cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 240 Documents
STUDI PERENCANAAN DIMENSI TUBUH BENDUNGAN PADA BENDUNGAN LOGUNG KABUPATEN KUDUS ahmad ramadani
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.66 KB)

Abstract

Bendungan adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi Waduk atau Danau, Seringkali Bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air kesebuah pembangkit listrik tenaga air. Bendungan logung terletak di Kabupaten Kudus tepatnya di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo merupakan daerah dataran rendah. Jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya membuat kebutuhan air semakin meningkat dan menimbulkan masalah keseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air, selain itu juga bencana yang kerap terjadi ketika musim penghujan yaitu banjir. Dengan sumber daya air tersebut diperlukan suatu upaya untuk melestarikan sumber air yang ada seoptimal mungkin, agar mendukung keberadaan dan penyediaan kebutuhan air bagi masyarakat secara terus menerus. Salah satu upaya pemecahan permasalahan tersebut yaitu dengan pembangunan Bendungan.Dalam merencanakan tubuh bendungan logung bertujuan untuk mendapatkan debit banjir rancangan dan dimensi tubuh bendungan yang di tinjau dari analisa hidrologi, ,material tanah dan geologi tanah. Selanjutnya dikontrol stabilitas kelongsoran terhadap tubuh bendungan.Hasil dari perencanaan ini di dapat Q1000 inflow 267,39 m3/det dan Q1000outflow 147,99 m3/det, tinggi bendungan 45 m, lebar puncak bendungan 10 m, kemiringan lereng hulu 1 : 2,50 dan analisa stabilitas hulu keadaan normal SF 1,66 > 1,5 (memenuhi syarat) dan analisa stabilitas hulu keadaan gempa SF 1,41 > 1,1 (memenuhi syarat). Kata Kunci:Dimensi Tubuh Bendungan, Bendungan Logung.
Studi Perencanaan Perkerasan Ruas Jalan Km Liang-Morella Kabupaten Maluku Tengah Syahril K Husein; Bambang Suprapto; Anang Bakhtiar
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.462 KB)

Abstract

Di negara kita telah disediakan berbagai sarana transportasi,baik itu berupa transportasi darat, transportasi laut, atau pun transportasi udara. Dengan berkembangnya suatu kawasan transportasi darat jalan km liang-morella, hal ini akan mempunyai pengaruh terhadap tingkat layanan jalan km liang-morella. Kawasan jalan km liang-morella yang menghitung perkerasan jalan kita menghitung dulu LHR (lalu- lintas harian rata-rata),perhitungan ekivalen,perhitungan lintas ekivalen permulaan (LEP),perhitungan lintas ekivalen akhir(LEA),perhitungan lintas ekivalen tengah (LET),perhitungan lintas ekivalen rencana(LER), menentukanfaktor regional, menentukan daya dukung tanah(DDT) dan CBR, menentukan nilai ipo dan ipt, menentukan indeks tebal perkerasan(ITP), koefisien kekuatan relatif, batas minimum tebal perkerasan, tebal lebar lapisan perkerasan, menentukan drainase. Perencanaan drainase,saluran berbentuk persegi dengan dimensi lebar penampang saluran (b) == 0,5 cm,tinggi penampang saluran(h) = 0,8 cm tinggi jagaan (w) = 0,3 cm, yang mana dengan dimensi tersebut saluran dinyatakan aman karena nilai Q saluran lebih besar dari Q rancangan. Kata kunci  : Perencanaan jalan, Saluran drainase, Liang- Morella,Maluku Tengah
``ANALISA TUNDAAN AKIBAT PENUTUP PALANG PINTU KERETA API (RUAS JALAN SULTAN AGUNG DESA KEPANJEN KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG ) Fitria Indah Dwi Cahyanti; Azizah Rokhmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.378 KB)

