cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2016): Agustus" : 14 Documents clear
EVALUASI PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR Sugiyanto, Gito; R.P.H., Muhammad Diaz; Santi, Mina Yumei; Indriyati, Eva Wahyu
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.143 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3706

Abstract

Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program yang diberi nama Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sebagai salah satu instrumen untuk mengurangi kecepatan kendaraan di lokasi sekitar sekolahan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah di sekolah dasar di Kabupaten Banyumas. Evaluasi penerapan ZoSS dilakukan di tiga sekolah dasar di Kabupaten Banyumas yaitu di SDN 1 Bobosan, SD 1 Al Irsyad and SDN 4 Purwanegara. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan observasi fasilitas perlengkapan ZoSS seperti dimensi, zebra cross, rambu dan marka jalan yang selanjutnya dibandingkan dengan SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. 3236/AJ 403/DRJD/2006. Berdasarkan hasil analisis, pemenuhan fasilitas kelengkapan zona selamat sekolah berupa dimensi (panjang ZoSS), zebra cross, rambu lalu lintas dan marka jalan, beberapa fasilitas belum sesuai dengan standar yang ada. Kecepatan sesaat kendaraan, rata-rata kecepatan sebelum lokasi ZoSS relatif lebih rendah, tetapi masih lebih besar jika dibandingkan dengan batas kecepatan maksimum yang diijinkan di lokasi ZoSS (20 km/jam atau 25 km/jam). Rata-rata kecepatan kendaraan di lokasi ZoSS untuk sepeda motor 34,75 km/jam dan untuk mobil penumpang 29,26 km/jam, sehingga penerapan ZoSS belum efektif. Diperlukan adanya perbaikan pemenuhan kelengkapan fasilitas ZoSS untuk meningkatkan kinerja keselamatan lalu lintas.
PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO TERPADU BERKELANJUTAN DI BUMIAJI – KOTA BATU Suwignyo, Suwignyo; Masudin, Ilyas; Mokhtar, Ali
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.748 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3711

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) merupakan teknologi bidang kelistrikan dari sumber energi terbarukan hidro. Potensi energi hidro di Indonesia cukup besar dan tersebar luas di seluruh kepulauan nusantara. Teknologi PLTMH terus berkembang dan perlu terus dikembangkan serta disebarluaskan kepada masyarakat, agar pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan hidro semakin luas dan semakin meningkat. Penelitian bertujuan mendesain dan mengaplikasikan PLTMH yang terpadu dengan pemanfaatannya untuk penyediaan air minum perdesaan, dipadukan dengan upaya konservasi daerah aliran sungai dan pengembangan sarana wisata edukasi teknologi energi terbarukan. Metode dan tahapan penelitian meliputi survey pemilihan lokasi, pengukuran dan analisa debit pembangkit, pengukuran dan penentuan tinggi jatuh hidrolik, desain bangunan sipil, pemilihan tipe turbin dan desain pekerjaan mekanikal-elektrikal dan penggambaran desain PLTMH. Hasil penelitian PLTMH Bumiaji adalah debit pembangkit (Q) 0,25 m3/dt, total tinggi jatuh hidrolik (Htotal) 4,00 m, daya terbangkit (P) 7,28 kW, tipe turbin propeller. PLTMH Bumiaji di manfaatkan untuk mendukung penyediaan air minum perdesaan, sebagai sarana wisata edukasi teknologi energi terbarukan dan diintregasikan dengan upaya konservasi daerah aliran sungai.
EVALUASI KINERJA BUS PATAS ANTAR KOTA DALAM PROPINSI PO. RUKUN JAYA ( STUDI KASUS TRAYEK SURABAYA - BLITAR ) Amal, Andi Syaiful
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.454 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3701

