cover
Contact Name
Ahmad Saefulloh
Contact Email
ahmadsaefulloh791@gmail.com
Phone
+6285266576373
Journal Mail Official
parislangkis@gmail.com
Editorial Address
Kampus UPR Tunjung Nyaho, Jalan Hendrik Timang. Palangka Raya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Paris Langkis
ISSN : -     EISSN : 27237001     DOI : https://doi.org/10.37304/paris.v2i2.4153
Jurnal Paris Langkis merupakan jurnal Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya. Ruang lingkup pada jurnal ini mencakup tentang pendidikan, pembelajaran, hukum, politik dan sosial-budaya, filosofi, nilai dan etika sosial kemasyarakatan, serta kearifan lokal dalam bingkai pancasila dan undang-undang dasar negara Indonesia tahun 1945. jurnal ini terbit secara berkala 6 bulan sekali pada bulan Agustus dan Maret yang berasal dari penelitian, pengabdian masyarakat, serta karya ilmiah lainnya yang dihasilkan baik dosen, guru maupun mahasiswa. jurnal ini mulai terbit perdana pada 17 Agustus 2020, dengan Surat Keputusan dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan No. 3734/ UN24.3/AK/2019 pada tanggal 27 Agustus 2019 tentang Tim Editorial Jurnal.
Articles 158 Documents
Literasi Digital sebagai Determinan Etika Komunikasi Siswa SMA dalam Menghadapi Cyberbullying di Media Sosial Fitri, Shafirah; Laela, Neng Linda Badratul
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.25364

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital sebagai determinan etika komunikasi siswa sekolah menengah atas (SMA) dalam menghadapi fenomena cyberbullying di media sosial. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja yang belum diimbangi dengan pemahaman literasi digital secara komprehensif, khususnya pada dimensi etika komunikasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan inferensial.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital siswa cenderung didominasi oleh aspek teknis, sementara aspek evaluatif, etika komunikasi, dan tanggung jawab digital berada pada kategori sedang hingga rendah. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya internalisasi etika komunikasi, yang ditunjukkan oleh masih tingginya perilaku komunikasi tidak etis, seperti pemberian komentar negatif, penyebaran konten tanpa izin, serta rendahnya penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Kebaruan: Cyberbullying ditemukan dominan dalam bentuk verbal dan simbolik, serta cenderung dinormalisasi dalam interaksi digital sehari-hari. Selain itu, cyberbullying memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi siswa, antara lain penurunan kepercayaan diri, kecemasan, dan penarikan diri dari lingkungan sosial. Kontribusi: Temuan penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital berperan sebagai determinan utama dalam pembentukan etika komunikasi siswa di ruang digital. Rekomendasi Riset selanjutnya: Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital berbasis etika melalui integrasi dalam kurikulum, optimalisasi peran pendidik dan orang tua, serta pengembangan budaya komunikasi digital yang sehat sebagai upaya preventif terhadap cyberbullying.
Tinjauan Yuridis Peran Balai Harta Peninggalan dalam Mitigasi Risiko Operasional Perbankan atas Rekening Dormant Tak Bertuan Siwi, Galih Raka Siwi
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.24794

