI. Untuk mengetahui determinan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui usia 6-24 bulan di BPS Bidan Yohana padaperiode November Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik. variable yang digunakan yaitu umur, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan riwayat penyakit ibu, adapun sampel yang diambil dari penelitian ini yaitu sebanyak 70 responden yang memiliki bayi berumur 6-24 bulan di BPS Yohana. hasil penelitian didapatkan pada variable menurut umur 20-35 sebesar 30, atau (78,9%), menurut pendidikan sebesar 20, atau (52,6%), menurut pengetahuan sebesar 23, atau (60,5%), menurut pekerjaan sebesar 18, atau (47,4%), menurut dukungan keluarga 21, atau (55,5%), menurut dukungan petugas kesehatan sebesar 32, atau (84,2%), menurut riwayat penyakit sebesar 34, atau (89,5%).
HUBUNGAN HYPNOBIRTHING TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III PRIMIGRAVIDA Liza Anggraeni; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3331.757 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i1.48

Abstract

Hypnobirthing merupakan satu teknik terapi perilaku untuk menurunkan ketegangan fisiologis dan kecemasan terutama saat persalinan. Pentingnya hypnobirthing adalah karena masih kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing serta perlunya peningkatan pemahaman ibu hamil tentangi hypnobirthing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Hypnobirthing dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil TM III Primigravida di PMB S Tahun 2020. Jenis penelitian ini bersifat quasy eksperimen yang dilaknasanakan di PMB Syafyeni yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November dengan melibatkan dengan sampel 10 orang sebagai kelompok control (penyuluhan) dan 10 orang sebagai kelompok intervensi (hypnobirthing). Hasil penelitian berdasarkan posttest pada kelompok intervensi 3 orang (30%) tidak mengalami kecemasan,2 orang (20.0%) mengalami kecemasan ringan, 2 orang (20%) mengalami kecemasan tingkatsedang, 3 orang (30%) mengalami tingkat kecemasan berat. Hasil uji-t berpasangan (paired-t test) memperlihatkan bahwa nilai mean tingkat kecemasan pretest (sebelum perlakuan hypnobirthing) adalah 2.50 dan nilai mean tingkat kecemasan postest (setelah perlakuan hypnobirthing) adalah 2.50. Hal ini berarti terjadi penurunan tingkat kecemasan setelah perlakuan hypnobirthing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perlakuan hypnobirthing berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil TM III Primigravida. Sehingga diperlukan penerapan perlakuan hypnobirthing untuk mengurangi tingkat kecemasan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA Roichatul Djannah; Deastri Pratiwi
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.264 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.56

Abstract

Perilaku seksual remaja disalah satu daerah Tangerang dengan sampel berjumlah 1.350 orang terdiri dari 711 laki-laki dan 639 perempuan menyatakan bahwa sebagian besar remaja pernah melakukan ciuman bibir 10,53%, melakukan ciuman dalam 5,6%, melakukan onani atau masturbasi 4,23%, dan melakukan hubungan seksual sebanyak 3,59%. Dari perilaku seksual remaja di ketahui dampak yang akan terjadi pada remaja tersebut yaitu kehamilan yang tidak di inginkan dan penyakit menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Kelurahan Bojong Jaya Tahun 2020. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitiqn dikellurahan Bojong Jaya yang diambil pada Bulan Mei 2021. Populasi sebanyak 149 orang dengan pengambilan sampel sebanyak 60 orang dengan menggunakan Teknik sistematik random sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara perilaku seksual remaja dengan jenis kelamin (P value 0.013) pengetahuan (Pvalue 0.046), sikap (pvalue 0.027) dan paparan media massa (0.047). Maka diperlukan adanya pendekatan kepada remaja dengan mengaktifkan kembali wadah informasi mengenai kesehatan khususnya perilaku seksual.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL PADA KEHAMILAN Dewi Susanti; Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.411 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.57

Abstract

Hubungan seksual bukan hanya hubungan yang melibatkan alat kelamin dan daerah yang mudah terangsang, tetapi juga psikologis dan emosi. Umumnya wanita khawatir bahwa hubungan seksual selama kehamilan dapat melukai bayinya dan orgasme bisa menyebabkan keguguran. Kehamilan bukan merupakan suatu alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan fisiologis. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di BPS S pada tanggal 10- 11 Agustus dengan menggunakan alat ukur angket. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi – square). Dari hasil penelitian ibu denganpengetahuan dengan hasil terbesar dengan tingkat berpengetahuan rendah sebanyak 32 responden, ada hubungan antara sikap dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,003 dan OR 7,800 , ada hubungan antara kepercayaan dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,008 dan OR 6,682, ada hubungan antara dukungan suami dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,008 dan OR 6,682,ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,004 dan OR 7,700. Dapat disimpulkan bahwa sebagian ibu hamil masih belum mengetahui hubungan seksual pada kehamilan.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS Liza Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.842 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.58