Abstract

Tingginya minat masyarakat akan kebutuhan transportasi bus umum dengan jumlah armada yang tidak sesuai menjadi salah satu permasalahan yang mempengaruhi kinerja pelayanan dari armada bus patas PO. Rukun Jaya rute perjalanan Blitar – Pare - Surabaya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk peningkatan kinerja. Kinerja armada bus patas rute Blitar – Pare  - Surabaya berdasarkan Indikator Standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat diperoleh ; load factor rata-rata selama tujuh hari (Minggu s/d Sabtu) pada interval waktu survey pukul 06:00 – 08:00, 10:00 – 12:00, dan 14:00-16:00 rute Blitar – Pare – Surabaya sebesar 0.88, kecepatan perjalanan 34.59 km/jam, headway rata-rata 37.52 menit, rata-rata waktu perjalanan sebesar 1.74 menit/km, frekuensi sebesar 1.19 Kend/jam, sedangkan untuk rute Surabaya – Pare – Blitar dengan interval waktu survey masing-masing adalah pukul 08:00-10:00, 12:00-14:00, dan 16:00-18:00 selama tujuh hari untuk rata-rata load factor sebesar 1.13, kecepatan perjalanan 33.03 km/jam, headway rata-rata 38.1 menit, rata-rata waktu perjalanan 1.82 menit/km, frekuensi sebesar 1 Kend/jam. Hasil dari evaluasi kinerja armada bus patas PO. Rukun Jaya diperoleh kinerja pelayanan armada dengan total nilai bobot untuk rute Blitar – Pare – Surabaya sebesar 21 dan rute Surabaya – Pare – Blitar sebesar 19 yang secara keseluruhan masuk pada kriteria baik yaitu dengan nilai antara 18 – 24. 
EVALUASI OPERASIONAL ANGKUTAN UMUM PENUMPANG TRAYEK L1 KOTA BANYUWANGI Abadi, Khoirul
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.489 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3707

Abstract

Angkutan umum penumpang di kota Banyuwangi Trayek L1 Jumlah total armada beroperasi yaitu 32 unit. Berdasarkan peraturan Bupati Banyuwangi Nomor : 24 tahun 2014, tarif angkutan umum penumpang jauh dekat Rp. 5000 untuk penumpang umum dan Rp. 3000 untuk penumpang pelajar berseragam. Angkutan umum penumpang Trayek L1 Terminal Brawijaya – Terminal Blambangan (Via Jl. Jend. A. Yani) beroperasi rata – rata 5 kali pulang pergi (PP) atau 10 rit perjalanan setiap harinya. Tujuan studi ini untuk mengetahui operasional Angkutan umum penumpang L1 , Metode yang digunakan dalam studi ini metode mengadopsi dari Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Rute Tetap dan Teratur (Direktorat Jendral Perhubungan Darat 2002). Hasil studi kinerja angkutan umum penumpang trayek L1 tahun 2105, Load factor rata-rata  48,33 %, frekuensi rata-rata 26,17 kend/jam, headway waktu rata-rata 2,46 menit, waktu tempuh rata-rata 3,11 menit/km dengan kecepatan tempuh rata-rata 19,30 km/jam.
PENGEMBANGAN INDEKS BIAYA KONSTRUKSI RUMAH SEJAHTERA MURAH DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA Libianto, Tabita Tania; Andi, Andi; Arijanto, Lie
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.949 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3712

Abstract

Pemerintah Indonesia memiliki program pembangunan Rumah Sejahtera Murah yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan. Akan tetapi biaya di suatu daerah dengan  biaya daerah lain tidaklah sama. Apabila kontraktor memiliki keterbatasan waktu dan informasi harga pada saat tender, mereka dapat mengalami kerugian dalam proyek luar daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengusulkan sistem informasi yang dapat memudahkan dalam membandingkan biaya antar daerah yaitu berupa Indeks Biaya Konstruksi (CCI). Indeks Biaya Konstruksi (CCI) dibentuk dari bobot dan harga di tiap daerah. Data harga tersebut menggunakan data dari Jurnal Harga Satuan Bahan Bangunan Konstruksi dan Interior tahun 2015. Indeks menggunakan Laspeyres Formula dengan dibentuk dari bobot material dan upah (w) di kota dasar dan Indeks Biaya Material (IM) dan Indeks Biaya Upah (IL) dari Eurostat. Dasar indeks harga adalah kota Jakarta. Hasil penelitian adalah Indeks Biaya Material (MCI), Upah (LCI) dan Biaya Total (CCI), indeks – indeks tersebut tiap daerah memiliki perbedaan. Indeks dibagi dalam 6 zona. Indeks Biaya Material Jakarta berada di zona 4, Indeks Upah Jakarta berada di zona 6 dan indeks total Jakarta berada di zona 5. Indeks kota Tanggamus adalah yang paling tinggi.
KAJIAN RENCANA PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS SEPEDA MOTOR DI PERSIMPANGAN BERSINYAL (STUDI KASUS KOTA MALANG) Roesdyningtyas, Ayu; Wicaksono, Achmad; Anwar, Ruslin
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.807 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3702

