cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 45 Documents clear
PENGARUH ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR DAN PREMATURITAS DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BATURETNO Gita Dwi Karisma; Sri Fauziyah; Sri Herlina
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.989 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Permasalahan gizi kronis terkait stunting pada balita di Indonesia tahun 2021 masih tinggi. Februari 2020, Desa Baturetno ditetapkan sebagai lokus stunting sehingga diperlukan penelitian terkait faktor yang mempengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini difokuskan mengetahui antropometri (berat badan, panjang badan) bayi baru lahir dan prematuritas terhadap kejadian stunting di Desa Baturetno.Metode : Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data berat badan lahir, panjang badan lahir, usia kehamilan didapatkan dari KMS Balita dengan kriteria inklusi responden balita yang terdata stunting sejumlah 55 balita dari Laporan Tahunan Puskesmas Ardimulyo Periode Agustus 2021. Pengambilan data dilakukan di 6 posyandu Desa Baturetno dan dilakukan door to door apabila responden tidak menghadiri posyandu. Dilakukan pengukuran ulang tinggi badan per usia (TB/U) balita stunting sehingga diperoleh data primer dengan hasil 27 balita masih stunting dan 28 balita sudah normal. Analisa data menggunakan uji chi-square  dan regresi logistik p<0,05.Hasil : Balita stunting yang berjumlah 55 balita, terdapat 41(74,5%) balita memiliki berat badan lahir normal dan 14 (25,5%) balita dengan berat badan lahir rendah, 40 (72,7%) balita dengan panjang badan lahir normal dan 15 (27,3%) balita dengan panjang badan lahir rendah, serta 40 (72,7%) balita lahir cukup bulan, dan 15 (27,3%) balita lahir prematur. Didapatkan pengaruh signifikan berat badan lahir (p 0,025), panjang badan lahir (p 0,012), dan usia kehamilan (p 0,002) terhadap kejadian stunting di Desa Baturetno. Dari ketiga variabel tersebut, yang paling berpengaruh adalah usia kehamilan (aPOR 14.678).Kesimpulan : Kejadian stunting di Desa Baturetno dipengaruhi oleh berat badan lahir, panjang badan lahir, dan usia kehamilan. Dari ketiga faktor tersebut, usia kehamilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting. Kata Kunci : Stunting; Berat Badan Lahir; Panjang Badan Lahir; Usia Kehamilan
PEMBERIAN EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN Khazni Aghnia Indartatih; Rizki Anisa; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.64 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pondok pesantren amasih tabu dalam membicarakan masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut menyebabkan kurangnya informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada santri. Edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja belum terlaksana dengan baik di lingkungan pondok pesantren, sehingga peneliti ingin mengetahui pengaruh edukasi buku ilustrasi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja di pondok pesantren.Metode:  Study Quasi experimental design pretest postest with control group. Intervensi menggunakan edukasi buku ilustrasi Kreasi. Responden terdiri dari santri putri kelompok kontrol (n=37) dan kelompok intervensi (n=43). Pretest-postest diukur dengan instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja. Data statistik dianalisa menggunakan uji Wilcoxon dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD dimana keduannya dikatakan signifikan apabila Sig < 0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia 13 tahun dengan jumlah 39 santri (48,75%). Distribusi respondem berdasarkan kelas yaitu kelas7 berjumlah 41 orang (51,25%), kelas 8 berjumlah 24 orang (30%), dan kelas 9 orang (18,75%). Hasil uji beda pretest-postest pengetahuan kelompok kontrol (Sig = 0,005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,009). Pada variabel sikap kelompok kontrol (Sig = 0,083) dan kelompok intervensi (Sig = 0,224). Pada varibel perilaku kelompok kontrol (Sig =0.005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,317). Hasil uji post hoc LSD hanya variabel pengetahuan yang terdapat perbedaan pada saat dibandingkan postest terhadap kedua kelompok.Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku Kreasi dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan risiko kehamilan remaja. Namun, tidak dapat meningkatkan sikap dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja.Kata kunci: Risiko kehamilan remaja, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, edukasi buku Kreasi.