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika hukum pengelolaan rekening dormant yang berstatus onbeheerde nalatenschap dalam sistem perbankan Indonesia, khususnya terkait benturan antara prinsip kerahasiaan bank dan kewenangan Balai Harta Peninggalan sebagai kurator publik berdasarkan Pasal 1126 KUHPerdata. Metode: Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus konseptual. Analisis dilakukan melalui interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis terhadap regulasi perbankan, hukum waris, dan prinsip kehati-hatian perbankan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa absolutisme Asas Kerahasiaan Bank sebagaimana diatur dalam Pasal 40 UU No. 10 Tahun 1998 menimbulkan regulatory paralysis dalam pengelolaan rekening dormant, sehingga menciptakan risiko hukum, operasional, dan reputasi bagi perbankan. Optimalisasi peran Balai Harta Peninggalan dapat memberikan safe harbor bagi bank dari risiko onrechtmatige daad sekaligus menjamin perlindungan hak ahli waris. Penelitian ini juga menemukan bahwa tanpa mekanisme automatic referral, sekitar 89 juta rekening dormant senilai Rp15,7 triliun berpotensi menjadi objek fraud dan deadweight loss sistemik. Kontribusi Ilmiah: Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada sinkronisasi antara prudential principle perbankan dan kewenangan publik Balai Harta Peninggalan. Kebaruan: Kebaruan penelitian diwujudkan melalui konsep Proactive Curatorship Trigger, yaitu penyerahan aset dormant lebih dari lima tahun kepada Balai Harta Peninggalan sebagai bentuk discharge of liability, bukan pelanggaran rahasia bank. Riset Selanjutnya: Penelitian selanjutnya disarankan menguji implementasi model ini melalui pendekatan socio-legal dan studi perbandingan lintas negara.
Pengaruh Inflasi, PDRB, dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Sumatera: Analisis Regresi 2018-2024 Rabbil; Setiawan, Ifhan
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.25505

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di sepuluh provinsi di Pulau Sumatera selama periode 2018–2023, khususnya pada masa pascapandemi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda berbasis data sekunder yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, serta bebas dari heteroskedastisitas, sehingga model yang digunakan layak untuk analisis lebih lanjut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, PDRB, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara parsial, inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sementara PDRB berpengaruh signifikan dengan arah negatif, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu diikuti oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja. Di sisi lain, upah minimum tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kontribusi: Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian ekonomi regional khususnya terkait dinamika pasar tenaga kerja di wilayah Sumatera pada periode pascapandemi. Kebaruan Penelitian: Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis yang spesifik pada sepuluh provinsi di Pulau Sumatera dengan mempertimbangkan konteks pemulihan ekonomi pascapandemi. Penelitian Selanjutnya: Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti investasi, tingkat pendidikan, dan sektor industri, serta memperluas wilayah dan periode penelitian guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Peran Big Data dalam Penanggulangan Krisis dan Bencana di Indonesia: Perspektif Kebijakan Publik dan Nilai Kebangsaan Vallerian Antaresa; Bima Wicaksana Dwi Prayoga; Salman Alfarizie; Fatkhuri; Reja Dalimunthe
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.25847

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penanggulangan krisis yang cepat, tepat, dan berbasis data. Tujuan: penelitian ini menganalisis peran big data dalam meningkatkan efektivitas kebijakan mitigasi dan respons krisis di Indonesia serta kontribusinya terhadap penguatan civic responsibility dan nilai-nilai Pancasila. Metodologi: penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan resmi, dan regulasi pemerintah. Hasil: menunjukkan bahwa big data mampu meningkatkan akurasi identifikasi risiko, mempercepat respons pemerintah, dan mendukung penerapan Data-Driven Decision Making dalam kebijakan publik, meskipun masih menghadapi kendala integrasi data dan koordinasi antarinstansi. Selain itu, pemanfaatan big data berkontribusi pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola kebencanaan. Kebaruan penelitian: terletak pada analisis integratif mengenai hubungan antara big data, tata kelola kolaboratif, civic responsibility, dan nilai-nilai Pancasila dalam mendukung kebijakan penanggulangan krisis dan bencana di Indonesia.
Model Ekosistem Integritas Tripusat: Sintesis Bandura–Lickona untuk Internalisasi Nilai Antikorupsi Berbasis Karakter di Pendidikan Dasar I Wayan Gede Griyawana; I Putu Windu Mertha Sujana; Sukadi Sukadi; I Wayan Budiarta
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.25873