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor dewasa ini kian bertambah hampir tak terkendali, khususnya sepeda motor. Oleh karena kondisi tersebut, tujuan kajian ini yaitu mengetahui karakteristik pengendara sepeda berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dan karakteristik perjalanan, mengetahui hubungan persepsi pengendara sepeda motor terhadap penyediaan Ruang Henti Khusus, menyusun usulan untuk kebijakan penyediaan fasilitas Ruang Henti Khusus. Metode yang dipakai dalam kajian ini Logistic Regression, serta Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Karakteristik Pengendara sepeda motor di Kota Malang yaitu berjenis kelamin laki-laki (64%), usia 18-22 tahun (27%), pendidikan SMA/MA (57%), penghasilan < Rp 1.000.000 (33%), pekerjaan swasta (43%), kepemilikan sepeda milik sendiri (86%), dan jumlah sepeda motor 1 (57%), berasal dari rumah (79%), maksud perjalanan bekerja (51%), tujuan lokasi kerja (51%), jarak tempuh 5 km – 10 km (25%), rutinitas kegiatan 6 kali/minggu (45%), dan waktu tempuh 20 – 30 menit (35%). Bobot kriteia pemilihan lokasi penyediaan Ruang Henti Khusus di Kota Malang yaitu kriteria aspek keselamatan (35,188%), aspek waktu tempuh (15,592%), aspek kenyamanan (13,397%) , aspek sosial ekonomi (10,589%), aspek biaya pembangunan (9,840%), aspek teknis (9,078%), dan aspek konservasi lingkungan (6,316%).
EVALUASI AMDAL PEMBANGUNAN GEDUNG 10 LANTAI DI PUSAT KOTA BANDUNG Masri, Rina Marina
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.615 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3708

Abstract

Pembangunan yang tidak terkendali di Kota Bandung  berdampak pada tingginya tingkat pencemaran lingkungan. Hal ini mengisyaratkan bahwa AMDAL belum dapat dijadikan sebagai salah satu instrument untuk mitigasi bencana serta pelengkap bagi kelayakan  lingkungan.Tujuan penelitian: (1) mengevaluasi dokumen kerangka acuan pembangunan gedung 10 lantai di pusat Kota Bandung, (2) mengevaluasi hasil analisis dampak lingkungan (ANDAL), (3) mengevaluasi RKL dan RPL, (4) mengevaluasi implementasi AMDAL  pembangunan gedung 10 lantai di pusat Kota Bandung ditinjau dari ketepatan waktu, ketepatan tindakan dan ketepatan hasil guna mengurangi dampak negatif serta meningkatkan dampak positif. Metode pemecahan masalah dengan deskriptif dan teknik analisis analisis isi (content analysis). Hasil penelitian:1) dokumen KA disusun oleh konsultan dengan jumlah tenaga akhli kurang dari yang disyaratkan sehingga konsultan tidak mampu  menelaah secara cermat, holistik dan integral dalam menyusun dokumen ANDAL,  (2) studi ANDAL cenderung kekurangan informasi komponen- lngkungan yang berdampak negatif dan positif terhadap lingkungan, (3) para konsultan penyusun RKL- RPL tidak mengetahui secara tepat komitmen dan mekanisme koordinasi yang mengikat secara kelembagaan dalam merencanakan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi dampak negatif serta meningkatkan dampak positif. (4) produk AMDAL hanya menjadi dokumen yang disimpan tanpa sangsi jika indikator-indikator ANDAL, RKL dan RPL dilanggar.  
PENGGUNAAN BENDUNG KONSOLIDASI SEBAGAI KONTROL MUKA AIR UNTUK MENGURANGI RESIKO LONGSOR PALUNG SUNGAI BRANTAS DI KAMPUS III UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Saleh, Chairil; Hadi S, Ach
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.413 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3746