Abstract

ABSTRAK Perlintasan yang terbentuk dari pertemuan antara dua jenis prasarana transportasi yaitu jalan raya dengan jalan rel merupakan bentuk pertemuan yang sering menimbulkan tundaan, seperti pada perlintasan di jalan Sultan Agung Desa Kepanjen Kabupaten Malang iniTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kendaraan dan panjang antrian tundaan yang terjadi akibat kereta api perlintasan nutup pada setiap lajur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer didapat dengan cara survei langsung di lokasi penelitian meliputi survei kondisi dan geometrik jalan, survei geometik dan titik pengamatan pertama sampai ketiga, sedangkan data sekunder didapat dari jadwal kedatangan kereta api. Untuk Perhitungan Tundaan, Kerapatan, Kecepatan, dan volume ini mengacu pada Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesiia 1997 dan menggunakan Metode Greenshield untuk menganalisis hubungan Kecepatan dengan Kerapatan, Volume dengan Kecepatan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan durasi penutup terlama hari Jum’at pukul 14.49 dan durasi penutup tercepat hari Minggu pukul 16.55. Volume arus lalu lintas minimal hari Jum’at sebesar 2681,6 smp/jam dan volume lalu lintas maksimal hiri Minggu sebesar 2797,6 smp/jam. Kecepatan Kendaraan melintas setelah kereta api melintas terlama hari Senin selama 16.56 menit dan yang tercepat hari Rabu selama 14.14 menit. Kerapatan terpanjang pada hari Minggu sebesar 174,8 meter dan terpendek hari Selasa sebesar 133,6 meter. Sedangkan hasil menggunakan metode Greenshield hubungan Kecepatan dengan Kerapatan diperoleh nilai maksimum hari Selasa sebesar 56,3 km/jam dan nilai minimum hari Kamis sebesar 51,6 km/jam. Hubungan Volume dengan Kecepatan nilai maksimum hari Minggu sebesar 9445,9 smp/jam dan nilai minimum hari Selasa sebesar 5786,8 smp/jam. Kata Kunci : Tundaan, Panjang Antrian, MKJI 1997, Metode Greenshield. ABSTRACT Crossings that are formed from the meeting between two types of transportation infrastructure, namely highways and railroads are a form of meeting that often causes delays, such as the crossing on Jalan Sultan Agung, Kepanjen Village, Malang Regency. railroad crossings are closed on each lane. This research was conducted using primary data and secondary data. Primary data was obtained by direct survey at the research site including road condition and geometric surveys, geometric surveys and the first to third observation points, while secondary data was obtained from train arrival schedules. For the calculation of delay, density, speed, and volume, this refers to the 1997 Indonesian Road Capacity Manual and uses the Greenshield Method to analyze the relationship between Speed and Density, Volume and Speed. Based on the analysis results, the longest closing duration is Friday at 14.49 and the fastest closing duration is Sunday at 16.55. The minimum traffic volume on Friday is 2681.6 pcu/hour and the maximum traffic volume on Sunday is 2797.6 pcu/hour. The speed of the vehicle passing after the train was the longest on Monday for 16.56 minutes and the fastest on W ednesday for 14.14 minutes. The longest density on Sunday is 174.8 meters and the shortest on Tuesday is 133.6 meters. The results using the Greenshield method of speed-density relationship obtained a maximum value on Tuesday of 56.3 km/hour and a minimum value of 51.6 km/hour on Thursday. The relationship between Volume and Speed, the maximum value on Sunday is 9445.9 pcu/hour and the minimum value on Tuesday is 5786.8 pcu/hour.Keywords : Delay, Queue Length, MKJI 1997, Greenshield Method.
Studi Alternatif Perencanaan Overpasstipe Komposit Desa Sukorejo Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Familia Yunika Winandini; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.771 KB)