Abstract

Korupsi yang mengakar di Indonesia menuntut pendekatan pencegahan dari hulu melalui pendidikan karakter di sekolah dasar, tetapi implementasinya kerap terjebak pada hafalan kognitif dan terbentur hipokrisi keteladanan lingkungan. Tujuan: Studi ini bertujuan memetakan, menyintesis, dan menganalisis secara kritis literatur mutakhir mengenai internalisasi nilai antikorupsi berbasis karakter di pendidikan dasar, serta merumuskan kerangka konseptual yang lebih holistik. Metode: Penelitian menerapkan tinjauan pustaka kualitatif sistematis berpedoman pada PRISMA 2020, dengan analisis tematik enam fase terhadap 30 artikel bereputasi terbitan 2016–2026 yang telah lolos penilaian mutu MMAT. Hasil: Internalisasi beroperasi melalui tiga tema utama, yaitu integrasi kurikulum, habituasi dan keteladanan guru, serta inovasi media digital yang dipadukan dengan kearifan lokal. Secara teoretis, kerangka pendidikan karakter Lickona mendominasi perancangan desain instruksional, sedangkan Teori Pembelajaran Sosial Bandura lebih presisi menjelaskan kegagalan praktik akibat defisit keteladanan. Ditemukan pula tiga celah, yakni marjinalisasi nilai kesederhanaan, dominasi asesmen kognitif, dan lemahnya integrasi ekosistem sekolah, keluarga, dan komunitas. Kebaruan: Sebagai sintesis konseptual, kajian ini merumuskan "Model Ekosistem Integritas Tripusat" yang memadukan teori Bandura dan Lickona, disertai reorientasi poros nilai pada kesederhanaan sebagai penangkal keserakahan serta gagasan asesmen perilaku lintas ruang; model ini diposisikan sebagai kerangka kerja yang menuntut kesiapan ekosistem, bukan resep instan. Riset lanjutan: Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji model ini secara empiris, mengembangkan instrumen asesmen perilaku lintas ruang yang sahih, serta menelaah prasyarat keberhasilan implementasinya pada konteks sekolah yang beragam.
Resiliensi Nilai Solidaritas pada Tradisi Daus Gong dalam Festival Merangkat di Desa Bon Jeruk Sebagai Media Pendidikan Sosial dan Pelestarian Budaya Lokal Devi Yuliana; Desi Altia Dinarti; Desi Intan Safitri; Jepri Utomo; Mila Noviana
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v7i1.25992

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mengkaji nilai solidaritas yang terkandung dalam tradisi Daus Gong yang dilaksanakan pada Festival Merangkat di Desa Bon Jeruk, serta relevansinya sebagai sarana pendidikan sosial dan upaya pelestarian budaya lokal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tantangan globalisasi yang berpotensi menggeser identitas budaya masyarakat serta melemahkan ikatan sosial yang telah terbentuk secara turun-temurun. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama berlangsungnya festival, wawancara mendalam dengan para informan, serta telaah dokumen dan berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan topik penelitian. Fokus penelitian diarahkan pada pemaknaan simbol dan praktik Daus Gong sebagai media pewarisan nilai-nilai sosial, seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian antaranggota masyarakat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial tercermin dalam berbagai aktivitas kolektif, mulai dari kerja sama masyarakat dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan festival, partisipasi aktif generasi muda dalam penyelenggaraan acara, hingga keterlibatan bersama dalam pelaksanaan ritual adat. Kontribusi: Berbagai aktivitas tersebut berkontribusi dalam memperkuat rasa kebersamaan, menjaga kesinambungan identitas budaya, serta mempererat hubungan antargenerasi. Kesimpulannya, revitalisasi tradisi Daus Gong melalui jalur pendidikan formal maupun informal menjadi kunci dalam menjaga resiliensi budaya lokal. Kebaruan: Penelitian ini menawarkan perspektif baru bagi studi sosiologi pendidikan mengenai peran penting ritual lokal dalam memperkokoh integrasi sosial masyarakat kontemporer.
Model Pembentukan Karakter Siswa melalui Contextual Teaching and Learning dengan Kompetensi Pedagogik Guru sebagai Variabel Moderasi Peni Catur Renaningtyas; Deandra Nadia Afidah; Maria Iradekansia Manek; Novita Deby Amalia; Fika Pratama Putri; Mohammad Jaelani
Jurnal Paris Langkis Vol 7 No 1 (2026): Edisi Agustus 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v7i1.26514