KOMBINASI SODIUM HYALURONATE DAN OMEGA-3 MEMPERBAIKI GEJALA DRY EYE MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNISMA Shafa Tsurayya; Ariani Ratri Dewi; Dini Sri Damayanti
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.221 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Sindroma mata kering adalah penyakit multifaktorial yang mengakibatkan ketidakstabilan lapisan air mata dengan gejala ketidaknyamanan hingga gangguan penglihatan. Peningkatan penggunaan video display terminal oleh mahasiswa akibat pembelajaran dalam jaringan pada masa pandemi meningkatkan risiko terjadinya mata kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi artificial tears dan suplemen Omega-3 terhadap mata kering yang dialami mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA dengan pengukuran skor kuesioner  Standardized Patient Evaluation of Eye Dryness (SPEED).Metode: Penelitian ini secara statistik menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan metode komparasi untuk membandingkan skor SPEED sebelum dan setelah perlakuan yaitu pemberian sodium hyaluronat tetes mata dan suplemen Omega-3 selama dua minggu pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UNISMA tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye selama pembelajaran daring dan metode korelasi untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan skor SPEED tersebut. Uji hipotesis dilakukan dengan uji T berpasangan dan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0.05.Hasil: Didapatkan rata-rata skor SPEED sebelum perlakuan sebesar 11,25±3,69 dan setelah perlakuan sebesar 6,37±6,03 dengan uji statistik menunjukkan  perbedaan yang signifikan (p=0.006). Uji korelasi Spearman tidak mendapatkan korelasi antara jenis kelamin dengan skor SPEED pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran UNISMA tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye selama pembelajaran daring dalam penelitian ini.Kesimpulan: Pemberian kombinasi sodium hyaluronat tetes mata dan Omega-3 selama 2 minggu memperbaiki gejala dry eye yang diukur dengan skor kuesioner SPEED pada  mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran FK UNISMA tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye selama pembelajaran daring.Kata Kunci: dry eye; sodium hyaluronat; omega 3; kuesioner SPEED
EFEK PAPARAN JAMU TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.) PADA EFEKTIVITAS KLORAMFENIKOL TERHADAP Staphylococcus aureus Nina Oktavia; Zainul Fadli; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.602 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tanaman tapak liman (Elephantopus scaber L.) diketahui memiliki aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kombinasi ekstrak  tapak liman dengan kloramfenikol didapatkan hasil antagonis dan not distinguisable. Namun, belum diketahui apakah hasil yang sama akan didapatkan bila menggunakan jamu yang terjual secara bebas dan dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi kombinasi jamu tapak liman dengan kloramfenikol terhadap Staphylococcus aureus. Metode: Dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa aktif jamu tapak liman. Untuk mengetahui daya hambat dilakukan pengukuran zone of inhibition antara kombinasi tapak liman dan kloramfenikol, dengan konsentrasi jamu tapak liman sesuai dengan dosis tinggi dan dosis rendah dari dosis yang dianjurkan. Dilakukan pengukuran zona bening untuk mengetahui daya hambat antibiotik menggunakan jangka sorong. Interaksi antibiotik dengan jamu tapak liman diinterpretasikan menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergsm Test (AZDAST) dan berdasarkan data statistik (p<0.05).Hasil: Kombinasi jamu tapak liman konsentrasi 166,67 ppm dengan antibiotik kloramfenikol dosis 30 µg menghasilkan ZOI 14,78 ± 0,61 mm lebih besar dibandingkan konsentrasi 83,33 ppm yang menghasilkan ZOI 14,20 ± 0,14 mm. Interaksi kombinasi jamu tapak liman pada konsentrasi 166,67 ppm dan 83,33 ppm dengan antibiotik kloramfenikol dosis 30 µg tidak dapat dibedakan (not distinguishable).Kesimpulan: Interaksi kombinasi jamu tapak liman konsentrasi 166,67 ppm dan 83,33 ppm dengan antibiotik kloramfenikol 30µg tidak dapat dibedakan (not distinguishable). Kata Kunci: Elephantopus scaber L., Kloramfenikol, Kombinasi Herbal dan Antibiotik, Zone of inhibition.
PENGARUH PEMBERIAN PERASAN DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) PADA KADAR TNF-∝ DALAM SERUM DAN EKSPRESI TNF-∝ JARINGAN KULIT LUKA SAYAT PUNGGUNG TIKUS WISTAR Yovita Alviana; Rima Zakiyah; Diah Andriana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.742 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan:Perlukaan pada kulit punggung hewan coba menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Fase inflamasi luka sayat pada kulit dapat dideteksi pada serum dan jaringan. TNF-∝ (Tumor Necrosis Factor-∝) adalah sitokin inflamasi (penyembuhan). Lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung berbagai zat seperti glucomannan, acemannan yang berperan sebagai anti-inflammatory. Namun, masih jarang dilakukan penelitian untuk membuktikan zat aktif pada lidah buaya (Aloe vera L.) yang berpengaruh pada penurunan sitokin pro-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap kadar TNF-∝(Tumor Necrosis Factor) dalam serum dan ekspresi TNF-∝(Tumor Necrosis Factor-∝) jaringan kulit luka sayat.  Metode:Penelitian ini menggunakan tikus wistar dengan jenis kelamin jantan, berusia 2-3 bulan, penelitian dilakukan pada empat kelompok; kelompok positif (KP), kelompok perlakuan 1 (P1), kelompok perlakuan 2 (P2) serta kelompok perlakuan 3 (P3). Tikus dilakukan insisi pada daerah punggung dengan panjang 2 cm, kedalaman 0,2 mm. Pengobatan kelompok positif (KP) pemberian Povidone Iodine 10%, kelompok P1 pemberian perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) dengan konsentrasi 20%, kelompok P2 dengan konsentrasi 40%, dan kelompok P3 dengan konsentrasi 80% dalam waktu 6 hari. Pembedahan dilakukan pada hari ke-7 untuk tahap pengambilan sampel. Penelitian kadar TNF-∝ dalam serum menggunakan ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay) Indirect, ekspresi TNF-∝ (Tumor Necrosis Factor-∝) jaringan kulit menggunakan pewarnaan IHK (Imunohistokimia) secara mikroskopik perbesaran 400x. Dianalisis menggunakan One Way ANOVA.  Hasil:Perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) dengan konsentrasi 80% mendapatkan hasil paling besar dalam menurunkan kadar TNF-∝ dalam serum walaupun tidak signifikan (p= 0,029) sebesar 39.3% dan ekspresi TNF-∝ (Tumor Necrosis Factor-∝) jaringan kulit dapat menurun secara signifikan sebesar 29.1 % dibandingkan dengan kelompok positif (KP) dengan pemberian  Povidone Iodine 10%.  Kesimpulan:Perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki pengaruh dalam mempercepat fase inflamasi (penyembuhan) dengan menurunkan kadar TNF-∝(Tumor Necrosis Factor-∝)  dalam serum dan jaringan kulit.  Kata Kunci:Luka sayat, zat aktif perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.), kadar TNF-∝ dalam serum, ekspresi TNF-∝ jaringan kulit