Abstract

Overpassmerupakan jembatan diatas jalan atau jembatan penyeberangan. Jembatan merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang punya peranan penting terutama untuk mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya (sesuai UU no 38 tahun 2004). Adanya pengembangan sarana transportasi darat diwujudkan pemerintah dengan dibangunnya tol Ngawi-Kertosono. Pemerintah memprogramkan pembangunan overpass diatas tol sebagai sarana perlintasan kendaraan bermotor dengan dua jalur dan satu lajur, tanpa median dengan bentang jembatan adalah satu bentang total panjang yaitu 53, 5 meter dan lebar delapan meter dengan footpath 1,3 m. Secaraaumum, tugasaakhirainiaadalah merencanakanaalternatifstruktur overpass dengan alternatif perencanaanamenggunakan tipe komposit.aPembebananapada jembataniiniamenggunakaniLRFD,iStandardipembebananiuntukijembatan, SNI-1725-2016, RSNIiT –i02 -i2005 daniRSNI4i(PerencanaaniStrukturiBajaiuntukiJembatan). Hasiliperencanaanabesarnya pembebananadan dimensiaplatilantaiikendaraanidariiperhitunganiBebanaprimeradidapataBerat platalantainkendaraan: 1273,746ikg/m,aBebanasendiriigelagar: 2059,45akg/m,abebanahidup: 1895,4 kg/midanabebanagaris ”P” : 11466ikg.iSedangkanauntukibebanasekunderadidapatiBeban angin: 1038,455 kg/madan akibataGayaarem: 3958,3akg.aPerencanaanadimensiaplatalantai kendaraanidiperolehiTebaliplatibetoni: 20icm,aTulanganapokok: D16 –i150imm,idanaTulangan bagi:D12 - 250mm. Hasiliperhitunganidimensiigelagaritipeiplatitinggii170icm,ilebariflensiatasidan bawahi60icm,itebaliflensa13,5icmiterdiriadaria3alapisiplat,itebalibadana4,5acm.aSemuaidimensi yangadipakaiamemenuhiapersyaratanadariabebanayangabekerja.aPanjangagelagara53,50imeter terbagiamenjadia9asambunganabautadenganapanjanga5,95ameter.aPadaiperencanaanipondasi, yangidigunakaniadalahitiangipancangidenganidiameteri80acm,akedalamani24imeter,isebanyaki buahadanimenggunakanibesiitulanganidiameteri18imm.KataiKunci :i Alternatif, Overpass, Komposit,iTol Ngawi-Kertosono
Analisa Sedimentasi DAS Lesti Dengan Perubahan Tataguna Lahan Di Kabupaten Malang Muhammad Rais Firdaus
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.955 KB)

Abstract

Pendangkalan akibat sedimentasi menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di bendungan Sengguruh. Hal ini tidak lepas dari pengaruh kondisi sungai-sungai yang masuk ke bendungan (inlet). Sungai Lesti merupakan salah satu sungai yang bermuara di bendungan Sengguruh. Sedimentasi yang terjadi di sungai Lesti akan berpengaruh terhadap kondisi sedimen di bendungan Sengguruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis debit sedimen melayang (suspended load) di DAS Lesti.Pada penelitian ini dilakukan survei langsung di muara sungai Lesti untuk mendapatkan data sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai. Sampel sedimen kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran selain itu juga ukuran diameter butiran sedimen dan data-data pendukung lainya diperoleh dari suatu instansi yaitu Perum Jasa Tirta I Malang. Data-data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus empiris yaitu (Suripin, 2002 :65) Qs = 0,0864 . C . Qw  Dari analisis debit sedimen melayang di sungai Lesti diperoleh hasil: Tahun 2009 = 238.12 ton/tahun, 2010 = 512.99 ton/tahun, 2011 = 586.7488 ton/tahun, 2012 = 1184.4778 ton/tahun, 2013 = 694.6226 ton/tahun. Hasil analisis menunjukan debit sedimen melayang mengalami peningkatan dari tahun 2009 sampai dengan 2012 seiring dengan meningkatnya debit aliran sungai.Kata kunci : Sedimentasi , Sungai Lesti, Bendungan Sengguruh
PERBANDINGAN NILAI KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN METODE IRI (International Roughness Index) DI KABUPATEN LUMAJANG lailatul nazilah
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.481 KB)