Abstract

Pembentukan karakter siswa di sekolah kejuruan masih menjadi tantangan serius, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih didominasi pendekatan konvensional sehingga internalisasi nilai karakter belum optimal. Tujuan: Penelitian ini menganalisis pengaruh Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap karakter siswa, pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap karakter siswa, serta peran moderasi kompetensi pedagogik guru pada hubungan CTL dan karakter siswa di SMKN 2 Jember. Metodologi: Penelitian kuantitatif berdesain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 1–5 dari 235 siswa yang dipilih menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling, dianalisis dengan SEM-PLS melalui SmartPLS 4.0, dengan uji moderasi menggunakan product indicator approach. Novelty: Penelitian ini menempatkan kompetensi pedagogik guru sebagai variabel moderasi, bukan variabel independen seperti pada kajian terdahulu, sehingga menggeser pemahaman bahwa efektivitas CTL ditentukan tidak hanya oleh pendekatan pembelajaran, tetapi juga kualitas pengelolaan pengalaman belajar oleh guru, diuji simultan dalam konteks Sekolah Menengah Kejuruan. Kontribusi: CTL berpengaruh positif signifikan terhadap karakter siswa (β = 0,559; p = 0,000), kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif signifikan terhadap karakter siswa (β = 0,333; p = 0,000), dan kompetensi pedagogik guru memoderasi serta memperkuat hubungan CTL terhadap karakter siswa (β = 0,320; p = 0,000), dengan model menjelaskan 53,0% varians karakter siswa. Temuan ini menjadi dasar bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan untuk mengintegrasikan kompetensi pedagogik guru ke dalam strategi penguatan karakter. Keterbatasan Penelitian: terbatas pada satu sekolah dengan desain cross-sectional, sehingga generalisasi perlu dilakukan hati-hati. Saran Penelitian Selanjutnya: mengembangkan model longitudinal, memperluas lokasi penelitian, serta menambahkan variabel motivasi belajar, iklim sekolah, atau keterlibatan siswa. 
Transformasi Otoritas Keagamaan di Ruang Publik Digital: Tantangan Literasi dan Etika Kewargaan Ahmad Bukhori S
Jurnal Paris Langkis Vol 6 No 2 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/parislangkis.v6i2.14856

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi otoritas keagamaan dalam dakwah berbasis media online serta menjelaskan peran visibilitas digital, algoritma, popularitas, strategi komunikasi, dan partisipasi audiens dalam membentuk legitimasi keagamaan di ruang publik digital. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui kajian literatur dan analisis konten dakwah pada YouTube, Instagram, dan TikTok. Data dianalisis secara tematik dengan perspektif mediatisasi agama dan otoritas keagamaan dalam masyarakat jaringan. Hasil : Digitalisasi dakwah membentuk networked religious authority melalui interaksi antara kredibilitas keilmuan, visibilitas digital, algoritma, popularitas, kompetensi komunikasi, dan respons audiens. Kondisi ini memperluas akses serta partisipasi publik, tetapi juga meningkatkan risiko simplifikasi pengetahuan, kaburnya batas antara otoritas ilmiah dan opini personal, serta penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Implikasi: Literasi digital, literasi keagamaan, dan etika komunikasi diperlukan untuk membangun ruang publik digital yang kritis dan bertanggung jawab. Kebaruan: Penelitian ini mengintegrasikan otoritas keilmuan, logika algoritmik, visibilitas media, strategi komunikasi, dan partisipasi audiens sebagai mekanisme negosiasi legitimasi keagamaan, sekaligus memperluas kajian dakwah menuju persoalan kewargaan digital. Penelitian selanjutnya: Pengujian kerangka ini perlu dilakukan melalui studi empiris pengguna media, perbandingan lintas platform, dan konteks sosial-budaya yang berbeda.