Abstract

Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan pra nikah (tanpa menikah) dan sering berganti pasangan. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan remaja berdasarkan umur remaja, pendidikan orang tua, dan sumber informasi di Kelurahan Bojong Jaya Menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik proposional random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 60 responden. Instrument penelitian menggunakan data primer yang diambil di kuesioner kemudian hasilnya diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 22 yang di presentasikan dalam tabel. Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antarapemeriksaan umur remaja (P value = 0,005), sumber informasi (P value = 0,048), dan diapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan orang tua (P value = 0,068) dengan tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas di Kelurahan Bojong Jaya. Dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur remaja, sumber informasi. Dari hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas masih rendah sehingga pihak sekolah harus memberikan edukasi remaja seks bebas melalui penyuluhan dengan kerja sama dengan instansi kesehatan terkait.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE DI SD NEGERI 1 PASIRHALANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA KABUPATEN SUKABUMI Viny Nurravni; Susilawati; Hana Haryani
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.611 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.59

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama bagi seorang remaja putri. Kecemasan sering terjadi pada remajaputri yang akan mengalami menarche, hal tersebut terjadi akibat beberapa faktor salah satunya kurangnyapengetahuan tentang menarche. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche dengan Kecemasan Menghadapi Menarche. Pengetahuan merupakan hasil tahu dari sebuah penginderaan manusia. Kecemasan adalah suatu gangguan perasaan yang ditandai dengan ketegangan dan kehawatiran yang beranggapan bahwa sesuatu buruk akan terjadi. Menarche adalah menstruasi pertama yang terjadi diawal masa remaja yang merupakan tanda kematangan orang reproduksi. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 94 siswi dengan sampel 94 siswi. Teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Uji validitas pengetahuan dari 20 item 17 yang valid dengan r 0,461, dan untuk kecemasan menggunakan kuesioner HRS-A dengan14 butir ukuran kuantitatif. Analisis data menggunakan Somers’d. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 50 (53,2%), dan sebagian besar responden tidak mengalami kecemasan sebanyak 61 (64,9%) dan terdapat hubungan pengetahuan remaja putri tentang menarche dengan kecemasan menghadapi menarche dengan P-value = 0,000. Kesimpulan dari hasil penelitian ini terdapat Hubungan Pengetahuan Remaja Putri tentang Menarche dengan Kecemasan Menghadapi Menarche. Dan diharapkan pihak sekolah untuk meningkatkan penyuluhan ataupun memberikan bimbingan serta menyediakan sumber-sumber bacan tentang menarche
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG ALAT KONTRASEPSI IUD DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI DESA KARAWANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARAWANG KABUPATEN SUKABUMI Denda Dwi Rahayu; Enung Tati Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.072 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.60

Abstract

Alat kontrasepsi IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki efektifitas yang cukup tinggi untuk mencegahkehamilan. Pengetahuan dan sikap merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan alat kontrasepsi IUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Alat Kontrasepsi IUD Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD. Pengetahuan merupakan suatu tindakan yang mendasari seseorang dalam mengambil suatu keputusan. Sikap merupakan penilaian ataupun respon perasaan mendukung ataupun memihak atau perasaan tidak memihak pada objek tertentu. PUS merupakan pasangan suami isteri yang isterinya berusia antara 15- 49 tahun. IUD merupakan jenis alat kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman. Jenis penelitian korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2021 dengan Populasi adalah seluruh PUS di Desa Karawang Wilayah Kerja Puskesmas Karawang Kabupaten Sukabumi dengan sampel 318 responden dengan teknik sampling yaitu Cluster Random Sampling. Analisa data distribusi frekuensi dan presentase setiap kategori, analisa bivariatmenggunakan Uji Koreksi Yates. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan kurang, sikap negative dan tidak menggunakan IUD. Analisis bivariat diperoleh p=0.000 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD. Sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD dengan p=0.000. Simpulan terdapat hubungan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi IUD dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD. Diharapkan pihak Puskesmas Karawang dapat meningkatkan penyuluhan tentangalat kontrasepsi IUD