Abstract

Jalan Randu Agung Kabupaten Lumajang mengalami banyak kerusakan jalan ,bertambahnya volume kendaraan dan merupakan jalan utama. Sehingga perlu dilakukanya penilaian kondisi jalan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan nilai kondisi serta pemeliharaan jalan dengan menggunakan 3 metode yaitu metode Bina marga, metode IRI dan metode PCI metode visual dan metode yang memakai alat Roughmeter NAASRA di kombinasikan dengan alat PARVID (Positioning Accurated Roughness With Video).Hasil dari kajian dilapangan didapat jenis kerusakan yang terjadi dilapangan meliputi retak buaya 28%, retak rambut 24%, lubang 7%,tambalan 11%, kasar permukaan 5%, retak memanjang 7%, retak melintang 1 %, pelepasan butir 11 %, kegemukan 3 %. Kondisi Jalan Randu Agung berdasarkan Metode Bina marga didapat rata – rata nilai metode Bina Marga sebesar 6,0 yaitu kategori rusak sedang dengan prosentase kerusakan ringan 25%,sedang 75%,berat 0% dan Metode IRI nilai rata – rata sebesar 6,07 yaitu rusak sedang prosentase kerusakan ringan 10%,sedang 85%,berat 5%, metode pci nilai rata – rata 68,7 kategori baik dengan prosentase kerusakan baik 90% , sedang 5 %, berat 5 %.sedangkan jenis pemeliharaan yang di pakai berdasarkan hasil rata – rata keseluruhan Metode Bina Marga adalah pemeliharaan berkala dan Metode IRI pemeliharan berkala, sedangkan Metode PCI adalah pemeliharaan rutin.Kata Kunci : Penilaian Kondisi Jalan, Metode Bina Marga dan IRI ,Pemeliharan Jalan
KAJIAN EVALUASI JARINGAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI KONDAK KECAMATAN SAKRA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR Teguh Argo; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.715 KB)

Abstract

ABSTRAKDaerah Irigasi Kondak merupakan salah satu daerah irigasi di Kabupaten Lombok Timur yang mengairi lahan seluas 490 ha. Yang meiliki permasalahan tepatnya di Desa Lepak terdapat sawah yang saluran irigasinya tidak memadai sehingga sering terjadi banjir saat intensitas hujan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi yang ada di saluran jaringan, mengetahui debit andalan, mengetahui hasil evaluasi pada saluran, mengetahui dimensi rencana saluran jaringan untuk dapat menampung air hujan. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kondak Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Dalam penelitian ini rencana pelepasan digunakan untuk merencanakan saluran jaringan irigasi.Saluran 1 tidak mampu memuat dan mengalirkan debit air untuk dialirkan sehingga memerlukan perencanaan ulang karena debit saluran yang ada adalah 6.086 m3/det sedangkan rencana debit adalah 7.344 m3/det. Debit saluran 2 yang ada adalah 4.306 m3/det sedangkan debit rencanaadalah 5.096 m3/det. Dengan demikian dimensi saluran yang ada tidak mampu mengalirkan debit air untuk disalurkan.Kata kunci: Daerah irigasi Kondak, saluran jaringan irigasi.DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2017. P.U Kabupaten Lombok Timur. Subdit Perencanaan Teknis Dirjen Pengairan.Aziz, Subandiyah. 2011. Metode Rencana Tata Tanam Global Mengantisipasi Dampak Perubahan Iklim (Study kasus Daerah Irigasi Molek Kabupaten Malang). Disertasi tidak diterbitkan. Universitas Brawijaya. Malang.BR, Sri Harto. 1993. Analisis Hidrologi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.Sosrodarsono, Suyono. 1999. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta : PT Pradnya Paramita.
Studi Peningkatan Jalan Kabupaten Tanah Laut Pelaihari-Asam Asam Kalimantan Selatan (STA 16+400 dan STA 26+400) Gadis Wahyu R.T
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.277 KB)