Abstract

Analisa kecepatan aliran pada ruas sungai merupakan tahap awal dalam menentukan langkah upaya penanganan masalah gerusan yang terjadi pada palung sungai. Seiring dengan perkembangan piranti lunak (software) yang demikian pesat model matematika seringkali menjadi pilihan sebagai alat untuk memperoleh prilaku yang terjadi, oleh karena disamping biayanya yang murah model ini dapat mencangkup dimensi ruang dan waktu yang panjang. Surface Water Modeling Systemmerupakan salah satu program untuk memecahkan model  matematika yang dibangun berdasarkan konsep gerak air dan gerak sedimen yang secara matematis dipecahkan dengan menggunakan metode elemen hingga (finite element) melalui pendekatan dua dimensi horisontal. Dengan berbagai kelebihannya, model ini diharapkan mampu memberikan hasil yang memuaskan sehingga dapat memperbaiki kinerja dari metode-metode pendekatan yang umum digunakan sebelumnya. Lokasi penelitian adalah Sungai Brantas depan  Kampus III UMM di Kabupaten Malang Jawa Timur yang  memiliki masalah akibat gerusan di Palung Sungai yang cukup mengkhawatirkan. Dari hasil analisa terhadap gerusan yang terjadi memperlihatkan tingkat kecepatan aliran sangat besar, dengan memasukan nilai  n Manning = 0,045, di peroleh hasil kecepatan yang sangat tinggi yaitu Maksimum = 0.25 m/det dan Minimum = 0,03  m/det melebihi kecepatan kritis D50 sebesar 0,045 m/det, sedangkan hasil penempatan bendung didapat hasil kecepatan sebesar Maksimum = 0.043 m/det dan Minimum = 0,010 m/det dibawah kecepatan kritis D50.
KUAT TEKAN BETON LIMBAH BATU ONIX TULUNGAGUNG Setyowati, Edhi Wahjuni
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.191 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3703

Abstract

Limbah dari industri onyx dan marmer Tulungagung cukup berlimpah dan untuk menanggulangi permasalahan limbah ini, sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agregat pada campuran beton yang dirancang sebagai beton struktural dengan kekuatan tekan mencapai 30 MPa. Penelitian kekuatan tekan beton limbah batu onix dilakukan terhadap 30 buah benda uji silinder beton 15x30 cm yang diuji pada umur : 7, 14, 21 dan 28 hari, dengan perencanaan campuran beton untuk mencapai kekuatan 30 MPa dengan FAS ; 0,4. Hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan beton limbah batu onix memenuhi target, dengan perbandingan kekuatan yang hampir sama dengan beton normal dengan agregat batu pecah ,dengan perbedaan nilai kuat tekan sekitar 2% dengan beton normal dengan perencanaan campuran beton yang sama. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penggunaan batu onyx sebagai bahan pengganti batu pecah dapat digunakan sebagai beton struktural dengan warna beton yang lebih terang dan lebih bernilai estetika.
EKSTRAPOLASI DATA HUJAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACK PROPAGATION Hadiani, Rr. Rintis
Media Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.072 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3709

Abstract

Dalam suatu analisis hidrologi, dibutuhkan paling sedikit 10 tahun data hujan Jika data kurang dari 10 tahun maka dilakukan ekstrapolasi data hujan. Hal ini dilakukan agar jumlah data memenuhi syarat analisis. Karakteristik data hujan merupakan deret data yang stasioner, tidak mempunyai trend, dan mempunyai pola musiman. Salah satu metode yang sesuai dengan karakter tersebut adalah Jaringan Syaraf Tiruan dengan Back Propagation (JSTBP). Metode ini sesuai dengan data hujan yang bersifat stochastik. Objek Penelitian adalah stasiun hujan yang terletak di DAS Kaliasem, Kab. Lumajang. Langkah yang dilakukan adalah pemodelan dengan JST, kemudian verifikasi model. Selanjutnya dilakukan implementasi model. Stasiun hujan yang dipilih adalah yang berpengaruh pada DAS Kaliasem. Dipilih 3 stasiun hujan, yaitu sta. Kedungsangku dan sta. Senduro, Sta. Ranupakis. Sta. Kedungsangku digunakan sebagai pembangun model ekstrapolasi. Sta. Senduro sebagai data verifikasi. Dan implementasi pada stasiun Ranupakis. Hasil penelitian ini diterapkan pada sub DAS Bengawan Solo, di Kab. Wonogiri. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini mempunyai keandalanan 58% sampai 79% (Shakti, D.W., 2014; Ginting, J.E. dkk, 2014; Prasetyo,H.E. dkk, 2014; Shakti, D.W. dkk, 2014).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keandalan mencapai 80% pada Confidence Interval (CI) = 95% (berdasarkan parameter model yang sesuai). Hasil akhir menunjukkan bahwa JSTBP mempunyai parameter 2 layer tersembunyi dengan 2 neuron.

Page 1 of 2 | Total Record : 14