Abstract

Peningkatan perkerasan jalan dan pelebaran pada Jalan Kaupaten Pelaihari Asam asam lebar jalur 6 m dengan lebar bahu jalan 1 m ini dilakukan dengan tujuan untuk menanggulangi kepadatan lalu lintas dan memelihara kualitas lapisan perkerasan lama dengan cara penambahan lapisan ulang (overlay), dan direncanakan dengan menggunakan jenis perkerasan lentur (flexible pavement), dengan alasan karenajenis perkerasan lentur ini sangat cocok sesuai dengan kondisi tanah subgrade yang ada. jenis perkerasan ini mampu menahan beban yang bekerja di atasnya yaitu beban pada pusat roda. Pada perencanaan peningkatan perkerasan jalan meliputi analisa perhitungan lalu lintas harian rata-rata (LHR), analisa lendutan balik (d) yang terdiri dari perhitungan design traffic number (DTN), menentukan UE 18 KSAL, perhitungan angka ekivalen (E) berdasarkan satuan 8,16 ton, menetukan factor umur rencana (N), perhitungan AE 18 KSAL, perhitungan lendutan balik (d) serta menentukan tebal tambahan lapis perkerasan (overlay). Pada perencanaan drainase menggunakan analisa hidrologi yang terdiri dari uji konsistensi, analisa frekuensi dan probabilitas dan uji kesesuaian distribusi. Lendutan balik (dwakil) sepanjang ruas jalan Kabupaten Pelaihari Asam asam sebesar 2,2 cm berdasarkan nilai AE 18 KSAL yaitu 6,01 x 107 dengan lendutan yang diijinkan sebesar 1,55 cm. Tebal lapis perkerasan dengan lapisan tambahan (overlay), yaitu Overlay 3 cm, Laston 8 cm, Lapen 7 cm dan Batu Pecah 15 cm Tebal lapis perkerasan pada pertambahan lebar perkerasan adalah Laston 11 cm, Lapen 7 cm dan Batu Pecah 25 cm dari susunan lapis tebal existing yaitu Laston 8 cm, Lapen 7 cm, dan Batu Pecah 15 cm .  Kata Kunci  : lendutan balik, perkerasan lentur, drainase jalan raya
Studi Perencanaan Embung Palotawo Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Sinta Sofiana Wiyanti; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung merupakan bangunan yang berfungsi menampung air hujan untuk persediaan suatu desa di musim kering. Daerah Kabupaten Konawe Selatan terdapat banyak daerah persawahan yang hanya mengandalkan air hujan sementara itu kebutuhan domestik untuk daerah perkotaan dan pedesaan juga sangat minim. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, alternatif yang dapat dilakukan terhadap air irigasi yaitu dengan dibangunnya suatu embung dengan tujuan utamannya sebagai salah satu sarana pendukung pertanian dan konservasi. Teknologi konservasi air merupakan upaya untuk mengatur penyediaan air, meningkatkan volume air tanah dan memperbesar daya simpan air yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Konawe Selatan.Pada studi perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan dimensi tubuh embung. Jenis embung yang direncanakan adalah embung urugan dengan tipe homogen, pemilihan jenis embung didapatkan berdasarkan pertimbangan ketersediaan material tanah dan juga data geologi yang ada. Setelah menentukan dimensi tubuh embung kemudian dilakukan kontrol terhadap stabilitas tubuh embung.Hasil dari studi ini didapatkan tinggi embung 7 meter dan volume tampungan efektif sebesar 44.890,15 m3, volume tampungan mati 8.469,85 m3, dan volume tampungan total 53.360,00 m3. Stabilitas lereng dan rembesan pada perencanaan ini didapatkan angka keamanan yang memenuhi syarat.  Kata Kunci : Embung, Tampungan, Stabilitas
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR BERTULANG TAHAN GEMPA TOWER 2 APARTEMEN NAYUMI SAMTOWER MALANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) Boby Suswanto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.6 KB)

Abstract

Pembangunan Gedung Hotel Apartemen Nayumi Samtower Malang terletak di Jln. Soekarno Hatta No.18, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144. Yang terdiri dari 10 Lantai dengan 1 basement memiliki tinggi bangunan 33 m yang termasuk pada struktur Gedung tinggi yang beresiko untuk mengalami keruntuhan saat terjadinya gempa bumi. Untuk itu diperlukan perencanaan Gedung yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi. Maka tugas ahir ini, Gedung apartemen nayumi samtower malang direncakan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus sesuai dengan peraturan persyaratan beton bertulang dengan SNI 03-2847-2013, tata perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan Gedung dan non Gedung SNI 1726-2012, serta peraturan lain yang berlaku di Indonesia. Perhitungan menggunakan pemodelan portal 2D dengan bantuan aplikasi Staadpro V8i dan SpColumn.Hasil dari perhitungan adalah tebal plat 125 mm, gempa rencana menggunakan metode respon spectrum (V) sebesar 61843,292 kg. Dimensi Balok anak 25/50, Balok induk 40/70, dan Dimensi Kolom K1 60/70, K2 50/50, untuk pondasi mengunakan pondasi tiang pancang dengan diameter tiang 50 cm dan kedalaman 15 m.Kata Kunci : Apartemen Nayumi SamTower Tower 2 Malang, SRPMK

Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue